SEJARAH GEREJA UMUM I oleh Pdt. Daud Manno

BAB I
PERMULAAN GEREJA HINGGA
MASA APOLOGET 26-150 AD

PASAL I
LATAR BELAKANG GEREJA

Latar belakang agama Kristen dalai agama Yahudi. Sejak zaman Musa agama Yahudi telah mempunyai 10 hukum dan berbagai liturgi persembahan korban. Agama Yahudi mencapai puncaknya pada masa Daud mendirikan kerajaan dan salomo mendirikan Bait allah. Doktrin pokok agama Yahudi ialah sebagai suatu agama yang berdasarkan wahyu dari tuhan. Percaya Tuhan yang Esa, menjalankan hukum taurat agar di benarkan oleh tuhan dan manusia, mempercayai lima kitab Musa, serta kitab :Nabi –nabi,kitab syair dan kitab sejarah sebagai kitab suci mereka. Agama Yahudi adalah agama kebangsaan. Ditandai dengan sunat dan hari sabat. Setiap tahun mereka naik ke yerusalem untuk beribadat sebanyak tiga kali. Berhubung ada persembahan korban maka ada jabatan imam untuk tugas tersebut. Raja mengurus persoalan politik. Setelah masa pembuangan, tidak ada jabatan raja. Maka para imam yang ingin membangunkan kerajaan mulai mengadakan aktivitas politik. Dibawah persetujuan pemerintah, mereka mendirikan Sanhedrin dengan 71 anggota. Sanhedrin merupakan organisasi yang setengah otonom didalam hal agama dan politik. Anggota-anggota yang giat dalam agama menyelidiki hukum Taurat dan tradisi, sehingga mereka mendirikan Synagoge untuk mendidik anak-anak. Oleh sebab itu setiap orang Yahudi mempunyai kepercayaan agama terhadap Allah Yang Esa.

Dalam sejarah bangsa Yahudi, mereka pernah di taklukkan oleh bangsa Babel, Media, Parsi kemudian oleh Gerika dan Roma. Mereka sangat mengharapkan untuk membangun kembali negara mereka dan mengharapkan pula datangnya Sang Juru Selamat yang akan menyelamatkan mereka, yaitu sang Mesias yang di nobatkan dalam ”Perjanjian Lama”. Oleh sebab itu mereka sangat merngharapkan kedatangan Mesias.

Tatkala Gerika memerintah Yahudi, mereka telah menerima kebudayaan dan pikiran filsafat dari Gerika, oleh sebab itu mereka mempunyai pengenalan akan logos dan logika, pada ± 258 S.M. ”Perjanjian Lama”telah diterjemahkan kedalam bahasa Gerika (Septuaginta Version). Maka sebelum Yesus lahir, agama Yahudi telah dipengaruhi oleh filsafat Gerika. Mereka sangat menggemari perumpamaan dan alegori. Pada saat itu seorang yang bernama Pilo (20 S.M.- 42 A.D.), ia telah menggabungkan pikiran agama Yahudi dengan filsafat Gerika dan Plato. Ia berpendapat dengan suatu kuasa Roh, Allah menghubungkan dirinya dengan alam semesta yang bersifat materi ini,kuasa Roh itu ialah sifat Allah. Kuasa ini beroknum. Yang paling tinggi disebut Logos. Logos ini keluar dari Allah serta merupakan sumber penciptaan dunia. Segala kuasa berasal dari padanya. Melalui Logos Allah telah menciptakan manusia yang ideal, manusia yang nyata ini adalah ideal akan tetapi tidak sempurna. Manusia yang nyata merupakan hasil ciptaan antara Logos dengan kuasa Roh yang lebih rendah. Karena Logos adalah daya gerak dari Wahyu Allah, maka manusia yang telah jatuh / rusak dapat berhubungan dengan Allah melalui Logos. Dalam konsepnya Pilo, Logos berarti yang lebih besar dari hikmat yang disebut dalam ”Perjanjian Lama” serta lebih mengandung arti filsafat. Pikiran Pilo ini sangat populer di daerah Alexandria.

Pada masa permulaan Gereja, Kitab Suci dari Agama Yahudi telah menjadi dasar lima kepercayaan agama Kristen. Kristus dan para rasul pada permulaan P.I.Nya juga mengutip dan memakai ”Perjanjian Lama”. Oleh karena bangsa Yahudi menuntut mujizat dan bangsa Gerika menuntut hikmat, maka agama Kristen dimulai di bawah kedua tuntutan ini, yaitu iman dan rasio. Kristen melakukan mujizat adalah memenuhi tuntutan bangsa Yahudi, mengabarkan kebenaran adalah memenuhi tuntutan bangsa Gerika, Kristus telah memakai kedua hal ini untuk memenuhi kebutuhan mereka dengan memimpin mereka hingga pada pertobatan, pengampunan dosa, dan hidup kekal sebagai anak-anak Allah untuk masuk kedalam kerajaan Allah.

PASAL II
PERMULAAN GEREJA

Sebelum Kristus mengabarkan injil, perintis Kristus – Yohanes Pembaptis – telah mengabarkan berita kebenaran pertobatan untuk menyediakan hati manusia demi menyambut Yesus sebagai Juru Selamat. Yohanes memperkenalkan Yesus sebagai Juru Selamat, Mesias yang akan datang. Ketika Yesus mulai mengabarkan Injil, Ia telah memproklamirkan tentang Kerajaan Allah. Yang merupakan suatu keadaan hidup, suatu kerajaan yang bersifat rohani. Setiap orang yang inggin masuk kedalamnya harus mempunyai hidup dari Allah. Caranya yaitu bertaobat dan menerima pengampunan dan keselamatan dari Tuhan Yesus, serta diperanakkan oleh Roh Kudus. Orang yang memiliki hidup ini disebut sebagai anak-anak Allah.dengan sifat hidup ini maka ia dapat hidup di dunia ini dengan memenangkan dosa dan dunia. Dengan hidup yang baru ini untuk memuliakan Allah Bapa. Dengan jelas dan berulang –ulang Tuhan Yesus telah mengabarkan kebenaran ini tatkala Ia ada di dalam dunia . Dengan perumpamaan dan mujizat dinyatakannya kebenaran ini agar dapat dimengerti oleh setiap lapisan
masyarakat. Serta mempunyai kesan yang mendalam. Tetapi karena kebenaran hidup ini bertentangan dengan kepercayaan bangsa Yahudi yang dibenarkan oleh sebab melakukan hukum Taurat, serta orang-orang Yahudi yang ekstrim tidak dapat menerima ajaran bahwa orang yang percaya akan beroleh hidup dari Allah dan di sebut sebagai anak-anak Allah. Tetapi ini adalah cara penyelamatan Tuhan sehingga Yesus diadili dan dinyatakan tak berdosa, lalu disalipkan, dengan demikian yang tidak berdosa telah menggantikan orang yang berdosa.

Yesus tidak mendirikan gereja, melainkan mengutus Roh Kudus untuk mendirikan Gereja yang rohani, yaitu tubuhNya, Bait Allah. Gereja yang rohani, melampaui batas ruang dan waktu.Setiap orang yang beroleh anugrah diselamatkan dan mendapat hidup adalah bagian dari tubuh. Mempunyai kedudukan, hak dan warisan yang sama. Maka ajaranNya menuntut orang yang percaya setelah memiliki hidup Allah akan menjadi anak-anak Allah. Serta menuntut agar sempurna sebagaimana Bapa sempurna adanya. Setelah Pantekosta, Roh Kudus mulai bekerja menobatkan manusia melalui Firman Tuhan, hingga memperoleh hidup yang kekal. Karena manusia masih hidup dalam dunia maka memerlukan Gereja yang berbentuk. Pada mulanya Gereja yang berbentuk dipakai untuk beribadat, bersekutu dan membicarakan Firman Tuhan bersama-sama. Kemudian makin berkembang hingga memerlukan organisasi. Tetapi para rosul masih dengan mengabarkan injil, menolong jiwa sebagai tugas pokok. Walaupun Gereja abad permulaan dengan 12 rosul sebagai tulang punggung, tetapi Roh Kuduslah yang menjadi kepala dari Gereja. Segala pekerjaan , kehidupan dan pengutusan para murid serta penghukuman dosa dilakukan oleh Roh dudus. Sehingga Gereja dapat berkembang dengan cepat. Dalam belasan tahun, Injil tersebar hingga ke Asia Kecil, Afrika dan tempat-tempat yang lain. Setiap yang bertobat dipenuhi oleh Roh Kudus dan ber saksi dimana mereka berada. Pokokberita yangmereka sampaikan ialah beretobat dari dosa serta bersandar pada Yesus,maka akan beroleh keselamatan.
Beroleh hidup menjadi anak-anak Allah dan mewarisi kerajaan Surga. Mereka mementingkan kesaksian hidup yang diperanakan pula.

Karna pesatnya perkembangan gereja dan pekerjaan Roh Kudus maka timbullah goncangan dalam masyarakat. Yang paling terpengaruh ialah agamaYahudi, karena banyak orang Yahudi meninggalakan agamanya dan menerima Injil. Akibatnya para pemimpin Yahudi mulai menganiaya, menentang dan menghalangi orang-orang percaya pada agama Kristen. Karena walaupun sanhedrin bangsa Yahudi tidak mempunyai hak untuk menghukum mati seseorang , tetapi mereka dapat memperalat orang-orang jahat untuk membunuh orang-orang kristen dan menyerahkan mereka pada pemerintah Roma dengan tuduhan orang-orang ini hendak memberontak terhadap pemerintah. Dengan demikian Gereja menghadapi aniaya.
Orang petama yang mati shahid ialah Stephanus. Dengan demikian orang Kristen mulai tersebar dan mengabarkan Injil di perbagai tempat.

PASAL III
PAULUS DAN GEREJA KAFIR

Dalam gerakan bangsa /agama Yahudi menentang orang Kristen terdapat banyak pemuda yang sangat ekstrim, salah satu di antaranya ialah Paulus orang Tarsus. Paulus adalah nama Gerika, sedangkan dalam bahasa Ibrani ialah Saulus. Ia dibesarkan dalam suatu keluarga yang sangat keras dalam melakukan ibadah agama Yahudi. Sejak kecil ia dididik menjadi orang Farisi. Ia pernah mendapat didikan Filsafat Gerika. Mempunyai konsep Nasionalis yang amat kuat. Maka tatkala ia melihat agama dan bangsanya terancam oleh agama Kristen ia segera memimpin pergerakan melawan agama Kristen. Ia menganggap tindakannya adalah kebajikan yang berguna bagi bangsa dan agamanya .

Pada ± 35 A.D. tatkala ia sedang menuju Damaskus untuk menganiaya gereja, di tengah jalan ia ia telah mendapat penglihatan, dimana Tuhan Yasus menyatakan diri
padanya. Ia segera bertaubat dan menerima Yesus sebagai Juru Selamat, serta mempersembahkan diri dan setia pada Tuhan hingga mati. Ia selalu bertindak menurut kehendak Tuhan dan melakukan amanat yang ia terima dari Tuhan. Tatkala Tuhan memanggil paulus telah menyatakan bahwa ia akan menjadi rasul bagi bangsa kafir, dan mengabarkan Injil sampai ke ujung bumi. Sebelum ia mengabarkan Injil sampai ke ujung bumi, selain satu kali ia pergi ke Yerusalem menemui para rasul, ia juga pergi segera ke padang belantara Arabia.

Disana ia bersekutu dengan Allah, menerima wahyu dan didikan Tuhan selama 3 tahun. Kemudian ia mulai bekerja di gereja Antiokia dan kemudian ia diutus ke Asia kecil selama 5 tahun. Sepanjang hidupnya ia telah mengadakan perjalanan P.I. sebanyak 4 kali. Ia pernah pergi ke pusat Eropa yaitu Roma. Paulus yang telah mendapat didikan agama Yahudi dan filsafat Gerika serta mendapat wahyu dari Tuhan sendiri, maka ia sangat mementingkan kehidupan sehari-hari. Ia telah menganalisa ajaran agama Kristen dengan sangat sistematik serta menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga ajaran agama Kristen menjadi konkrit dan dapat di jalankan dalam kehidupan sehari-hari. Ia adalah orang pertama yang mensistematiskan agama kristen serta mengkonkritkan ajaran Kristen. Ia telah menghidupkan agama Kristen dalam kehidupan sehari-hari. Ia berkata : Hidupku ialah Kristus ”. Serta menyuruh orang lain meneladani diriNya. Hal itu menyatakan bahwa kebenaran agama Kristen dapat dialami oleh setiap orang. Tatkala agama Kristen tersebar sampai ke dalam daerah bangsa kafir, maka timbul persoalan dalam kehidupan yang berdosa. Oleh karena ini, Paulus dalam sidang Yerusalem dan dalam surst-suratnya yang ditulis ia memberikan prinsip-prinsip sebagai berikut:”segala sesuatu dapat di lakukan asal tidak bertentangan dengan prinsip pokok dari kebenaran ”.

Metode Paulus mengabarkan Injil di tengah-tengah bangsa kafir ialah ia mula-mula masuk ke dalam sembahyang, mengajar banyak orang di samping melakukan pekerjaan P.I. pribadi .Setelah ada yang percaya, maka dikumpulkan dan diadakan kebaktian serta menjelaskan kebenaran . Juga mendidik orang yang menuntut untuk memimpin pelayanan dalam gereja dan memberi tugas P.I. kepada mereka, mendirikan gereja setempat, mengangkat tua-tua dan majelis untuk mengurus pekerjaan dalam gereja, lalu ia pergi lagi ke lain tempat. Pada kemudian hari, demi menguatkan iman para muridnya dan menjelaskan persoalan-persoalan, maka di bawah wahyu dan pimpinan Roh kudus,ia telah menulis surat –surat tersebut dan diedarkan pula ke jemaat lain, atau membuat salinan agar dapat disaebarluaskan . Dalam Kis. 9, 23-25, surat Roma hingga surat Ibrani, telah menyatakan iman kepercayaannya , perjalanan,dan sasaran dari kehidupan Paulus, juga sumbangannya bagi gereja. Ia sangat mementingkan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali dan mendirikan Kerajaan Tuhan . Ia setiap waktu bersedia mati bagi Injil hingga menyelesaikan perjalanannya dan memperoleh pahala dari Tuhan.

PASAL IV
GEREJA DAN RUMAH SEMBAHYANG
AGAMA KRISTEN DAN AGAMA YAHUDI

Rumah sembahyang adalah tempat bangsa Yahudi beribadah dan mengajar hukum Taurat. Pada mulanya hampir semua orang Kristen adalah orang Yahudi. Mereka menurut kebiasaan, masuk ke rumah sembahyang pada tiap hari sabat, demikian juga Tuhan Yesus. Oleh sebab itu pada permulaan agama Kristen , rumah sembahyang seolah-olah telah menjadi tempat bertumbuhnya agama Kristen, yang merupakan tempat yang sangat baik untuk penyebaran Injil. Dalam kisah rosul 3:-Petrus dan Yohanes tetap masuk ke rumah sembahyang pada hari sabat. Tetapi karena perbedaan yang sangat menyolok didalam iman kepercayaan, maka sering timbul bentrokan –bentrokan. Agama Kristen mementingkan pertobatan, diperanakkan pula, saling mengasihi, persekutuan, menantikan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali dan ajaran kebangkitan ; sedangkan ajaran agama Yahudi sama sekali berbeda.

Lagi pula agama Kristen menerima setiap orang yang bertaubat tanpa memandang bangsa, sedangkan agama yahudi sangat keras dalam menerima penganutnya, yaitu orang- orang yang bersunat dan menjalankan syariat Taurat baru dapat diterima dalam agama mereka. Serta pantangan dalam hal makanan juga menimbulkan bentrokan yang sangat dahsyat.

Lambat laun orang-orang Kristen selain pergi ke rumah sembahyang pada hari Sabat juga mengadakan kebaktian pada hari Minggu dan mengadakan perjamuan suci. Hal ini sangat ditentang oleh agama Yahudi, sehigga timbullah gerakan pembelaan bagi agama Yahudi yang menganiaya orang-orang Kristen. Hal ini sudah mulai terdapat dalam kisah rosul 3. Kemudian ada pula tokoh-tokoh dari agama Yahudi ,seperti para imam ahli Taurat dan orang-orang Farisi bertobat dan percaya pada Tuhan Yesus (Kis.6:7; 5:34). Tetapi mereka tetap mempertahankan sebagian dari hukum taurat, misalnya tidak makan darah, tidak makan barang persembahan dan melakukan sunat dan lain-lain. Sehingga diadakan sidang di Yerusalem(Kis. 15). Tetapi rupanya keputusan sidang tersebut telah menimbulkan problem – problem di gereja Galatia , yang mengakibatkan perdebatan antar Paulus dan Petrus (Galatia 2). Paulus berpendapat kebebasan yang sempurna, maka tidak lagi diikat oleh Taurat. Inilah tema pokok dari surat Galatia. Kemudian pendapat ini telah diterima oleh jemaat kafir. Tetapi paulus pun menasehatkan jemaat kafir mengekang diri demi jemaat Yahudi yang lemah (Roma 14:15) .
Tetapi rupanya agama Yahudi tidak dapat lagi bergabung dengan agama Kristen, maka agama Kristen terpaksa berkembang keluar. Pada 85A.D. Agama Yahudi telah menambahkan kata-kata kutukan terhadap bidat dalam kata-kata doa mereka. Mereka tidak dapat menerima orang-orang Kristen. Para pemimpin agama Yahudi tidak lagi di rumah sembahyang hingga berpisahlah agama Kristen dengan agama Yahudi. Pada ± 65 A.D. agama Kristen di yahuda mulai lemah, jemaat kafir lebih banyak dari pada jemaat Yahudi. Pada 42-62 A.D. banyak orang Kristen dan para rosul yang terbunuh (Kis. 7:- ;12:-). Mereka mengetahui tidak dapat lagi tinggal lebih lama di Yerusalem, maka berdasarkan Wahyu Roh Kudus mereka tersebar ke berbagai tempat (Kis. 8).

Mengapa Tuhan mengijinkan ini terjadi ?
1. Karena jemaat Yahudi terlalu bersifat nasionalis.
2. Karena Tuhan tidak menghendaki suatu daerah menjadi pusat gereja
3. Hal ini menyatakan gereja bukanlah organisasi dunia

Pada 65 A.D. gubernur untuk tanah Yahudi, Florus, telah menindas bangsa Yahudi yang tidak mau membayar pampasan, akibat timbulnya pemberontakan orang-orang Yahudi dan Yunani di Kaisaria. Bangsa Yahudi bermaksud meninggalkan penjajahan Roma, maka mereka telah menyerang Yerusalem dan Yeriko. Membuat uang logam bergambar kota Yerusalem dan tertulis tahun 1negara Israel. (66 A.D.). Hal ini mengakibatkan penyerangan secara besar-besaran oleh tentara Roma. Pada 70 A.D. Jendral Titus telah mengepung Yerusalem dan menghancurkan Bait Allah pada 10 Agustus, membubarkan Sanhedrin, memecat para imam. sehingga bangsa Yahudi hampir musnah ; demikianpun agama kristen tidak dapat tumbuh lagi di tanah Yahudi, hanya sebagian kecil jemaat Yahudi yang menetap di sebelah timur sungai Yordan. Mereka telah terpisah dari dunia luar, mereka hanya mengakui Injil Matius dan sangat menentang surat-surat serta pendapat Paulus. Kehidupan mereka sama dengan adat Yahudi, merekalah yang disebut aliran Ebionitas (orang miskin ) dalam sejarah gereja , mereka berdoa dengan menghadap ke Yerusalem, tidak berhubungan dengan jemaat kafir , oleh sebab itu Justin (150 A.D.)

Sebelum 50 A.D. Yerusalem merupakan pusat gereja, tetapi setelah 70 A.D. maka gereja di Roma dan Asia Kecil telah menjadi pusat gereja. Setelah tahun 70 A.D. pemerintah Roma dan bangsa Yahudi sangat membenci agama Kristen , gereja di Yerusalem sudah tidak ada dan gereja setempat telah mengambil tindakan –tindakan yang berlainan , sedangkan para rasul telah banyak yang meninggal , kecuali Yohanes , Timotius , Titus dan Uskup dari Roma Clement . Mulai saat itu gereja mempunyai organisasi yang lebih sempurna.

PASAL V
ORGANISASI GEREJA

Sejak masa Yesus ada dalam dunia mendidik para rasul, tampaknya tidak mementingkan organisasi atau tidak memiliki organisasi yang rumit . Melainkan dengan Kristus sebagai kepala pemimpin suatu persekutuan dan masing-masing bekerja sesuai dengan bakatnya, tidak ditentukan kedudukan yang pasti hingga timbul pula perebutan kekuasaan di antara mereka , Yesus menganggap ini adalah cara dan kelakuan orang kafir dan dunia (Luk. 22:24-30).

Setelah Pantekosta , jemaat bertambah , mereka melayani satu sama lain menurut karuniaNya , karena besarlah orang yang melayani (Mat. 20:26;Luk . 22:26-27), kemudian karena timbul persoalan, maka dipilih beberapa pembela sidang , inilah permulaan dari pengurus (Kis.6).tetapi hidup mereka baik, mereka bukan demi kedudukan dengan uang, maka segera dihukum mati oleh Roh Kudus.

Dalam surat-surat Paulus disebut telah mengangkat para tua-tua , gembala sidang dan pembela sidang. Tua-tua adalah orang-orang yang mengurusi hal rohani, sedangkan pembela sidang mengurus hal sehari-hari. Gembala sidang adalah nama kafir , artinya sama dengan tua-tua.

Tua-tua: Prosbeteroi Gembala sidang : episkopos

Demi perkembangan pekerjaan Tuhan maka ada pula jabatan rasul , penginjil nabi , gembala dan guru agama. Semua jabatan ini adalah untuk membangun kerohanian para jemaat dan memajukan pekerjaan Tuhan ; bukan untuk merebut kedudukan .Memang ada juga orang – orang yang berlagak berkarunia untuk mencari kedudukan , misalnya :Dioterepes (3 Yohanes 9) dan Simon (Kis . 8:18); mereka ditegur oleh rosul- rosul. Di dalam Didache disebut ada orang – orang yang mengatakan dirinya telah mendapat gerakan Roh , dan menipu gereja . Karena sulit untuk membedakan yang benar dan yang palsu , maka ditetapkan suatu standar pengujian melalui iman kehidupan .Dalam Didache disebut mereka yang setia , ramah ,tidaktamak dan yakin terhadap Allah dipilih sebagai gembala atau pembela sidang .
Karena gereja langsung dipimpin oleh Roh Kudus maka tidak timbul sentralisasi dan gereja –gereja , yang mendirikan hanya yang bersifat setempat . Dari Alkitab terlihat kota Yerusalem sebagai pusat yang kemudian pindah ke Antiokthia, Efesus, pat dan bertujuan saling membantu dalam hal rohani .

PASAL VI
GEREJA DAN PEMERINTAH (ROMA)

Pada masa permulaan gereja, pemerintah Roma tidak mengetahui sifat dari organisasinya , mereka mengira gereja adalah salah satu sekte dari agama Yahudi. Yang memperdebatkan soal orang mati dan hidup, serta pandangan – pandangan yang lain . (Kis. 4:5-22;5:7;22:-)

Tetapi dengan makin jelasnya perpisahan antara agama Yahudi dan agama kristen serta agama Yahudi yang dengan keras menentang agama Kristen , maka demi merngambil hati orang Yahudi, maka pemerintahan ikut menganiaya kaum Kristen (Kis. 12:1-3). Tatkala Nero menjadi Kaisar Romawi , aniaya makin hebat , mereka dianiaya bukan saja karena kepercayaan , juga karena mereka telah dituduh membakar kota Roma , hal ini adalah fitnahan belaka , tetapi karena orang-orang Kristen tidak mempunyai pembela , maka nasip mereka adalah didalam tangan penguasa . Petrus juga menyebut hal ini dalam I Pet . 4:16.

Menurut catatan ahli Sejarah Suetonius , pada 50 A.D.kaisar Claudius telah memerintahkan orang-orang Yahudi meninggalkan ibukota karena mereka telah menimbulkan kekacauan akibat perdebatan agama . Hal ini yang menyebabkan Akwila dan Priskila pindah ke korintus (Kis. 18:-). Sejak mula pemerintahan Romawi bersimpati terhadap agama Yahudi , selama agama Kristen masih dipandang sebagai sekte dari agama Yahudi maka tidak terjadi persoalan. Pada 62 AD agama Kristen telah menjadi suatu organisasi yang mandiri, maka pemerintah manganggapnya sebagai tahyul yang matut ditindas. Ahli sejarah tacitus menyebut agama Kristen sebagai ”Tahyul yang patut dibenci”.

Dalam sejarah tercatat Juli 64 AD. Telah terjadi kebakaran kota Roma, setelah itu Kaisar Nero mengadakan pembangunan secara besar-besaran, demi memenangkan amarah rakyat, maka telah menuduh penganut agama Kristen sebagai penyebab kebakaran. Dengan demikian terjadilah pembunuhan secara besar-besaran terhadap orang Kristen. Petrus mati sahid pada masa itu. Seteha th 70 AD gereja di Roma hampir musnah. Pemerintah dan agama Yahudi sangat membenci agama Kristen. Setelahmeninggal dunia , demikian juga Paulus sekitar th 68 AD. Gereja seolah-olah telah kehilangan pusatnya, masing-masing daerah mengambil tindakan yang berbeda, dan mengangkat Uskup untuk kesatuan. Untuk keperluan ini Yohanes telah menulis surat kepada 7 sidang jemaat.

Keadaan otonom ini tidak berlangsung lama, gereja memmerlukan orang yang cakap sebagai pemimpin, yang rohani dan berkarakter baik. Paulus dengan kerohanian dan karakternya telah mempengaruhi gereja-gereja. Juga Clement telah memakai kedudukannya sebagai tua-tua untuk menasehati gerja Korintus.

Sebab-sebab jemaat teraniaya adalah sbb: tidak menyem,bah berhala dan raja. Serta perbedaan tata hidup yang berlainan dengan bangsa kafir, maka mereka ditentang juga karena perjamuan uci, maka jemaat Kristen telah dianggap orang-orang yang biadab,karena dianggap makan daging manusia pada perjamuan, juga karena aniaya, maka sering diadakan perjamuan ditengah malam sehingga dituduh mengadakan upacara amoral. Sering pula jemaat Kristen dianiaya karena hasutan rakyat terhadap pemerintah, demikian Polycarpus 156 AD mati syahid di smirna. Tetapi makin jemaat Kristen di aniaya, maka iman dan kehidupan moral mereka makin meningkat, sehingga menjadi teladan pada masa itu.

PASAL VII
APOLOGET

Tatkala gereja mendapat serangan dari pemerintah dan agama Yahudi maka pada cendikiawan penguasa yang beragama Kristen telah bangkit dan berdebat bagi gereja. Melalui perdebatan dan tulisan-tulisan mereka menyatakan kepercayaan dan konsep yang dianut gereja,merekalah yang disebut apologis dalam gereja. Dari karangan apologis terlihat bahwa obyek dalam apologet adalah orang-orag yang berpengetahuan. Karangan-karangan tersebut bersifat ilmiah dan mementingkan teoritis. Dalam Alkitab , Paulus adlah seorang apologis yang baik, surat Roma dan Ibrani merupakan usaha apologet, juga Yohanes dalam Injilnya berapologet tentang keilahian Kristus.

1. Quadratus tahun 125 AD sarjana Yunani, dengan tulisannya membela agama Kristen di tujukan kepada kaisar Hadrian, agar tidak menganiaya orang Kristen, Eusebius mengatakan bahwa ia adalah murid seorang Rasul..

2. Aristides telah menulis sebuah karangan yang ditujukan kepada Antoniuspius. Karanganya penuh dengan pikiran filsafat, dan karangan tersebut baru dikemukan pada abad abad 19 dalam pasal 2:1-14 ia telah membandingkan agama Kristen dengan agama caldean,agama gerika Yunani, Mesir Yahudi, melalui upacara agama membuktikan bahwa agama Kristen melebihi yang lain. Dalam pasal tiga yang terakhir ia mengatakan kebiasaan dan moral agama Kristen pada masa permulaan.

3. Justinus Martyr tahun 100-165 AD. Ia sebagai filsuf, apologia dan martir, lahir di flavia, Neapolis / shechem pada masa lalu. Orang tuanya adalah orang kafir di Samaria tidak diketahui dengan jelas apakah ia keturunan Roma atau Yahudi, ia berpendidikan tingi, memiliki pengalamman dan pendidikan yang banyak, ia terpengaruh oleh filsafat stoicicime, Aristotlianisme, Pythagorianisme (= aliran filsafat Yunani yang mengaanggap Allah sebagai pusat alam semesta/ theosentris,pada 6 masehi. Serta platonisme Ia membenci epicurianisme, ia memiliki pengenalan tentang bangsa Yahudi, tetapi ia tidak senang dengan agama Yahudi. Ia telah merasa menemukan Allah dalam filsafat plato. Pada suatu hari , ia berjalan ditepi pantai dan bertemu dengan orang Kristen yang bernama Venewrable, telah menggoncangkan ”bumenwisdom” yang memiliki Justin, dengan perkataan para nabi Ibrani, ia membuktikan bahwa mereka adalah lebih dahulu dari pada filsuf.
“Man more ancient then all those who where esteemed Philosohers”.

Karanagn para nabi adalah menubuatkan kedatangan Kristus. Karena nasehat dari Venerablemaka Justin telah menjadi orang Kristen. Ia mengatakan ”I found the Philosophy alone to be safe and profitable”. Setelah bertobat ia giat menyiarkan agama Kristen dengan mengatakan bahwa agama Kristen dalai filsafat yang paling tua. Palin dapat diandalkan, paling bersifat ilahi (devine philosophies). Ia dengan cara filsasfat mengabarkan Injil diantara orang Yahudi di Efesus, dan berteman dengan trypho. Pada saat kedua kalinya ia ke Roma, ia telah ditangkap oleh pemerintah bersama 6 temannya. Mereka dianiaya dan akhirnya dipenggal kepala pada 166 AD. Oleh oenghulu Junius Rusticus. Apologetnya pertama ditujukan pada para filsuf. Pada 53 AD ia menulis karangan yang sangat ternama ”Apology” yangber isi : agama kristen tidak seharusnya mendapat tantangan dari pemerintah atau agama lain. Karangan yang kedua Dialogue whith Trypho” berisi: Jika orang Kristen bersalah harus diadakan sidang resmi, dan bila terbukti kesalahannya baru di perkenankanuntuk dihukum. Jangan karena orang Kristen , maka mereka dihukum tanpa pengadilan terlebih dahulu. Orang-orang menuduh jemaat Kristen adalah atheis, karena orang kristen menyembah berhala, mereka menuduh orang kristen tidak mengakui pemerintah karena menuntut kerajaan Surga dan menyebut diri nya sebagai warga Surga. Ia memekai nubuat para nabi untuk membuktikan kebenaran agama Kristen dan menjelaskan arti upacara dan sakramen.

Pikiran teologi dari Justin: mementingkan pengalaman pribadi, menganggap agama Kristen adalah filsafat yang paling benar di antara segala filsafat, ia mengatakan nabi PL juga mengabarkan mengenai Kristus. Ia berpendapat bahwa Kristus adalah LOGOS, Logos adalah guru kita, Ia adalah putra dan utusan Allah. Justin dengan pandangan Stoiscisime menganggap logos bekerja setiap saat dan dimana saja. Logos mengajar orang Yunani seperti socrates, juga mengajar orang kafir seperti Abraham (mulanya ia adalah orang kafir) oleh sebab itu logos setiap saat dan dimana saja mengajar orang dan barang siapa yang menurut logos ialah menjelma menjadi tubuh dalam Kristus. Maka hanya Kristus yang dapat menyatakan Logos secara gamlang. Ia adalah wahyu Tuhan yang sempurna, Ia menjelaskan teologi dengan intisari filsafat juga persoalan moral dan hidup kekal. Ia banyak mengabarkan Injil Kristus dan ia menganggap sebagai hukum baru, dalam etika ia setuju dengan menaha nafsu.

Ia menganggap Logos dibawah Allah., sebagai Putra, juga wakil yang berhak sama. Ia menolak ”Histirycal Jesus” Ia menganggap Yesus yang berada dalam dunia tidak dapat dipiahkan dari Allah, Yesus adalah contoh yang terbaik dari kalam menjadi manusia. Yesus telah menyatakan konsep Allah dengan sempurna. Ia mempercayai darah Kristus yang berkasiat menyucikan dosa. Pikiran teologinya telah menggabungkan doktrin agama Kristen dengan opikiran filsafat. Teorinya yang sangat mementingkan rasio telah memulai sistematik teologi. Masih apologis yangmereka yakini. Apologis ini timbul sebagai reaksi dari aniaya yang ditimbulkan dari luar dan serangan dari para cendikiawan, sedangkan Allah membangunkan para cendikiawan dan memberikan kepada mereka hikmat untuk mengerti Firman Allah. Juga mendapatkan para cendikiawan agar Injil tersebar pula di antara mereka, dan kalangan kebudayaan, serta memimpin jalannya kebudayaan, inilah kehendak Tuhan yang terindah, dengan cara apapun agar Injil dapat tersebar.

BAB II
MASA PENGANIAYAAN GEREJA HINGGA
MENJADI AGAMA KERAJAAN ROMA
(150-313 AD)

PSAL I
ANIAYA
DARI LUAR
DARI AGAMA LAIN
DARI POLITIK

Dalam sejarah gereja aniaya yang diterima pertama-tama datang dari pihak agama Yahudi, kemudian ditambah pula dari pihak pemerintah. Dalam sejarah tercatat 10 kali aniaya yang besar:

1. Masa Kaisar Nero 37-68 AD
Ia menjadi kaisar 54- 68 A, pada 53 AD, ketika usia 16 tahun, menikah dengan putri claudius bernama Octavia. Pada usia muda ia telah membunuh ibunya, Agripa, kemudian istrinya Octavia, guru filsafatnya Seneca, serta istrinya yang kedua, popea dll. Pada tahun 61 AD telah terjadi konflik/kekacauan dikota Roma serta peperangan armenia. Pada tahun 64 AD duapertiga kota Roma terbakar, hal ini disebabkan karena Nero telah menulis syair yang berisi /melukiskan keadaan orang yang melarikan diri dari kabakaran, maka ia menyuruh orang membakar kota sehingga 9 hari lamanya, sedangkan ia bersenang-senang diatas loteng. Tatkala rakyat mulai menentang, mempersalahkan orang Kristen sebagai penyebab kebakaran . pada suatau hari ia mengumpulkan orang Kristen dalam Coloseum lalu mengeluarkan singa, harimau dan serigala untuk menerkam orang-orang Kristen, ada pula yang dibungkus dengan kulit binatang lalu dikeringkan sehingga mati, atau dibiarkan diterjang oleh banteng, juga ada yang dijadikan lilin dengan disirami inyak lalu dibakar pada malam hari, menurut tradisi Paulus dan Petrus mati shahid dibawah pemerintahannya tahun 68 AD. Tidak lama kemudian Praetorian bangkit menentang Nero. Nero melarikan diri, pemerintah menetapkan nya sebagai musuh negara, karena takut akhirnya Nero mati bunuh diri dalam pelariannya saat usia 31 tahun.

2. Masa Kaisar Titus Flavius Domitianus Augustus (51-96 AD)
Ia menjadi Kaisar pada tahun 81 – 91 AD Ia dilahirkan ke Roma, Adik bungsu dari raja Titus. Naik tahta pada tahun 81 AD. Ia mendengar bahwa bangsa Yahudi membicarakan mengenai kerajaan Kristus, maka ia takut kehilangan kekuasaan lalu mulai menganiaya orang Kristen, ia seorang yang bermoral rendah, bersifat kejam sehingga membunuh istri dan menantu serta keponakannya yang dianggap sebagai orang Kristen. Sekali peristiwa ia hendak memaksukkan Yohanes ke dalam minyak yang mendidih, tiba-tiba terjadi guntur dan halilintar, ia sangat takut, akhirnya membuang Yohanes ke Pulau Patmos. Timotrius yang setiap hari melihat rakyat bersembahyang dalam kuil-kuil, merasa berbeban dan berkhotbah kepada mereka, hingga ia sendiri mati syahit. Kemudian Dominitian telah digulingkan oleh parlemen, saat itu ia berusia 45 tahun. Setelah ia meninggal barulah Yohanes dapat bebas dari pembuangan Patmos.

3. Masa Kaisar Markus Ulpius Trayan (52-117 A.D.)
Ia menjadi Kaisar pada tahun 98-117 A.D. Lahir di perbatasan Spanyol dan Italia di Sevillo. Ia sebagai seorang tentara Profesional, ahli politik. Pada tahun 98 A.D.,pada mulanya hanya menguasai daerah Decia, yaitu Rumania pada saat ini, akhirnya pemerintahannya telah menguasai daerah Armenis, Mesopotamia, Asyria , bahkan meluaskan kekuasaannya sampai ke sungai Efrat. Ia membangun jalan raya dan mementingkan pendidikan, sehingga agama Kristen berkembang dengan pesat pula. Ia bersikap toleran terhadap agama-agama, berhubung orang-orang Kristen tidak menyembah hukum negara dan gambar kaisar, maka ia menghukum orang-orang Kristen, inilah yang disebut aniaya ketiga. Ignatius dari Anthiokia dan simon dari Yerusalem mati syahid pada masa ini. Trayan meninggal dalam suatu gerakan militer pada tahun 117 A.D. Ignatius adalah uskup dari Anthiokia, pada suatu hari ia berdiskusi derngan Kaisar, kaisar menganggap ia kurang bijak dan tahyul, kaisar menasehati ia agar mengubah pendiriannya, Ignathius menolak, maka dibawa ke Roma dan dilemparkan ke dalam lubang singa. Peninggalan Ignatius bagi gereja ialah 15 surat yang ia tulis, ia mempunyai karakter sebagai rasul, dapat disebut pendiri sistem keuskupan dan mengusulkan gereja Am, tatkala dilemparkan kedalam Coloseum ia mengatakan ”saya mati bagai biji gandum yang hancur jadi tepung untuk mengenyangkan orang lain. Ia rela mati bagi Kristus daripada menguasai dunia.

4. Markus Aurelius Antonius (121-180 A.D).
Ia menjadi kaisar pada tahun 161-180 A.D. Lahir di Roma, sebagai seorang yang terpelajar dan memiliki hidup yang sangat berdisiplin. Ia sebagai filsuf Stoicisme, maka memiliki moral yang tinggi. Sebenarnya ia tidak menentang jemaat Kristen, tetapi berhubung ada yang mengadu bahwa orang Kristen mendurhakai dewa Roma sehingga mendatangkan bencana alam, maka kaisar memerintahkan untuk menangkap orang-orang yang terbukti kesalahannya. Tetapi makin lama makin banyak yang mati syahid. Di antaranya : Justin Martyr, Polycarp dari Smirna, Pothinus dari Gaull.
Polycarp (69-155 A.D.). memiliki kerohanian, karakter dan pengetahuan yang tinggi , ia sebagai pemimpin agama Kristen , pernah bersembunyi selama beberapa tahun, tatkala pemerintah mau menangkap dia . Pada suatu hari tuhan memperlihatkan dalam suatu penglihatan bahwa saatnya telah sampai , maka ia kelur dan tertangkap. Ia sangat baik kepada serdadu, sehingga banyak di antara mereka yang tergerak hatinya, Menjelang ia dihukm , ia dinasehati untuk menyangkal tuhan, tetapi ia menjawab : ”Eigthy and six years have I served HIM, and HIM bas done me no wrong. How can i speak evil of my king who saved me ”.Tatkala ia dibakar, api tidak dapat membakarnya, maka ia dibuang ke dalam lubang singa lalu mati.

5. Severus (193-211 A.D.)
Tidak lama setelah ia naik tahta ia menderita sakit , saat jemaat Kristen berdoa baginya dan disembahkan. Ia mulai simpati terhadap orang kristen. Tetapi ia sudah dipengaruhi oleh orang-orang yang menghasut yang mengatakan bahwa orang Kristen tidak hormat pada raja, tidak menyembah gambar raja ; maka ia memerintahkan membunuh orang-orang yang tidak menyembah ; aniaya ini tidak jelas dalam sejarah gereja.

6. Maximinus The Tharacian
Menjadi kaisar pada tahun 235-238 A.D. Ia sebagai perwira yang mengadakan pemberontakan dan merebut kedudukan, ia bersifat kejam. Karena ia membenci orang Kristen yang mendapat simpati dari Kaisar. Ia membakar gedung dan membunuh pemimpin Kristen, memaksa orang menyembah berhala . Banyak orang yang dipaksa menyembah berhala ingin kembali ke gereja , tetapi dalam gereja ada yang mau menerima ada pula yang menolak, sehingga terjadi dua golongan dalam gereja . tetapi ada juga orang-orang yang tetap setia ; pada masa inilah Origen menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa latin.

7 Decius Trayanus (201-251 A.D.)
Ia menjadi kaisar pada tahun 249-251 A.D. Ia sebagai militer.Menganggap agama Kristen sebagai suatu organisasi yang tidak dapat dibiarkan, maka ia berhasrat untuk memusnahkan agama Kristen . Pada tahun 250 A.D. , ia mengadakan penganiayaan secara besar-besaran. Ia memerintahkan semua penduduk menyembah berhala ; siapa yang melanggar dihukum penggal kepala. Ada pula hukuman – hukuman yang sangat sadis, misalnya berjalan di atas besi yang membara, duduk di kursi paku dan lain – lain . Pada tahun 251 A.D. Ia mati di medan perang dan bangkainya diberikan kepada burung gagak.

8. Valerian (193-269 A.D.)
Menjadi kaisar pada tahun 253-260 A.D. Pada mulanya ia sangat simpati terhadap orang kristen. Tetapi tidak lama kemudian dalam negara banyak malapetaka dan bencana alam ; dengan berbagai cara rakyat yang tahyul untuk menangkal bencana , bahkan dengan mengorbankan anaknya , tetapi bencana itu tetap terjadi . Seorang panglima yang bernama Macrianus , ia menganut sihir Mesir . Ia mengusulkan pada kaisar Roma , untuk menghilangkan bencana , membasmi orang Kristen . Kaisar menurut , ia melarang semua kebaktian dan memaksa mereka menjadi tentara , gereja tetap berkembang . Pada tahun 258 A.D. ia mengumumkan :

1. Membunuh pemimpin gereja
2. Menyita harta pejabat yang beragama Kristen. Barang siapa yang tetap percaya dibunuh.
3. Dalam kalangan istana, siapa yang percaya hartanya disita.

Pada saat itu ada dua tokoh yang terbunuh :
a. Siatus, ditangkap tatkala mengadakan perjamuan dalam goa , diadili dan di Dibunuh .
b. Cyprian , 195-258 A.D.
Ia adalah uskup dari Khartago , di Afrika Utara . mendapat pendidikan Yunani dan pandai berdagang . Percaya Yesus pada waktu ia berusia 45tahun. Setelah bertobat ia menyedekahkan harta miliknya kepada orang miskin . Ia sangat terpengaruh oleh 3 faktor :
1. Kerangka Tertulianus .
2. Tua-tua Carcilius yang tinggal di rumahnya.
3. Kerajinannya dalam membaca Alkitab.

Pada tahun 247 A.D.ia diangkat sebagai tua-tua, satu tahun kemudian diangkat sebagai uskup. Ia sangat berhikmat dalam mengembalakan gereja walaupun dalam 10 tahun menghadapi aniaya yang dahsyat. Saat itu ada juga orang-orang yang murtad , menyembah berhala , menjadi saksi dusta , menikah dengan bangsa kafir dan lain-lain. Tetapi ia terus menasehati para tua-tua , majelis dan pemimpin gereja agar tetap setia , di dalam setiap kesukaran ada kehendak tuhan yang indah . Ia ditangkap pada tahun 257 A.D. dan dipenjarakan di Utika . Karena ia sangat aktif dalam gereja , maka dipenjara ia dipaksa menyembah gambar dan menyangkal Kristus . Ia menolak dan mati syahid pada tahun 258 A.D.
Seangakan Valerian ditangkap da n dicungkil matanya oleh musuh tahun 269 AD.

9. Aurelian 212 -275 AD, berkuasa 270-275 AD.
Begitu ia naik tahta segera memerintahkan untuk membunuh orang Kristen. Tidak lama kemudian ia sendiri terbunuh. Gereja mengalami damai selama sekitar 28 tahun. Tetapi dalam gereja timbul kerusakan-kerusakan, toleransi terhadap dunia , penyembahan berhala, ketamakan dalam kalangan pimpinan gereja, bahkan jabatan uskup dapat dibeli dengan uang.

10. Diolexiaon 245-313 AD.
Menjadi kaisar pada 284-305 AD. (nama lengkap Gaius Aurelius Valerius Diocletianus). Lahir di dalmatia daerah Salona. Mungkin ia adalah anak seorang budak. Sangat berbakat serta cakap. Pada masa pemerintahannya negara mencapai kejayaan. Ia mengangkat Maximian sebagai co-emperor, dan Galerius serta constantinus Chlorus sebagai asisten Kaisar. Tahun 292 AD. Ia membagi negara dalam 4 bagian dan 100 propinsi. Hal ini menyebabkan pengeluaran negara menjadi sangat besar, tanggungan rakyat serta pajak bertambah pula. Diolexian ingin agar gereja mendukung kekuasaannya. Sedangkan Constantine ingin menguasai gereja. Menantu Diolexian bernama Calerius membenci orang Kristen, ia beranggapan bahwa orang Kristen menghambat kemajuan negara; oleh sebab itu mengusulkan kepada Kaisar untuk membunuh orang-orang Kristen. Pada mulanya Kaisar menolak, tetapi pada tahun 305 AD. Kaisar mengeluarkan 4 perintah yang kemudian dilaksanakan pada tahun 304 AD. Sbb:

1. memusnahkan seluruh gedung gereja, Alkitab dan tafsiran-tafsiran.
2. memenjarakan semua pimpinan gereja.
3. Barang siapa yang mau menyembah gambar raja di dalam penjara akan dilepaskan.
4. mengharuskan orang-orang Kristen dengan setia menyembah berhala/ gambar. Bagi yang melanggar akan diancam dengan hukuman mati.

Pada sat itu banyak hukuman yang kejam , membakar orang kristen, menghanyutkan mereka ke dalam laut, memotong urat nadi, menuduh orang kristen membakar istana sehingga menghukum mereka dll. Kecuali daerah kekuasaan constantine yaitu di daerah barat laut, maka aniaya itu bersifat menyeluruh di di seluruh negara. Pada akhirnya istri dan putri dari kaisar bertobat dan percaya Yesus. Orang-orang yang mau menyembah gambar merasa dibebaskan. Tetapi banyak puyla yang setia hingga mati. Akibat penganiayaan ini timbullah gerakan ”Domatisme” yaiutu menolak orang-orang yang pernah menyembah gambar kembali ke gereja. Aniaya ini berlangsung hingga 313 AD. Yaitu tatkala Galerius berkompromi dengan constantine. Pada 313 AD, Dioclexian mati akibat di gigit oleh ulat. Sejak itu gereja masuk masa damai. Tatkala Agustin menjadi Kaisar, gereja memasuki suatu masa yang baru.

Kesimpulan :
Selama aniaya ini kita melihat beberapa kebenaran.
1. Gereja adalah persekutuan hidup, walaupun dalam bebtuknya teraniaya tetapi hidupnya terus berkembang.
2. aniaya menyatakan sifat dari gereja, bukan terikat pada gedung atau organisasi, melainkan hidup yang mendalam dan berkembang.
3. dalam setiap masa penganiayaan Tuhan beserta dengan gereja, menguatkan para martir menyatakan sifat materi dan rohani.
4. kebenaran geraja tidak hanya rakyat jelata , tetapi juga bagi orang yang berpendidikan. Banyak para cendikiawan yang rela mati syahid bagi kebenaran.
5. Gereja tidak memandang ras dan bangsa, bahkan rela bersatu di dalam Kristus (Gal 3:28-29)
6. Agama kafir tidak selalu mengancam geeja, tetapi gereja tetap berkembang.
7. kuasa politik dan agama lain selalu bertentangan dengan gereja, oleh sebab itu penguasa yang menganiaya yang tidak bertobat tentu akan binasa.
8. aniaya menjadikan gereja makin berkembang dan makin murni, jemaat yang palsu akan tersaring dan jemaat yang baik akan tinggal sebagai sisanya.
9. Hasil karya dalam masa penganiayaan merupakan hasil hidup yang bernilai kekal.
10. Membuktikan gereja adalah milik Tuhan, ia selawma-lamanya menjadi kepala gereja, gereja selama-lamanya bertanggung jawab dan selama-lamanya menang.

PASAL II
ANIAYA DARI DALAM
TIMBULNYA BIDAT
DAN BANGKITNYA PARA APOLOGIA

Selain aniaya dari luar, gereja mendapat aniaya dari dalam pula, yaitu bangkitnya bidat-bidat. Bidat yang terutama pada masa itu ialah memakai rasio manusia untuk membicarakan keilahian dan penggabungan antara ke ilahian dan kemanusian Kristus. Dengan filsafat mereka mengartikan doktrin dalam teologi. Diantaranya:

1. Gnosticim
Ada yang mengatakan aliran ini dimulai oleh simon tukang sihir (Kis. 8:9-24) tetapi hal ini tidak dapat dibu7ktikan denagn pasti:
a. seorang pemimpin dari aliran Gostik , ialah Saturniuns (Satornilus) yang dilahirkan pada abad II di Antiokhia. Ia sebagai murid dari Simon dan Menander (ada yang mengira Simon tukang sihir),

Teorinya :
Allah yang transendental dan unknown father mempunyai perbedaan yang sangat besar dalam penciptaan. Diantaranya ada spiritual being, dan dibawahnya adalah Yahwe yang dicipta, yang disebut Dermiuge, ia adalah Chief overseer. Tatkala Allah menciptakan manusia melalui Demiuge, barulah manusia dapat tegak dan berjalan setelah mendapat sinar ilahi, dan berjalan maju untuk mendapat kehangatan. Tetapi karena ada kuasa setan maka manusia tertindas dan sangat kasihan baik dermiuge maupun nabi-nabi Yahudi tidak dapat membebaskan manusia. Akhirnya Allah mengutus manusia (seorang yang terurap), dengan suatu tubuh yang tidak riil untuk melepaskan manusia dari musuh- rniumusuhnya (Clothed with a phantomus but unreal body to free men from their enemy. Satus adalah seorang ascetic yang sangat serius. Menikah dan beranak dianggap milik iblis. Berpuasa. Ia menyangkal Tuhan dilahirkan oleh manusia. Menganggap tubuh Yesus sebagai mere appearrance. Ia menolak Perjanjian Lama. Ia meninggal pada 150 AD.

1. Valentianus
Ia menyebar bidat pada 136-160 AD. Sebagai pelopor Gnostik. Lahir di Lower negara Mesir. Mungkin ia adalah keturunan Yahudi yang pindah ke Alexandria, mendapat pendidikan filsafat Yunani, diantaranya Pythagorian 582-500 SM. Yang menganggap angka sebagai essense dari alam semesta. Benda adalah fenomena dari angka. Tuhan sebagai pusat dari segala sesuatu. Ia sebagai ahli ilmu pasti dan alam falak. Teori ilmu ukurnya; kwadrat sisi miring segitiga siku-siku = jumlah dari kwadrat sisi tegak segitiga siku-siku. ( C2= A2+B2)

ia juga mendapat pengaruh dari Platonic dan Theudas murid Paulus (Kis. 5:36;21:38). Pada 135 AD, Ia ada di Roma, pada mulanya ia seolah-olah ortodoks serta menjadi guru. Murid-muridnta Origen, Clement dari Alexandria dan Heracleton, sangat disayangkan ia mulai mengajarkan bidat, meninggalkan ajaran ortodoks ia diekskomunikasikan dari gereja. Ia ke Cyprus dan meninggal 160 AD. Sistem teology yang dimiliki merupakan warisan dari Oriental Mythology dan Myscisme yang ia gabung dengan daya khayal yang kaya serta Hellenism=tic Syncretism dan Platonic Dualism.

Ia membagi dunia dalam 2 bahagian: Dunia ideal yang bersifat rohani dan fenomena dunia materi (whicb separated the divine world of ideas from the material world of phenomena and from Christian ideas).
Semasa hidupnya ia telah mendidik banyak murid-murid, sistimnya tersebar luas dikalangan Gnostik. Keselamatan mutlak Valentian Gnostik hanya bagi sebagian orang yang dapat memperoleh hidup rohani yang tinggal dari Tuhan, dan dipenuhi oleh hidup Allah.

Dia membagi manusia dalam 3 golongan:
1. Orang-orang rohani yang bisa memperoleh hikmat gnostik.
2. orang-orang yang dapat percaya dan memiliki beberapa bagian roh.
3. orang-orang yang material yang tidak berpengharapan.

Gnostik berati berpengetahuan, mereka menyebut dirinya memiliki pengetahuan Allah dan duni, pengetahuan ini tidak dimiliki orang lain. Dasar pemikiran merekaialah sifat Allah yang berhubungan dengan dunia. Sekarang sebagai suatu kejahatan. Mereka berusaha memisahkan kejahatan agar manusia terlepas dari kejahatan. Segala yang mempunyai berat jahat adanya. Materi mempunyai berat, berarti materi jahat. Keselamatan bagi mereka ialah masuk kedalam kesempurnaan hidup Allah dan meninggalkan segala materi; sehingga menimbulkan asceticisme, dan kehidupan bertapa. Mengenai penciptaan, mereka beranggapan Tuhan mutlak suci,menciptakan Aallah-allah yang lebih rendah, dengan demikian setingkat demi setingkat hingga sampai pada Yahwe dalam PL. Ia yang menciptakan dunia yang berdosa. Ia bernama Dermiuge. Walaupun teorinya mementingkan kesucian Allah yang mutlak tetapi dengan diciptakannya allah-allah yang rendah derajatnya, sehingga timbul dunia yang berdosa, mau tidak mau bersumber pula pada Allah yang maha suci. Mereka tidak dapat menjelaskan hal ini yang menyatakan hikmat mereka terbatas dan sempurna. Mengenai Kristologi mereka menganggap Kristus sebagai Aeon yang tertinggi Aeon sama dengan Allah tingkat dua. Merekamengangap Kristus tidak bertubuh nyata. Tidak terjadi kalam menjadi manusia. Ia maha kudus yang tidak dapat berdiam dalam tubuh yang berdosa. Ia hanya roh yang menampakkan diri dengan tubuh manusia. Mereka menyangkal kebenaran kalam menjelma menjadi manusia, pelayanan dalam dunia dan penebusan diatas kayu salib. Mereka menolak kebangkitan . mengenai keselamatan Kristus mereka berpendapat sbb:

Penebusan Kristus ialah dari dunia rohani masuk ke dalam dunia materi yang berdosa untuk mengajarkan hikmat yang sejati pada manusia. Barang siapa yang memperoleh hikmat ini dapat membebaskan diri dari ikatan materi. Inilah keselamatan. Teori yang demikian mirip dengan teori agama Budha yang ingin lepas dari lingkaran kelahiran untuk mencapai Nirwana.

Mengenai moral, mereka berpendapat yang saling kontradiksi. Sebagian berpendapat jika tubuh ini jahat, maka berdosa tidak menjadi soal. Sebab setelah mati tubuh ini dibuang, maka harus disiksa, mereka berpegang pada Asceticism; menentang pernikahan dan kelahiran , menganggap semua ini milik Iblis.

Bahaya terbesar yang ditimbulkan gnostik terhadap gereja ialah mencampurkan mistik timur dan filsafat Gerika ke dalam ajaran Kristen . meeka menyebut diri sebagai orang yang berhikmat, sebenarnya mereka adalah humanisme. Memakai cara penjelasan yang dapat dimengerti dan dipikirkan manusia untuk menfsirkan kebenaran Kristus. Sehingga seolah-olah mereka hidup sangat serius dan sangat bersemangat dalam menuntut kebenaran, tetapi faktanya mereka hanyalah memakai agama manusia untuk menggantikan agama yang diwahyukan. Ajaran ini sangat berpengaruh pada 135-160 AD.

Walaupun hanya 25 tahun, tetapi pengaruh nya sangat besar; pada abad 13 Thomas Aquinas (1227-1274), pengaruh ajaran ini, ia hidup sangat serius dan asceticsm, sehingga mengusulkan hidupbiara dan bertapa. Ia menganggap hidup yang demikian barulah disebut hidup yang rohani.

Pada masa ini Tuhan membangkitkan para apologia; Mis. Irenius, Tertulian, dan lain-lain, serta karangan apologis. Juga telah menetapkan kanon Alkitab dan kredoa yang mempunyai standard kepercayaaan pada kemudian hari.

2. Marcion 100-165 AD.
Ia adalah anak seorang uskup yang di sinope sebelahj selatan dari laut hitam. Ia sebagai seorang produser kapal. Pada 139 AD, karena ajarannya yang sesat Ia dipecat dari keanggotaan gereja dan uang persembahannya dikembalikan ia adalah seorang jenius yang sangat cerdik. Ia terpengaruh oleh ajaran Gnostik, tetapi ia tidak menerima sepenuhnya. Ia menolak PL dan kepercayaan Yahudi.ia menganggap dirinya sebagai pembaharu agama Kristen.

Pandangannnya tentang Alkitab :
• PL bertentangan dengan PB;
• Keseriusan Allah dalam PL tidak setinggi Allah dalam PB;
• Allah dalam PL menghadapi manusia dengan keadilan, sedangkan Allah dalam PB dengan kasih dan keselamatan.

Ia berusaha menyusun kanon Alkitab, karena ia hanya menerima surat-surat Paulus dan Injil Lukas, ia menolakmhukum Taurat dan segala bagian uyang berkenan dengan Allah, dalam PL, hal ini mungkin sebagai akibat dari pikiran yang menentang agama Yahudi.

Tentangf Kristologi ia terpengaruh oleh docetisme, ia menyangkal Kristus dilahirkan dan dibesarkan. Ia berpendapat bahwa Kristus turun dari langit pada masa tahun ke 15 Tiblus, untuk memberi hikmat pada manusia agar dapat terlepas dari ikatan kebodohan. Setelah Kristus bangkit (disinilah letak kontradiksi dari ajarannya), ia hanya mengajar kebenaran kepada Paulus. Paulus adalah stu-satunya utusan Injil. Rasul-rasul yang lain belum memahami rahasia Kristus. Setelah ia dikucilkan dari gereja pada tahun 144 AD. Ia mendirikan gereja sendiri dan mengabarkan ajarannya yang berkembang sangat pesat di dunia timur, tetapi tak begitu mempengaruhi dunia barat.

Justin Martyr menyebutnya sebagai bidat yang berbahaya dan penuh tipumuslihat. Polycarpus menyebut ia sebagai ”first born of satan” ahli sejarah gereja Schaff (1819-1893 AD) menganggap ia sebagai seorang yang sangat menentang bangsa Yahudi dan bertendensi Pseudo-Paulus (pseudo-pulin tendency), sebagai seorang yang menganut mejical supernatural. Ia adalah seorang yang sangat ekstrim dan meniadakan nilai sejarah,ia membawa Injil pada jurang yang curam dan tidak alamiah.

Perbedaan gereja Marcion dan Gnostik ialah:
Ia mempunyai organisasi yang sempurna, memiliki alim-ulam (clergy), liturgi dan kanon. Ia menjalankan asceticism yang sangat keras. Semangat membujang (celybacy) dan semangat mati shahid dalam gereja, juga mementingkan kesucian (chastity) semua ini bersifat dorongan, sehingga berkembang dengan sistematik, bahkan masih ada hingga abad 5-6. Konsep pikiran Marcion dan filsafatnya sangat mementingkan rasio dan kehidupan yang serius. Ia bertolak dari segala yang sesuai denga rasionya, sehingga ia hanya menerima doktrin-doktrin yang sesuai dengan rasionya. Mungkin karena ia sangat menentang agama Yahudi maka ia mendirikan sistem biara, yang mengandung egoisme yang sangat kuat. Ia mendirikan gereja dan menetapkan kanon, hal ini mungkin sebagai akibat dari ia dikucilkan dari gereja. Ditinjai dari sudut ilmu jiwa, maka perbuatan ini adalah akibat inferiority compleks yang menghasilkan kecongkakan yang luar biasa.

Dari sudut teologi, maka sifat kesombongan ini telah dipakai oleh iblis untuk menentang Firman Allah. Hal ini sering terjadi dalam sejarah. Oleh sebab itu kita harus berhati-hati akan sifat kita dan siapa yang memakainya. Kita diperalat oleh oblis maka akan mendatangkan kerusakan gereja. Jika diperalat oleh Allah akan mendatangkan berkat bagi gereja.

3. Montanisme 156 AD.
Ia adalah seorang imam dari Phirygia Asia Kecil. Ia menjadi orang Kristen pada abad ke 2. tidak lama setelah ia bertobat ia menjadi nabi dan mengadakan pembaharuan gereja. tatkala kesuaman, keduniawian dan kemunduran menimpa gereja menganggap perlu mengembalikan gereja pada kesucian yang semula.
Dia menganggap dirinya sebagai alat yang dipakai oleh Roh Kudus,ia titik beratkan lidah asing dan menolak pelayanan sekuler. Dengan mendapat bantuan dari dua orang nabi perempuan dari Asia kecil , ia menjadi Pepusa sebagai pusat gerakan mereka. Gerakan ini berkembang dengan sangat cepat dikalangan rakyat Asia kecil yang sangat sensitif.ia memp[eroleh banyak pengikut . pada tahun 170 aliran ini sampai ke Roma.

Tertulian mendekati mereka dan aliran ini mencapai puncaknya pada saat itu. Pada 320 AD, aliran ini mulai leyap pula dari daerah lain pada abad 6. doktrin mereka sangat mementingkan kepenuhan Roh Kudus dan pekerjaan Roh Kudus. Merekamenganggap Roph Kudus dan Tuhan Yesus adalah satu. Sangat mementingkan bernubuat dan kedatangan Kristus. Mereka melakukan ascetis, berdoa puasa bahkan berdoa sepangjang hari. Kehidupan yang demikian sangat menarik . hal ini pula berpengaruh dalam timbulnya rumah-rumah biara pada kemudian hari. Mereka sangat mementingkan karunia bernubuat dan melakukan mujisat juga menubuatkan hari kedatangan Yesus, yang ternyata tidak tergepai, sehingga kehilngan kepercayaan pengikutnya. Mereka membagi dosa menjadi 2 golongan: dosa yang dapat diampuni dan dosa yang tidak dapat diampuni.

Mereka terlalu mementingkan emosi dan sok rohani . sebenarnya merekamenentang gnostik yang terlalu rasionalis, tetapi mereka sendiri tersesat dalam kerohanian yang palsu dan mengangap dirinya dipenuhi Roh Kudus sehingga sering timbul karunia rohani yang dipalsukan. Mereka menolak hidup yang duniawi tetapi mereka akhirnya membenci dunia sehinmgga terlepas dari fakta. Sebenarnya mereka ingin memperbaiki kesuaman gereja, tetapi mereka tersesat dalam emosional yang tidak bermoral. Ditambah pula mereka tidak mempunyai dasar teologia yang kuat, maka kejayaan mereka hanya dalam waktu yang sangat singkat.

Para uskup di Asia kecil mereka terancam sehingga berkali-kali mengadakan sidang. Dalam sidang tsb menetapkan mereka sebagai bidat dan dikutuki.

Miltiades, apologiet abad ke 2, mengarang buku-buku menentang agama Yahudi, kafir, gnostik dan montanis. Pada abad ke-5 agustin juga menulis karangan yang menentang Montaniusm. Pada 249-251 karena aniaya dari pihak Decius sehingga banyak yang meni8nggalkan gereja. Cornelius dari golongan yang menganpuni menerima mereka kembali ke Gereja. Tetapi pihak Novatian menolak mereka. Sehingga banyuak yang mendukung ia sebagai Uskup.
Ia sebagai penganut Montanism, tetapi , tetapi tidak lama kemudian hilang pula.

Montanism dapat pula dikatakan sebagai asal mula gerakan gereja Pantekosta dan Advent dari Babtis pada abad 19 juga terpengaruh dari gerakan ini. Gereja pantekosta yang menetingkan gerakan bernubuat dan kesembuhan ilahi, adalah juga akibat aliran ini, hanya dalam waktu yang singkat . tetapi merekamempunyai sumbangsih yang besar dalam pekabaran Injil.

4. Gereja Am
Walaupun pada masa ini timbul bidat Gnostikdan Montanisme,tetapi pengikutnya tidak banyak, serta banyaklah yang setia terhadap Alkitab dan banyak pula jemaat yang beriman murni dan pimpinan gereja bangkit membela agama. Sejak 170 AD, gereja mulai memakai istilah gereja Am yang pernah dipakai oleh Ignatius. 37-107 AD. (catholic church), sewaktu ia mengembalakan sidang di smirna. Kedudukan para Uskup makinkuat pada masa ini. Pada 170 gereja menetap[kan kanon. Sejak permulaan Ireneus berpendapat bahwa karangan para Rasul dan hasilkarya orang – orang yang mengikuyt Yesus baru di anggap canon. Ia memasukan didache ke dalam canon . sejak permulaan gereja, Tuhan Yesus mengakui P.L. sebagai Firman Allah yang berarti adalah Alkitab. Clement dari Roma pada 93-97 AD. Mengutip PL. Dan menyebutnya sebagai Firman Alah. 110-117 Policarpus mengutip suraty-surat Paulus dan menyebutnya sebagai Firman Allah. 153. Justin dan kebaktian di Roma membaca PB, di samping PL, pada 200 AD, dalam kitab Muratori menyebut kanon sebagai berikut: Matius, Markus , Yohanes, Kisahn Para Rasul, I & II Korintus, Efesus, Pilipi, Kolose, Galatia, I & II Tesalonika, Roma, Pilemon, Titus, I & II Timotius, Yudas, I & II Yohanes, Wahyu, dan wahyu Petrus.

Mengenai diterimanya surat Ibrani dan Wahyu sebagai kanon, telah menim,bulkan perdebatan . gereja barat telah menerimnya pada 400 AD, sedangkan gereja Timur lebih lambat. Pada umumnya sejak 200 AD, telah ditetapkan kanon sebagai dasar gereja Am dalam pembelaan bagi Agamanya.
Juga ditetapkan credo 150-175 AD, untuk menghadapi Marcion dan gnostik telah melakukan penjelasan terhadap Matius 28:19 mengenai babtisan. Inilah bebtuk permulaan dari iman Rasuli. Sebagai peninggalan yang ditulis oleh 12 Rasul, bunyi iman rasuli pada waktu permulaan:

”Aku percaya Allah Bapa yang maha kuasa, serta Yesus Kristus, putra Allah yang tunggal Tuhjan kita; lahir dari Roh Kudus dan anak dara Maryam; disalibkan dibawah pemerintahan Pontius Pilatus dan dikuburkan. Pada hari yang ketiga ia bangkit pula dari antara orang mati.ditinggikan naik ke Surga duduk di sebelah kanan Bapa, dan akan datang pula, dari sana untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati. Aku percaya Roh Kudus, gereja yang kudus, pengempunan dosa dan kebangkitan tubuh.”

Apolegetik sebagai akibat dari timbulnya bidat, menghasilkan penetapan kanon dan credo serta mengukuhkan kedudukan bapak gereja dan organisasi yang sempurna. Hal ini menyatakan segala sesuatu bekerja sama-sama. Kesukaran mendatangkan pertumbuhan dan perkembangan gereja.

PASAL III
PENETAPAN DOGMATIK DAN CREDO

Karena timbulnya bidat dan meninggalnya para rasul, maka pimpinan gereja mulai bangkit membicarakan bersama-sama cara menghadapi tantangan –tantangan. Diantaranya yang terutama ialah murid dari Polycarpus yang bernama Ireneaus.

1. Ireneaus (130-202)
Ia dilahirkan di Smirna bagian barat Asia kecil, kemudian hari ia menjadi uskup di Lyons. Dari karangannya diketahui bahwa ia pernahmendapat pendidikan Yunai dan pandai dalam hal puisi. Ia mewarisi kedudukan Polycarpus menjadi Uskup di Asia kecil, yang kemudian membuka gereja di Gaul; ia mungkin menjadi seorang Misionari. Setelah Pothinus mati shahid dibawah kaisar Markus Aurelius 117 AD. Ireneaus mewarisi kedudukan yang sukar ini. Ia bertahun-tahun berusaha di dalam jabatannya giat dalam pekerjaan literatur pengembalaan dan misi.

Geregorius mengatakan bahwa ia hampir menyebabkan semua penduduk di Lyons bertobat dan percaya Yesus. Ia juga mengirim Misionaris mengabarkan Injil keluar daerah. Perjalanannya yang terutama ialah mengarang. Karangannya yang paling bernilai ialah yang dikarang pada tahun 185 AD, di Gaul ” Agints the heresies” , yang ditulis demi menentang Gnostik dan bidat-bidat yang lain.

Dalam karangannya ia dengan bebas memakai PB damn menyatakan kesatuan antara PL dan PB; ia diakui sebagai bapa gereja yang pertama kali mengutip PB dalam karanganya. Karena ia lahir di Smirna dan dibesarkan di Gaul, maka pikiran teologinya dan kebudayaannya merupakan perpaduan antara Timur dan Barat yang baru dan yang lama.

Yaitu pikiran Logos dari Yohanes dan Iqnatius dan pikiran gereja Am dari para apologet. Ia yang pertama mengemukakan pendapat bahwa Adam yang pertama diciptakan adalah baik, dan karena ketidak taatannya maka hilanglah segala hidup kekal dan kebaikan. Hal ini semua didapat kembali di dalam Kristus. Ia berkata Existensi anak manusia bukan sejak ia lahir di dunia, tetapi sejak semula ada bersama Bapa; hanya ia memiliki suatu sistem yang baru tatkala ia dilahirkan. Dengan suatu cara yang mudah dilihat untuk membersihkan keselamatan kepada kita, agar peta Allah yang hilang karena Adam dapat diperoleh kembali dalam Kristus. (Herisies 3:18 pp 137-138)” ia berkata ”kita mengiokuti guru yang benar dan berpendirian yang teguh , yaitu kalam Allah, Yesus Kristus .karena kasihnya yang tidak terduga Ia merendahkan diri hingga seperti kita, agar kita dapat menjadi seperti Dia (Heresies 4)

Kristus adalah Adam kedua, asal mula manusia baru. Ia menerima pendapat Justin yang menganggap perjamuan suci adalah persatuan dengan Kristus dalam tubuh dan roh. Ia menganggap Maria sebagai Hawa kedua, yang menyebabkan penyembahan terhadap Maria. Walaupun dalam 2 hal terakhir ia salah , tetapi ia mempunyai doktrin yang benar tentang Kristus yang sangat menentang Gnostik yang sesat dalam Kristologi. Saat itu adalah saat-saat perdebatan tentang Kristologi; ia dianggap orang yang pertama menulis Kristologi secara sistematik.

Karena Marcion yang menetapkan kanon dengan hanya mengakui surat-surat Paulus dan Injil Lukas, serta para Gnostik yang ingin memasukan karangan yang bersifat khayal dan rasio ke dalam kanon, maka Irenaeus dan bapa-bapa gereja yang lain bersidang walau menetapkan kanon. Mereka menetapkan hanya karanga Para Rasul, atau orang-orang yang mempunyai hubungan yang sangat erat dengan 12 rasul baru boleh dimasukan dalam canon. Pada tahun 200 AD, telah ditetapkan kanon PB sebanyak 27 kitab. Karanmgan Irenaeus ” Against the Heresies” bab 4 membicarakan kesatuan PL. dan PB. Juga Bab I pasal 7 mengenai kepercayaan telah dijadikan dasar bagi penetapan Nicea Creed (325 ) yang isinya sbb:

Walaupun gereja tersebar dari ujung bumni sampai ujung langit, tetapi mendapat satu iman kepercayaan dari para rasul dan murid-muridnya. Percaya akan Allah yang tunggal , bapa yang maha kuasa, pencipta langit dan bumi dan laut serta segala isinya. kami percaya yesus Kristus putra Allah yang tunggal, yang menjadi manusia demi menebus kita. kami percaya Roh Kudus, yang menyatakan melalui para nabi akan kelahirannya melalui anak dara Maria, menderita sengsara, bangkit dari antara orang mati, naik ke Surga dan kelak akan datang pula dari tempat Allah yang maha mulia. Menarik segala kepadaNya, membangkitkan tubuh manusia, sesuai dengan kehendak Bapa yang tampak (Rohani), Filpi 2:10. agar setiap bangsa mengakui Ia sebagai Tuhan Allah Juruselamat dan Raja. Dan Ia akan mengadili menurut keadilan dan mencampakkan segala malaikat yang berdosa, , segala roh jahat, segalan orang yang jahat dan segala ioorang yang menghujat hukum Allah, ke dalam api yang kekal; dan akan memberi mahkota yang tidak akan rusak dan kemuliaan yang kekal kepada orang-orang yang bertobat dan taat pada hukum Allah. Pada saat itu sudah ditetapkan iman rasuli; Ireneaus pernah mengutipnya dalam Against the Heries” ( I 10:1; III 4:1-2)

2. Tertulianus (160-220 AD)
Nama lengkap Tetulianus Quintus septinus Florence. Lahir di Charthage Afrika Utara, sebagai Bapa Gereja Latin dan Apologet. Orang tuanya adalah orang kafir, ayahnya adalah pegawai tinggi dalam pemerintah maka ia belajar bahasa Yunani, hukum, politik dengan harapan kelak dapat menggantikan pekerjaan ayahnya. Kehidupannya sangat tidak baik. Ia bertobat pada 190-194 AD, setelah bertobat ia setia dalam membela agama Kristen, menentang agama kafir dan bidat-bidat. Ia hidup dengan sangat serius dan bermoral tinggi, ia sangat mengagmi hidup bertapa, ia menganggap membujang lebih baik dari pada menikah, dan menikah untuk kedua kalinya sama dengan perzinahan, ia menasehati istrinya kalau ia mati terlebih dahulu, maka istrinya harus tetap sebagai janda, hidup suci dan diasingkan dari dunia. Harus setia pada pengajaran gereja serat menjaga kemurnian gereja jauh dari keduniawian dan bidat. Tidak boleh berkompromi dengan orang yang murtad, dari iman yang sejati. Pada 202 -204 Ia mulai mendekati Montanism sehingga ia sendiri lepas dari gereja Am dan masuk dalam bentuk gereja masa permulaan, ia mengkeritik kejelasan – kejelasan dari gereja Am. Ia menjadi tokoh gereja yang penuh dengan kuasa Ilahi. Ia seolah-olah telah menjadi Montanism Puritanism.

Ia lancar dalam bahasa latin dan mengarang dengan bahasa tersebut dengan sangat lancarnya, pikiran yang sangat lincah dan penuh dengan sindiran. Ia telah memakai istilah teologia Romawi, misalnya Religio, sacramentum, Pius, triniy; ia yang pertama kali memakai istilah trinitas. Tentang teologia ia memiliki poendapat yang jelas dalam karangannya ” De praescriptione”’ mengenai kristologi, dalam Logos kristologinya yang sangat terkenal ia memakai ”Putra” sebagai ganti Logos. Pada masa itu timbul persoalan mengenai Kristus sebagai Allah, dimana Allah adalah Allah yang tunggal; pada saat itu ada 5 macam penjelasan:

1. Golongan A Logoi, menentang Kristus sebagai Logos dan tidak mengakui Ia sebagai Putra yang Kekal. Mereka hanya mengakui Kristus sebagai guru yang maha besar. Mereka menolak trinitas, karena Allah Esa adanya.
2. Adopsionism, menganggap Kristus sebagai manusia yang diangkat sebagai anak Allah, tatkala Yesus dibabtis, Roh Kudus turun atas diriNya dan Allah mengatakan inlah putra yang Kukasihi, pada saat itulah Kristus menjadi anak angkat Allah. Karena ada kuasa Allah pada dirinya. Maka teori ini juga disebut Dynamism. Kuasa Tuhan ada pada diriNya hingga saat Ia tersalib dan berseru Eli-Eli Lamaksabatani, maka kuasa Allah telah meninggalkan diriNya, karena Tuhan tidak dapat disalib. Oleh sebab itu Ia menjadi Anak Allah dalam dunia; kuasa yang Ia dapat ketika Ia dibabtis telah lenyap tatkala Ia di salib. Sehiongga doktrin Trinitas tidak diperlukan.
3. Keilahian Kristus dibawah keilahian Allah, Kistus tidak setara dengan Bapa, oleh sebab itu tidak perlu doktrin Trinitas.
4. Kristus dalam nama lain adalah Allah Bapa. Ketika Kristus lahir di dunia, sebenarnya Allah Bapa yang lahir ke dalam Dunia. Allah Bapa tidak lagi dalam Surga hingga Kristus naik ke Surga. Dan pada hari Pentakosta ia turun lagi ke dalam dunia hingga sekali lagi Surga menjadi kosong. Inilah teori modalism.
5. Kristus mempunyai essence yang sama dengan Allah Bapa, tiga oknum dalam satu Allah. Tidak bertentangan dengan keesaaan Allah dalam PL. Inilah trinitas tertulianus. Ia memakai oknum untuk membebaskan tritunggal. Ia mengatakan dalam wujud hakekat adalah sama, tetapi dapat kita bagi dalam Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus. Bukan hakekat yang berbeda melainkan bentuik. Bukan kuasa yang berbeda, melainkan pernyataan, ketiganya mempunyai hakekat dan kuasa yang sama, dibawah Allah yang Esa, dengan sebutan Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus untuk menyatakan sifat dan keadaanNya. Oknum ilahi bereda dengan oknum manusia.

Allah Roh adanya, memiliki sifat oknum yanmg berbeda pula. Mengenai satu pribadi dengan dua tabiatNya, Kristus, mengatakan dua tabiatnya ini bukan bercampur,melainkan keilahian dan kemanusiaan bergabung pada diri seorang. Doktrin dari tertulian sangat berpengaruh dalam credo Nicea; terutama mengenai tritunggal, yanmg sangat m,empengaruhi credo Athanasius.

3. Cyprianus 200-258 AD.
Ia adalah murid dari Tertullianus yang mengembangkan pikiran Tertullianus. Ia lahir di Carthage, mendapat pendidikan yang sangat tinggi. Doktrinnya : hanya ada satu Allah. Kristus tidak dapat dibagi- bagi. Hanya satu gereja yaitu yangdidirikan seturut Firman Tuhan diatas batu karang dengan satu kuasa yaitu sistem keuskupan. Siapa jikalau ia tidak masuk dalam gereja bukanlah orang Kristen. Siapa yang tidak menjadikan gereja sebagai ibu , tidak dapat menjadikan Allah sebagai Bapa. Doktrinnya mengenai gereja telah menguatkan kedudukan gereja Am dan menjadi dasar dalam sistem keuskupan. Konsep ini juga telah menjatuhkan hukuman pada orang yang murtad sebagai orang yang tidak di selamatkan. Ia mengakui Petrus sebagai teladan dari para uskub Gereja Roma sebagai sumber dari gereja-gereja yang lain. Uskup di Romawi adalah uskup yang terbesar. Konsep ini telah menguatkan kedudukan gereja Roma Katholik, tetapi juga menghindari murtadnya orang-orangKristen.

PASAL IV
PENETAPAN LITURGI KEBAKTIAN DAN SAKRAMEN

1. Proses Terjadinya Upacara Pentahbisan Pekerja Gereja
Tatkala gereja berperang dengan gnostikisme dan montanisme maka kedudukan uskup menjadi pusat gereja. Pada 200-260 A.D. disana kejayaan Romawi dan Gerika mencapai puncak perkembangan, maka sesuai dengan peraturan negara , gereja mengadakan organisasi. Bertambahnya anggota gereja membutuhkan orang yang cakap untuk memimpin demi kesatuan gereja.
Uskup adalah orang yang berkarunia khusus, ia harus membewdakan ajaran yang benar dan yang palsu, sebagai pemimpin kebaktian dan berhak menentukan liturgi kebaktian; mereka berhak mengeluarkan anggota murtad , dan berhak mengampuni mereka yang bertaubat. Oleh sebab itu, pada abad ke-3, bukan saja kuasa ada dalam tangan uskup, juga liturgi kebaktian menjadi sangat rumit.

Gereja dimulai dari kota-kota, misalnya Yerusalem, Antiokhia, Cyprus dan lain-lain, kemudian karena politik dan aniaya , maka gereja tersebar ke desa-desa sehingga gereja didesa menjadi cabang dari gereja kota. Juga bangunan gereja di desa tidak sebaik di kota, kebudayaan dan seni musik di desa tidak setinggi di kota, maka liturginya lebih sederhana. Sedangkan dikota mementinggkan seni musik dalam puji-pujian dan keindahan bahasa dalam doa. Hl ini berlangsung hingga saat ini. Cyprianus berpendapat gereja di desa setingkat dengan gereja di kota, tetapi karena ekonomi yang kuat, pendidikan yang tinggi dan organisasi yang sempurna, maka para uskup yang ada di kota selalu menganggap dirinya sebagai pemimpin. Dan karena kuasa gereja berada di dalam tangan pimpinan , maka timbullah 2 kelompok:
Kedua istilah ini pernah dipakai dalam 1 pat. 5:3, tetapi tidak mempunyai perbedaan tingkatan. Sedangkan dalam bahasa Latin ordo berarti tingkatan.

Dalam II Tim. 1:6 Paulus menyebut, tentang menumpangkan tangan atas Timotius dan Kis. 13:3; gereja Antiokhia telah menumpangkan tangan atas Timotius dan Kis. 13:3; gereja Antiokhia telah menumpangkan tangan atas Paulus dan Barnabas ketika mereka diutus. Oleh sebab itu semua pekerja gereja harus disahkan dengan pentahbisan. Pada pertengahan abad ke-3, pentahbisan seorang pendeta harus diusulkan oleh beberapa pendeta, disetujui oleh uskup lalu oleh jemaat. Pentabisan dilakukan oleh seorang uskup beserta beberapa seorang pendeta dan disaksikan oleh umum. Pada akhir abad ke-3 harus oleh 3 pendeta, dan hanya mereka yang telah ditabiskan baru berhak memimpin sakramen. Semua pekerja gereja harus ditabiskan. Agar sesuai dengan Kis. 6:5, maka gereja Romawi hanya mengangkat 7 orang pembela sidang . Pada 250 A.D. karena wilayah Romawi di bagi dalam 14 daerah sosial, maka diangkat pula 7 wakil pembela sidang. Dalam suratnya pada 251 A.D. Uskup Roma Kaniulius mengatakan bahwa keuskupan terdapat 46 pendeta, 7 pembela sidang, 7 wakil pembela sidang, 42 pembantu dalam kebaktian – orang yang mengusir setan, pembaca Alkitab dan 52 penjaga pintu. Dengan jemaat sebanyak 30.000 dan 1.500 yang diberi honor. Pengusir setan dan pembaca Alkitab sebenarnya adalah karunia Roh, yaitu karunia penyembuhan dan mengusir setan, pembaca Alkitab adalah guru-guru, yang pada masa Cyprianus mereka disebut calon pendeta. Dan ada pula jabatan-jabatan sebagai mesdinar pada gereja Roma Katolik hari ini. Penjaga pintu adalah untuk mengawasi jangan sampai ada non anggota jemaat yang ikut dalam perjamuan.

Ada pula jabatan pembela sidang wanita yang merawat wanita yang sakit, ada pula wanita-wanita yang tidak menikah mereka bertugas khusus dalam doa dan merawat orang sakit. Karena banyaknya pekerja-pekerja gereja, maka pengeluaran gereja semakin bertambah sehingga ada pungutan uang dan bahan pangan, sebagai perpuluhan. Semua persembahan ini dikumpulkan dan diatur oleh uskub dalam penggunaan. Pada abad ke –3 semua pekerja gereja yang cukup tinggi adalah pekerja full- time. Tetapi ada pula yang demi kebutuhan gereja maka uskup berniaga. Sedangkan pekerja yang berjabatan agak rendah mereka berdagang, tetapi dianggap kurang baik. Sedangkan orang Kristen tidak lagi mementingkan jabatannya sebagai imam (1 Pet. 2:5-9). Pada abad ke -3 kerohanian jemaat bersandar kepada gembala dan kehidupan gembala bersandar jemaat. Upacara – upacara pentabisan pekerja gereja sangatlah meriah.

2. Kebaktian Umum Dan Hari Raya Gereja
Pada masa permulaan gereja ada dua macam kebaktian:
a. Doa dan pengajaran.
b. Perjamuan kudus dan perjamuan kasih (Yudas 12).
Pada masa Justin (153 A.D.) kebaktian selalu dengan pengajaran dan dorongan dan berpuncak pada perjamuan suci, mereka telah menghapus perjamuan kasih. Pada abad ke -2 karena terpengaruh mistikisme dari daerah timur, maka kebaktian selalu dengan suasana yang sangat serius dan mementingkan ibadat secara lahir.

Karena ketidakbenaran ajaran, maka dianggap gereja sebagai badan yang dapat memberikan hidup (sebenarnya hidup Kristus diberikan kepada orang-orang yang percaya melalui pekerjaan Roh kudus dan iman mereka )yang dibagikan dan disimpan oleh uskub. Sebelum dibaptis harus mendapat pendidikan; mereka yang mengikuti pendidikan ini disebut Cathechism ( katekismus). Pada 203 A.D. Origen juga membuka sekolah ini, orang yang baru di babtis baru dapat mengikuti perjamuan yang dapat memberi hidup. Babtis sebagai syarat untuk menerima perjamuan kudus, setelah di baptis masih harus mendapat pendidikan. Acara kebaktian pada masa Justin termasuk membaca Alkitab, khotbah, berdoa, menyanyi, kebaktian ini dapat diikuti oleh setiap orang yang rindu terhadap Firman tuhan. Tetapi kebaktian babtisan dan perjamuan suci hanya mereka yang telah menjadi anggota baru boleh mengikuti, sehingga nilai kebaktian sakramen tersebut makin lama makin tinggi, dianggap yang paling kudus dalam kebaktian.

Hal ini telah umum pada abad ke 4-5. Hari raya yang terbesar adalah hari paskah diadakan hari-hari puasa untuk mengingat kesengsaraan Tuhan Yesus. Kebaktian peringatan kesengsaraan Tuhan Yesus yang diadakan di Roma sepanjang 40 jam. Mereka berdoa, berpuasa dan tidak tidur sepanjang malam. Pada 235 A.D. Nicea Council, waktu puasa diperpanjang hingga 40 hari tetapi pada paskah pagi mereka sangat bersuka cita , hilanglah rasa duka ; banyak orang yang dibabtis menjelang hari kesengsaraan Tuhan Yesus, agar dapat bersama-sama merayakan hari Paskah dan bergembira bersama. Juga menetapkan hari-hari untuk memperingati orang-orang yang mati syahid. Pada abad ke-3 adalah sangat umum dalam gereja mengadakan doa bagi orang-orang Kristen yang telah meninggal; barang – barang peninggalan dari orang-orang yang mati syahid sangat dihargai.

3. Babtisan
Dasar baptisan dalam P.L. adalah cara rohani dari segala upacara basuhan dalam Kitab Imamat , agama Yahudi menetapkan , setiap orang yang mau masuk agama Yahudi selain harus disunat juga harus mengalami baptisan (Ibr. 6:2). Baptisan dari Yohanes Pembabtis adalah pertaubatan menyatakan tekat orang yang akan meninggalkan dosa , mau masuk ke dalam kerajaan Kristus.Kristus lahir dibawah taurat maka ia pun dibaptis. Tetapi ia tidak pernah membaptis (Yohanes 4:2).

Pada hari Pantekosta Petrus mengatakan barang siapa yuang ingin mendapat / menerima Roh Kudus, harus mendapat baptisan terlebih dahulu , sehingga baptisan menjadi syarat untuk menjadi orang Kristen. Dalam Roma 6;-Paulus mengatakan baptisan adalah tanda dari persekutuan dengan Kristus. Markus 16:16 menyatakan baptisan sederajat dengan jaman . Justin : ”Baptisan dapat menghasilkan kelahiran baru dan illuminasi”(153 A.D.).Hermans ”Baptisan adalah dasar gereja ” (115-140 A.D.). Tertullianus : Baptisan adalah alat untuk masuk ke dalam hidup kekal ”. Mereka menganggap baptisan dapat mensucikan segala kesalahan yang telah lalu dan memperoleh hidup kekal. Oleh sebap itu baptisan cukup satu kali tidak perlu berulang. Bagi para martir tidak usah dibaptis juga diselamatkan.

Tertullianus dalam bukunya yang membicarakan tentang baptisan menyatakan para martir dapat menyucikan dosa mereka dengan jasa mereka dalam mati syahid. Orang yang telah dibaptis dan jatuh , ia dapat di bangunkan berdasarkan anugerah yang diterima dalam baptisan. Pada mulanya orang di baptis hanya demi Tuhan Yesus. Ada pula yang berdasarkan Mat. 28:19, membaptis dengan nama Tritunggal.

a. Siapa yang boleh dibaptis ?
Pada mulanya setiap orang yang percaya dapat menerima baptisan. Orang yang pertama kali menyebut baptisan anak-anak/bayi adalah Ireneaus (185 A.D.). Tetapi Tertullianus menentang, ia mengatakan hanya orang beriman dan berkarakter baik baru boleh di baptis. Ia menganjurkan orang belum menikah sebaiknya jangan menerima baptisan. Ia menganjurkan demikian, akan tetapi ada pula yang berpendapat baptisan dapat menyucikan segala dosa, oleh sebap itu terimalah baptisan menjelang mati. Raja Constantine menerima baptisan ketika ia hampir mati. Origen menganggap sejak permulaan gereja masa para rasul sudah ada baptisan anak-anak. Cypurian menganggap lebih bagi anak-anak dibaptis adalah lebih baik, karena anak-anak tanpa dosa . Mungkin mereka memakai Yohanes 3:5 dan Mat. 19:14, sebagai dasar. Baptisan anak-anak merupakan hal yang umum pada abad ke-6.

b. Cara baptisan
Pada mulanya seluruh badan di celup ke dalam air, pendapat ini berdasarkan Roma 6:4; Kol. 2:12. Tetapi dari peninggalan gambar-gambar di dinding seolah olah hanya setengah badan yang masuk ke dalam air. Dalam Didache dikatakan ”Demi nama Allah Bapa dan Putra dan Roh Kudus membaptiskan dalam air yang hidup, jikalau tidak ada air yang hidup boleh dengan cara yang lain. Jikalau tidak dapat boleh dengan air yang hangat. Jikalau tidak ada air yang hangat yang cukup boleh dengan sedikit air , dipercikkan di atas kepala sebanyak tiga kali, atas nama Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus ”.

Dari hal ini kita dapat melihat bahwa baptisan percik juga sangat umum pada masa itu. Cypurian menganjurkan baptisan percik. Tetapi di gereja bagian barat banyak memakai baptisan selam. Melalui Didache dan karangan Justin terlihat bahwa yang menerima baptisan harus berpuasa, menyatakan iman kepercayaan . mereka harus berjanji mau hidup secara Kristen . mereka diselam sebanyak tiga kali, setelah itu harus makan campuran dari madu dan susu , untuk menyatakan keadaan sebagai bayi . Diurapi dengan minyak dan dilakukan penumpangan tangan , menyatakan menerima Roh Kudus . Tertullianus menganjukan, hendaknya ada wali dalam baptisan , yaitu `bapak rohani` atau `ibu rohani
Ada yang menganggap hal ini terpengaruh oleh kebudayaan timur ; di dalam penyembahan terhadap Isis mereka berpuasa dan memiliki wali.

c. Siapa yang diperkenankan membaptis ?
Pada permulaan gereja dilakukan oleh para rasul dan pemimpin gereja serta orang-orang yang berkarunia rohani. Pada masa Ignasius demi ketertiban gereja diusulkan hanya dilakukan oleh uskup , dan yang lain tidak diperkenankan .Tertullian mengatakan selain uskup, pendeta, tua-tua dan majelis bahkan jemaat biasa juga mempunyai hak ini. Karena yang didapat secara adil dapat diberikan dengan adil pula (adil = setingkat ). Gereja di Yunani dan Roma , jemaat nya biasa diperkenankan membaptis bila keadaan mendesak . karena timbulnya bidat pada abad ke-5, maka timbullah suatu problem , yaitu apakah baptisan yangdi lakukan aliran aliran bidat itu dianggap sah ? Tertullianus menganggap baptisan yang demikian tidak berguna. Uskup Roma Stephen (254-257 A.D.)mengatakan setiap baptisan yang dilakukan dalam upacara resmi adalah berguna sebab baptisan itu tidak bergantung pada orang yang melakukan.

Pada hari ini gereja barat menerima pendapat dari uskup Stephen, sedangkan gereja timur menerima pendapat dari Cypurian , menganggap baptisan dari bidat tidak usah dan tidak barguna.

2. Perjamuan Kudus
Perjamuan kudus didirikan oleh Kristus sendiri ( Mat. 26:26-29) dimana rosul-rosul melakukan demi mengingat tuhan (I Kor. 11:23-29). Dalam Didache dikatakan : dalam mengucap syukur kepada Allah : ’Melalui anak, Bapa telah mengaruniakan makanan hidup rohani dan hidup kekal ”.Ignatius mengatakan , perjamuan kudus adalah sebagai obat agar kita hidup selama-lamanya dan tidak mati. Justin mengatakan, kita menerima perjamuan suci bukanlah merupakan makanan biasa , melainkan sebagaimana Kristus Yesus Juru Selamat karena Firman Allah telah menjadi tubuh , ia mengambil tubuh dan darah untuk menyelamatkan kita , maka kita yang menerima perjamuan suci dapat memperoleh kekuatan melalui tubuh dan darah yang telah diberkati dan berubah menjadi tubuh dan darah Kristus. Teori ini menjadi teori Trans-subtantiation dari Roma Katolik.

Ireneaus berpendapat perjamuan suci dapat memberi hidup kekal. Roti yang telah diberkati bukanlah dari hasil bumi biasa , melainkan adalah Encharist,yang mengandung 2 substansi,yang sifat materi dan sifat surgawi ; tubuh kita yang telah menerima perjamuan suci , tidak lagi tubuh yang binasa , melainkan mempunyai harapan kebangkitan dan hidup kekal. Pada abad ke-2 sudah ada konsep bahwa tuhan masuk ke dalam perjamuan suci , mungkin konsep ini akibat dari mistikisme dari dunia timur.

Pada permulaan , gereja menganggap setiap orang Kristen adalah korban yang hidup. Clement I dari Roma mengatakan semua pekerjaan uskup harus di persembahkan sebagai korban. Berdasarkan Ibr. 13:16 ia mengatakan setiap jemaat dapat memberi dana dan berbuat kebajikan, ini adalah persembahan yang diperkenan Allah. Perjamuan suci dianggap sebagai suatu korban karena dilakukan dana bagi orang-orang yang miskin pada perjamuan suci sebagai suatu korban makin diperkuat .

Cypurianus mengatakan Kristus pertama mempersembahkan diri sebagai korban dan memberi pesan kita melakukan hal yang demikian untuk memperingati ia . Maka pendeta adalah orang yang benar-benar melakukan tugas tersebut. Pada saat itu ada yang memakai perjamuan suci untuk mengingat orang yang telah meninggal. Cypurianus menganggap ini berguna bagi para Martir ; karena perjamuan suci berguna bagi manusia maka bayi-bayi pun menerima perjaaamuan suci.

Tentang perjamuan suci , pada saat itu ada 2 pendapat :
1. Menganggap Kristus benar-benar hadir dalam perjamuan suci , yang menerima perjamuan suci adalah menerima persekutuan dari Kristus dan hidup kekal.
2. Perjamuan suci adalah korban , agar tuhan memperkenan orang yang hidup dan yang mati.

Hal ini menyebabkan Roma Katholik sangat mementingkan perjamuan suci dan upacara perjamuan suci.

3. Pengampunan Dosa
Berdasarkan I Yohanes 1:9, setiap orang yang mengaku dosa pasti diampuni, tetapi dalam I Yohanes 5:16-17 menyebut dosa yang mematikan dan yang tidak, maka timbul perdebatan yang sangat besar. Ada yang menganggap dosa yang membawa mati ialah dosa menghujat Roh Kudus (Markus 3:29), ada yang mengatakan adalah penakut , tidak beriman , yang keji dan segala pembunuhan , perjinahan , penyihiran ,penyembahan berhala dan berdusta (Wahyu 21:8). Ada pula yang menganggap dosa ini adalah dosa penyalipan Anak Allah yang kedua kali (Ibr. 6:4-6; 10:26-31). Tertullianus mengatakan ada 7 macam dosa yang membawa mati, menyembah berhala, menghujat, membunuh, berjinah, bersaksi dusta,berbohong dan lain-lain .

Pada saat itu timbullah berbagai perdebatan mengenai dosa yang membawa maut. Hermas (115-140 A.D.) mengatakan setelah seseorang dibaptis dan melakukan dosa-dosa tersebut , barulah dosa yang membawa mati. Tetapi kemudian hari menganggap kedatangan Kristus sudah dekat,maka memberi kesempatan kepada mereka yang mau bertaubat. Ireneaus berpendapat , setelah seorang yang berdosa mengakui dosa-dosanya di hadapan umum , maka ia di perkenankan kembali ke dalam gereja.

Pada jaman Tertullianus , manusia berpendapat orang yang berdoa setelah di baptis masih mempunyai kesempatan satu kali untuk bertaubat . Yaitu lepas dari neraka , keselamatan yang kedua . Pengakuan dosa di depan umum disebut ”Exomologesis” yaitu mengaku . Dalam buku ”pertaubatan” mengatakan exomologesis adalah berdoa , berpuasa , bersedih , menyesal , menangis , berseru pada Allah , berlutut dibawah kaki pendeta dan orang yang dekat dengan Allah . Mengenai siapakah yang berhak mengampuni , banyaklah pendapat yang berbeda. Pada mulanya kepada seluruh gereja (Mat. 18:15-18), kemudian ada yang berpendapat hak ini diberikan kepada Petrus ( Mat. 16:16-18), ( sebenarnya pendapat ini salah ). Kemudian Tertullianus berpendapat hak ini diberikan kepada pejabat gereja . Ada pula yang mengatakan orang Kristen yang menderita bagi Kristus juga memiliki hak ini . Karena mereka penuh dengan kuasa Roh. Karena persoalan kuasa soal pengampunan dosa , maka timbul problem yang lain , yaitu sampai tingkatan apa seseorang bertaubat sampai dosanya diampuni? Bagaimana cara menebus dosa ? persoalan ini baru terjawab pada abad ke-4 karena persoalan ini maka timbullah tata cara dan upacara pengampunan dosa. Upacara ini dianggap sangat penting. Sebenarnya semua ini bertentangan dengan kebenaran Alkitab ; hanya kristus yang berhak mengampuni dosa manusia (Mark. 2:10 ). Dan dosa apapun dapat diampuni jika ia percaya kepada Yesus . kecuali bahwa ia telah mendapat illuminasi dari Roh kudus dan tidak bertaubat, maka dengan sendirinya dosa-dosanya tidak dapat diampuni . selain dari pada Kristus tidak ada korban pengampunan dosa yang lain .

PASAL V
MASA TENANG DALAM GEREJA
( 260-303 A.D.)

Setelah Valerian (193-269 A.D.), menjadi kaisar 253-260 a.d. meninggal, maka gereja dalam masa damai , walaupun Aurelian herndak menganiaya secara besar-besaran , tetapi tiba-tiba ia meninggal , hingga rencananya tidak tercapai . gereja berkembang dengan sangat pesat pada sekitar 260-300 A.D. dan mempunyai basis di setiap kota penting dari Roma . misalnya di Asia Kecil, Makedonia , Syria , Mesir , Afrika Utara dan Italia Spanyol, gereja memiliki kuasa yang cukup dan pengaruh dalam masyarakat , bahkan banyak pejabat tinggi yang percaya .

Juga para jemaat mengabarkan Injil pada para tentara . Saat itu ada yang menuduh bahwa orang Kristen tidak mau menjadi anggota militer , Origen yang mengatakan orang-orang Kristen berdoa bagi kaisar adalah lebih baik dari pada menjadi tentara. Orang kristen tidak mau menjadi pejabat pemerintah , karena mereka tidak menginginkan kekuasaan dunia . Gereja berkembang dengan pesat , toleransi terhadap dunia juga makin bertambah . karangan – karangan tentang doktrin kebenaran yang makin berkurang ; diantaranya yang terkenal Dionysius dari Alexandria , ia sebagai murid dari origen dan mewarisi jabatan origen sebagai kepala sekolah Alkitap di Alexandria dan menyebarkan pikiran origen . ia menyerang bidat sabelius yang berkembang di gereja timur . pendapatnya ialah Modalistic Monarchianism, yaitu ada kalanya Allah menampakkan diri dalam bentuk Bapa , ada kalanya anak atau Roh . Tetapi Allah Esa adanya . Kelemahan teori ini yang menjadi serangan ialah :Patri –passians, yaitu Bapa juga menderita di atas kayu salib. Ia juga menentang teori Dynamistik Monarchianism dari Paul di Samosata , teori tersebut mengatakan ”kekuasaan- kekuasaan Allah turun atas diri Kristus , sehingga ia melakukan pekerjaan Allah . teori ini menentang Kristus sebagai Kalam dan Kristus adalah Allah” . Dalam masa ini yang paling berpengaruh dalam pikiran Teologi ialah Origen (185-254 A.D.).Ia memimpin sekolah Alkitab di Alexandria selama 50 tahun , dari sejak umur 18-69. ia semula belajar dalam sekolah yang dipimpin oleh Clement di Alexandra , tatkala Clement melarikan diri untuk menghindari aniaya dari Roma , maka Origen telah menggantikannya sebagai pemimpin , walau pun ia masih muda , tetapi pengetahuannya tentang Alkitap dan kerohaniannya sangat tinggi. Ia sangat disegani oleh penduduk setempat. Uskup setempat Demetrius telah menyerahkan tugas pengajaran bagi orang-orang yang menerima baptisan adanya , ia sangat gemar akan sastra klasik dan filsafat Yunani , maka ia memasukkan kedua fak ini sebagai mata pelajaran dan Sekolah Alkitab . Banyaklah orang yang datang padanya karena ketenarannya , ia juga sering diundang untuk ceramah di berbagai tempat . Ia menerbitkan tafsiran – tafsiran , jikalau dihitung pula semua karangan termasuk surat dan makalahnya , ia telah menulis sebanyak 6.000 jilid.

Jerome mengatakan bahwa karangan Origen tidak dapat diselidiki , walaupun memakai waktu seumur hidup. Karangan Origen yang termahsyur ialah: “ Hexapla “ yaitu perbandingan Alkitab dalam 6 macam bahasa /tulisan :atau dalam bahasa Ibrani , empat dalam bahasa Yunani yang berbeda dan satu dalam bahasa latin . ia juga memberikan catatan terhadap terjemahan yang berbeda dan membandingkannya. Kitab ini merupakan kitab yang cukup agung dalam karangan – karangannya. Ia juga mengarang tafsiran terhadap seluruh Alkitab . mengenai teologi ia telah mengarang
”First Principles” yaitu sistematik teologi yang pertama , merupakan pelopor dalam pikiran teologi. Dalam Apologetik ia mengarang ”Againest Celsus”. Yang memberikan pembelaan dalam agama Kristen dengan sangat jelas dan mempunyai dalih – dalih yang kuat . Akibat dari pengaruh filsafat Yunani, maka dalam menjelaskan kebenaran Kristus,ia memakai cara dan pikiran orang Yunani , yaitu dengan rasio , logika dan alegori; ia membagi Alkitab dalam 3 bagian :roh , jiwa, dan tubuh , hal ini karena manusia memiliki roh jiwa dan tubuh . Bagi orang yang biasa , hanya memperoleh kebaikan bagi tubuh , dan yang agak baik memperoleh kebaikan bagi jiwa dan orang-orang yang sempurna, baru dapat memperoleh kebaikan bagi roh , iman kepercayaan / doktrin ringkasnya sebagai berikut:

1. Percaya akan Allah yang Esa , Bapa dari tuhan kita Yesus Kristus . ia telah memberi taurat, nabi dan injil kepada kita , ia adalah Allah para rasul. Tuhan dalam P.L. dan P.B.
2. Yesus kristus dilahirkan oleh Bapa sebelum alam semesta diciptakan , ia adalah
Tuhan , yang telah menjadi manusia . tetapi ia tetap adalah Allah . ia dilahirkan
Oleh anak dara , benar-benar menjadi manusia ,sungguh-sungguh menderita
sengsara , mati dan sungguh – sungguh bangkit dari antara orang mati.
3. Roh Kudus dipermuliakan dan ditinggikan bersama Bapa dan Putra .
4. Kebangkitan , hidup kekal serta pengapdian yang akan datang .
5. Kehendak bebas .
6. Keberadaan iblis dan pengikut-pengikutnya serta kemurtadannya .
7. Dunia diciptakan dalam waktu dan akan dihancurkan karena kehancurannya .
8. Alkitab ditulis berdasarkan Ilham Allah.
9. Adalah malaikat yang baik , yang punya pengaruh dalam kebajikan dan dipakai
Oleh Allah untuk menyempurnakan keselamatan bagi manusia .

Ia mempunyai pandangan kosmologi yang mirip dengan Plato , menganggap dunia yang sementara, berbentuk dan berfenomena ini bukanlah dunia yang sesungguhnya , yang rohani barulah yangrill. Semua yang terjadi adalah akibat dunia yang rill , Rohani kita ada di dalam dunia yang rill itu . Tentang Soteorologi, ia mengatakan manusia yang berdosa, berarti telah jatuh dari dunia yang rill itu , orang yang diselamatkan , karena Allah kasih adanya .
Teologi :Allah adalah Roh , tidak tercipta , sebagai sumber dari segala sesuatu . Bukan saja ia tidak mempunyai tubuh , ia juga tidak memiliki nafsu dan cemburu, dendam seperti manusia .
Kristologi : Allah Putra dilahirkan oleh Bapa dalam kekekalan , sebagai mana sinar keluar dari matahari ; ia adalah perantara antara ciptaan dan Allah. Segala sesuatu dicipta bersandarkan dia.
Pneumatologi: Roh Kudus adalah ciptaan yang tertinggi . tetapi gereja menganggap Roh Kudus sederajat dengan Allah ,ia tidak menentang dan dalam karangannya mengatakan bahwa hal itu tidak perlu.

Pendapatnya yang kurang sesuai dalam Alkitab ini ditentang oleh gereja , tetapi karena banyaknya karangannya maka pengaruhnya sangat besar, bahkan muridnya Dionisius dapatr memakai ajarannya dan pikirannya untuk menentang Sabellius. Mengenai dunia rohani dia berpendapat , roh manusia dan segala hal rohani adalah ciptaan Allah melalui Putranya , dan menempatkan di dunia rohani . Dalam ”The First Principal” ia mengatakan Allah menciptakan mereka adalah demi kebaikan dan kebajikan Allah , tanpa sebab yang lain . segala yang rohani baik adanya , tetapi kebaikan ini adalah berbeda dengan kebaikan Allah . Kebaikan ini bersifat kebetulan dan dapat binasa . Mereka memiliki kehendak bebas , maka dapat jatuh dari dunia rohani yang tidak kelihatan itu . Allah menciptakan dunia yang kelihatan sebagai tempat hukuman dan pengolahan . Berdasar kan dosa yang diperbuat diberi bentuk tubuh , malaikat berdosa kecil ,memperoleh tubuh bintang ; manusia berdosa lebih besar , memperoleh tubuh yang berjiwa sama dengan binatang dan dapat mati, iblis berdosa paling besar maka memperoleh tubuh sebagai setan yang jahat.

Mengenai kristus ia mempunyai pendapat sebagai berikut :Allah , Putra , Logos , turun menjadi manusia , bergabung dengan satu roh yang tidak berdosa dan satu tubuh yang bersih .( ia percaya pra-eksitensi dari roh ; semua telah dicipta pada asal mula kejadian ,dan telah tiba saatnya , diturunkan untuk dihukum.). Kristus telah menggenapkan keselamatan , di dalam dunia ini , ia adalah manusia dan juga Allah ,setelah ia bangkit dan naik ke syurga , kemanusiaannya telah berubah menjadi kemuluaan Allah . Ia bukan lagi manusia melainkan adalah Allah .perubahan yang demikian tidak saja pada Kristus , juga terjadi pada setiap orang yang percaya pada Kristus dan hidup menurut petunjuknya . Ia mementingkan arti korban dari kematian Kristus ,ia mengatakan Kristus menderita sebagai wakil dari kebaikan manusia , dan teladan bagi manusia . tetapi di lain pihak kematian Kristus juga merupakan pembayaran korban perdamaian pada Allah , dan tebusan bagi kuasa jahat. Setan ingin membelenggu Kristus dengan kematian. Tetapi Kristus telah menang , sehingga menghancurkan kuasa iblis . Setiap orang yang percaya pada Kristus akan masuk ke surga setelah ia meninggal, yang tidak percaya masuk ke dalam neraka . Tetapi pada akhirnya bukan saja seluruh manusia akan di selamatkan , bahkan iblis beserta pengikutnya juga akan diselamatkan, segala sesuatu akan kembali pada Allah .Sudah tentu pikiran yang demikian tidak sesuai dengan Alkitab,ia mempunyai pikiran yang demikian karena:

Ia dilahirkan di Alexandria , Afrika Utara , kota ini merupakan kota kebudayaan kedua setelah Roma dimana berkumpul pikiran filsafat Yunani ,Yudaisme , Religius Mistikisme dari Timur ditambah pikiranMesir kuno , sehingga merupakan pusat filsafat. Setiap aliran mendirikan sekolah untuk memperbincangkan pikiran mereka , maka agama Kristan pun tidak terkecuali , sehingga berdirilah sekolah Alkitab dari Clement of Alexandria. Clement sangat mahir dalam filsafat, sehingga ia memakai filsafat untuk mengartikan kebenaran dan mengsistematiskan ajaran Kristen . semua ini telah mempengaruhi Origen yang menyelidiki filsafat dan sangat di pengaruhi oleh Platoisme dan Stoicism , maka ia memakai cara Allegoric Exegesis memasukkan prinsip filsafat yang di harmoniskan dengan ajaran Alkitab

Di lain pihak Origen sangat dipengaruhi oleh orang tuanya , ayahnya mati sahid pada 202 A.D. dan ia sendiri hampir mati pada saat itu juga . ia adalah seorang eskese yang sangat ekstrim ,demi menghindari salah paham dari orang lain , maka berdasarkan Mat . 19:12 ia mengebiri dirinya ( karena orang yang mendiskusikan kebenaran dengannya ada laki-laki dan ada pula yang perempuan ). Hal ini juga menyebabkan ia dapat konsentrasi dalam pengarang buku-buku . semua pengaruh ini telah menciptakan pikiran teologinya :kitab ”The Principle” telah sangat mempengaruhi kalangan teologi di kemudian hari . tetyapi bila ditinjau dari pikiran ortodoks maka pikirannya banyak yang tidak benar pada 399-400 A.D. , Sekali lagi dianggap sebagai bidat , terutama mengenai pra –eksitensi roh , jiwa , keselamatan segala ciptaan dan dunia sebagai tempat hukuman . Dari hal ini kita melihat bahwa kesuksesan seseorang dipengaruhi oleh berbagai pikiran pada masa itu , dan tidak sempurna ;hanya Alkitab adalah kebenaran yang sempurna , tafsiran manusia bagaimanapun terdapat kesalahan didalamnya . walaupun gereja dalam masa damai tentram ,tidak ada aniaya dari luar ,perkembangan juga pesat sekali , tetapi iblis tetap bekerja , timbullah pikiran – pikiran yang sesat dalam gereja .

PASAL VI
PERKEMBANGAN GEREJA DI AFRIKA UTARA
( 155-258 A.D. )

1. Geografis Afrika Utara
Gereja Afrika Utara yaitu daerah jajahan Roma di Afrika, dengan ibukota
Alexandria yang merupakan kota kedua dalam kekaisaran Roma , merupakan
pusat perdagangan dan kebudayaan . Pada abad pertama kedudukan nya telah di
atas Athena . Setengah dari penduduk kota tersebut adalah orang Yahudi , maka
kota tersebut dapat dikatakan sebagai suatu basis daerah Yahudi yang sudah di
Yunanikan . Pada 300-280 S.M. telah diterjemahkan di kota ini kitab ” septuagi
ta ” . Philo mengatakan” filsafat Yunani sebenarnya merupakan hikmat yang dipelajari dari Musa dan para nabi-nabi. Hal ini menyatakan bahwa di
tempat ini telah bergabung filsafat Yunani dan filsafat Yahudi” . Dan para terpelajar sudah mempunyai pengetahuan yang cukup berkembang. Philo mengatakan filsafat Yunani sebenarnya merupakan hikmat yang dipelajari dari Musa dan para nabi-nabi.

2. Gereja di Afrika Utara
Dalam Kis. 18:24-25 tercatat Apolos , ia adalah orang Yahudi yang dilahirkan di Alexandria ia adalah orang yang sangat terpelajar dan ahli filsafat. Ia telah mendengar hal mengenai Yesus , selain ia percaya ia mengabar kan tentang Yesus . Hal ini juga membuktikan bahwa Injil telah tersebar ke sana . Eusebius mengatakan menurut tradisi setelah Markus mengarang Injilnya , ia pergi ke Alexandria dan mendirikan gereja . Ternyata pada abad pertama di sana telah ada gereja dan pada abad ke dua, tempat tersebut telah menjadi pusat ilmu pengetahuan agama Kristen . Kodeks P.B. yang terkuno ditemukan di tempat ini, para Arkheologi menafsir kodeks tersebut dan di tulis pada 130 A.D.

Susunan gereja di Afrike Utara agak berlainan dengan gereja – gereja yang lain. Mereka membagi gereja dalam 12 wilayah , yang masing-masing diatur oleh seorang gembala , dari 12 gembala di pilih seorang uskup , hingga uskup Demetrius ( 189-232 A.D. ) baru diadakan perubahan yaitu mengangkat 3 uskup dari Alexandria sebagai uskup pusat . Pada abad ke -3 , pusat dari agama Kristen ialah di Asia Kecil dan Alexandria . Dari sana keluarlah tokoh – tokoh pengembalaan dan ahli-ahli teologia . Pada 180 A.D. Setelah Panatenus percaya yesus ia mulai mengajarkan doktrin agama Kristen , dan mendirikan sekolah , ia adalah pelopor dari pikiran-pikiran teologi agama Kristen . Clement dari Alexandria adalah muridnya.

3. Keagungan teologi Alexandria
Seorang tokoh dari Alexandria ialah Clement (155-220 A.D.), ia adalah seorang yang sangat terpelajar , ia sangat paham akan syair dari Homer , filsafat dari Plato, Stoic, Philo, juga ia mempelajari sastra Yunani dan Latin . Dalam karangannya terlihat keadaan di masa itu . Ia selalu mencari akan mencari guru rohani , ia mendapat ketentraman bagi jiwa di tempat Pantaenus, ia mengatakan Pantaenus adalah kumbang dari Sisili, yang mengisap sari bunmga dari para nabi dan Rasul. Yang kemudian menanam bibit pengetahuan yang murni dalam hati para muridnya. Tak lama kemudian Clement menggantikan Pantaenus menjadi kepala sekolah kalam kudus, murid-murid makin banyak. Salah satu diantaranya adalah Origen. Clemen mengatakan ”segala kelimpahan dunia adalah milik Tuhan” ia berkata demikian karena pada saat itu ada yang mengatakan bahwa filsafat Yunani dan syair-syair adalah hasil karya setan yang menyesatkan. Semua itu seolah-olah benar sesat. Clement menganggap pendapat yang demikian susah menarik hati para cendikiawan, sehingga agama Kristen sukar berakar dalam kalangan kebudayaan Yunani. Oleh sebab itu ia mengatakan filsafat adalah dari hikmat Allah, tidak betentangan dengan agama Kristen. Konsep filsafat Yunani datang dari alam semesta. Clement membuktikan bahwa agama Kristenmenggenapkan segala kebudayaan zaman kuno.misalnya PL merupakan pengentar dari PB. Filsafat Yunani untuk menyiapkan hati manusia menerima ajaran Kristen. Ia menganggap filsafat Yunani mengajar seseorang menguasai diri, menciptakan karakter yang baik untuk menerima kebenaran. Ia menganggap kepercayaan adalah jalan raya bagi manusia untuk mencapai pengetahuan yang benar. Sedangkan pengetahuan kepercayaan ini diperoleh melalui penyelidikan , penyelidikan ini berdasarkan pemikiran dan pengajaran. Ia memakai Yos. 7:9 untuk membuktikan pendapatnya. Dari Septuaginta, If ye belive not, neit ber will ye at all understand”.

Philo mengatakan teologi dalai Sarah, yaitu istri yang sah, sedangkan filsafat hanyalah pelayan dari teologi. Clement menerima pendapat ini, maka ia akan memakai filsafat untuk menerangkan Teologi. Ia mengatakan orang yang yakin akan kebenaran Kristus, barulah seorang yang mempunyai hikmat yang benar. Seorang yang berrasio harus mempunyai pengetahuan yang banyak, pengetahuan ini harus dibangun pada kepercayaan. Kebenaran yang sungguh tidak menolak hasil kebudayaan manusia, juga tidak meremehkan penyelidikan filsafat. Ia juga mengkritik 2 kesalahan dari rasionalis:
1. menyangkal kehendak bebas manusia, sehingga menyalah tafsirkan hubungan Allah dengan manusia.
2. meremehkan dunia materi dan urutan alam semesta, sehingga mengangap pernikahan adalah hal yang najis.

Selama hidup Clement telah membawa kebenaran Kristus kedalam kebudayaan pada masa itu. Memberi fondasi yang teguh bagi agama Kristen dan memberikan suatu kedudukan yang tinggi bagi agama Kristen dalam dunia kebudayaan. Hal ini merupakan sumbangan gereja Afrika utara bagi sejarah gereja. Yaitu sumbangan dalam doktrin teologi dan pendidikan teologi.

4. Ciri-ciri gereja di Afrika Utara

Pada abad I agama Kristen masuk ke Afrika Utara melalui Italia. Pada abad II Cartage menjadi pusat perkembangan gereja Latin. Sedangkan jemaatnya sebagian besar berbangsa Rom, maka gereja Afrika Utara lebih bersifat Latin. Dari pertengahan abad II sampai pertengahan abad III, gereja barat dari berbahasa Yunani menjadi berbahasa Latin. Ditambah oula ahli-ahli teologi seperti Tertulianus yang menciptakan istilah-istilah dalam bahasa Latin. Jerome yang menterjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Latin, menjadikan gereja makin dilatinkan.

Gereja di Cartage tidak menyetujui teologi yang bersifat filsafat, mereka cenderung pada teologi yang didirikan pada dasar iman kepercayaan. Karena mereka meniru kebudayaan Roma dan Latin, maka mereka telah terlepas dari kebudayaan setempat, sehingga tidak dapat kontak dengan rakyat dan tidak dapat berakar di tempat tersebut; sehingga tatkala agama Islam menyerang Afrika Utara, gereja tidak dapat bertahan lagi. Sumbangan gereja Afrika pada sejarah gereja yaitu karya dari bapak-bapak gereja yang semakinmemakai pikiran filsafat untuk menyelidiki ajaran Kristen. Gereja Kartage mempunyai satu kekurangan yaitu mereka mementingkan emosi dan kurang mementingkan kecermatan pikiran. Mementingkan kelakuan lebih dari teori. Tertulianus adalah salah seorang contoh. Sehingga gereja kurang berakar dan tidak dapat menghadapi ombak pengujian.

PASAL VII
GEREJA SEBAGAI GEREJA NEGARA ROMA
GEREJA DAN CONSTANTINUS

Sebelum gereja menjadi agama Negara, masih terdapat beberapa aliran dan pikiran bidat sebagai latar belakang, di antaranya yang paling berpengaruh:

1. Mithraism
Pada abad ketiga, segenap penduduk Roma baik atasan hingga rakyat jelata semuanya menyembah Mithra sebagai dewa matahari, teristimewa dalam kalangan militer, Constantine adalah seorang tentara, yang menyembah Mithra.

2. Neo Platoism
Yaitu mengraikan antara Plato secara mistik Panteisme, keberadaan Allah mutlak adanya. Ia sebagai sumber segala keberadaan yang rendah, mirip dengan Logos dari Origen. Mereka mengatakan Vous (semangat/pikiran roh) keluar dari Allah, dari Vous keluarlah roh dunia, dengan demikian terjadilah tingkat-tingkat , dimana tingkat yang lebih rendah lebih jelek dari tingkat sebelumnya. Allah yang sempurna adalah Allah yang berada pada tingkat yang tertinggi, setingkat demi setingkat hingga materi, mereka membandingkan materi Allah dengan ini merupakan teori kosong. Dalam moral mereka adalah Askeism. Keselamatan jiwa melalui meditasi secara mistik. Jika roh sudah datang kepada Allah dan bergabung dengan Allah , maka itulah keselamatan. Pikiran Neo Plato sangat mempengaruhi agama Kristen terutama terhadap diri Agustine; tetapi karena mereka tidak memiliki organisasi yang baik, maka hanya mempengaruhi kalangan cendikiawan.

3. Manicheism
Pendiri : Moni , maka disebut Manichaism , ia lahir di persia pada 215 A.D. Pada 242 A.D. Ia mengabarkan ajarannya , mati tersalib pada 276-277 A.D.
Pikiran mereka didirikan pada dasar dualisme. Ajaran mereka merupakan gabungan dari Mazdeism ( zoroaster, yaitu agama yang menyembah matahari ), Budha,agama Yahudi dan agama Kristen . ia berpendapat baik dan jahat , gelap dan terang , rohani dan meteri selalu bertentangan . tentang hakeket manusia mereka berpendapat , manusia terbelenggu dalam penjara materi dan hanya yang dalam terang . Maka orang yang mau diselamatkan harus menyadari keadaan ini dan mau masuk ke dalam terang . Harus secara radikal menolak semua kehidupan yang gelap, segala keinginan tubuh harus di padamkan . Maka mereka menjalankan askese yang sangat ekstrim . Upacara kebaktian mereka sangat sederhana , sedangkan penganutnya ada dua golongan . Yang pertama ialah penganut harus menjalan kan segala peraturan dengan sangat keras , jumblahnya sedikit dan golongan kedua ialah penganutnya sebagai pendengar, peraturan yang harus ditaati agak ringan . Keadaan ini mirip dengan biarawan dan kaum awam dalam sistem biara.

Ajaran ini tersebar luas di negera Roma , karena organisasi yang baik menarik banyak orang padanya , bahkan orang-orang Mithra dan gnostik pun tertarik . Pengajaran ini mempunyai pengaruh yang besar pada abad 4-5 , bahkan abad pertengahan aliran Cathari juga terpengaruh oleh ajaran ini .

4. Kegelapan Menjelang Fajar
Sebelum gereja menjadi agama negara , pernah mengalami suatu masa gelap . Yaitu pada masa Kaisar Dioclexian (284 A.D.) ia adalah politikus yang berbakat dan berpandangan luas . Pada 285 .A.D. Ia mengutus Maximianus memegang pemerintahan bagian barat dengan gelar Augustus , dan demi memperkuat militer ia mengutus 2 orang dengan sebutan Kisar, yang pertama Constantine Chlorus mengurus daerah sungai Rhine ( yang bersumber di gunung Alps , Swiss , dan mengalir ke barat laut masuk lautan utara ) dan Calirus yang mengatur daerah sungai Danube ( yang bersumber di Black fores Jerman , mengalir ke selatan melalui Austria , honggaria masuk ke laut hitam ). Keempat orang ini dapat bekerja sama dengan baik di bawah sistem tangan besi dari Dioclexian . ia merubah sistem demokrasi menjadi sistem diktator. Ia memindahkan ibu kota ke Nekomitiu.

Dalam pandangan seorang yang berbakat politik maka organisasi gereja merupakan suatu ancaman yang besar . ia menganggap gereja sebagai aliran politik di luar pemerintah , sedangkan ia tidak punya kuasa menguasai gereja . Walaupun gereja tidak membicarakan politik , tetapi perkembangannya dalam teori , kebudayaan dan hak asasi manusia sangat mengherankan Dioclexian . ia mempunyai dua cara untuk menghadapi gereja , yang pertama dengan kekerasan dan yang kedua berkompromi dengan gereja , akhirnya ia memilih cara yang pertama . ia bergabung dengan Calirus menganiaya gereja . Pada 303 A.D. ia mengeluarkan perintah, memecat semua pejabat yang beragama Kristen , membongkar gereja , membakar Alkitab , dengan paksa menyuruh mereka menyembah kaisar . Keadaan ini makin parah pada 304 A.D. banyak yang mati syahid , banyak pula yang murtad dan meninggalkan gereja. Aniaya yang terjadi pada tiap daerah bergantung dengan pengusa setempat , di Italia , Afrika Utara, dan gereja-gereja bagian timur aniayanya agak berat , sedangkan di Inggris – Prancis karena Constaine yang bersikap ramah maka sedikit terjadi aniaya , sehingga ia mendapat dukungan rakyat dan melancarkan jalan anaknya Constantine . Pada 305 A.D. Dioclexians turun dari tahta dan diganti dengan Contantine dengan gelar Augustus juga . Pada 306 A.D. Constantine meninggal dunia dan atas dukungan bawahannya Constantianus diangkat sebagai raja , dengan kuasa militer ia memaksa Calirus mengangkat ia sebagai kaisar , menguasai Inggris ,Perancis dan Spanyol . Thun 311 A.D. ia mengeluarkan perintah memberi kelonggaran kepada jemaat Kristen jika mereka tidak melanggar syarat dari pemerintahan . Pada Mei 311 A.D Calirus meninggal dunia , Constantianus memakai kesempatan ini untuk menguatkan kedudukannya , dengan mengharap Allah orang kristen dapat menolong dirinya, tidak lama kemudian ia mendapat penglihatan sebuah salib dengan tulisan ”bersandar ini akan menang” maka imannya sangat kuat ketika ia menyerang ki Itali, peperangan sangat memuaskan dengan kemenangan terbesar di Tiber River Mclvillian Bridge. Mulai saat itui seluruh Roma dibawah Constantinus. Ia percaya kemenangan ini diberi oleh Allah orang Kristen, sehingga makin teguhlah tekatnya menjadi orang Kristen.

Pada 312 AD, Constantinus mengeluarkan perintah di Milan untuk mengembalikan kebebasan jemaat Kristen di Roma bagian Timur, memberi suaka politik bagi orang-orang Kristen. Memberi kedudukan yang sama bagi setiap agama yang ada dalam negara. Harta gereja dan jemaat yang dirampas pada masa aniaya dikembalikan pada pemilik. Riggenu yang pada tahun 313, mengalahkan Daya yang menentang agama Kristen pada 314, sehingga Constantinus harus mengalahkannya. Pada 323 Riggenu kalah total maka Constantinus menguasai seluruh Roma. Gereja mendapat kebebasan yang sungguh-sungguh. Perkembangan gereja dan pekabaran Injil tidak lagi mendapat halangan. Karena iman yang teguh dan organisasi yang baik ditambah Firman hidup yang ada dalam hati jemaat yang dalam aniaya, maka walaupun mendapat tentangan –tentangan, tetapi gereja tetap berdiri teguh. Mulai saat itu gereja mendapat kebebasan dalam bentuk, sedangkan nasib dan perkembangan gereja sebenarnya ada dalam tangan pemerintah sehingga gereja bergabung dengan pemerintahan.

BAB III
MASA GEREJA NEGARA ROMA HINGGA
GEREJA ROMA KATOLIK
(313 – 590)

PASAL I
PEMERINTAH ROMA DAN GEREJA ROMA

Dalam bab yang lalu sudah kita bicarakan hubungan pemerintah Roma dengan gereja yang teraniaya mendapat pemeliharaan Tuhan hingga Constantinus bertobat percaya Yesus, maka gereja memperoleh kebebasan yang besar dalam pekabaran Injil, dalam bab ini akan kita singgung hubungan gereja dengan pemerintah, agar kita mempunyai gambaran yang umum:

1. Sikap Pemerintah Roma Terhadap Gereja
Demi mengambil hati rakyat dan karena jemaat Kristen yang tidak melawan terhadap pemerintah, maka pemerintah menjadikan orang Kristen sebagai domba penanggung dosa dan menganiaya orang Kristen dengan semaunya, misalnya aniaya pada masa Nero, tahun 64 AD, sepuluh kali aniaya yang terbesar hanya bersifat lokal, yang paling parah adalah pada tahun 249, Decius yang melihat negaranya hampir hancur dan mengangap hal ini sebagai yang disebabkan oleh karena dekadensi moral, ingin memulihkan moral rakyat, ia berpendapat untuk mencapai hal ini harus membangun agama Roma yang lama dan melarang semua agama yang lain termasuk agama Kristen. Ia menetapkan suatu hari untuk menyembah berhala agama Roma dan gambar Kaisar. Setiap mereka yang melakukan hal ini akan mendapat sepucuk surat keterangan. Decius memakai cara halus dan cara kekerasan untuk mencapai maksudnya. Origen mengatakan: ” jikalau orang Kristen dapat teguh bertahan maka pejabat pemerintah akan merasa payah, dan sebaliknya bila orang Kristen tidak teguh maka pejabatlah yang bersukaria, ” aniaya ini berlangsung satu tahun, dan berakhir setelah Decius mati di medan perang. Pada 260, Gallienus memberikan kesempatan pada perkembangan gereja dan mengembalikan harta gereja yang dirampas. Mengijinkan mengubur orang-orang kristen dalam tanah pemakaman. Pada akhir abad ke 3 pemerintah mulai memaklumi agama Kristen dan diadakan pembangunan gereja untuk menggantikan peribadatan yang dilakukan secara gelap. Para cendikiawan menyelidiki kebenaran Alkitab dan banyak pejabat pemerintah yang percaya dan menjadi Kristen.

2. Titik Tolak Perubahan Gereja Menjadi Agama Negara Oleh Contantinus
Mengenai motifasi Constantinus menjadi agama Ktisten, para ahli sejarah mengemukakan pendapat yang berbeda, ada yang mengatakan karena gereja mempunyai organisasi yang kuat dan daya persatuan, serta merupakan mayoritas di dalam dimana mereka adalah penduduk yang baik dan damai dan memtaati peraturan , maka apabila mereka mendukung Kaisar, negara pasti damai tenteram dan maju. Ada pula yang mengatakan ia melihat jemaat Kristen yang menghadapi aniaya masih tetap jaya, sedangkan negara Roma mulai merosot, agama mereka yang lama tidak dapat memulihkan dekadensi moral. Dan tidak dapat mengatasi segala kesulitan, maka ia menganggap jika menggabungkan agama Kristen dengan negara pasti berfaedah yang besar bagi negara.

Selain itu Constantinus juga mempunyai iman yang besar, sejak muda ia menerima bibit Injil dari ayahnya, dalam peperangan di Tiber river Melvillian Bridge 312, ia merasakan kemenangan diperoleh berkat petolongan Allah, merasa beroleh kemenangan melalui panji Kristus, ia merasa memperoleh amanat untuk membebaskan penduduk dari kuasa iblis. Ia memakai salib sebagai simbol dan panji. Karena konsep babtisan dapat menghapus dosa, maka ia tidak mau cepat-cepat dibabtis, walaupun ia setia terhadapp Gereja; ia menulis sutrat kepada Uskup di Afrika yang bernama Alabius 314, mengatakan” Saya harap penduduk negaraku dapat memakai liturgi gereja Am untuk berbakti kepada Allah di dalam keadan sahabat, dan baik kepada Tuhan yang maha baik.” 313-323 ia memakai orang Kristen sebagai pejabat Tinggi, sehingga undang-undang negara dipengaruhi oleh iman kepercayaan Kristen. 314 ia meringankan hukum pengadikan, jika bukan desakan yang sangat keras dari pihak penuduh, maka tidak dilakukan hukuman mati, tidak boleh memetrai muka dari orang hukuman atau budak, karena wajah manusia adalah memancarkan kemuliaan Allah.
Pada 315 ia menghapus hukuman mati tersalib, ia menganggap kebangunan moral sebagai syarat utama untuk membangun negara, maka ia melarang poligami, membakar oprang-orang yang berzinah dengan gadis dibawah umur. Constantinus menjadikan gereja sebagai organisasi yang berhak istimewa, sehingga para penginjil menggantikan kedudukan imam-imam dari agama kafir.

Pada 315 ia membebaskan penginjil untuk membayar pajak, ia juga membatasi jumlah pengunjil, serta menetapkan orang-orang yang miskin baru boleh menjadi penginjil, karena orang yang kaya harus menanggung beban negara dan mencukupi kebutuhan orang miskin; pada saat itu orang-orang yan terpelajar berasal dari kalangan orang kaya, maka hilanglah penginjil-penginjil yang yang berpendidikan. Pada 321 ia menetapka gereja mempunyai hak warisan, ia juga menetapkan hari pertama dalam seminggu yaitu hari minggu sebagai hari libur.
330 AD, ia membangun kembali kota Bizantium sebagai ibu kota, rakyat yang ingin menghormatinya mengganti nama kota dengan Constantinople”. Juga didirikan gedung-gedung peringatan , diantaranya yang tebesar ialah Apostles Chureg, dan St. Pcee Chureg. Maka Constantinopel menjadi kota agama Kristen. Juga di Roma , Naples, Antiokhia dan Yerusalem dibangun secara besar-besaran gedung gereja, dan didirikan tempat pemakaman para martie, hingga hari ini banyak gereja di Eropa yang memiliki kuburan di bawah gedung gereja.
Pada 337 hari Paskah Constantinus menderita sakit keras, ia memanggil Uskup Nicomedia untuk melakukan babtisan baginya, ia meninggal pada hari Pentakosta dan dikuburkan di Apostles Chruch. Salama hidupnya Constantinus telah membawa agama Kristen ke dalam pemerintahan kebudayaan. Hukum dan masyarakat. Tanpanya maka sejarah gereja dan dunia akan ditulis dengan cara yang berbeda.

3. Kemenangan Gereja
Pada pertengahan abad 4 gereja merupakan organisasi yang terkuat dalam pemerintahan Romawi, saat itu ada jemaat sebanyak 35 juta, merupakan sepertiga dari jumlah penduduk, di Asia kecil, Bithania dan Kapadokia, jemaat sebanyak 90%, di Mesir dan siria banyak umat Kristen, Afrika Utara dan Italia menduduki tempat ketiga. Di Prancis, Gaul dan Spanyol, jemaat tidak banyak, gereja juga terus berkembang di luar wilayah Roma misalnya di Prancis, Armenia dan Arabia, pada abad 4 di Persia ada 160 ribu orang mati syahit, tetapi pada 410 AD, disana sudah terdapat 40 Uskup.

a. Sebab-sebab agama kristen memperoleh kemenangan yang gemilang:
1. Walaupun orang Yahudi menyembah terhadap alam, tetapi mereka
cenderung pada mistikisme, yang memakai simbol untuk menyatakan iman kepercayaan.
2. semangat bangsa Italia yang realis, penuh pengharapan dan optimis,kedua aliran ini telah mendapat kepuasan dalam agama Kristen. Upacara gereja yang agung dan mempunyai lambang yang indah, mementingkan hubungan manusia dengan Allah dan bersemangat masuk ke dunia untuk menyelamatkan jiwa dan mempromosikan kesamaan hak bagi setiap manusia sertya kesatuan umat dalam Kristus. (Gal 3:27-28).

Inilah yang disenangi oleh rakyat jelata dan humanisme sangat setuju dengan Injil kasih ini. Juga pekerjaan sosial dari agama Kristen sangat menarik masyarakat tingkat at5as, sehingga banyak yang tertarik, misalny6a Aleksander Severus 222-235, ia mendirikan gereja dalam Istana dan membuat gambar Kristus, serta memerintahkan semua bangunan gereja harus berukirkan khotbah dibukit yaitu ”barang apapun yang kamu suka orang kan perbuat padamu, demikian juga hendaklah kamu berbuat kepadanya”. Gereja mementingkan hak emansipasi wanita, kepada rumah biara wanita dan rumah biara pria ( Monastry Of women)

Uskup-uskup gereja adalah orang-orang yang berhikmat dan berbakat, mereka dengan segenapo hati merencanakan perkembangan gereja hingga gereja mempunyai organisasi yang teratur dan bersistematik. Pada masa ini doktrin Kristen bercampur dengan filsafat Yunani hingga membentuk pikiran teologi, maka teologi mengandung isi pengetahuan dan cara berpikir manusia agar dapat diterima dengan rasio serta mendorong manusia lebih memikirkan dengan konkrit akan teologi dan menerima wahyu Allah, maka teologi, filsafat dan ilmu pengetahuan bercampur menjadi satu dan diterima oleh orang-orang terpelajar pada masa itu, sehingga di negara Roma timbullah tokoh tokoh teologi yang terkenal. Misalnya Ireaneus, Clement dari Alexandria, Origen dll.

Pada abad ke 3 makin banyak orang yang matio Shahid, darah para martir telah menjadi bibit Injil dan dasar yang teguh bagi gereja. Tertulianus mengatakan” kalian tidak dapat menghancurkan gereja, ingatlah ketika engkau merasa menghancurkan gereja, sebenarnya engkau sedang mengkokohkan gereja, rakyat yang melihat keberanian para martir akan tergerak dan menyelidiki sumber keberanian, jika seorang mulai menyelidiki kebenaran maka ia telah menjadi milik kami, ”oleh sebab itu gereja makin di aniaya, kedudukan gereja makin kokoh”

PASAL II
TIMBULNYA ARIANISME DAN CONCILI NICEA

1. Mengenai Arius
Arius 256, lahir di Afrika Utara, sbagai murid Lucian dari Antiokhia, ia memiliki karakter dan moral yang sangat baik serta sering menegur dir karena dosa. Ia sebagai seorang imam dari sebuah gereja kuno di Alexandriua yang bernama Bankalis. Ia juga mempelajari Kristologi.

2. Kristologi Arius
Ia menganggao jika Yesus sebagai anak Allah, maka tidak sama Kekal dengan Allah non Co-eternal, hanya kekekalan secara luar saja (be mustbe recorded aseternal to the devine essence) ia sebagai ciptaan. Arius mendapat banyak pengikut, pikirannya sangat dipengaruhi oleh filsafat geriak, karena dalam Neo Plato menganggap manusia mempunyai gap yang besar dengan Allah, Allah adalah Transendental, tidak mungkin Allah juadi manusia, manusia yang hina tidak dapat bersama dengan Allah, maka perantara Allah dan manusia pasti adalah ciptaan. Karena pikiran yang demikian , maka Arius menganggap Yesus sebagai putra Allah pasti lebih belakangan dari Allah dalam waktu, sehinggA OKNUM Yesus lebih rendah dari Allah dan tidak mungkin mengerti dengan mutlak akan kesempurnaan Allah. Yesus bukan Allah,juga bukan manusia. Ia adalah oknum ketiga antara manusia dan Allah. Pikiran ini juga karena ia ingin mengharmoniskan doktri kristen dengan filsafat Yunani, ia menganggap ajaran Kristen sangat menarik karena mono teisme, sedangkan filsafat Yunani sangat digemari oleh Dynamistyc Monarchianism, yaitu Allah sebagai oknum sumber tnaga, pikiran ini tersebar di sekitar Antiokhia dan dipromosikan oleh Origen dari Alexandria, ia berpendapat Kristus adlah ciptaan, yang dicipta dari yang tidak ada (by nothing) , walaupun al;am semesta dicipta bersandar padanya, tetapi ia bvukan kekal, ia mangatakan bagi Kristus ada permulaan, bagi Allah tanpa permulaan.

3. Pengaruh dari pikiran Arius
Sebagai orang yang terkemuka di Alexandria, berwawasan luas dan pandai berdebat,maka Arius disanjung oleh orang yang berpendidikn tinggi dan berrasio. Ajarannya ditetapkan sebagai bidat pada 318, oleh Uskup agung Alexandria yang memimpin 100 Uskup dalam sidang gereja. Keputusan ini menyebabkan Arius lebih menjadi populer, ia minta bantuan pada, murid-murid Lucian dan Uskup dari Nicomedia yaitru Eusebius yang sangat berkuasa 260-340. Arius mendapat simpati dari mereka sehingga menulis banyak karangan untuk mempropagandakan ajaran serta mengadakan pembelaan bagi ajarannya. Maka hal ini telah menimbulkan pengaruh yang cukup besar pada gereja di Timur.

4. Konsili di Nicea
Bertepatan dengan timbulnya Arianisme ini, Constantinus telah mengalahkan Rigeau dan menyatukan Roma bagian Barat dan Timur, ia menganggap bila karena ajatran Arius mengakibatkan perpecahan gereja timur dan batrat6, maka efeknya cukup berat. Maka ia menyuruh Hosius uskup dari kordofan di Spanyol untuk menjelaskan pada gereja Alexandria bahwa sebenarnya pertentangan dalam dokmatik ini tidak berguna, maksud dari Contantinus memang baik tetapi caranya salah, maka tidak mendatangkan hasil. Maka ia mengumpulkan seluruh uskup dalam stu sidang gerja yang pertama di Nicea. Pada 325 bulan Mei, sidang ini dihadiri oleh Uskup barat sebanyak 300 orang dan Uskup Timur sebanyak 6 orang. Beaya perjalanan para Uskup ditanggung oleh negara dimana setiap uskup punya hak suara, sedangkan para pendeta hanya mempunyai hak bicara.

Slama sidang ini terbagi dalam tiga golongan :
1. Golongan Timur dipimpin Eusebius, dengan ekstrim mendukung Arianism, jumlah golongan ini tidak banyak
2. Golongan Uskup Alexandria yang dengan ekstrim menentang Arianism, jumlah mereka juga sedikit.
3. Golongan yang dibawah pimpinan Eusebius dari Kaisarea, golongan ini bersifat abstain, tidak mengerti apa yang diperdebatkan di dalam sidang.

Oleh sebab itu ada seorang ahli sejarah yang mengatakan peserta sidang ini kebanyakan adalah orang-orang yang bodoh dn tidak berpendirian. Yang paling dihormati dlam sidang ini ialah Constantinus. Walaupuin ia bukan angota gereja dan belum dibabtis. Tetapi kedudukan dankarakternya telah menyebabkan ia dihormati. Begitu sidang dimulai Arius telah mengajukan credonya , tetapi ditolak oleh sidang. Dalam perdebatan Eusibius dari Kaisarea mengajukan kredo yang telah ia pakai di Kaisarea, karena kredo ini bersifat kompromi, maka mereka menyetujui credo, ini dengan diadakan sedikit perubahan , misalnya ”dilahirkan bukan dicipta” Homousions = sesat. Dimasukan dalam kredo, sedangkan pikiran-pikiran Arius dihilangkan mis. Bukan tanpa permulaan, ”a dicipta dari benda” perubahan-perubahan ini merupakan pikiran Hosius, yaitu pikiran Barat. Constantinus sangat menyenangi istilah homosius, istilah ini sring dipakai dalam filsafat pada abad ke 2. Constantinus melihat credo diterimaoloeh gereja barat dan timur, ia merasa senang sekali, karena tujuan politiknya telah tercapai. Dengan demikian ditetapkanlah credo Nicea ini, pada saat itu ada dua orang yang tidak setuju, maka kuasa politik Constantinus mengusir kedua uskup itu dan Arius , maka tercapailah kesatuan. Sidang ini selain menetapkan credo, juga menetapkan siasat gereja, menetapkan hari paskah yang sama bagi gereja (setiap hari minggu yang pertama setelah bulan purnama dari 21 Maret dalam tiap tahun).

5. Akibat serta Reaksi Dari Consili Nicea
Tidak lama setelah sidang gereja istilah Homosius, teruitama dari golongan Arius. Sedang golongan Origen juga tidak setuju dengan istilah ini, Eusebius dari Nicomedia yang mendukung Arius mengatakan iamenentang istilah ini, dan ia menandatangani credo hanya karena terpaksa. Pada tahun 328 karena perdamaian yang dilakukan oleh kakak perempuan dari Constantinus maka Eusebius mendapat kepercayaan dari Kaisar, sehingga ia menggunakan kesempatan ini untuk meluaskan pikiran Arius, oleh sebab itu peperangan kebenaran bukan terjadi dalam koncili , melainkan belasan tahun seletah konsili.
Diantaranya pemeimpin yang terkenal ialah Athanasius 296-372 AD, ia dengan sepenuhnya mendukung iman kepercayaan Nice. Ia pada mulanya hanya sebgai majelis dari gereja Alexsandria, dengan jabatan ini ia menghadiri sidang Nicea, pada 328 uskup Alexandria meninggal, maka ia menjabat sebagai Uskup. Selama menjadi uskup ia sering mendapat tantangan , 5 kali ia diusir dan mati pada 372, walaupun ia bukan ahli pemikir teologi yang aguing, tetapi karakter yang tinggi dan tidak ikut pada zaman itu telah mengagungkan orang-orang. Ia menganggap perdebatan tentang doktrin dan Kristologi harus dengan tujuan menyelamatkan jiwa. Ia menganggap kesalahan Arius terutama ialah menyebabkan manusia kehilangan kesempatan untuk diselamatkan.

Ia mengatakan Kristus menjadi manusia agar kita menjadi Allah (incarnation 54:3), pada saat itu berpendapat di selamatkan ialah dari manusia yang berdosa dan seharusnya mati dapat menjadi hidup yang terhisap pada Allah berbahagia dan hidup yang kekal. Oleh karena itu orang yang mau memiliki sifat illahi hanya di dalam Kristus yang benar-benar Allah dan memiliki sifat kemanusiaan yang sempurna . Inilah di selamatkan .Tidak lama kemudian Eusebius dari Nekomedia menemukan bahwa Athanasius adalah musuhnya , mak ia ingin menjatuhkan Athanasius dan Credo Nicea , pada 330A.D. ia memakai dalih perdebatan doktrin dan kuasa politik untuk memecat Athanasius. Eusebius ingin mengangkat Arius kembali , Arius telah menyusun sebuah credo dengan memakai kata-kata yang tidak terlalu ekstrim , karena Constantinus tidak pernah mendapat pendidikan teologi , maka ia kurang mengerti dan menganggap Arius ingin damai , maka kedudukan Athanasius diberikan kepada Arius , tetapi Athanasius menentang, Constantinus sangat marah , ia menganggap segala perselisihan gereja adalah disebabkan kekerasan Athanasius , maka pada 335 A.D. memerintahkan membuang Athanasius ke Gaul Perancis dan memulihkan kedudukan Arius sebagai uskup . Siapa tahu bahwa sehari sebelum penobatan Arius sebagai uskup , Arius telah meninggal dunia . Constantinus meninggal pada 22 mei 337 A.D. , menjelang kematiannya ia telah menerima baptisan yang dilakukan oleh Eusebius dari Nokomedia . selama 25 tahun Constantinus memerintah gereja dalam masa yang paling damai , tetapi juga mendatangkan krisis yang besar yaitu adanya campur tangan dari raja terhadap urusan gereja dan dalam kebenaran .

6. Kepentingan Sidang Nicea
a. Terjadinya hubungan yang erat antara doktrin agama kristen dengan filsafat Yunani . Karena untuk menghadapi tantangan Arius maka gereja harus memakai istilah ilmiah dan cara filsafat untuk menyatakan doktrin Kristen . Sebelum sidang Nicea kepercayaan gereja hanya mementingkan hidup dan kesaksian dalam kehidupan , bentuk ini hidup , mereka tidak mempunyai credo yang tertulis , kebenaran sebagai air yang hidup . Doktrin agama Kristen tergantung pada penerangan Roh Kudus dan penerimaan roh manusia . Karena kata-kata yang terbatas tidak dapat menguraikan doktrin yang penuh rahasia , walaupun credo itu penting , tetapi bukan mutlak sempurna, pada saat ini telah membatasi doktrin yang tidak terbatas dengan Credo dengan kata-kata yang terbatas .

b. Sidang Nicea adalah sidang gereja yang bersifat Internasional yang pertama.
maka credo yang ditetapkan diterima dan dihargai oleh hampir semua gereja. Sidang Nicea menyebabkan persatuan agama dengan politik , hal ini sekali lagi menyatakan pikiran timur yaitu raja sebagai wakil otoritas hal rohani . Constantinus memakai cara politik untuk menghindari perselisihan politik dan agama .Tetapi juga membawa kuasa dunia ke dalam gereja

c. Sidang Nicea menyebabkan persatuan agama dengan politik , hal ini sekali lagi sekali lagi menyatakan pikiran timur yaitu raja sebagai otoritas hal rohani .
Constantinus memakai cara politik untuk menghindari perselisihan politik dan
Agama. Tetapi juga membawa kuasa dunia ke dalam gereja

d. Kepercayaan dan Credo gereja mendapat penghormatan rakyat , karena jaminan raja dianggap sebagai hukum negara , hingga menyatakan ketinggian
kepercayaan .

c. Credo Nicea menjadi dasar doktrin agama Kristen , hal ini menyatakan nilai
dari perdebatan tentang kepercayaan.

PASAL III
TIMBULNYA SISTEM PAUS

1. Latar Belakang
Gereja Roma menganggap dirinya didirikan oleh Petrus , dan karena kedudukannyadi ibu kota sebagai gereja yang terkaya dan terbesar; dikala Arius mengancam di daerah jerman , mereka masih mempertahankan imannya yang benar, maka kedudukan dan nama dari keuskupan Roma lambat laun melebihi dari daerah- daerah yang lain

2. Proses Terjadinya
Terjadinya sistem Paus disebabkan oleh karena :

a. Innocent 1(402-417 A.D.)
Ia adalah orang yang istimewa, ia menganggap gereja Roma mewarisi kekuasaan rasul (Apostolic Succession) Gereja Barat di mulai dari Gereja Roma . Ia menggabungkan sidang Sardica di bawah sidang Nicea, dan berdasarkan keputusan kedua sidang tersebut menetapkan keuskupan gereja Roma mempunyai hak untuk mengadili gereja yang lain .

b. Leo 1(440-461 A.D.)
Leo 1 mempunyai pengaruh yang kuat terhadap sidang Chalcedon , ia mengatakan baik dalam iman kepercayaan ataupun dalam organisasi / administrasi Petrus selalu sebagai pemimpin dari para rasul-rasul ; ia berpendapat semua kekuasaan Petrus telah diberikan pada pewarisnya . Ia memaksakan usul ini , kekuasaannya sampai di Spanyol dan Afrika Utara. Pada 445 A.D. ia meminta kaisar Valentania III memberikan perintah pada seluruh rakyat harus taat pada keuskupan Roma maka ia menduduki kedudukan rasul Petrus. Tetapi pada 451 A.D. adalah sidang chalcedon menetapkan bahwa constantinopel mempunyai kedudukan yang sama dengan Roma , leo I sangat menentang sehingga menimbulkan unsur-unsur perpecahan gereja timur dan barat, di mana unsur politik lebih kuat dari unsur agama.

c. Philip III ( 483-492 A.D)
Pada saat itu kaisar teno dan uskup constantinopel Akacu ingin memakai teori kesatuan untuk merubah keputusan sidang Chalcedon , tetapi di tolak oleh uskup Roma , maka Philip III memecat Akacu dari jabatannya sebagai uskup . perselisihan gereja timur dan barat berakhir pada 519 A.D. dengan kemenangan Paus.

d. Dalam perselisihan ini , Clausius 492-496 A.D. yang menggantikan Philips III menulis sepucuk surat pada kaisar Anatasius yang berbunyi :”untuk menguasai duniua ini ada 2 otoritas , yang satu kuasa rohani dari imam , yang lain kuasa dari sang raja , di antara kedua kuasa iniu kuasa imam yang lebih besar , karena raja juga harus diadili di hadapan tuhan yang dapat mangadili Paus”.

3. Penetapan sistem Paus
Gagasan sistem Paus ini ada sejak permulaan abad ke – 6 , tetapi perkembangan nya sangat lambat , baru setelah perancis merdeka di luar kuasa Roma . Raja jerman memeluk agama Roma Khatolik, serta terjadinya penggabungan kuasa raja dengan pimpinan gereja , maka makin berkembanglah kekuasaan keuskupan Roma , sehingga menetapkan uskup agung dari Roma sebagai Paus.

PASAL IV
MONATICISM ( ALIRAN BIARA)

1. Latar belakang
a. Pikiran Filsafat
Sebelum Constantinus , Asceticism (pertarakan / menahan nafsu ) sudah di sejajarkan dengan pengajaran moral dari agama Kristen. Di tambah pula pikiran filsafat kuno yang sangat dalam itu juga mengandung pikiran ascese/ askece,maka origen yang sangat di pengaruhi oleh kebudayaan Yunani mulai mempromosikan pikiran askese, pada akhir abad ke 3 hanya gadis yang suci yang memiliki kedudukan yang khusus dalam gereja, maka banyak orang yang menjalankan askese dalam rumah. Sebenarnya askese dan Monasterism m,empunyai kedudukan yang penting dalam agama Yahudi, India, Mesir dan filsafat Yunani. Sedangkan pada permulaan agama Kristen mengabarkan Injil pada bangsa-bangsa ini, maka secara tidak sadar juga telah membawa pikiran askese ke dalam agama Kristen.

b. Dunia adalah dosa
Dilain pihak, sjak 260-303 gereja dalam keadaan damai. Sejak tahun 313 Constantinus m,enjadikan agama Kristen sebagai agama Negara, maka banyak orang yang masuk kedalam gereja, karena kompleksnya anggota gereja maka standard moral dalam gereja menurun. Orang krinten yang beribadat mulai mementingkan askese, askese telah menggantikan kedudukan mati syahid sebagai standart moral yang tertinggi. Dunia adalah tempat yang penuh dosa, maka lebih baik menjauhi dunia, konsep kuno yang menganggap pertapaan lebih baik dari perbuatan. Kebajikan menimbulkan pikiran pesimis yang hanya demi keuntungan sendiri.

c. Liturgi Kebaktian
Di dalam liturgi kebaktian yang dicampuri pikiran mistik dari agama kafir, maka berkembanglah kecenderungan untuk bersekutu dengan tuhan secara pribadi, serta liturgi kebaktian yang selalu statis menyebabkan orang yang benar-benar menunut merasa bosan , mereka ingin bersekutu dengan Tuhan secara pribadi dan di dalam suasana yang tenang, maka sistem pertapaan dan kehidupan meditasi persekutuan dengan Tuhan secara pribadi adalah reaksi dari kaum awam yang menentang kebaktian yang sangat statis danm membosankan yang dipimpin oleh pimpinan gereja.

2. Pendiri Monasticism
Monasticism yang sesungguhnya dimulai oleh Antonius pada 250 AD, ia lahir di Kama bagian tengah dari Mesir, ia menurut apa yang dikatakan Yesus pada penghulu muda dalam Matius 19:16-31, menjual segala miliknya dan di sedekahkan kepada orang miskin serta mengikut Yesus, pada 270 ia bernazar untuk hidup secara askese. Pada 285 iameninggalkan khalayak ramai dan hidup menyendiri, pada 286 ia merasa selalu diganggu oleh roh jahat, maka ia dengan ekstrim hidup menyangkal diri berdoa dengan berpuasa. Ia memakai doa yang terus menerus dengan harapan agar lebih dekat dengan Allah dan mematikan nafsu jasmani. Tidak lama kemudian kehidupan yang demkian telah menarik banyak orang untuk meneladaninya. Pada mulanya mereka melakukan secara pribadi , kemudian menjadi suatu kelompok yang berkumpul di padang belantara Nitria. Tetapi baik secara pribadi ataupun secara kelompok, mereka selalu merencanakan sendiri cara pertapaan dan tata hidup mereka.

3. Pembaharuan dalam Monasticism
Yang pertama mengusulkan pembaharuan dalam Monasticism ialah Pactomius, lahir pada 292 AD. Ia sebagai seorang serdadu yang memelukagama Kristen dan berpaling dari agama kafir yang dianut sebelumnya. Ia hidup secara bertapa, tetapi merasa kehidupan yang tidak teratur itu tidak benar. Pada 315 – 320 ia mendirikan rumah biara yang pertama di Mesir Selatan. Mempunyai organisasi yang baik dan pekerjaan yang harus dilakukan, ada waktu-waktu yang tertentu untuk kebaktian. Mereka memiliki seragam, tinggal di rumah-rumah seperti sarang lebah, hidup bersama dibawah pengaturan seorang kepala rumah biara. Rumah biara ini merupakan sebuah rumah biara y6ang sempurna.pada 346 ia meninggal dan telah mendirikan 10 buah rumah biara di Mesir, di anratanya sebuah biara wanita.

4. Perkembangan Monastri (rumah biara)
Rumah biara yang ada di Mesir pada mulanya memiliki 2 bentuk, yang satu secara pribadi ala Antony, dan yang lain secara berkelomp[okaola Pachiamius.
Pada permulaan abad ke empat cara pertapaan yang bersifat pribadi ini sangat berkembang di Syiriak, masing –masing menuju ssuatu jalan yang ekstrim, hingga timbullah suatu cara pertapaan yang didirikan oleh Simeon dari Antiokhia, ia bertapa dibagian Timur dari Syiria dengan duduk di atas sebuah tiang selama 20 tahun lamanya, hingga ia meninggal. Di Asia kecil mereka memakai cara Pachimius yang berkelompok, cara ini dikembangkan oleh Basilius dan disebut Basilians, semua tatatertip disebut peraturan Basilians, yang kemudianhari menjadi dasar peraturan rumah biara Yunani dan Rusia. Cara berkelom[pok ini lebih baik, mereka mementingkan bekerja, berdoa, membaca Alkitab, menolong anak Yatim piatu dan melakukan kebajikan pekerjaan sosial.

Monasticism tersebar ke dunia barat berkat usaha dari Athanasius, Yerome, ambrosius dan Agustine, walaupun di dunia barat ada yang menentang, tetapi sebagaian besar bersimpati terhadapnya. Pada 362 Uskup Dore yang bernama Martin mendirikan rumah biara di Portiers (Prancis) maka tersebarlah dua cara pertapaan ini di dunia barat. Pada mulanya yang menjadi biarawan adalah jemaat biasa, tetapi tahun 371 uskup Italia Eusebius mempromosikan para klerus (pejabat gereja) dalkam wilayahnya harus hidup bertapa. Kemudian hari hanya para biarawan yang boleh menjadi klerus. Dan hal ini menjadi suatu peraturan.

Monastri di dunia barat pernah mengalami suatu kekacauan, dimana setiap rumah biara mempunyai peraturan yang tersendiri, ada monastri yang tidak memperhatikan kehidupan moral. Pada saat itu timbullah Benedict, ia lahir 480, tatkala ia belajar di Roma ia tidak dapat membiarkan dosa-dosa yang ada dalam kota, pada 500, ia mundur kesebuah gua di Timur Roma, karena ia bertapa di Gua ini, maka gua ini ulai terkenal. Banyak orang yang mengundang ia sebagai kepala rumah biara, tetapi karena kehidupan mereka yang telah bejat dan tidak mau menurut pada peraturannya, maka ia mengundurkan diri dari jabatan, yaitu pada 529 AD, ia mendirikan rumah biara di atas gunung Montecasino dengan peraturan yang sangat terkenal, antara lain:
1. Monsatri adalah asrama laskar Kristus yang selamanya berdikari.
2. kepala Monastri dapat meminta pendapat saudara yang lain dalam hal-hal yuang besar, dalam hal kecil cukup dengan orang-orang yang telah berusia lanjut, tetapi semua perintahnya harus ditaati.
3. seorang biarawan harus mendapat pendidikan selama satu tahun dan harus besumpah selama hidup akan menjadi biarawan dan tidak boleh berubah.
4. tugas pertama seorang biarawan ialah berbakti, sehari empat jam melakukannya dalam 7 kali.
5. setiap hari bekerja selama 4 jam.
6. kemalasan adalah musuh roh.
7. setiap hari harus menentukan waktu untuk membaca buku, selama masa kesengsaraan Kristus harus membaca buku-buku yang berhubungan dengan kesengsaraan Yesus; dari hal tersebut di atas kita mengetahui Monastri tidak saja sebagai tempat bekerja, juga sebagai tempat penyimpanan buku yang memberi sumbangsih yang sangat besar bagi penyimpanan buku sastra di Eropa. Banyak karangan bapak-bapak gereja terpelihara dengan cara demikian. Pada masa peperangan Monastri menjadi tempat berkumpulnya orang-orang yang mencintai perdamaian. Di sana mereka mengarang dan memberikan sumbangan yang sangat besar pada teologi.

PASAL V
YEROME

Teologi Latin telah diberi benih oleh Tertulianus dan Cyprianus, serta berbuah pada masa Yerome dan Agustinus. Yerome mempunyai sumbangsih yang amat besar bagi teologi.

1. Riwayat hidup
Ia lahir di Dalmatia 340 AD, sejak kecil ia gemar akan sastra pada umur 12 ia pergi ke Roma pada 360. berumur 20 tahun. Ia dibabtis oleh Paus Libanios, ia belajar dengan Origen di Aquilinus dan bertemu dengan Rufinus, mereka berdua menjadi sahabat dan bersama bertapa walaupun mereka mempunyai pendirian yang berbeda. Yerome semulanya ingiun mempelajari semua buku-buku, dan keliling kemana-mana pada 366-370, ia kesebelah Timur hingga Antiokhia, di sana ia sakit keras, dan dalam sakitnya ia melihat Kristus menampakkan diri dan menegur, ia tidak boleh terus mempelajari buku-buku klasik, setelah ia sembuh, ia rajin dalam menyelidiki Alkitab dan bahasa Ibrani.

2. Sumbangsihnya terhadap Alkitab
Pada masa Yerome, septuaginta sudah sangat populer, tetapi ia menganggap bila ingin menyelidiki PL secara seksama, maka harus melalui bahasa Ibrani, maka ia dapat m,enterjemahkan buku itu dengan hanya mengunjungi Betlehem, dan dengan dibantu oleh beberapa kawan yang berbangsa Yahudi, ia dapat menterjemahkan yaitu PL kedalam bahasa Latin pada 404 AD. Pada 382 tatkala ia pergi ke Roma ia mendapat tugas dari Paus untuk memperbaiki terjemahan PB dalam bahasa latin. Ia memperbaikinya langsung dari bahasa Yunani, inilah yang kemudian terkenal dengan ” The Vulgate Version” terjemahan ini masih sangat dihargai oleh Roma Katolik hingga hari ini. Yerome berpendapat setiap orang yang mau menyelidiki Alkitab sedapat-dapatnya langsung dari Alkitab bahasa asli, juga setiap terjemahan harus dari bahasa asli Alkitab.

3. Hasil Karangan
Ia telah meulis berbagai tafsiran Alkitab, diantaranya: kitab nabi-nabi, Mazmur, Alkitab, Injil Matius, Surat Galatia, Efesus, Pilemon dan Titus. Sepanjang hidup ia selalu menasehati murid-muridnya rajin belajar, teman-temannya berpendapat, sepanjang hari ia sibuk dalam hal membaca dan mengarang Chronicle; ia sendiri juga menyusun riwayat hidup orang-orang yang terkemuka. Juga biografi dari pengarang-pengrang agama Kristen termasuk ia sendiri. Ia juga mengarang banyak buku dan thesis yang mengungkapkan kebaikan dari Monasticism dan kehidupan membujang. Dalam karangan dengan jelas ia mentyatakan pikiran dan karakternya serta keadaan masyarakat pada masa itu. Karangannya bukan saja bersifat PI, ia membicarakan kebenaran juga penuh dengan perasaan kemanusiaan, tatkala kita membaca karangannya seolah-olah bertemu dengan pengarang sendiri, sehingga penuh dengan perasaan ramah tamah.

4. Pikiran Teologinya
Dalambidang Teologinya ia tidak mendirikan teori baru, sebagian besar ia mewarisi pikiran Origen, serta memelihara tradisi dan kebiasaan umum dari Gereja barat. Origen membedakan dengan sangat jelas antara tubuh dan roh, ia tidak percaya kebangkitan tubuh, ia hanya percaya kebangkitan roh. Juga ia percaya keselamatan universal. Pendapat ini telah menimbulkan tentangan yang hebat dari para Uskup Afrika Utara pada akhir abad ke 4. pada mulanya Jerome dengan sepenuhnya mendukung origen, hanya sedikit yang ia tidak setuju, tetapi 393 uskup saramis mengatakan bahwa setiaporang yang mengikuti teori Origen akan dipecat dari keanggotaan gereja, maka timbullah perdebatan yang sangat besar di kalangan ahli teologi. Jerome karena takut karangannya dianggap sebagai bidat. Maka lambat laun ia mulai menjauhi Origen, tetapi temannya Rufinus tetap mengatakan Jerome sebagai murid Origen. maka timbullah perselisihan. Ia menolak Monasticism dan mengatakan Maria selain melahirkan Yesus tidak mempunyai anak yang lain. Ia menolah teori pelagius dan menerima teori augustin.

5. Sifat Jerome
Dalam karangannya, menyatakan ia adalah seorang yang berhati sempit, ioa mengkritik orang lain dengan kata-kata yang keras dan pedas, serta penuh dengan sindiran. Ia seorang yang berpengetahuan luas, tetapi karakternya kurang agung, ia hanya selalu mengikuti keadaan masa, tidak setia pada gurunya, demikianpun terhadap teman. Tetapi pengaruhnya terhadap gereja pada masa itu bahkan hingga masa itu tetap sangat besar, teristimewa Alkitab terjemahan bahasa Latin yang ia lakukan. Ia dianggap sebagai orangf suci oleh Roma Katolik.

PASAL VI
AUGUST INUS (354-430)

1. Riwayat hidup
Lahir di Thagasta Afrika Utara pada 13 Nofember 354 A.D., ayahnya bernama Patelisius , dan adalah seorang yang berkedudukan dan beragama kafir, tidak terlalu kaya, malas dan mencintai dunia, percaya Yesus menjelang kematiannya; ibunya bernama Monika, ia adalah seorang Kristen yang beribadat, sangat memperhtikan masa depan anaknya, tetapi kerohaniannya baru maju dengan pesat pada masa tuanya setelah mendapat penerangan dari anaknya, Agustinus mempunyai dua sifat , yang pertama, melampiaskan hawa nafsu, sedangb yang lain sangat menuntut di dalam kebenaran, mungkin ini keturunan dari Ayah dan ibunya pada mulanya Agustinus belajar di Medora, kemudian ke Cartage mempelajari ilmu gaya bahasa, sejak berumur 17 tahun ia hidup bersama dengan seorang perempuan (tanpa nikah) pada waktu berumur 20 tahun melahirkan seorang anak.

2. Perubahan pikiran.
Walaupun ia pada masa mudanya melampiaskan nafsu, tetapi hati yang rindu untuk menuntut kebenaran telah ada sejak ia berumur 18-19 tahun, yaitu ketika ia membaca karangan Cicoro ”Hortanstus” ia mengatakan karangan ini telah merubah apa yang ia kasihi, “Ya Tuhan hatiku terangkat ke hadapan hadiratMu”, ia mengatakan walaupun pertobatan kali ini tidak sempurna, tetapi sudah mempunyai hati yang rindu akan kebenaran dan menganggap kebenaran sebagai nilai hidup m,anusia. Ia mulai mempelajari Alkitab, tetapi ia merasa Alkitab tidak berguna bagi dirinya, maka ia mulai menganut Monism, mencari hiburan bagi batin dan rasio. Ia mohon supaya diberi hati yang suci dan dapat menguasai diri. Ia menganut Monism selama 9 tahun. Di Cartage dan Thagaste ia disamping belajar juga mengajar. Ia ternama karena membuat sebuah syair drama. Ia berusaha menyempurnakan Monism yang lemah dalam moral dan rasio, tetapi karena ajaran agama tersebut tidak sempurna, maka ia mulai meragukan agama tersebut. Tahun385 ia pergi ke Roma. Tahun 384 di Milan ia mengajar gaya bahasa di sebuah sekolah negara. Di sana ia mendengar pidato dari Ambrose dan ia sangat mengagumi bakat Ambrose, pada saat ini ia cenderung pada skepticism.

Ia hidup bersama wanita lain, kehidupannya makin merosot, ia berhubungan dengan Neo-Platoisme, ia menganggap ini adalah wahyu, dahulu ia percaya materialisme dan dua lisme. saat ini ia baru tahu bahwa dunia rohani barulah dunia yang sesungguhnya. allah bukan saja sebagai sumber kebajikan, juga ia adalah sumber kebenaran inilah kebahagiaan manusia yang tertinggi. Konsep ini mempunyai pengaruh yang besar terhadap dirinya sehingga ia kemudian hari menerima Kristus sebagai Juruselamatnya. Ia mempunyai kesan yang mendalam mengenai otoritas gereja. Pada saat ini ia membaca biografi dari Fiktorinus, yang hidup sebagai biarawan pada masa tuanya. Ia merasa malu sekali, karena para biarawan yang tidak berpengetahuan dapat menguasai dirinya, sedangkan ia yang berpengetahuan sebagai hamba hawa nafsu. Dalam keadaan yang menegur dirinyaini, ia lari ketaman bunga, dan berdoa. Tiba-tiba ia mendengar suara yang mengatakan ”ambillah dan bacalah”, maka ia masuk kerumah dan membaca PB, dan membacanya, pandangannya jatuh pada Roma 13: 13-14a, ”Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang ”
Maka ia berdoa, kami rela menanggung kuk, karena kukMu mudah adanya dan kami rela menanggung bebanMu ringan adanya, ya Tuhan Yesus kuatku dan Juru Selamatku”. Maka ia meraa damai, seolah-olah memperoleh kuasa dari Tuhan yang belum pernah ia rasakan sehingga ia dapat memenangkan dos. Hal ini terjadi pada tahun386 musim panas. Sewaktu ia berumur 32 tahun. Setelah ia bertobat ia menguindurkan diri dari guru gaya bahasa, ia pergi ke desa untuk ret-reat, ia merasa keharmonisan hikmat dengan iman kepercayaan,ia harus menggunakan hikmatnya untukmemberikan fondasi susunan pikiran teologi agama Kristen, ia dibabtids menjelang hari Paskah pada tahun 387, ketika ia berumur 33 tahun.

3. Karangan Agustinus
Agustinus bertobat adalah hjasil dari doa Ibunya, maka setelah ia bertobat ia bersama ibunya kembali ke Afrika Utara, tidak lama kemudian ibunya meninggal setelah menderita sakit panas; ia menjual segala harta miliknya dan disedekahkan kepada orang-orang miskin dan ia sendiri bersama dengan beberapa teman-teman mendirikan sebuah rumah biara, hidup bertapa/askese. Tiga tahun kemudian (391) ia pergi kehipo, ia diangkat sebagai pendeta, pada 396, karena Uskup telah sangat tua maka ia diangkat sebagai uskup, dan ia menjadi Uskup setelah uskup itu meninggal. Selama 35 tahun yaitu hingga tahun 430 ia telah mengarang buku-buku dan masa itu adlah masa kematangan karangannya. Karangan yang masih tertinggal hingga hari ini sebanyak 113 jilid surat sebanyak 218 pucuk, naskah khotbah sebanyak 500 lebih, diantara karangan yang terkenal ialah ” Confesions dan City of God”

a. Confesions
karangan ini ditulis sekitar 398-400. merupakan sebuah doa pengakuan dosa di satu pihak, mengakui dosa –dosa yang ia lakukan sebelum ia bertobat, dilain pihak menyatakan cinta kasihnya kepada Allah. Karangan ini merupkan hasil dari pengalaman iman yang ia miliki atau merupakan sebuah otobiografi. Ia telah memadukan iman , emosi dan sastra yang indah sehingga merupakan sebuah kitab yang baik untuk meditasi.

Beberapa dari kutipan tersebut: ”dikau menciptakan kami agar kami dapat bersekutu dengan dikau, hati kami hanya akan memperoleh peristirahatan di dalam Dikau” (1:1).
”bersandar pada Allah menjadi untung bagiku, jikalau aku tidak berada dalam Allah maka akupun tidak berada dalam diriku. Dia yang ada dalam diriku akan memperbaharui segala sesuatu” (7:11)
”hendaklah aku menuntut memperoleh kekuatan dari Dikau, mempunyai hubungan yang erat dengan Dikau, hingga aku memperoleh perantara antara manusia dengan Allah yaitu Tuhan kita Yesus Kristus. Ia yang maha Tinggi dan patut dipuji selama-lamanya. Ia akan memanggil aku dan akupun memperolehNya”. (17:8)
Pengharapan hanya ada pada Mu, berilah perintahMu kepada ku berdasarkan pengasihan Dikau ” (10:29)
Ya Tuhan kami akan mencintai Dikau,mengucap Syukur kepada-Mu, serta mengakui akan namaMu, karena Dikau menjauhi segala kejahatan dari diriku, inilah anugerah dan pengasihan dari padaMu, Dikau mencairkan segala dosaku bagaikan Es” (2:7)

b. The City of God
Kitab ini ditulis selama 14 tahun 412-426. ia mempunyai pekerjaan yang cukup berat, disatu pihak ia sebagai Uskup, juga iamendirikan rumah. Rumah biara yang juga mendidik pekerja-pekerja Tuhan. Serta sebagai tokoh pikiran teologi Kristen,maka dalam kesibukan ini bukunya tidak luput dari pengulangan danpenyimpangan dari pokok pembicaraan.

• Latar belakang penulisan kitab:
Sebelum Agustinus , bapak-bapak gereja Afrika Utra terkenal dengan sifat Nasionalis dan sifatnya yang sangat membenci dosa. Tertulianus yang melihat pertentangan antara gereja dengan pemerintah, mengharapkan lenyapnya kuasa dunia dan turunnya kerajaan Surga. Comodian juga menyatakan ketidak puasannya terhadap ketidak adilan dan kelaliman pemerintah,ia menyatakan, kesukaan dan kedukaan bagiRoma dan seluruh dunia yang akan mendatangkan hukuman bagi Roma. Roma yang disebut kota kekekalan akan mengalami ratapan yang kekal.

• Isi dari The City of God (negara Allah, De Civitate Dei)
Kitab ini dibagi dalam lima bagian

Bagian petama : menjawab fitnahan dari penganut agama kafir Roma, menyatakan bahwa orang-orang Roma tidak dapat menyalahkan kepercayaan orang Kristen. Bencana yang menimpa Roma membuktikan bahwa dewa yang mereka sembah tidak dapat menolong mereka, tidak dapat membangun negara , tidak meninggikan moral dan tidak mendatangkan pengharapan bagi masa yang akan datang. Mala petaka diambang pintu. Hendaknya menyingklirkan berhala agar manusia berbakti kepada Allah yang esa, maka bencana bukan kegagalan melaikan merupakan kemenangan.

Bagian kedua: Menyebut kebikan dan kekurangan agama kafir, ia mengemukakan bahwa bangsa Roma tidak menaruh belas kasihan pada kota-kota yang ditaklukan juga tidak memelihara kuil-kuil dari kota – kota tersebut. Sedangkan bangsa Goths mereka tidak mengganti orang Kristen, tidak merusak gereja. Ia menyesal melihat perbuatan bangsa Roma yang tidak mengingat kebaikan nenekmoyangnya, ia memuji orang-orang Roma kuno, ia menganggap kemegahan kota Roma adalah berkat kebajikan orang-orang Roma kuno.

Bagian Ketiga: menyebut pergantian kerajaan yang satu dengan yang lain sepanjang sejarah.

Bagian ke empat: Ia menyatakan kekekalan dari negara Allah, ia mengemukakan bahwa Roma pernah mengalahkan negara-negara kecil di laut tengah. Tetapi kini bangsa Jerman akan menyerang roma dan akan menghancurkan kota-kota yang lain pula, tetapi negara Allah akan kekal adanya.

Bagian ke lima: Perbandingan dua negara
Semenjak manusia berdosa, dari dua macam kasih membangun 2 macam negara, dari kasih yang mengasihi diri dan membenci Allah dirikan negara yang di dunia, dari kasih yang mengasihi Allah, bahkan membenci diri, didirikan negara Surga. Kedua negara ini memakai Kain dan Habel sebagai lambang. Barang siapa yang menganggap dirinya sebagai musafir di dalam dunia ini, ia adalah penduduk negara Surga. Negara yang didunia dilambangkan dengan Babel dan Roma. Semua kerajaan yang ada dalam dunia adalah kerajaan duniawi,negara dunia ini memelihara keamanan dengan kebaikan yang relatif. Dunia yang berdosa dianggap mengasihi diri adalah hal yang wajar walaupun mereka masih tahu menciptakan perdamaian dan melenyapkan kekacauan. Negara Allah akan terus berkembang dan negara dunia akan makin merosot, penduduk negara Allah adalah orang-orang terpilih dan diselamatkan, mereka ada dalam gereja yang berbentuk, yng diorganisasikan oleh Klerus, perkembangan gereja akan menguasai dunia. Pikiran in juga sebagai unsur sistem Paus.

4. Pikiran teologi Agustinus

a. Teologi
Allah dapat bersekutu dengan manusia. Di dalamNya manusia memperoleh sukacita dan mendapat kepuasan. Allah adalah Roh yang mutlak dan Maha taEsa, yang berlainan dengan segala ciptaan. Ia sebagai sumber dari segala sesuatu.

b. Tritunggal
Di dalam karangan ”On the Trinity” ia mengatakan Bapak, Putra dan Roh adalah Allah yang tidk ada bandingnya, maka dapat/kuasa, maha baik, adil dan pengasih, sebagai pencipta dari segala benda yang berbentuk dan yang tidak berbentuk (17:16) Ia juga mengatakan : bapak, Purtra dan Roh, mempunyai zat yang sama. (Homocius ), pencipta segala sesuatu Allah Tri tunggal yang maha Kuasa, bekerja tanpa kelihatan; buka tiga Allah, bukan tiga kebajikan, melainkan satu Allah yang maha baik, dan maha kuasa yaitu, Allah Tritunggal. Allah mtri tunggal mutlak, sederajat, tidak dapat kita mengatakan bapa lebih besar dari putra, juga tidak dapat mengatakan bapa di tambah Putra lebih besar dari Roh.

Bila ada yang bertanya apakah ketiganya ini? Kita menjawab bahasa manusia tidak dapat dijelaskan, kita menyebut tiga oknum, bukan untuk menyatakan suatu mistik, tetapi sebenarnya tidak ada sebutan yang lebih baik dari ini. Ia mengumpamakan tritunggal sebagai: daya menegrti, daya mengingat dan tekat yang susah dipisah-pisahkan dalam pikiran (10:2), atau sebagai pemberi kasih, penerima kasih dan kasih (9:2), ia mengatakan, kalam hanya keluar dari Allah, roh yangterutama juga, keluar dari Allah, memakai kata ”terutama” karena roh juga dari anak ( 15:17),
]
Ia menganggap triungal adalah satu dan sederajat, tetapi ada yang mengfanggap ia terpengaruh oleh neo platonis, ia mengangap memakai beberapa istilah dari Neo platonis ; tetapi pandangan ini tidak tepat, karena demikianlah ajaran dari alkitab. Ia menganggap Roh keluar dari bapa dan anak. Perkataan ”dan anak”dimasukan dalam kredo nicea, pada 589 AD. Ia memakai istilah ”Filique”
Inilah merupakan unsur perpecahan gereja Yunani dan gereja Latin.

c. Tentang Keilahian dan Kemanusiaan Yesus
Ia menentingkan sifat Yesus, ia mengatakan Kristus Yesus adalah Anak Allah, dan juga Allah. Iapun manusia, Tuhan telah ada sebelum segala sesuatu ada, lahir dalam dunia menjadi manusia, sebagai Allah, ia satu dengan Bapa, sebagai manusia Bapa, lebih besar dari padaNya. Ia mengatakan dosa Adam tidak dapat diampuni, dan tidak dapat dihilangkan, hanya melalui juruselamat antara manusia dan Allah, yaitu Yesus Kristus, yang menjelmamenjadi manusia baru dpat memperoleh pengampunan. Hal ini menyatakan ia mempunyai penjelasan yang baik mengenai kedua sifat Yesus.

d. Penebusan (atonement).
Kematian Kristus adalah dasar penebusan dosa, tetapi ada tiga pendapat mengenai arti kematian Kristus:
1. Memberikan korban kepada Allah.
2. Menerima hukuman bagi manusia
3. Membayar tebusan pada setan, menebus manusia dari kuasanya.

e. Doktrin manusia
Tatkala manusia diciptakan, baik dan benar adanya, memiliki kenhendak bebas dan memiliki kemungkinan untuk tidak berbuat dosa dan tidak akan mati selama-lamanya. (Rebuke and Grace P.33) di dalam sifat manusia yang sebenarnya ada keharmonisan dan suka cita, hubungan dengan Allah tidak mempunyai poenyekat (the city of God 14:26). Adam kerena dosa telah jatuh dari kedudukan ini, unsur dosa ialah congkak(nature and Grace). Akibat disa adalah kehilangan kebaikan, kehilangan anugerah Allah dan jauh dari Allah, pada saat itu rohnya telah mati. Tubuh manusia tidak dapat dikuasai oleh roh , sebaliknya di kuasai oleh nafsu tamak, sifat yang terjahat ialah nafsu percabulan. Adam berdosa dalam kebinasaan dan mengakibatkan kematian kekal. Tatkala orang itu (Adam ) jatuh dalam dosa maka setiap manusia jatuh dalam dosa.

Mengenai orang yang pertama, rasul berkata, di dalam nya setiap orang berdosa (Rom. 5:12), di dalam Adam bukan saja setiap orang berdosa, bahkan mereka di lahirkan oleh nafsu, oleh sebab itu keadaan mereka semakin buruk. Sehingga manusia termasuk anak yang masih kecil adalh anak-anak biasa, tidak ada yang dapat di selamatkan baik sekarang maupun kelak, kecuali di dalam anugerah penebus dosa dapat di selamatkan.

f. Keselamatan (salvatio)
Manusia diselamatkan n) berdasar anugerah Allah. Bukan yang patut di terima oleh manusia, melainkan di terima secara Cuma-Cuma. Ia berkata, upah adalah yang patut bagi seorang serdadu, upah bukanlah Anugerah. Alkitab mengatakan upah dosa adalah maut, anugerah sama sekali tidak berdasarkan jasa, bukan lah anugerah. Hal ini memberitahukan bahwah segala kebaikan yang kita terima semuanya adalah anugerah tuhan. Kebaikan ini akan mendapat kekekalan , yaitu anugerah yang makin ditambahkan. Dengan demikian anugerah tuhan yang diberikan pada orang yang telah ia pilih, yaitu orang-orang yang telah ditetapkan memperoleh keselamatan, atau tidak, jumblah kedua golongan ini telah ditetapkan.

Pada permulaan pertobatannya, ia menganggap manusia mempunyai hak untuk menerima atau menolak keselamatan, tetapi kemudian tatkala ia berdebat dengan Pelagius, ia berpendapat bahwa keselamatan tidak dapat di tolak.

Keselamatan mempunyai 2 fungsi:
1. Yang datang dari iman.
2. Yang datang dari baptisan.
Tatkala di baptis, dosa dan asal dosa perbuatan semuanya di ampuni, iman yang kita peroleh hingga kita menjadi orang Kristen adalah anugerah Tuhan. Hal ini juga menyatakan di benarkan sebab iman.

g.Teori Anugerah (grace)
Anugerah ini di berikan oleh roh kudus ke dalam manusia, melepaskan tekat yang terbelenggu sebagai budak, agar ia dapat memilih hal-hal yang berkenan kepada Tuhan, malalui anugerah tidak saja agar mereka tahu apa yang harus di perbuatnya, bahkan melalui kekuatan dari anugerah ini, manusia dapat melakukan apa saja yang di ketahuinya itu baik adanya. Anugerah dapat merubah sifat manusia, agar lambat laun manjadi suci. Allah dapat memakai saya melakukan kebajikan , dan memberi pahala atas kebajikan ini seolah-oalah kita lakukan sendiridan di berinya pahala. Tidak ada seorang pun yang dapat mamastikan bahwa dirinya telah di selamatkan, tetapi jikalau tidak di pelihara oleh tuhan dan diberi anugerah maka ia sendiri tidak dapat memelihara keselamatannya. Konsep ini bertentangan dengan doktrin pilihannya, tetapi teori ini berkembang menjadi teori dari Armenians, yang di anggap sekali di selamatkan tidak selamanya diselamatkan.

h. Eklesiologi
Ia menganjurkan gereja Am yang terbentuk , ia berpendapat hanya dalam gereja yang berbentuk baru dapat memperoleh kasih yang di berikan oleh rih kudus. Ia menganggap orang yang menentang gereja Am bukanlah orang yang ortodoks, orang yang tidak memperhatikan kesatuan gereja adalah orang yang berkekurangan dalam kasih Allah. Sehingga dapat dikatakan orang yang di luar gereja Am tidak dapat menerima roh kudus. Tidak perduli bidat dan non gereja Am itu dapat menerima apa, tetapi hanya gereja Am yang dapat melindungi jemaat dengan anugerah khusus agar terlepas dari dosa. Ia menganggap sakramen sebagai pekerjaan Allah, bukan lah pekerjaan manusia, oleh sebab itu faedah sakramen tidak tergantung pada orang yang melayani sakramen, baptisan dan acara menerima jabatan di luar gereja Am tidak perlu diulang, sakramen di luar gereja Am tetap berkhasiat, hanya sakramen dari gereja Am lebih berguna, hanya ini yang dapat menerima kasih Allah, kasih ini merupakan kasih yang terpenting bagi kehidupan orang Kristen, karena kekomplekskan dari unsur-unsur anggota gereja, maka bukan setiap orang akan memperoleh keselamatan, ia mengatakan orang Kristen yang baik di selamatkan , sedang yang jelek tidak di selamatkan. Bukan karena baptisan yang berbeda, melainkan karena mendapat baptisan yang sama. Maka dengan perkataan lain, baptisan tidak mendatangkan ke selamatan.

i. Teori Tentang Sakramen
Ia menganggap semua adat – istiadat gereja sebagai sakramen, karena hal-hal yang berbentuk dapat menjadi lambang dari hal-hal rohani. Maka ia menganggaap mengusir setan, pembaptisan jabatan gereja, upacara pernikahan bersama-sama baptisan dan perjamuan suci sebagai sakramen gereja. Ia mengatakan gereja akan bersatu melalui sakramen. Jika tidak ada sakramen dan lambang-lambang yang dapat di lihat agar jemaat dapat di satukan, maka tidak dapat di anggap sebagai masyarakat agama. Ia juga menekan kan orang yang belum di baptis tidak boleh menerima perjamuan suci, tidak dapat masuk ke dalam kerajaan surga dan tidak dapat di selamatkan, tidak dapat memperoleh kehidupan yang kekal. Ia terlalu memandang berat terhadap sakramen sehingga kemudian hari Roma Khatolik memakai sakramen untuk menganti anugerah sehingga timbul kesalahan yang lebih besar.

5. Pengetahuan Augustinus
Ia mempunyai daya ingat yang sangat tajam , dapat menghafal banyak sekali ayat-ayat Alkitab dan sastra klasik. Di dalam karangannya mengutip P.L. sebanyak 13.276 kali dan P.B. sebanyak 29.540 kali ( bukan dari semua karangan yang ia tulis). Ia gemar mengutip Yoh.1:1 sebanyak 250 kali, Rom.7:22-25 sebanyak 225 kali , Rom.5:5 sebanyak 201 kali. Tatkala pertengahan umurnya ia menetap di Hippo. Ia menyelidiki ilmu pengetahuan dengan sangat tersendiri. Hal ini mungkin disebabkan sifatnya yang suka menyendiri. Suka merenungkan sendiri, tidak suka berdiskusi dengan orang lain. Ia meninggal dunia pada 28 Agustus, tetapi karangannya sangat mempengaruhi dunia Teologia dan Gereja dan dunia pada abad selanjutnya.

PASAL VII
PERSELISIHAN GEREJA TIMUR DAN PERDEBATAN
TENTANG KRISTOLOGIA

Di dalam Credo Nicea di tetapkan ketuhanan dan kemanusiaan Yesus, ia adalah Allah yang sempurna dan juga manusia yang sempurna. Tetapi dalam Credo tidak di jelaskan tentang hubungan keillahian dan kemanusiaan Yesus. Hal ini telah mendatangkan akibat yang tidak pernah terduga, hingga menimbulkan perpecahan gereja timur dan menyatukan gereja-gereja barat. Karena Tertullian mengatakan: Keilllahian yang sempurna terkumpul pada diri Yesus. Ia mengatakan ke-illahian yang sempurna dan ke manusiaan yang sempurna berbentuk diri Kristus yaitu bahwa pikiranYesus adalah Allah dan manusia. Pikiran ini menyebabkan perpecahan gereja bagian timur, sehingga menyebabkan timbulnya persoalan-persoalan di dalam doktrin.

Dua problem tentang diri Kristus:
1. Mementingkan persatuan Kristus sehingga kemanusiaannya terhisap di dalam keillahian Kristus, ini adalah pikiran golongan Alexandria.
2. Berusaha memelihara kesempurnaan Ke-illahian dan kemanusiaan Kristus, sehingga terjadi keberadaan yang terpisah dalam diri Yesus, ini adalah pikiran dari golongan Antiokia.

Sebenarnya yang ingin menyelidiki mengenai hubungan Ke-illahian dan kemanusiaan Kristus ialah uskup dari Laodikia (syiria) yang bernama Appollianrius (…-390 A.D. ).ia bersama-sama Athanasius menganggap pekerjaan Kristus adalah merubah yang seharusnya mati menjadi manusia milik Allah yang berhidup kekal. Bila Kristus bukan Allah yang sempurna , ia tidak mungkin menggenapi penyelamatan penebusan ini. Tetapi ia juga berpendebat, bagaimana kah seorang manusia yang sempurna itu dapat menjadi satu Kristus. Bukankah ini merupakan dua putra ? satu adalah putra yang kekal , dan yang satu adalah anak angkat, tetapi Kristus adalah manusia yang sempurna dan Allah yang sempurna bergabung. Ia tidak dapat menyelesaikan persoalan ketidak berdosaan Kristus, serta persoalan tentang keharmonisan kedua kehendaknya.

Meskipun dalam doktrin Appollinarius menentang Arius, tetapi dalam persoalan – persoalan ini mendekati pendapat Arius. Yaitu Logos yang di dalam Yesus menggantikan RohNya. , mengenai pribadi Yesus, ia mempunyai tubuh tetapi tidak berjiwa, 362 , sidang di Alxandria mendobrak pendapat ini, maka Apolinarius merubah pendapat dan berkata bahwa Yesus bukan saja bertubuh, tetapi juga mempunyai nyawa binatang. Mengenai roh yang berasio yaitu Logos, ini berlainan dengan roh manusia. Ia juga mengatakan keilahian Kristus, telah mengisap ke dalam kemanusiaannya dengan sempurna, keduanya menjadi satu, dan tidak terpisah. Maka dapat dikatakan Allah lahir menjadi manusia, menanggung kerisauan kita. Pikiran demikian ingin meninggikan keilahian Yesus tetapi telah menyangkal kemanusiaan Yesus; pikiran ini tersebar di gereja timur. Sehingga mendatangkan serangan dari berbagai pihak, doktrin Apolianrius telah ditentang dalam 2 kali sidang di Roma 377 dan 382 juga ditentang oleh sidang di Antiokhia. 378 dan sidang Constantinopel 381 AD.

Orang paling menentang doktrin Apolianrius ialah dari golongan Antiokhia yang bernama Gregory dan Diudorlu (….394) mereka memakai Credo Nicea sebagai dasar. Dalam menafsir Alkitab mereka mementingkan arti dari ayat-ayat tersebut, yang sangat berbeda dengan cara Allegotic dari golongan Alexandria. Mereka dipengaruhi oleh filsafat Aristoteles mengenai Kristologi, mereka memakai pikiran tradisi Asia kecil yang menganggap Kristus sebagai Adam ke 2. mereka memisahkan Yesus dalam sejarah dunia dan kemanusiaanNya. Menyatakan dari konsep dari nilai sebenarnya tentang kemanusiaan Kristus adalah dari segi moral dan bukan penggabungan essence. Logos kekal adanya. Dari yang sejenis hanya dapat menghasilkan zat yang sejenis. Oleh sebab itu yang dilahirkan oleh Maria hanyalah manusia. Kalam menjadi tubuh ialah logos berada dalam manusia yang sempurna sebagaimana Allah ada di dalam bait Allah. Pikiran ini adalah adopsianism Christ dari Paulus yang berasal dari gereja Antiokhia, pikiran ini sangat berlawanan dengan pikiran gereja barat/ Yunani yang menganggap keselamatan ialah manusia dapat menjadi Allah.

Diantara murid-murid Diudorlu ada beberapa ahli teologia yang mempunyai pengaruh besar pada saat itui:
1. Theodoros atau Theodore, ia adalah uskup Mopseustia selama 36 tahun. Ia adalah ahli penafsir Alkitab dan Theolog yang terkenal. Ia berpendapat di dalam Kristus merupakan gabungan Allah dan manusia, ini juga merupakan doktrin dari gurunya.

2. Nestorius , ia adalah biarawan, pendeta dan pengkhotbah yang terkenal dari Antiokhia. Pada 428 ia menjadi Uskup di Constantinopel. Ia tidak setuju dengan adanya 2 sifat di dalam Kristus. Kita menentukan dua sifat di dalam nama Kristus dimana sebenarnya Ke-ilahian dan Ke-manusiaan mempunyai batas yang jelas dalam esencenya. Ia mementingkan kesungguhan dan kesempurnaan kemanusiaan Kristus. Ia mengataka, Allah yang disebut Logos juga disebut Kristus sering bersekutu dengan Kristus. Tetapi bila inginm,elepaskan Firman Allah dari kemanusiaan dan melakukan sesuatu adalah tidak mungkin. Karena semuanya udah direncanakan di daklam suatau persekutuan yang erat yang tidak ada sangkut pautnya dengan kemanusiaan yang berubah menjadi keIlahian.

Pada saat itu yang menentang Yeologia yang di atas ialah uskup agung dari Alexandria yangbernama Cyrilus, 412-444, ia dari golongan Alexanria, yang juga setuju akan konsep keselamatan Yunani. Oleh sebab itu ia dapat melihat kebenaran Keilahian Kristus di dalam kemanusiaanNya. Ia mengangap Kristus mempunyai kemanusiaan yang sempurna, mempunyai tubuh jiwa dan roh. Mengenai keilahian Kristus ia berpendapat telah bergabung dengan kemanusiaanNya.

Tetapi ia juga berpendapat Kristus hanyalah sebuah oknum dari Logos. Yaitu logos yang memakai tubuh kemanusiaan. Kemanusiaan Kristus hanya ada dalam Logos. Yesus bukan manusia yang berkepribadian, ia menganggap sifat ke-ilahian. Dan kemanusiaan dapat saling tukar menukar, tetapi setiap sifat sempurna adanya. Dari 2 sifat ini menjadi satu oknum dan oknum ini adalah oknum ke-Ilahian, maka ia berpendapat Kristus adalah Al;lah yang menjadi manusia, Allah yang telah lahir, mati dan kita terima dalam perjamuan suci, serta kemanusiaan Yesus telah menjadi Ilahi untuk membuktikan bahwa melalui Dia kita menjadi bagian dalam Allah. Bila golongan Antiokhia membagi kemanusiaan dan ke-Ilahian Kristus, sehingga Ia menjadi anak angkat Allah, sedangkan Cyrilus terlalu meringankan kemanusiaan Yesus dan menganggapnya tidak beroknum dan elah terhisap dalam ke-IlahianNya.

Mengenai Maria sebagai ibu Yesus atau ibu Allah, sebutan theotokos juga merupakan suatu perdebatan. Banyak yang ingin menghormati Maria maka menyebutnya dengan sebutan ini, diantaranya Alexander, Athanasius, apolinarius dan Gregory dan lain-lain. Maka sebutan ini populer di antara gereja timur. Tetapi orang-orang dari golongan Antikhia tidak memiliki sebutan ini, Nestorius menganggap sebutan ini kurang memisahkan kemanusiaan Yesus dari Ke-IlahianNya, maka ia berpendapat harus menyebut Maria sebagai ibu Kristus, karena yang melahirkan dari tubuh adalah tubuh. Pendapat ini telah menyakiti hati orang-orang yang menjunjung tinggi dan menyembah akan anak dara Maria. Cyrilus melihat kesempatan ini dapat dipakai untuk menterang kekuasaan Constantinopel dan golongan Antiokhia serta dapat pula dipakai untuk menyebarkan Kristologinya. Maka ia menulis surat kepada kepala biara-biara dan membela Kristologinya. Ia juga menulis surat kepada kaisar Theodosius dan kakak perempuan dari Kaisar, berkata , menuduh akan Nestorius mengatakan teorinya telah menghancurkan segala dasar Keselamatan. Nestorius mengatakan Ke-Ilahian dan kemanusiaan melalui penggabungan yang penuh dan tidak kacau telah dimuliakan dalam oknum anak tunggal. Karena ia menilak ibu Allah (teotokos) maka ia dibenci oleh kaisar dan gereja timur. Perdebatan ini mengakibatkan kaisar bagian timur Tjeodosius II dan kaisar bagian barat valentinian III mengadakan sidang di Efesus pada tahun 431. golongan Cyrilus, tb-iba di tempat sidang sebelum sidang di mulai. Walaupun Nestorius tiba tepat waktunya, tetapi pendukungnya datang terlambat, maka pada hari pertama dalam sidang telah menjatuhkan hukuman pada Nestorius, dibawah pimpinan uskup Antiokhia yang bernama John, mengumpulkan suara dan memecat Cyrilus dan uskub Efesus, Memuria, pada saat itu pula Kaisar menetapkan memecat John, dan mengutuk Pelagiusm. Maka Nestorius mengundurkan diri ke sebuah biara. Mulai saat ini tertanamlah permusuhan yang sangat dalam antara golongan Antiokhia dan golongan Alexandria. Tetapi karena kuasa pemerintah,mmaka mau tidak mau harus tunduk. Pada 433 uskup Altiokhia John mengajukan sebuah credo pada Cyrilos, dengan isi sebagai berikut: ”Kami mengakui Tuhan kita Yesus Kristus Allah yang sempurna, juga manusia yang sempurna karena penggabungan kedua sifat ini menjadi satu, maka kami mengakui hanya satu Kristus. Anaka dara yang suci adalah ibu Allah, karena Allah yang disebut logos telah menjadi tubuh, menjadi manusia, melalui kandungan nya oleh Maria, IA menggabungkan diri dengan tubuh dari yang dilahirkan oleh Maria. Cyrilus walaupun mengakui credo ini, tetapi ia tetap tidak merubah pendiriannya. Nestorius akhirnya dibuang ke Mesir. Teorinya telah mendapat tantangan di Roma, tetapi di Syria dan Persia banyaklah pengikutnya. Bahkan sampai ke Tiongkok.

Ajaran ini juga tersebar ke India Selatan, bahkan hingga hari ini masih terdapat di pesisir Turki dan Persia. Pada bulan Juni tahun 4444 Paus yang sangat berbakat, Leo I 440-461. telah menulis sebuah surat pada Vilawian dalam surat ia mengatakan telah memberi penjelasan terhadap Kristologi dari gereja barat sejak saman Tertulianus. Ia ber[pendapat di dalam Kristus terdapat dua sifat yang sempurna, tetapi uskup Constantineopel , Eutyches, ia adalah seorang kepala rumah biara yang telah berusia lanjut, telah mengadaka suatu sidang di Efesus pada bulan Agustus tahun 449 AD. Di dalam sidang tersebut telah mencela surat dari Leo I dan pengikut-pengikutnya. Teta[pi Leo I mengangap sidang tersebut adalah sidang perampok, maka makin parahlah perselisihan gereja barat dan timur. Pada 451 demi menyatukan gereja barat dan timur telah diadakan sidang di Calcedon, di dalam sidang ini telah dibaca sekali lagi credo Nicea dan segala pengakuan imam Constantinopel serta menerima usul dari credo Calcedon dengan isi ringkasan sebagai berikut:

Dengan ini kami segala bapak-bapak gereja suci, dengan sehati mengajarkan jemaat mengakui akan Allah putra yang sama, yaitu Tuhan kita Yesus Kristus. Yang mempunyai Ke-Ilahian dan kemanusiaan yang sempurna. Ia adalah Allah yang benar dan juga manusia yang sungguh-sungguh. Ia mempunyai jiwa yang berasio dan tubuh, secara ilahi ia dilahirkan oleh bapa sebelum zaman diciptakan, secara manusia. Ia akan menyelamatkan kita pada akhir zaman, dan baru dilahirkan oleh teotokos (ibu Allah) Maria, Kristus adalah Putra, Tuhan dan yang Tunggal. Ia memiliki dua sifat yang tidak bercampur baur, tidak dapat berubah, juga tidak dapat dipisahkan, tidak dapat diceraikan. Setelah kedua sifat ini bergabung masih mempunyai batasan sehingga tidak bercampur. Bahkan ciri-cirikhas dari masing-masing sifat bahkan terpelihara, bersatu di dalam satu oknum dan satu essnce, bukan terpisah dalam dua oknum, melainkan di dalam satu anak yang tunggal, Allah yang disebut logos, Tuhan Yesus Kristus, sebagaimana yang telah dikabarkan oleh para nabi sejak dahulu dan yang telah diajar oleh Tuhan Yesus sendiri. Demiokian juga para bapak-bapak gereja yang suci mengajarkan kita. Ianilah doktrin yang benar untuk menyelesaikan perdebatan tentangf Kristologi bagi gereja Timur, Yunani dan gereja Barat, latin dan bagi gereja-gereja yang ortodoks.

Credo Calcedon ditetapkan sebagai standard iman kepercayaan yang diakui oleh pemerintah pada 451 AD, tetapi karena berasal dari bagian barat, maka penuh dengan corak barat, maka gereja timur tidak puas, menganggapnya sebagai milik Nestorian; golongan Alexandria karena terlalu mementingkan Ke-ilahian Yesus maka mereka menentang credo ini. Diantara orang-orang yang menentang mempunyai pendapat yang berlainan, sebagian besar mengatakan Kristus mempunyai dua sifat, dua sifat dari Kristus menjadi Manusia-Allah, tatkala Allah menjadi manusia maka menjadi satu sifat, sifat ini dalam esencenya bersifat Ke-Ilahian. Mereka sama dengan Cyrilus mengangap kemanusiaan Yesus tidak beroknum.
Menganggap kemanusiaan telah menjadi sifat Ilahi. Walaupun Kristus mempunyai sifat manusia, tetapi terhisap pada Allah. Mereka menganggap Kristus hanya memiliki satu sifat, aliran ini disebut Monophisites. Sejak saat itu sering timbul peselisihan antara agama dan politik Roma. Ketika Basilica menjadi Kaisar ia ingin mendapat dukungan dari Monophysites, maka pada 476 ia mengeluarkan sebuah kutukan terhadap Leo I dan Credo Calcedon, juga ia merubah Credo Nicea. Tetapi gereja Timur tidak setuju dengan pendapat Basilica. Sehingga kerajaan dijatuhkan oleh Deno. Pada 482 AD, deno mengeluarkan perintah yang di sebut perintah kesatuan, yang menegur Nestorius dan Eutyches, serta memuji akan Cyrilus dan menjunjung sidang Nicea dan Constantinopel, hal ini mengakibatkan raja turut campur tangan dalam persoalan agama. Kaisar Eustatios ketika menguasai Roma Timur 527-565, kuasanya sampai Amerika Utara dan Italia, sehingga gereja menjadi bagian dari Negara, ia memakai kuasa politik untuk campur tangan dalam hal gereja dan menganiaya agama lain. Ia setuju dengan sidang Calcedon, tetapi permaisurinya, menganut ajaran Kristus hanya mempunyai satu sifat (monophysitisme) Eusthatios adalah seorang teolog, ia memberi tafsiran pada credo calcedon agar tidak berbau aliran Antiokhia atau Nestorius, dengan harapan agar dapat diharmoniskan dengan pikiran Alexsandra atau Cyrilus. Hrapannya dapat mengambil hati gereja timur (baik yang ortodoks atau mono phisites) disamping tidak menolak credo Calcedon dengan gereja barat, tuijuannnya ialah mendamaikan kedua belah pihak, walaupun maksudnya tidak tercapai, tetapi usahanya mendapat simpati dari gereja timur. Tatkala Eustatios melakukan perdamaian, uskup Leontios (485-543) memberi tafsiran yang lain kepada credo Nicea, ia ingin memakai filsafat Aristotle untuk mendirikan Kristologi. Ia mengatakan Kristus mempunyai dua sifat dan dua oknum, ini merupakan intra-hipostatic, yaitu essence dari Kristus yang bergabung. Essence ini dimiliki oleh dua sifat tersebut, essence ini ialah logos, artinya kemanusiaan Kristus memang ada tetapi hanya pada posisi bersandar, yang sesungguhnya telah bergabung dalam Ke-Ilahian.

Tetapi golongan yang menentang Leontios, yang dipimpin oleh Yulian, Uskup dari Antiokhia (512-518) mengatakan tubuh Kristus sejak hari pertama ia menjadi manusia telah tidak dapat rusak. Juka Kristus tidak memmbiarkan tubuhnya menderita, tubuh itu tidak dapat menderita; Leontios sebaliknya menganggap teori mereka sebagai docetism. Setelah perdsebatan yang berlangsung pada 519-533, Eustathios juga memakai istilah dari biarawan Scythians yaitu Theopaschite, (= Allah yang menderita) , untuk menerangkan arti penderitaan salah satu oknum dari Tritunggal. Pada 543 Eustathios mengumumkan kehendaknya mencela pribadi, pikiran dan teori Origen. Pada 544 demi menegaskan teorinya ia mengadakan sidang ini. Ia m,encela aliran timur Altiokhia juga merendahkan nilai dari otoritas sidang Calcedon. Pada 553 ia mengadakan sidang ke 5 di Constantinopel. Dalam sidang menerima pikiran Theopscchite dan dengan resmi menentukan Orgen sebagai orang yang menyebar bidat, mereka menganggap inilah pikiran yang ortodoks.

Tetapi beberapa tahun kemudian gereja Afrika Utara dan Alexandria menolak hasil sidang tersebut, sedang Italia Utara telah memutuskan hubungan dengan Roma karena Paus menerima keputusan sidang. Kekuasaan Monophisites sangat berkembang di Afrika Utara hingga menjadi agama negara Mesir, yaitu gereja Koptik padahari ini, yaitu yang mempunyai jemaat sebanyak 6 hingga 7 juta. Mereka memakai bahasa Coptik dalam kebaktian. Juga gereja Abisinia berpegang pada Monophysites dan sebagai Gereja Coptik yang sangat mementingkan perjamuan suci; pimpinan gereja mereka diangkat oleh Uskup Agung Alexandria, gereja di Mesir Afrika Utara telah disatukan dengan teori Monophysites. Sedang gereja Syria telah terpecah belah, ada yang menganut Nestorianism ada yang menganut Ortodoks Yunani, ada pula yang menganut monophysites. Pada masa kaisar Eustathios, penganut monophysites telah menderita aniaya, tetapi pada tahun 510-578 bangkitlah seorang yang berbakat, Yakub , ia mengorganisir penganut monophysites dan mendirikan gereja, ada yang mengatakan oada 543 telah terdapat 8.000, orang pendeta golongan monophysites; monophysites telah berkembang secara besar-besaran di Syria. Karena timbulnya perdebatan tentang Kristologi maka telah mendatangkan akibat yang buruk bagi gereja dan negara. Pada akhir abad ke 6 , gereja di Roma Timur telah terpecah belah, di antaranya telah timbul monophysit dan Nestorianim Mesir dan Syria mulai merasa ketidak puasan terhadap Constantinopel; maka ketika pada abad ke 7 agama Islam telah dengan sangat mudah menguasai daerah-daerah tersebut.

PASAL VIII
PELAGIUS

Pelagius dilahirkan di inggris, ia sebagai tokoh Teologi di Inggris pada permulaan abad ke 5, ia mendapat pendidikan di rumah biara, memiliki karakter yang sangat tinggi, ia adalah seorang yang selalu puas terhadap diri sendiri (self sufficiency), ia m,enolak pikiran dosa asal dan rahmat Allah. Ia mengajukan teorinya bersama Celestius ketika mereka berada di Roma, mereka memperkembangkan pikiran dan disebut Pelaguim. Mereka mementingkan agama yang bersifat moral dari pada yang bersifat doktrin.

Pokok-pokok Pikiran Pelagius:
1. Tidak mengakui adanya dosa turunan dari Adam; dosa adalah persoalan kehendak bukan persoalan sifat.
2. Setiap orang diciptakan dengan kebebasan yang sempurna untuk melakukan hal yang baik dan yang buruk, maka ada kemungkinan untuk hidup tidak berdosa; keselamatan daopat diperoleh dengan melakukan kebajikan.
3. Bayi tidak perludibabtis, karena mereka tidak mempunyai dosa asal.
4. keselamatan mungklin tidak perlu Taurat dan Injil ataupun rahmat Allah, keselamatan sangat mudah diperoleh yaitu teladan Kristus yang baik.

Ajaran ini tersebab luas di Afrika utara. Maka Agustinus merasa perlu untuk menentangnya. Setelah Agustine meninggal dunia 430, ajaran Palagius berubah menjadi semi Pelagiusm, ajaran ini tidak pernah menjadi suatu bentuk gereja, hanya merupakan suatu gerakan dalam aliran teologi. Karangan Pelagius yang terpenting ialah mengenai tritunggal, kehendak bebas dan tafsiran surat Paulus. Diantara murid Pelagius yang paling mendukung dia adalah Celestius, pada 410 AD. Mereka bersama-sama ke Roma kemudian ke Hepo mengunjungi Agustinus, dan tidak lama kemudian Celestius menetap di Carthage dengan mengharapkan uskup Orelius mau mentahbiskan ia sebagai pendeta, tetapi pada saat itu majelis dari Milan yang bernama Polinus menulis surat kepad Orelius dan mengajukan 6 kesalahan dari Pelagius:
1. Adam harus mati, baik ia berdosa maupun tidak , ia pasti mati.
2. Dosa Adam hanya mendatangkan akibat bagi dirinya, tidak bagi keturunannya.
3. Bayi yang baru dilahirkan adalah suci sama seperti sebelum berdosa.
4. Umat manusia tidak akan mati karena dosa dan kematian Adam, juga tidak akan bangkit karena kebangkitan Kristus.
5. Taurat sama dengan Injil dapat memimpin manusia masuk ke Surga.
6. Sebelum Kristus dilahirkan, di dalam dunia sudah ada orang yang tidak berdosa.

Celestius tidak membela diri terhadap tuduhan dari polinus, maka pada 411 dalam sidang di Carthage telah membatalkan jabatan yang akan diberikan pada Celestius, maka Celestius pindah ke Efesus dan memperoleh jabatan di temp[at itu.Setelah peristiwa ini, agustine mengetahui pasti akan ada banyak orang yang menerima ajaran Pelagius, maka berdaarkan pengalaman agamanya ia telah menulis buku yang menentang Pelagiusm, Agustine berpendapat seseorang diselamatkan hanyalah berdasarkan anugerah Tuhan yang tidak dapat di tolak. Manusia adalah manusia yang mempunyai dosa asal, maka tidak mungkin berdasarkan kekuatan sendiri untuk mencapai kehidupan yang tidak berdosa. Fungsi terutama dari anugerah ialahmencurahkan kasih, agar dengan perlahan- lahan dapat merubah karakter seseorang. Augustinus mengutus Alexius untuk menemui Yerome agar dapat bersama-sama menentang Pelagius. Yerome menghadap uskup Yerusalem untuk mengadukan Pelagius, bahkan mengumumkan bahwa pikiran Pelagius adalah pikiran yang ortodoks. Augustinus bersama temannya telah mengajukan 2 kali sidang di Carthage dan Numedia pada 416 A.D. juga mereka telah mengajukan tuntutan terhadap Pelagius pada Paus Innocent (402-417 A.D.). Paus kerena dirinya merasa dihormati , maka ia menyetujui tuntutan tersebut pada 418 A.D. Geocene menjabat sebagai Paus, ia sebagai orang Yunani maka tidak simpati terhadap Augustinus, terlebih pula Celestius menghadap Paus dan meminta pertolongannya , maka Paus menetapkan dan mengakui pikirannya sebagai pikiran yang ortodoks. Tetapi dari golongan Augustinus mengadakan rapat pula di Chartage serta naik banding pada kaisar Roma barat, Honarius, maka kaisar pada April 418 A.D. mengeluarkan celaan terhadap pelagius dan mengusirnya. Pada 418 A.D. bulan Mei di Carthage diadakan pula sidang yang mengambil keputusan sebagai berikut:

1. Adam mati karena dosanya.
2. Anak kecil juga perlu dibaptis, baru dosa asalnya dapat diampuni.
3. Hanya bersandar anugerah baru dapat hidup secara selayaknya.
4. Di dalam dunia ini tidak ada kemungkinan untuk tidak berdosa.

Kaisar Geocene pun mengeluarkan kutukan nya pada Pelagius dan Celestius. Pada 419 A.D. kaisar Honarius dan seluruh uskup dari barat menentang Pelagius dan Celestius, tetapi Yulian dan 18 uskup Itali telah menolak peritah ini, maka mereka telah dibuang kesebelah timr.

Pada 429 Pelagiusism telah dengan resmi ditolak oleh gereja barat dan timur, tepai pikirannya telah tersebar luas hinga merupakan suatu aliran pikiran. 434 seorang biarawan dari Wensiuter telah menulissebuah karangan yang berjudul ”Comunitorium” , dengan maksud menyerang ajaran Augustinus, mengatakan bahwa pikiran predestinasi dan anugerah tidak berdasarkan tradisi gereja, menganggap pikiran Augustinus sebagai suatu hayalan, maka pikiran yang demikian disebut semi Pelagiusis. Pada 529 AD, uaskup Prancis Selatan, kaisarius, mengadakan suatu sidang di Orange, dengan keputusan sbb:

Manusia bukan saja dibawah tekanan dosa asal, juga kehilangan segala daya untuk menghampiri Allah, sehingga manusia tidak memiliki keinginan untuk memperoleh kelepasan, keuali bila Roh Kudus bekerja dan mengadakan, kita berulah manusia yang dapat memperoleh keselamatan dengan Cuma-Cuma dan dapat mengambil keputusan untuk percaya, dan menerima babtisan diperanakan, segala kebajikan yang ada dalam hait manusia adalah hasil pekerjaan Tuhan, dalam sidang ini juga menolak pikiran Allah yang menetapkan orang berbuat jahat. Juga tidak menyetujui yang mengatakan manusia tidak berdaya menolak gerakan Roh Kudus yang memberikan karunia keselamatan. Di dalam sidang ini juga berpendapat jika anugerah diterimanya melalui babtisan, maka setiap orang yang telah dibabtis jika ia bekerja dengan rajin, maka berdasarkan pertolongan Kristus maka mereka dapat dan harus melakukan pekerjaan menyelamatkan jiwa. Dengan adanya sidang ini, maka telah memeliharakan pikiran teologi dari Augustinus.

PASAL IX
GREGORIUS AGUNG (540-604 A.D)

Ia lahir pada 540 AD, dalam sebuah keluarga senator, mendapat pendidikan kepemimpinan Roma, pada 573 AD. Ia menjabat sebagai seorang pimpinan dalam pemerintahan. Setelah ayahnya meninggal, ia dipengaruhi oleh pikiran biara, maka ia meletakan jabatannya. Pada 574 AD. Ia mempersembahkan seluruh kekayaannya untuk membangun biara dan membantu orang-orang miskin. Dan ia sendiri masuk ke St. Andrew monastry, sebagai biarawan. Rumah biara ini dahulu dalai rumahnya sendiri. Sepanjang imur hidupnya ia mencurahkan perhatian pada Monasticis dan berusaha memperbaiki kehidupan para biarawan. Tetapi sifatnya yang senagn akan bergerak, tidak dapat ia menetetap di suatu tempat dalam waktu yang lama. Pada 579 AD, ia mendapat tugas dari Paus Pelgius III, sebagai utusan dari Constantinopel, sebagai utusan Paus, ia menyatakan hasil yang sangat baik, hanya ia sama sekali tidak mengenal bahasa Yunani. Pada 586 AD, ia pulang ke St. Andew monastry, dan menjabat sebagai kepala rumah biara, pada 590 AD, ia terpilih sebagai Paus. Pada saat itu ia berusia 50 tahun, ia adalah biarawan yang pertama yang terpilih sebagai Paus. Ia meninggal pada 12 Maret 604 AD. Menurut situasi jaman itu, gereja memerlukan seorang yang berbakat untuk memimpin gereja. Ia adalah orang yang demikian. Ia pernah membantu nKaiar melawan orang Lamba, shingga melindungi kota Roma bebas dari penderitaan. Ia pandaiberorganisasi, maka itu ia mengurus harta gereja, St. Peter, termasuk Sicilia dari Italia, Pancis selatan dan Afrika Utara, dengan penghasilan dari harta iniia mencukupi kebutuhan para pekerja gereja, ia yakin dirinya adalah pewaris dari rasul yang utama, bertugas mengurusi persoalan gereja, tetap[i ia menyebut dirinya sebagai hamba dari para hamba Tuhan.Ia pernah menyelesaikan persoalan korupsi dari organisasi gereja Prancis, juga melaksanakan otoritas gereja terhadap gereja di Spanyol.

Pada 596 AD, ia mengtus orang untuk mengabarkan Injil ke Inggris, ia adalah seorang yang mempunyai jiwa P.I. ia mengutus Augustine Carterbury keInggris serta menetapkan ia sebagai uskup Agung yang I bagi Roma Katolik di Inggris. Ia juga sangat mementingkan kesucian seorang Uskup. Tindakanny6a tidak saja membawa Injil pada negara Inggris, juga menyebebkan timbulnya perhubunganyang erat antara gereja dengan gereja Inggris dan Jerman. Ia juga mempunyai sumbangsih yang sangat besar bagi musik gereja, yaitu Gregory Style. Serta liturgi kebaktian Katolik dalam perkembangannya. Ia juga seorang yang sangat berbakat dalam Khotbah. Tiga buah karangannya yang terkenal:
1. ”Moralia”, mengenai moral dan tafsiran mengenai Ayub.
2. ”Regua Pastoralia”, mengenai jabatan dan karakter Pendeta.
3. ”Dialogues onthe life and miraceles of the Italian Father” , dialog dari kehidupan dan mujisat bapa Itali.

Pikiran teologi Gregori sama denga Agustinus. Ia bersama dengan Agustinus, Yerome dan Ambrosed di sebut sebagai empat dokter dalam gereja. Walaupuin Gregori sendiri tidak menciptakan pikiran teologi yang baru, tetapi ia memperkembangkan teologi dari Augustinus.

Di dalam pikirannya ia sangat mementingkan mijisat, malaikat dan iblis. Ia juga percaya Tuhan telah menetapkan jumlah orang-orang yang diselamatkan tetapi ia tidak sekeras Augustinus dalam hal predestinasi, ia menganggap predestinasi Allah dlam pengetahuan sebelumnya dari Allah. Manusia dilahirkan dibawah hawa nafsu. Hal ini membuktikan bahwa manusia dikuasai oleh dosa asal, hanya melalui babtisan ia baru dapat memperoleh jasa penebusan Kristus dan terlepas dari belenggu, dosa yang dilakukan setelah ia dibabtis baru diampuni setelah ia melakukan penebusan dengan melakukan kebajikan, yang bersandar anugerah Tuhan. Tidakan penebusan ini termasuk mengakui kesalahan, menyatakan penyesalan, dan melakukan ganti rugi. Gereja dapat melalui perjamuan suci menolong orangmelakukan kebajikan dan pekerjaan penebusan, ia menganggap perjamuan suci adalah mengulangi korban Kristus, yang dapat menyelamatkan orang hidup dan yang telah mati.

Orang-orang yang kudus juga dapat menolong orang-orang lain. Bagi mereka yang tidak memiliki jasa dapat datang dan minta perlindungan dari para martir, jika orang orang tidak melakukan pekerjaan penebusan, maka ada api penyucian, yang menantikan mereka. Pikiran purgatori, bukan diciptakan oleh Gregori, hal ini sudah terbayang dalam buku ”Hermes of shepherd ”, dan l;ebih jelas di dalam pikiran Cipurianus, yang memakai Mat. 5: 25-26. sebagai bukti, augustinus memakai I Kor. 3:11-15. mentatakan kemungkinan adanya Purgatori, tetapi ia sendiri tidak dapat memastikannya. Tetapi Kaisarius menganggapini merepakan suatu fakta pada masa Gregori dianggap sebagai sebuah doktrin yang harus ada. Melalui hal-hal di atas terlihat Gregori mempunyai ciri khas dimasa itu. Baik di bidang organisasi, administrasi, kebaktian dan doktrin. Ia selalu sebagai pemimpin. Pada saat yang bersamaan, seorang terpelajar lain, Isidor (560-636 ), ia adalah Uskup dari Sevil, memimpin gereja Spanyol, buku yang ditulis ” Book of sentences” tetap dipakaiu sebagai buku pelajaran teologi hingga abad ke 12. karangannya yang lain ” Origine of etimology” yang mengutip karangan dari 154 orang terpelajar pada masa itu, yang dipakai sebagai buku pelajaran dunia pendidikan.

BAB IV
GEREJA PADA ABAD PERTENGAHAN
HINGGA MASA PERTIKAIAN ANTARA GEREJA DENGAN PEMERINTAHAN ( 604-1054 AD)

PASAL I
GEREJA DI INGGRIS

Menurut catatan tertulian dari afrika, di Britania daerah yang belum pernah dikunjungi orang Roma, telah ditaklukan oleh agama Kristen, hal ini menyatakan Injil telah sampai ke Inggris pada abad ke 2, pada abad ke 3 Origen juga menyebut Injil telah sampai ke Inggris, Injil telah samapai di Inggris
Mungkin melalui pedagang dan serdadu.

Glasten bury menjadipelabuhan lebih dulu dari London, maka gereja I didirikan di pelabuhan ini, yang dapat dibuktikan dari geografis dan sejarah. pada abad ketiga sudah banyak jemaat Kristen. Di dalam catatan sejarah gereja Inggris, pada 304 AD, semasa gereja mendapat aniaya terdapat 3 orang Martir yaitu Alban, Alks dan Yulia. Pada 314 AD, ketika diadakan sidang di Allard Prancis, ada 3 uskup Inggris yang mengikuti sidang, menyakan pada khir abad ke 3 sudah terdapat sistim keuskupan. Pada abad ke 4, gereja makin berkembang, hanya orang berpengetahuan yang percaya agama Kristen, Pelagius yang berdebat dengan Augustin pada awal abad ke 4 adalah orang Irlandia. Pada 389 AD, petrik lahir di Wales, kakeknya sebagai pendeta, sedang ayahnya adalah majelis, pada 405 AD, ia diculik dan dijadikan budk di Irlandia, poada 411 AD. Ia melarikan diri ke daratan Eropa, ia belajar di sebuah biara di Prncis selatan, pada 432 AD, ia diangkat sebagai Uskup dan misionari keirlandia hingga meninggal pada 461 AD. Pekerjaan Petrik di Irlandia memntingkan rumah biara dan pekerjaan misi serta penyelidikan ilmiah, serta mensistematiskan organisasi gereja, maka hingga abad 7 dan 8 rumah biara tersebut masih terkenal.

Pada akhir abad 4 dan 5 Finian dari Keronar pergi mengabarkan Injil ke Scotland, ia sangat mementingkan pekerjaan misi, kolumba ( 521-597 ) misionari yang teragung dari Skotland adalah muridnya. Pada 536 AD, Columba bersama 12 rkan kerja, memulai pekerjaan di Pulau Iona. Ia mendirikan sebuah gereja dan mengajarkan cara bercocok tanam pada penduduk pribumi, ia juga mendirikan sebuah biara untuk mendidik pengabar Injil, maka Iona telah menjadi pusat pekabaran Injil pada abad pertengahan, dan karena murid-murid dari rumah biara ini mengabarkan Injil kemana-mana, maka gereja-gereja di Sklotland selalu bercorak rumah biara. Karena tidak adanya daerah keuskupan, maka segala tindakan gereja dan pekerja gereja selalu dari petunjuk Columba. Pada 634 AD, aidan murid Cpolumba pergi ke Lindisfarnie bagian utara dari Scotland, hal ini karena raja Osward telah tergerak oleh Columba di Iyonadan merasa perlu mengutus seorang misionari yang serius ingin mengabarkan injil pada bangsa Anglosaxon yang masih primitif. Ia mendirikan sebuah biara di pulau itu untuk melatih murid nya , sedangkan ia sendiri sedang berkeliling dan mengabarkan injil, serta melakukan baptisan. Karena ia tidak begitu lancar dalam bahasa inggris, maka raja Oswald menjadi penerjemahnya, hal ini menarik para cendekiawan dan bangsawan untuk percaya kepada Tuhan.

Aidon tidak mengumpulkan kekayaan bagi dirinya, ia rela memberikan hadiah bagi bangsawan bagi orang –orang miskin. Hal ini sangat menggerakkan hati orang. Ia sering berjalan kaki dan bila tergesa-gesa ia menunggang kuda, setiap ia bertemu dengan orang lain selalu berhenti dan membicarakan injil. Bila ia bertemu dengan orang yang beragama lain, ia selalu menganjurkan mereka percaya injil, jika bertemu dengan orang Kristen ia menguatkan mereka. Ia juga dengan anjuran dan perbuatan, menasehati orang lain melakukan pekerjaan sosial. Ia sendiri hidup sederhana dan tidak mempunyai simpanan harta. Bila mempunyai uang selain untuk membantu orang miskin, ia juga menebus budak laki-laki. Perbuatannya sangat menggerakkan hati sehingga banyak yang menjadi muridnya. Ia sendiri mengajar Alkitab dan Teologia pada mereka setelah selesai dalam pendidikan di tahbiskan sewbagai pendeta, sifatnya yang sangat simpatik ini merupakan lembaran sejarah yang gemilang dalam sejarah gereja Inggris.

Pada 635 A.D. Aidon pergi ke utara dari Inggris, sedang Alopen pergi ke tiongkok pada di nasti tang. Aidon meninggal pada 651 A.D. tetapi muridnya mengabarkan injil ke seluruh negeri. Biarawan Irlandia yang mengabarkan injil di jerman. Ketika gereja menjadikan agama negara inggris dan jerman , maka banyak sekali yang masuk agama kristen. Pada saat itu mereka mengadakan kebiasaan mengaku dosa di hadapan biarawan, menetapkan berbagai buku-buku pertobatan , menetapkan penebusan yang sepadan dengan dosa yang berlainan . buku-buku ini kemudian di bawa ke daratan Eropa hingga menjadi populer dimana-mana. Gregory the great menganggap masanya telah tiba , maka pada 596 A.D. mengutus misionari mengabarkan injil ke ingris. Mereka juga bergabung dengan misionari dari prancis. Pada 597 A.D. mereka telah tiba di Canterbury, tidak lama kemudian karena raja setempat Alferd menikah dengan seorang putri rajka Kristen dari prancis, maka ia juga bertaubat. Pada november 597 A.D. Augustinus ditahbiskan sebagai uskup di tempat itu. Pada 601 A.D. Gregory mentahbiskan ia sebagai uskup dari propinsi Ingris Tenggara, dengan 12 uskup di bawah pimpinannya. Setelah Inggris bagian utara di Kristenkan, maka di adakan ke uskupan pula di York, maka London dan York merupakan kekristenan Inggris. Tetapi baru 50 tahun kemudian agama Kriten menyebar di seluruh wilayah inggris. Bangsa inggris menyadari, bahwa orang Roma mengabarkan Injil pada mereka , maka mereka juga mempunyai semangat PI yang benar, berusaha menyebarkan Injil ke seluruh Eropa.

Misionary Roma sering timbul perselisihan dengan misionari Irland yang ada di Inggris. Misalnya mengenai tanggal perayaan hari paskah, bentuk rambut biarawan , cara baptisan , misionary Roma pandai berorganisasi , sedangkan misionari Irland lebih bersifat kebangsaan. Misionary Irland menganggap menghormati paus saja sudah cukup. Hal-hal ini telah menimbulkan banyak perdebatan , hingga tahun 630 A.D. Irland selatan mengakui kekuasaan Roma dan 664 A.D. seluruh inggris mengakui kekuasaan Roma dan menerima cara-cara Roma dalam memperingati hari paskah ( dengan masa puasa , pawai penderitaan Kristus, pertunjukkan sengsara Yesus ). Pada 703 A.D. Irland Utara menerima kuasa Roma. Pada 718 A.D. Scotland mengakui hak penghakiman Roma , sedangkan Wales baru menerimanya pada abad ke 12 . gereja Roma telah memberikan sumbangan semangat organisasi bagi gereja inggris, sedang para misionari Irland memberikan semangat misi dan gemar misi , sehingga seni dari biara Irland telah dihisap oleh gereja inggris. Para misionary juga sering ke Roma. Karena berkembangnya seni, maka di inggris juga timbul gerakan rasionalis yang diwakili oleh Bedeo (672-735 A.D) Sepanjang hidupnya ia tinggal di rumah biara Yarraow dengan sekuat tenaga ia mempelajari karangan ilmiah.

Karangan –karangannya:”chonologi”,fenomena alam”, ”Homiletics” ,”Hymas” , ”riwayat orang suci dan Ecclesiastical History of the Anglosaxon”, karangan-karangan ini memberi sumbangsih yang sangat besar bagi sejarah gereja pada kemudian hari.

PASAL II
GERAKAN PENGINJILAN DI EROPA DAN
PERKEMBANGAN KEKUASAAN PAUS

Pada akhir abad ke 5 , setelah prancis menjadi negara Kristen, maka terdapat hubungan yang ereat antara Negara dan Gereja.. tetapi pada akhir abad ke6 gereja mulai merosot, pengangkatan Uskup dan kepala rumah Biara selalu berhubungan dengan politik, harta gereja dikuasai oleh pemerintah, walaupun Gregori berusaha memulihkan kuasa gereja Prancis, tetapi hasilnya tidak banyak. Pada 687 Pipin telah merebut kekuasaan melalui suatu peperangan dia mati 714. pada 715-741 anaknya (anak haram) , mengambil kesempatan merebut kekuasaan , dan pada tahun 732 Dia mengalahkan tentara Islam di Dore di Poitiers yang menyerang ke Eropa Barat. Karena ia melihat bahwa gereja berfaedah bagi tindakan politiknya , maka ia setuju untuk mengutus Misisnaris ke Jerman dan Belanda, dengan tujuan merampas harta gereja dan kekuasaan gereja, tetapi semangat misi dari gereja telah merubah kemerosotan gereja serta menjadikan Jerman Barat sebagai wilayah Kristen.

Setelah Charles Martel meninggal 741-747, pada 741 kekuasaan dibagi oleh kedua anaknya: carloman 741-747 dan Pippin741-768, keduanya lebih aktif dalam hal agama daripada ayahnya. Mereka membantu Bonifase melenyapkan tindakan-tindakan dan kebiasaan –kebiasaan yang jelek dalam gereja. Pada 742 AD, telah mengadakan beberapa kali sidang gereja dan menghapus uskup-uskup yang tidak mempunyai tempat kediaman tetap. Melarang gembala sidang untuk menikah memperketat siasat terhadap klerus. Pada 747 AD,dalam suatu sidang menetapkan paus mempunyai hak penghakiman, ealaupun tidak diterima oleh negara perancis.Tetapi hal-hal ini telah mendatangkan perbaikan terhadap organisasi, kehidupan dan tatacara gereja, walaupun kuasa paus bertambah, tetapi politik juga makin berkuasa dalam gereja. Pada masa tuanya, Boneface meminta Paus mengutus ia mengabarkan injil ke Frisians, ketika ia sampai disana ia dibunuh oleh orang-orang kafir, maka ia mendapat sebutan kehormatan sebagai martir. Pelayanannya seumur hidup sangat baik bagi penginjilan dalam gereja, juga lebih menyatukan gereja sehingga gereja makin teratur, juga merupakan keutuhan gereja pada masa itu.

PASAL III
ORANG PERANCIS DAN KUASA PAUS

Gregori III mengadakan sidang pada 731 A.D. yang menetapkan akan memecat orang-orang yang menentang penyembahan berhala. Kaisar Roma menentang keputusan ini , maka memerintahkan seluruh gereja Italia Selatan dan Sicilia keluar dari penguasaan paus Roma dan menggabungkan diri di bawah penguasaan Paus Constantine.

Sedangkan politik di kota Roma sering terdapat campur tangan paus , maka gereja timur dan barat sama sekali putus hubungan , hal ini di sebabkan persoalan penyembahan patung-patung ; di tambah pula serangan dari orang-orang Lamba, maka Paus di Roma sangat tersendiri, demi keamanannya , ia meminta pertolongan dari Perancis. Pada tahun 739 A.D. Gregory III meminta pertolongan dari Charles Martel untuk menyerang orang-orang Lamba, tyetapi tidak ditolak, sedangkan Pippin Jr. Membantu dengan baik. Pada 751 A.D. ketika menyerang orang-orang Lamba juga mangadakan suatu gerakan , yaitu menurunkan raja Perancis Gildeli III yang tidak berdaya dengan memaksanya masuk ke rumah biara. Pippin mengangkat dirinya menjadi raja perancis, gerakan di setujui oleh bangsawan dan gereja perancis, maka di bawah penobatan Paus Pippin Jr. Menjadi raja perancis yang sah. Ada yang mengatakan Bonefase yang melakukan penobatan ; tindakan ini berarti raja harus tunduk kepada paus yang berhak mengangkat dan memberhentikan raja. Tindakan ini mengakibatkan perselisihan antara paus dengan raja pada kemudian hari, oleh sebab itu tindakan Pippin ini sangat mempengaruhi sejarah gereja . Pippin yang menjadi raja di bawah pertolongan paus , maka untuk membalas budi , ia memimpin pasukan perancis merebut kembali daerah-daerah Italia yang dulu di rebut oleh orang-orang Lamba, pippin menyerahkan daerah-daerah tersebut pada paus, tetapi orang-orang Lamba tidak segera memberikan daerah tersebut pada paus , maka pada 766 A.D. Pippin sekali lagi memimpin tentara menyerang orang-orang Lamba , sejak saat itu , daerah-daerah itu di bawah penguasaan paus . Maka timbullah kekuasaan paus yang dipertahankan hingga tahun 1870 A.D. paus setelah memiliki daerah penguasaan tetapi daerah ini terlalu kecil, tidak cukup untuk memperkembangkan kekuasan nya , maka timbullah pemalsuan dokumen , yaitu memalsu perintah Constantine, di antaranya mengatakan bagaimana Constantine bertobat dan di baptis , kemudian mengatakan semua klerus ada di bawah paus dan pewarisnya serta menyerahkan hal penguasaan Roma dan italia barat pada paus , yang berarti Roma barat menjadi berdiri sendiri . penipuan ini terbongkar oleh uskup Kutze pada 1433-1440 A.D.

PASAL IV
KAISAR CHARLEMAGNE DAN SERANGAN ISLAM

Setelah Pippin meninggal pada 768 A.D. ia menyerah kan kekuasaannya kepada kedua anaknya yaitu Charles dan Charloman . Charlomanmeninggal pada 771 A.D. Nwgara kembali di satukan oleh Charles Magne berkuasa berarti agung. Dia adalah saeorang serdadu yang mempunyai bakat militer , ia adalah tokoh utama , di dalam kekuasaan kerajaan ia memperluas daerah yang ditinggalkan ayahnya sehingga berlipat ganda, menjelang kematiannya daerah-daerah yang di kuasai termasuk Perancis , Perdia , Belanda , Jerman , Austria , Honggaria , sebagian besar dari Italia dan Timur Laut Spanyol , selain memperbesar kekuasaan militer ia juga menyatukan kekuasaan pilitik dan menjaga keamanan . Sepanjang hidupnya ia giat mempelajarri ilmu pengetahuan dan mengasihi gereja.

Pada tahun 774 A.D. dan 777 A.D. ia dua kali mengalahkan orang-orang Lamba serta menganghgap paus hanya sebagai uskup , bukan wakil kekuasaan yang berdiri sendiri. Selama tahun 772-804 A.D. , ia berkali-kali mengalahkan tanah jerman yang di bawah penguasaan Saxon serta mendirikan daerah keuskupan dan rumah biara di dalam wilayah Saxon. Sehingga pekerjaan PI dapat berlangsung. Bangsa Saxon adalah bangsa yang terkemuka di antara bangsa jerman , mempunyai pengaruh terhadap pekerjaan P.I . Di samping meluaskan kekuasaan politik ia juga memperbesar kekuasan Kristen sehingga seluruh Eropa di Kristenkan. Pada tahun 800 A.D. Leo ke-3 menaruh mahkota di atas raja ini , untuk membalas kekuasaan paus . Ini adalah memberikan kekuasaan Augustus kepada dirinya , secara teoritis ini adalah masa ke jayaan juga menyelesaikan perselisihan antara kekuasaan militer dan Gereja Barat, ia menganggap inilah tergenapnya cita-cita Augustine tentang negara Allah. Pada masa kerajaan Charles ini , perkembangan ilmu pengetahuan Eropa Barat mencapai keemasan, teristimewa di rumah biara British, teristimewa di dalam sastra dan ilmu berpikir. Charlemagne mendapat pertolongan yang besar dari rumah-rumah biara. Alcuin 735-804 A.D. murid dari biara York, ia menjadi pembantu utama dari Charlemagne sejak 781 A.D. ia sangat memperhatikan sastra klasik dan tafsiran Alkitab . Paus tahun 796 A.D.Charle nagne mengangkat Alkuin sebagai kepala rumah biara St. Martin . Dimana berkumpullah orang-orang dari berbagai negeri untuk belajar sehingga pusat pengetahuaan dan kebudayaan terjadi di negara perancis. Hal ini menyatakan bahwa Charlemagne berusaha mengumpulkan orang-orang yang berbakat , walaupun ia bukan seorang sastrawan , tetapi ia rajin sehingga menciptaka suasana ilmiah yang baik.

Kemajuan ilmiah menimbulkan diskusi teologia uskup spanyol mengabarkan suatu teori Adoptisme , yaitu dari sifat ke-illahian , ia adalah anak Allah dari kemanusiaan ia adalah anak angkat. Pada tahun 793 A.D. di dalam sidang Regensburg dan tahun 794 A.D. di Frankfurt Charlemagne mempermasalahkan teori ini . ia menganggap dirinnya sebagai pelindung gereja dan membimbing teologia. Ia juga menegur kepuitusan sidang Nicea yang menyetujui persembahan patung. Ia juga mengeluarkan Libicarolini yaitu yang mengeritik keputusan sidang Nicea ke-2 membela bagi pendiriannya. Pada tahun 809 A.D. di sidang Athena ia mengusulkan menambahkan perkataan Roh Kudus adalah keluar dari Allah Bapa dan Allah Anak. Di dalam Credo Nice Contantinopel sebagaimana yang dilakukan oleh gereja spanyol, hal ini hanya meminta persetujuan dari ahli teologia tanpa meminta persetujuan paus.

Musuh terkuat dari kebudayaan Eropa pada abad ke-7 bukanlah bangsa primitif , melainkan penganut agama islam yang berkebudayaan tinggi. Pada tahun 632 A.D. mereka menguasai Syria, Timur Tengah, Asia Tengah, Tiongkok dan kepulauan Asia tenggara. Tahun 638 A.D. menguasai Syiria, 643 A.D. Mesir, akhir abad ke-7 Roma Barat, 697-705 A.D. Afrika Utara, 711 A.D. sampai 713 A.D. Spanyol . Perancis pun didalam keadaan yang berbahaya. Untunglah pada tahun 732 A.D. Charlemartel mengalahkan tentara Islam di Poitirs. Sehingga agama Kristen tidak di musnahkan. Serangan Islam mendatangkan bencana yang besar bagi agama Kristen di Antiokhia, Yerusalem, Alexandria tinggallah puing-puing gereja. Gereja-gereja yang dirusak dan dijadikan masjid di Syiria meliputi dari 10.000, gereja di Utara peninggalan-peninggalan Tertullian, Cypurian dan Augustinus telah di musnahkan sehingga tertinggal kelompok-kelompok kecil. Setelah serangan islam terhadap kristen ini , untunglah terjadi kebangunan oleh Charlemagne, teristimewa di dalam hal sastra dan teologia sehingga gereja barat dapat terpelihara yang kemudian menimbulkan rout P.I ke ujung bumi yang baru. Inilah pelajaran dari kesengsaraan yang terulang nya sejarah kisah-kisah rasul-rasul 8.

PASAL V
SISTEM GEREJA

Gereja memakai Roma sebagai pusat , dan menjadikannya daerah gereja desa di bawah gereja kota. Sistem ini berkembang dengan pesat pada abad ke-6 di perancis. Gereja-gereja di desa perancis sebagian besar didirikan oleh tuan tanah, mereka mempunyai kekuasaan untuk mengangkat gembala. Charlemagne melihat keadaan ini maka memintakan uskup selain mempunyai hak untuk mengangkat gembala, juga berhak untuk melakukan hukuman serta menantikan dana perpuluhan. Gembala setempat juga menarik dana dan memakainya. Pada saat itu banyak orang yang mempersembahkan tanahnya kepada gereja sehingga gereja menjadi semakin kaya.

Pada raja Calorin , sepertiga dari tanah perancis adalah milik gereja, pada masa Charlemagne sangat populer berkhotbah dan banyak didapatkan catatan khotbah. Juga sangat populer mengenai pengakuan gereja. Setiap orang Kristen harus menghafal doa Bapa Kami dan Iman Rasuli. Charlemagne juga memperkembangkan sistem keuskupan , ketika ia naik tahta di seluruh perancis hanya ada satu uskup , tetapi ketika ia meninggal sudah ada 22 keuskupan karena ia memperkenalkan keuskupan propinsi, yang sebelumnya di hapus. Uskup agung berhak mengadili dan menghukum uskup-uskup daerah , tetapi setelah berkembangnya kuasa paus, maka sistem keuskupan di hapus. Tetapi uskup-uskup propinsi tetap mengadakan sidang pada waktu tertentu dan membicarakan persoalannya pada lingkungan keuskupan. Agar mempunyai sistem yang teratur bagi Klerus, maka ia mengusulkan Vita Canonica suatu sistem kehidupan yang berdisiplin. Perbaharuan terhadap gereja ini dimulai sejak Boniface yang ke-3.

PASAL VI
KEMEROSOTAN KERAJAAN ROMAWI DAN
KEBANGUNAN AGAMA KRISTEN

Charlemagne setelah meninggal , maka mulailah runtuh kekuasaannya , anaknya Louis (814-840 A.D) adalah orang yang sangat baik , tetapi ia tidak pandai dalam mengatur urusan pemerintahan , oleh sebab itu setelah ia meninggal, ananya telah membagi negara bagi dirinya. Lothair (843-855 A.D.)mendapat perancis dan italia , Louis mendapat jerman (843-875 A.D. ), Charles (843-877A.D) mendapat sebagian dari perancis. Karena beberapa saudara ini tidak sehati, maka sering di serang oleh bangsa Norman dari Eropa Utara, pada 911 A.D. mereka telah mendirikan kerajaan Norman di wilayah perancis. Sedang kan bangsa Saracen menyerang italia. 841 A.D. mereka menyerang kota Roma, bahkan merusak gereja St. Peter. Awal abad ke-10 Honggaria juga sering menyerang perancis dan italia. Di dalam keadaan yang demikian , pertahanan dalam negeri menjadi lemah, sehingga kekuatan daerah mekin bertambah, masing-masing menjadi penguasa daerah otonom, yang tidak dapat di atur lagi oleh pemerintah pusat, sehingga gereja setempatpun terancam , keadaan ini berlangsung terus hingga abad ke-13. untuk menyelamatkan diri maka beberapa uskup yang berbakat mulai memulihkan sistem sentralisasi kekuasaan gereja, maka kekuasaan paus juga sangat berkembang, pada saat itu uskup agung dari Mainz dan kepala rumah biara Fulda, Rabanus Maurus (776-854 A.D.), ia sebagai pendorong pendidikan teologi dan ahli menafsir Alkitab. Karangannya termasuk sebuah (”Ensyklopedia”), yang sangat mempengaruhi teologi pada masa itu. Ada pula Hinmicar of Rheims (806-882 A.D ), ia adalah seorang yang ahli debat dari dunia teologi katholik. Kita tidak jelas tentang pokok perdebatannya , pada saat itu ada yang mempelajari Teologia Augustine hingga timbul perdebatan pikiran saat itu ada dua golongan:

Golongan pertama: Seorang biarawan yang bernama Baskasiu, ia adalah ahli Teologi Yunani dan Latin, ia telah menulis sebuah karangan tentang perjamuan suci dengan judul ”Corpore et Sanguine Domini” (=tubuh dan darah tuhan). Dalam karangan ini di satu pihak berdasarkan Teologi Augustinus menganggap orang yang menerima perjamuan suci harus beriman, dilain pihak ia berdasarkan Yunani , menganggap perjamuan suci sebagai makanan yang kekal. Ia menganggap setelah roti dan cawan diberkati , sungguh-sungguh menjadi darah dan tubuh Kristus. Inilah teori Transubtantiation. 844 A.D. biarawan Raterlanu mengatakan dalam perjamuan suci, tubuh dan darah Kristus secara mistik turun ke dalam cawan dan roti , tetapi tubuh dan darah yang di salip.

Golongan kedua : ialah dibawah Cotersalak (808-868 A.D.). dalam menyelidiki teori Augustinus ia mengajukan teori
Dwi-Predestinasi, yaitu Allah menetapkan orang yang diselamatkan dan menetapkan orang-orang yang binasa. Pikiran ini telah di tetapkan sebagai bidat pada sidang Mainz (848 A.D.)tetapi teori ini dianut oleh banyak orang.
Setelah kehancuran kekuasaan Charlemagne, gereja-gereja perancis merasa putus asa terhadap negara , maka mengalihkan pandangan pada paus, dengan harapan paus dapat menyatukan gereja. Pada saat itu Leo IV (847-855 A.D. )mendapat dukungan dari italia selatan dan mengalahkan orang-orang Saraken , serta mendirikanb tembok benteng di sekitar gereja St. Peter dengan menyebutnya sebagai kota Leo. Nicholas I(858-867 A.D. )adalah seorang uskup yang sangat berbakat. Ia inggin merealisasikan cita-cita Augustine tentang negara Allah. Dalam pikirannya, gereja lebih tinggi dari kekuasaan dunia, paus adalah penguasa dari keseluruhan gereja. Uskup-uskup adalah utusannya. Di dalam dua suasana yang terjadi ia telah berhasil meninggalkan kekuasaan paus, yaitu ketika raja perancis Laulin menceraikan istrinya dan meniikah dengan kekasihnya, walaupun hal ini di setujui oleh uskup Koln dan Machi, tetapi di tolak oleh Nicholas I, ia juga memecat kedua uskup tersebut tindakan ini telah menjamin kedudukan wanita dan mematahkan kedua uskup. Peristiwa kedua ialah ketrika uskup Rothata di pecat oleh uskup Agung Hincemar, Rothata naik banding pada Nicholas I, dan jabatannya dipulihkan , hal ini menyatakan Nicholas menempatkan diri sebagai orang yang membela para uskup, sehingga ia mendapat dukungan dari para uskup. Nicholas menganggap dirinya mempunyai hak pengadilan yang tertinggi.

Peristiwa yang lain menyebabkan perselisihan timur dan barat makin bertambah. Yaitu ketika raja Constantinopel, Michael III tidak mampu dan kekuasaan ada di tangan pamannya Barl. Barl adalah seorang yang mempunyai nama buruk, maka hal itu tidak disetujui oleh uskup Ignatius dan melarang Barl untuk mengikuti perjamuan suci, tetapi Barl memecat Ignatius dan mengangkat Fetius (858-886 A.D. )sebagai uskup. Nicholas III mengutus dua uskup untuk menyelesaikan persoalan ini. Kedua uskup ini mendukung Fetius sebagai uskup , tetapi Nicholas memecat Fgetius pada 863 A.D. hal ini di tentang Fetius , ia mengemukakan kesalahan –kesalahan dan bidat-bidat gereja barat , misalnya menambahkan perkataan ”dan dari anak ”ke dalam Credo ( mengenai Roh kudus ), berpuasa pada hari saptu. Dalam masa puasa hanya makan susu , mentega , keju serta memaksa gembala harus membujang. Dan hanya uskup yang boleh memimpin perjamuan suci dan upacara peneguhan dan lain-lain. Pada 867 A.D. fetius mengadakan sidang di Contantinopel. Dan memutuskan paus sebagai orang yang berdosa. Hal ini lebih menyebabkan antipati gereja timur dan barat . pada 1054 A.D. gereja barat dan timur telah pecah total.

PASAL VII
KEMEROSOTAN AGAMA KRISTEN DAN
KEBANGUNAN KERAJAAN ROMA

Kekuasaan paus memuncak pada masa Nicholas I, tetapi 25 tahun setelah ia meninggal maka kekuasaan paus runtuh total. Hal ini disebabkan kekacauan politik, dan hancurnya pemerintahan, ketika kekuasaan paus meningkat hingga
hingga satu taraf tertentu , maka sering di pengaruhi oleh politik dan menjadi boneka dari kuasa roma , karena paus dipilih dari para klerus yang ada di Roma, maka sering disertai dukungan politik. Pada abad ke-9 sering kali terjadi kekacauan politik yang menyangkut pula si paus. Misalnya Stepent V (885-896 A.D. berdasarkan dari Lord Kitor, mendapat suatu sebutan raja , formosa (891 – 896 A.D. )juga dengan kuasa Kitor menbatkan anaknya Lambard sebagai raja, tetapi tidak lama kemudian Formosa mendapat bantuan dari Arnulf dan melepaskan diri dari kuasa Kitor. 887 A.D. Arnulf terpilih sebagai raja jerman, ia menyerang kota Roma ,888 A.D. formosa diangkat sebagai raja , tetapi beberapa bulan kemudian Lambert kembali dan bersekutu bersama Stephen VI (896-897 A.D.) dan merebut kembali kuasa Roma. Ia menggali mayat Formosa dari kubur , dan dibawa keruang sidang , dijatuhi hukuman dan menyiksanya dengan berbagai cara. Hal ini menimbulkan huru-hara sehingga Stephen IV tertangkap dan digantung di dalam penjara.

Pemerintah diambil alih oleh organisasi politik sehingga kuasa paus menjadi berkurang. Sejak dari Stepend VI (897 A.D.) hingga John XII (955 A.D.), terdapat 17 orang paus. Pengangkatan paus yang sanmgat bangsawan sangat mempengaruhi politik Roma , theophylact dan kedua anak perempuannya, yang sangat liberal theodore dan Marozia yang bernama Alberict ia adalah seorang yang sangat berbakat dan kuat. Ia mendatangkan pembaharuan bagi roma. Pengangkatan bagi paus semua di tetapkan olehnya . setelah ia meninggal, anaknya Octavia menjadi raja, ia ingin menjadi paus , maka pada 955 A.D. ia terpilih sebagai paus dengan sebutan John XII (955-964 A.D. ). Ia dianggap Berengar II yang menguasai setengah dari wilayah italia , itu adalah suatu ancaman bagi dirinya , maka ia meminta bantuan dari raja perancis , Otto I untuk merebut kembalidaerah tsb. Hal ini meriubah keseluruhan keadaan gereja Roma dan membuka suatu masa yang baru bagi perkembangan kuasa gereja.

Tindakan I yang dilakukan Otto I ialah memperkuat pertahanan dalam negeri, ia menyebabkan semua bangsawan tunduk pada dirinya dan hal ini mendapat pertolongan dari uskup-uskup daerah dan kepala rumah biara, karena mereka diangkat oleh Otto I , maka mereka selain sebagai pimpinan gereja mereka juga adalah pejabat pemerintahan . keadaan ini berlangsung terus hingga masa Napoleon , dan keadaan ini pu;lalah yang menimbulkan perebutan hak pengangkatan antara gereja dan politik. Otto ke I berambisi menyerang italia ,951 A.D. ia pertama kali menyerang italia dan ia beroleh kuasa pemerintahan , tetapi 953 A.D. terjadi insiden dalam negara, 955 A.D. terjadi penyerangan dari honggaria, maka penguasan italia baru terlaksana pada tahun 961 A.D . pada 2 februari 962 ad. John XII menobatkan Otto I sebagai raja dari negara roma yang suci. Dapat dikatakan ia sebagai penerus dari kerajaan augustus dan charlemagne. Kerajaan ini berlangsung terus hingga 1806 ad. Secara teoritis , kuasa roma telah mencampuri urusan gereja , tetapi menobatkan raja masih dilakukan oleh paus yang menyatakan menguasai mengakui kekuasan paus. John XII merasa bahwa kekuasaan otto I juga menyadari hal ini. Maka pada 963 ad. Ia memaksa orang roma mengakui kuasanya dalam pemilihan paus. Setiap paus yang diangkat harus melalui persetujuannya. Maka ia memecat John XII dan memerintah orang Roma mengangkat Leo VIII (963-695 ad.) sebagai paus. Tetapi ketika kuasa otto I meninggalkan Roma, john xii menjadi paus lagi setelah ia meninggal, pemerintah Roma mengangkat Benedict V sebagai paus. Tidak lama kemudian otto I kembali ke roma dan mengusir Benedict dan Leo VIII kembali menjadi paus. Tidak lama kemudian Leo VIII meninggal, otto I mengangkat John XIII sebagai paus (965-972 ad.). setelah otto I meninggal dunia, anaknya Otto 2 naik tahta (973-983 ad.), cara pemerintahannya dan cara menghadapi paus sama dengan ayahnya. Otto III ( 983-1002) mempunyai bakat
yang lebih besar dari otto II , ia merebut kekuasaan dari partai politik Roma dan mengangkat saudara sepupunya Gregory v sebagai paus (996-999). Ia adalah orang jerman yang pertama kali jadi paus, setelah ia meninggal, gurunya Sylvester III(999-1004 A.D.), diangkat sebagai paus , ia adalah seorang orang perancis yang pertama kali menjadi paus. Setelah Otto III meninggal, Henry II (1002-1024 ad) menjadi raja. Ia berniat memperbaiki gereja. Ia bersikap baik pada paus Benedict VIII, serta meminta Benedict VIII untuk menobatkan dirinya.

Dalam sidang di Pavia tahun 1022 A.D. paus dan raja hadir bersama-sama; Henry II menganjurkan agar Benedict VIII mengeluarkan perintah lagi agar melarang gembala menikah dan mengadaklan pemnaharuan – pemnaharuan gereja. Setelah Henry II meninggal , Kemlat II (1024-1039 A.D. ) sebagai raja. Ia dapat dapat dikatakan raja yang paling lama berkuasa diantara raja-raja jerman. Ia memusatkan perhatian pada hal-hal politik. Setiap pejabat gereja yang baru pasti berhubungan dengan politik. Pada sat itu ada sekelompok orang yang mengangkat John XIX sebagai paus (1024-1032 A.D.), setelah ia meninggal dunia mengangkat keponakannya yang berumur 12 tahun sebagai paus dengan sebutan Benedict IX (1034-1048 A.D.), moral kedua orang ini sangat rusak, keadan sangat kacau, hingga Henry III naik tahta baru keadaan mulai berubah (1039-1056 A.D.).

PASAL VIII
GERAKAN REFORMASI CLUNY

Cluny adalah sebuah tempat di perancis selatan. Pada 910 A.D. seorang bangsawan yang sangat beribadat, William mendirikan sebuah rumah biara di Cluny yang sangat terkenal. Rumah biara ini tidak dibawah uskup ataupun pemerintahan, mereka mempunyai hak otonom, mereka hanya dilindungi oleh paus. Hasil dari tanah mereka tidak di pakai untuk keperluan dunia. Mereka memakai tata cara biara Benedict, dengan keras menghendaki kehidupan askese, kepala rumah biara ini adalah orang-orang yang sangat berbakat dan bermoral tinggi.

Yang pertama bernama Berno (910-927A.D), yang kedua Odo ( 927-942 A.D) adalah orang yang sangat rajin bekerja dan menjadi teladan. Kemudian rumah biaradi Italia dan rumah biara yang lain meniru peraturan Cluny, rumah biara Cluny menjadi suatu aliran tersendiri, serta mengatur rumah biara yang ada di sekitarnya. Pada mulanya pendirian rumah biara Cluny bukannya untuk mengatur sistem gereja, tetapi untuk memperbaiki dan menjadi teladan dari rumah-rumah biara yang lain. Tetapi setelah Berno meninggal pada 927 A.D. telah ada 6 rumah biara di bawah rumah biara Cluny yang ke-5, mereka telah mendirikan berberapa rumah biara dan memperbaharui ruma-rumah biara , serta mengangkat kepala rumah biara , sehinggga prblem-problem tersebut harus hrus minta pertimbangan dari Cluny, sehingga rumah-rumah biara itu ada dibawahnya, menjadi rumah biara yang bersistem. Rumah biara itu mengadakan gerakan ” Cease fire of God”, yaitu semua peperangan antara bangsawan harus dihentikan. Ketentuan ini berlaku mulai Rabu senja hinga senin pagi. Waktu ini sama dengan waktu kerengsaraan Yesus, yang mengadakan peperangan pada waktu ini akan dihukum oleh gereja, walaupun gerakan ini motifnya baik, tetapi tidak dapat menyeluruh.

Gerakan Cluny selain memperbaiki rumah biara, juga memperbaiki kehidupan para Gembala pada umumnya. Hingga pertengahan abad 11, aliran Cluny mutlak menentang Simonism (Kis. 8:18-24) dan Nicolaitism (Wahyu 2:6,14,15) Simonism ialah dengan uang dan cara yang l;icik memperoleh jabatan suci, Nicolaitism ialah gerakan yang merusakkan kehidupan membujang dari para gembala atau mengambil selir. Aliarn Cluny berdasarkan standard moral pada saat itu mempertinggi kedudukan orang-orang yang menjabat jabatan gereja. Pada pertengahan abad 11 mereka mengangap semua Klerus yang diangkat oleh kaum awam, tuan tanah , dan pemerintah adalah Simonism. Pikiran askese sangat populer pada abad ke 10 dan 11. di Italia ada seorang Romerd (950-1027 AD), mengorganisir tempatpenginapan para biarawan dan mengutus para misionaris ke pelbagai tempat untuk mengabarkan Injil. Diantara orang-orang yang menginap di padang belantara ini masih ada hungga kini. Peter Damina (1007-1072 AD) juga sangat aktif dalam mengembangkan rumah biara sudah dimulai sejak abad 11.

Henry II dan Henry III (1039-1056 AD), menganggap gerakan ini mempunyai pengaruh yang sangat besar. Kepala rumah biara Cluny, Hugh adalah orang kepercayaan dari Henry III, ayah dari permaisuri juga seorang yang sangat mendukung reformasi Cluny. Maka Henry II adalah seorang yang bejiwa agama. Ia memegang kuasa untuk mengangkat pejabat gerja dan tidak dapat disuap. Ia menilak Simonism uskup-uskup yang diangkat selalu bermoral tinggi dan berani dalam pembaharuan agama. Pada saat itu di Roma terjadi perebutan kuasa Paus sehingga kacau balau , maka Henry III turun tangan, Benedic IX yang diangkat sebagai Paus adalah seorang yang bodoh dan tidak berguna, maka pada 1044, diusir oleh aliran Gerasiansiu dan mengangkat kepala dari aliran tersebut sebagai Paus dengan sebutan Sylvester III (1045-1046), tetapi Benedic IX yang diusir kembali ke Roma dan merebut kembali sebagian kekuasaan. Ia menjual jabatannya pada Gregory VI dengan 2.000 Poun, karena tidak banyak yang mengetahui jual beli ini, maka ketika upacara pentahbisan juga banyak yang mengadakan pembaharuan ikut serta. Sedangkan Benedic IX juga tidak mau melepaskan sepenuhnya kuasa Paus, sehingga pada saat itu di Roma terdapat 3 orang Paus, sehingga mereka yang mempunyai dan menguasai satu gereja mulai saling menyerang. Maka Henry III mengadakan sidang pada Desember 1046. memberhentikan Silvester dan memaksa Gregory meletakan jabatan serta membuangnya ke Jerman. Beberapa hari kemudian mengadakan sidang lagi di Roma dengan memecat Benedic IX, serta mengangkat seorang Uskup dari Jerman dengan sebutan Clement II (1046-1047). Kerena kemerosotan Gereja, maka pembaharuan yang dilakukan Henry II sangat mengambil hati penduduk, sehingga Cluny juga mendukung tindakan politik Henry III.

PASAL IX
PERPECAHAN KUASA AGAMA
DAN KUASA KERAJAAN

Tindakan Hendry III dalam mencampuri urusan gereja walaupun mendapat dukungan mayoritas, tetapi masih banyak yang menentang. Hanya karena besarnya kuasa politik maka mereka tidak berani mengadakan perlawanan atau pembaharuan setelah Victor II, meninggal, rakyat Roma dibawah pimpinan tokoh Reformasi mengangkat Stephen X sebagai Paus (1057-1058) Hal ini disetujui oleh raja Jerman. Stephen adalah seorang yang progresif. Pada saat itu ada seorang cardinal yang menulis sebuah buku dengan judul Three books aggainst Simonies” tiga kitab tentang menentang jual beli jabatan suci. Dalam buku ini ia mengatakan kaum awam tidak boleh memangku jabatan gereja pada saat itu dengan sebuah tongkat dan sebentuk cincin yang diberi oleh Paus, maka seorang dapat memangku jabatan suci, sedangkan hal ini sring diperoleh dengan jual beli. Ketiga karangan ini untuk menentang kuasa raja dan mencampuri kuasa gereja., tetapi Stephen 10 takut akibat hal ini, maka ia tidak berani mengambil tindakan . Tetapi seminggu setelah Stephen IX meninggal , pemerintah mengambil kesempatan menguasai gereja dan mengangkat anteknya Benedict X sebagai Paus, sehingga reformator-reformator tersebut terpaksa melarikan diri. Gerakan pembaharuan dalam keaadaan berhenti.

Saat itu seorang reformator , Hildebrand berhubungan dengan sebagian penduduk Roma dan mengangkat Nicholas II sebagai Paus, tetapi kuasa masih ada di tangan Holdebrand. Persoalan yuang terutama ialah bagaimana menyelamatkan kuasa gereja dari tangan raja tetapi kuasa gereja itu harus mempunyai jaminan. Pada 1058 AD, di dalam sidang di Roma, Nicholas mengajukan suatu keputusan yang penting tentang pemilihan Paus, kjetetapan ini masih berlaku hingga saat ini. Walaupun ada perubahan sedikit tetapi prinsipnya masih tetap. Isinya sebagai beriku: memilih Paus harus sebagaimana memeilih Uskup, yaitu dipilih oleh para Uskup dan anggota. Juka Paus meninggal, maka oleh Kardinal mengajukan beberapa calon dan dipilioh oleh Uskup dan jemaat. Pemilihan Paus dapat dilakukan dimana saja, begitu terpilih langsung memangku jabatan. Hal ini telah menggeser kuasa politik dalam pemilihan Paus. Tioga bulan setelah Nicholas II meninggal, anselm terpilih sebagai Paus dengan sebutan Alexsander II (1061-1072), tetapi kalangan Kerajaan menentang pemilihan cara ini, maka sebagian orang-orang yang menentang cara pemilihan ini beserta kalangan kerajaan mengadakan sidang gereja di Basel (jerman) dan memilih Cadalus sebagai Paus. Tetapi kekuasaan Alexander I makin bertambah, pada 1064 diadakan sidang Mantoa yang dihadiri oleh wakil-wakil tingkat tinggi dari gereja Jerman dan Italia, menetapkan Alexander sebagai Paus, sehingga kekuasaan Paus makinbertambah. 1065 Henry III telah dewasa untukmenyatakan kuasa raja Jerman, ia mulai mengangkat uskup-uskup. Ia mengangangkat Kophly sebagai uskup agung dari Castelid. Tetapi Alxander II menuduhnya menjual-belikan jabatan suci, serta mengangkat Atho sebagai Uskup agung dari Castelid. Persaingan ini berakhir pada 1072 AD. Yitu setelah Alexander II meninggal.

PASAL X
GERREJA BAGIAN TIMUR
SETELAH PERTIKAIAN TENTANG GAMBAR

Kemenangan tentara Islam pada abad ke 7, sehingga banyak kota Roma Timur yang dikalahkan. Bahkan Constantinopelpun dlam keadaan bahaya pada ke 8. pada saat itu di Roma Timur timbul raja yang sangat kuat, Leo III (717-740) yang melawan serangan Islam sambil mensstabilkan keadaan dalam negeri juga membangun kembali kota konstantinopel. Dlam keadaan yang gawat ini, jemaat bersandar pada gambar-gambar, mereka menganggap gambar dari bunda Maria dan seorang saleh yang lain dapat mendatangkan mujuizat, menolong mereka dari bahaya dan penyakit. Hal ini tersebar luas di kalangan rakyat jelata dan orang-orang yang tidak berpengetahuan, sebenarnya mengenai menentang penyembahan berhala sudah dimulai sejak abad ke-4 oleh St Ephipanus, ia ia menganggap penyembahan berhalla pada gambar adalah melanggar hukum, pada abad 8, beberapa Uskup dari Asia juga memakai kata-kata Ephipanus untuk menentang penyembahan berhalla. Ketika tentara Islam meyerang Roma, banyak orang Yahudi yang percaya pada Tuhan dan mengatur agama Kristen. Mereka juga sangat m,enentang penyembahan gambar-gambar. Sehingga orang Kristenpun ikut goncang dan dan meragukan kasiat pemeliharaan gambar. Leo III juga menganggap penyembahan berhalla sebagai bidat dan melarangnya.

Selain dikalahkan rakyat jelata, maka dirumah-rumah biara juga banyak praktek penyembahan gambar, karena memakai cara ini untuk memperoleh uang dari raktyat yang datang kerumah biara dan melakukan penyembahan. Jikalau Leo III melarang penyembahan gambar, berarti menutup sumber penghasilan dari rumah biara, maka pimpinan biara bangkit menentang keputusan Leo III, teristimewa pengrusakan gambar Kristus di depan pintu istana Constantinopel menimbulkan kemarahan rakyak dan pengaliran darah. Demikian pun di Italia Selatan dan Roama Timur 713 Paus Gregory III mengadakan sidang di Roma bahkan memecat orang-orang yang menentang penyembahan Berhalla. Demi membalas dendam, Leo III menyerahkan gereja Roma Timur ke bawah penguasaan uskup agung Constantinopel; setelah Leo III meninggal, Constantine V makin ekstrim dama menentang penyembahan berhala. Bahkan semua lukisan-lukisan di dalam gereja telah dirusak, tetapi tahun 780 AD. Karena ibu Constantine ikut dalam hal pemerintahan, sedangkan ia seorang yang sangat giat dalam penyembahan gambar, pada 787 di dalam sidang Nicea II, ditetapkan boleh melakukan penghormatan terhadap gambar, tetapi dilarang disembah. Pada 815 Roma Timur sekali lagi melarang penyembahan berhala, tetapi 842 gereja sekali lagi menerimA KEPUTUSAN SIDANG Nicea II, sehingga berhentilah gerakan anti penyembahan gambar. Setelah pertikaian ini maka timbullah pertikaian teologi di gereja Timur. Pada saat itu ada segolongan orang yang menyebut dirinya Paulisism, mungkin karena mereka sangat menjunjung tinggi Paulus. Pokok pipikran mereja dualisme. Percaya dunia diciptakan oleh roh jahat, dan hanya roh jiwa yang diciptakan oleh Allah yang baik. Kecuali surat Petrus, kitab yang lain adalah berita Allah yang adil mereka menganggap Kristus sebagai malaikat yang diutus oleh Allah yang adil. Mereka menganggap Kristus sebagai malaikat yang diutus oleh Allah. Tugas pokok Kristus ialah mengajar. Mereka menolah Nasionalisme. Mereka juag menentang formalisme dari gereja dan menolak otoritas gerej. Aliran ini mempunyai kuasa milioter yang kuat, sehingga cepat tersebar. Juga dihargai oleh orang-orang . pada 752 Constantine V memindahkan orang-orang dari aliran ini sebagai imigran ke Balkan Penisula, tindakan ini makin diperkembangkan pada masa John Chemisk menjadi raja (969) karena tindakan ini, maka pikiran tersebut juga tersebar ke lain daerah bersama para imigran.

PASAL XI
PERPECAHAN ANTARA
GEREJA BAGIAN TIMUR
DENGAN GEREJA BAGIAN BARAT

Pada abad 9 -11, karena kemerosotan akhlak para Paus dan adanya Simonism yang berkembang dipelbagai daerah, maka ada uskup-uskup yang mengadakan peperangan-peperangan, tindakan ini ditentang oleh gereja Timur, sehingga gereja timur memandang rendah pada gereja barat dan menganggap hanya gereja timur yang masih dapat mempertahankan iman kepercayaan gereja, maka Byzantin yaitu Contantin menjadi pusat gereja Timur. Mereka giat mengabarkan Injil pada suku Slaves, Soviet, Rusia serta mengijinkan mereka melakukan sakramen dalam bahasa daerah. Oleh sebab itu abad 9, gereja ortodoks Yunani berkembang di daerah Rusia dan Eropa timur. Tahun 988 Fletser I memerintahkan untuk membabtis para jemaat, rakyat dari daerah ini sangat mengagumi agama dan kebudayaan Bizantium, utusan Soviet yang ada di Bizantium mengatakan: setelh kami Di Yunani dan melihat tempat peribadatan mereka, kami tidak mengetahui apakah kami di bumi atau di Surga, karena di bumikami belum pernah melihat bangunan yang semegah ini. Mereka sangat mengagumi kemegahan dan keindahan ukiran-ukiran dari gedung gereja.

1024 raja Roma Timur, Basilius II meminta Paus mengakui bahwa gereja di Constantine adalah geeja yang Am di daerah Roma Timur. Hal ini untuk menyatakan hak pribadinya, Paus menolak permintaan tesebut, 1043 AD, Celurarius menjadi Uskup Agung di Constantine, ia sangat menyesali kerusakan dalam gereja barat dan menghrapkan dirinya menjadi Paus gereja timur. 1049 Leo IX menjkadi Paus Roma, ia memperbaharui sistem gereja dan memperoleh otoritas yang sangat besar, sehingga niat Celuralius menjadi langsung bentrok dengan Leo IX. 1053. Cerularius memerintahkan menutup gereja latin, menganggap melarang gembala menikah danmemakai roti tanpa ragi dalam sakramen adalah bidat. Leo IX juga mengatakan bahwa kedudukan Constantine tidak dapat sederajat dengan Roma. Ia mengutus Cardinal Humbert untuk menyelesaikan hal ini, Humbert adalah seorang yang sombong, sedangkan Cerularius adalah seorang yang sangat keras, ia tidak mengakui Humbert memecat Cerularius dari keanggotaan gereja dan meletakkan pengumuman tersebut di atas mimbar gereja st.Sphia. tidak lama kemudian gereja Constantine juga mengadakan sidang. Mereka mencela ibadat gereja latin, baik di dalam kepercayaan atau pun di dalam liturgi. Rakyat Yunani mendukung sidang ini, sehingga raja gereja Roma kehilangan dukungan dari gereja Yunani, gereja Timur termasuk Anthiokhia, Asia kecil, Bakalia Syria, semua mendukung Constantine dan berpisah dari gereja Roma. Pernah diadakan pembicaraan antara Paus dengan Uskup agung gereja Ortodoks Yunani, tetapi keduanya masih tetap belum bersatu.

PASAL XII
GERAKAN REFORMASI
DIBAWAH PIMPINAN KLERUS

Gereja Roma berada di jaman kegelapan sejak abad 9 hingga abad 11, gerakan pembaharuan yang seharusnya dipimpin oleh kalangan pimpinan gereja, berhubung pimpinan yang telah diambil alih oleh rumah biara, kemerosotan gereja menjadi puncak pada masa John XIX (1024-1032) dan Benedict (1032-1043). Beruntung pada tahun 1046 Henry III mengadakan pembersihan terhadap gereja. Karena Henry III selalu berhubungan dengan para biarawan maka pembaharuan mendapat dukungan orang banyak st. Peter damian dari Italia menyebut pembersihan yang dilakukan oleh Henry III sama dengan Yesus menyucikan Baiy Allah.

Ketika Pau yang diangkat oleh Henry III, Clement II, damasus II, dan Leo IX adalah orang Jerman yang penuh gairah revolusi, juga karena mereka sebagai orang Jerman maka gereja lepas dari pengaruh bangsawan Italia sehingga pembeharuan mulai dipimpin oleh Paus. Sebelum Leo IX diangkat sebagai Paus ia adalah pimpinan pembaharuan Loraine selama 23 tahun ia menjabat sebagai Uskup di Dor, setelah ia menjadi Paus ia menganganggap pembaharuan adalah tugasnya, ia melaksanakan sistem Cardinalship, ia banyak mengangkat banyak biarawan yang giat dalam pembaharuan di Loraine sebagai Kardinal, maka pembaharuan ini sangat pesat. Selama masa jabatannya, Leo IX sering menyeberang gunung Alps pergi ke Prancis dan Jerman untuk mengadakan sidang gereja. Hal ini bukan saja mempererat hubungan juga menambah kekuasaan Paus.

Sejak abad ke-4 uskup Milan, Amrose adalah seorang teolog yang lebih ternama dari uskup Roma, maka gereja Milan sering bersikap akan berdiri sendiri, ia berpendapat gembala boleh menikah. Setelah Leo IX menjadi Paus, karena ia didukung oleh biarawan dari Milan , maka ia melarang gembala di daerah Milan untuk menikah, sehingga hak mengatur daerah sendiri dari Milan terhapus. Pada abad 11 sering hal yang tidak diinginkan antara Paus dengan Uskup. Paus sering mengutus khusus ke pelbagai daerah mewakili Paus, tetapi utusan-utusan ini hanyalah biarawan atau majelis, sedangkan mereka mempunyai hal yang lebih tinggi darui uskup dan ikut campur dalam hal keuskupan, sehingga para Uskup anti pada Paus. Misalnya: Uskup Agung dari Mainz, Siegfried menentang Alexander II (1061-1073) yang bertindak melawan peraturan gereja. Uskup agung Leimar yang giat dalam pembaharuannya menentang Paus yang memaksa ia mengadakan sidang dalam wilayahnya. Oleh sebab itu pembaharuan yang dipimpin oleh Paus hanya terbatas pada beberapa Paus yang berpandangan jauh dan berwibawa.

PASAL XIII
PERKEMBANGAN KEKUASAAN
PIMPINAN ROMA KATOLIK

Dio dalam perkembangan kuasa gereja, Hildebrand adalah tokoh yang terkemuka (1025-1085) pada 1053 AD, ia diangkat bsebagai utusan khusus ke Prancis. Tidak lama kmudian diangkat sebagai Chiefof Deacon, sejak ini ia yang menentukan strategi gereja. Setela Alexander II meninggal pada 1003, rakyat mendukungnya sebagai Paus dengan sebutan Gregory VII (1073-1085), ia sering menentang hal-hal dosa, ia sama sekali tidak berkompromi atau pun mengalah. Ia tidak menciptakan pikiran teologia yang baru, ia mewarisi pikiran cardinald Humbert. Ia mempunyai tekad yang teguh dan dengan fanatik menghayati pikirannya, ia menganggap dirinya sebagai wakil st,.Ptrus, mempunyai otoritas yang mutlak, yang harus ditaati setiap orang, ia menganggap gereja dan negara sebagai mata hari dan bulan, berfungsi menyinari manusia.

Paus adalah ahliwaris dari st. Petrus, ia berhak menguasai raja , jika raja melanggar perintah / peraturan gereja, maka Paus berhak menghukum atau mengampuni. Ia memerintahkan semua Uskup harus taat pada pemerintahannya. Juga harus ke Roma untuk menerima jubah sebagai simbol jabatannya. Setelah menghadapinya di Roma, ia lebih dimuliakan. 1075, ia melarang Gembala menikah , melarang jual-beli jabatan suci, melarang kaum awam memegang jabatan suci. Semua klerus harus mendapat pendidikan biara, dalam upacara pentahbisan, raja boleh mengaruniakan cincin atau tongkat pada Uskup dan kepala rumah biara. Tetapi perintah-perintah ini tidak besar pengaruhnya, sebab para Uskup mempunyai wilayah sendiri bagaikan seorang bangsawan. Kekuasaan rohani tidak dapat dipisahkan dari kekuasdaan negara, di dalam politik ukup tunduk pada bangsawan, di dalam rohani bangsawan tunduk pada Uskup. Pada saat itu setengah dari tanah Jerman ada di dalam tangan Uskup dan rumah biara, maka persoalan kaum awam menjabat jabatan suci terus dalam perdebatan. 1076, Henry IV naik tahta, karena ia menjual jabatan suci ia ditegur oleh GregorY, melihat ketulusannyab , bukan hanya mengampuni bahkan mmemujinya. Setelah Henry IV memadampak pemberontakan dalam negeri maka kuasanya makin bertambah.

Gregory VII sekali lagi melarang kaum awam menjabat jabatan suci pada tahun 1075, tetapi Henry IV masih m,engangkat kaum awam Italia utara sebagai Uskup. Gregory VII mengeluarkan peringatan tyang keras, bila Henry IV tidak mau menghentikan tindakannya bukan saja ia dipecat dari keanggotaan gereja , bahkan akan diturunkan dari tahta. Jannuari 1076 Henry IV mengadakan sidang Uskup Jerman di Worms menyerang tindakan Gregory VII dan tidak mengakui jabatannya sebagai Paus. Mereka menuduhnya sebagai Paus yang merampas kekuasaan rohani dari uskup yang mereka peroleh ketika dibabtiskan. Demi kuasa dirinya ia meremehkan kuasa rohani rekan sekerjanya. Sehingga nama Kristus hampir lenyap karena tindakannya. Mereka menuduh bila dosa seseorang terdengar oleh Paus, Paus atau utusannya yang berhak mengampuni adalah suatu penyalah gunaan kekuasaan, maka mereka bersepekat bahwa sejak itu ,ia tidak lagi dapat menggunakan kekuasaannya. Keputusan ini di dukung oleh uskup Italia Utara, tetapi Gregory juga mempunyai reaksi yang sangat cepat. Pebruari 10-76 ia memecat semua uskup yang menentang dirinya. Memecat Henry IV dari keanggotaan Gereja dan tahta kerajaan. membebaskan bakti rakyat terhadap dirinya. Pada saat itu ada bangsawan-bangsawan yang tidak baik terhadap Henry IV yang ikut membantu Paus. Pada 1076 , mereka mengatakan jika sebelum 22 Pebruari 1077 Henry IV tidak bertobat dan dipulihkan keanggotaan gerejanya , maka jabatannya sebagai raja tidak berfungsi lagi. Di dalamn keadaan yang tersendiri, Henry IV terpaksa sekali lagi minta ampun pada Paus. Pada saat itu Paus ada di Canosa, henry IV menyerang gunung Alps dan berdiri di depan pintu selama tiga hari dibawah hujan salju untuk minta ampun dari Paus. Setelah 3 hari Gregory VII memanggilnya dan mengamp[uni serta memulihkan keanggotaan nya dari gereja, pada Januari 1077 AD.

Do Canosa menyatakan kemenagan Paus. Maka kekuasaan Paus memuncak. Tetapi kerendahan hati Hendry IV mendapat simpati dari rakyat, juga karena ia berhubungan kembali dengan gereja, maka mereka mulai mendukung ia kembali. Untuk mengimbangi kekuasaan Henry IV, bangsawan-bangsawan mengangkat Rudolf sebagai lawannya. Henry IV yang telah minta ampun dan masih belum bertobat, tetap mengangkat kaum awam dalam jabatan suci. Pebruari 1080 Gregory VII sekali lagi memecat dia dari keanggotaan gereja dan jabatannya sebagai raja. Tetapi karena Henry IV sudah mempunyai dukungan dalam negeri yang kuat, maka tidak menghiraukan keputusan Paus. Bahkan orang –orang yang menganggapnya sebagai penegak hukum dan ketertiban masyarakat . setelah Henry IV mengalahkan pihak oposisi, dengan politiknya ia terus menyerang ke Roma. Gregory VII meninggal ketika ia melarikan diri ke Salermo, menjelang kematiannya ia berkata
”Saya mencintai kebenaran dan membenci dosa, maka mati dalam pelarian”

Walaupun fakta kekuasaan gereja melebihi negara sudah ada sejak dulu, hanya pada masa Gregory VII lebih diperkembangklan. Peperangan ini telah mentebabkan kehilangan dukungan militer dari negara Jerman ketika agama Kristen melawan serangan agama islam. Bahkan dalam peperangan salib pun Jerman tidak mengambil mperanan yang penting. Perselishan ini mengakibatkan kebencian orang Jerman terhadap gereja Roma. Yang juga telah mempunyai hubungan yang erat dengan timbulnya reformasi Jerman pada abad 16.

PASAL XIV
GEREJA INGGRIS
DAN PEMERINTAHA ROMA KATOLIK

Ketika Henry IV berselisih dengan Gregory VII, maka raja Inggris William I tetap bersikap tenang, ia tidak mengumumkan larangan Paus terhadap kaum awam menjabat jabatan suci, di satu pihak ia mengakui Paus sebagai otoritas tertinggi dalam gereja, tetapi ia melarang Uskup ke Roma sebelummendapat ijin dari raja. Hal ini karena ia tidak menginginkan kekuasaan Roma masukkenegaranya, ia mengakui utusan Paus sebagai duta, tetapi utusan tersebut bukan penguasa yang tertinggi bagi gereja Ingris. Ia membuat sebuah tembok yang memisahkan negaranya dengan Roma. Wiliam menghormat keduduka Paus, tetapi ia hendak mempertahankan sifat mandiri dari gereja Ingris. Tindakan ini sama dengan Henry IV dan Philip dari Pancis. William I dapat berhasil karena:
1. Ia sebagai raj Inggris sangat dihormati oleh rakyat, lagi pula negara Ingris terpisah oleh lautan dengan Roma, sehingga Paus sukar menyerang.
2. Pada pertengahan abad 11 di dalam gereja ia menolak, Simonism, melarang bangsawan merampas harta gereja.

Tindakan ini sangat mendukung rakyat, oloeh sebab itu raktyat juga mendukung pendapatnya. Tetapi setelah Wiliam I meninggal dunia, Anselm diangkat sebagai Uskup Agung di Canterbury pada 1093,. Ia menilak kuasa raja yang mencampuri urusan gereja, serta meminta Wilianm II, mengijinkan Ia ke Roma untuk menerima ikat pinggang suci, untuk memeluhara sifat mandiri dari gereja Inggris, Wiliam II menolak permintaannya, tetapi ia tidak mempedulikan larangan ini dan pergi ke Roma pada 1097. dan baru pulang pada tahun 1110, ketika Henry I sebagai raja Inggris. Mulai saat itu terjadilah keretakan antara uskup dengan negara., yang baru dapat diselesaikan pada 1117, ketika Anselm meninggalkan Inggris, pada saat itu juga banyak uskup Ingris yang tidak mnyetujui pendapat Anselm. Pada saat itu ”The anonymous of York” dalam karangannya menyangkal kedudukan Petrus yang istimewa dalam Gereja kekuasaan Petrus sama dengan rasul lainnya. Kedudukan gereja Roma tidak lebih tinggi dari gereja yang lain, setiap Uskup adalah pimpinan yang mandiri dalam wilayah keuskupannya. Ia menyetujui pernikahan gembala, anak gembala dapat ditahbiskan sebagai pendeta. Walaupun karangan ini disebut karangan dari Anonims of York, tetapi karangan ini merupakan pengantar dari orang yang menentang Paus.

BAB V
AKHIR ABAD PERTENGAHAN
HINGGA REFORMASI (1054-1517))

PASAL I
PERANG SALIB

Pada 637 A.D. Agama Islam menimbulkan peperangan dan menguasai Yerusalem pada 638 A.D.; mereka tetap menghargai orang kriten yang berbakti ke Yerusalem, maka setiap tahun masih banyak orang dari Eropa yang pulang ke Yerusalem untuk berbakti , tetapi pada abad ke-11 ketika bangsa Turki dari seljuk menguasai pimpinan Islam, mereka menguasai Asia kecil pada 1071 A.D. dan menganiaya orang Kriten yang ke Yerusalem. Pergi ke Yerusalem merupakan suatu peristiwa yang sangat besar saat itu, maka mereka bagaikan dibakar dan ingin mengadakan suatu gerakan untuk merebut kembali tanah suci agar dapat bebas berbakti di Yerusalem.

Pada saat itu kaisar Roma timur ingin mengusir bangsa Turki dan merebutnya kembali tanah-tanah yang hilang, yang ada di sekitar Asia kecil; ia mengharapkan bantuan dari gereja barat. Sedangkan Paus Urbanus II (1088-1099 A.D. ia berhasrat merebut kembali kota Yerusalem, maka mengadakan aksi militer. Pada 1095 A.D. Urbanus II mengadakan sidang gereja di Clermort Perancis, yang dihadiri oleh 250 uskup, 400 kepala rumah biara, serta bangsawan-bangsawan dan para perwira perancis. Urbanus II berseru pada pengikut sidang, bahwa kota suci telah dikuasai oleh Islam, hal ini merupakan suatu penghinaan bagi orang Kristen, maka kita jangan saling membunuh di negara Kristen, tetapi kita harus berani berperang di tanah suci untuk memperoleh mahkota hidup kekal. Para pemdengar tergerak dan menganggap inilah kehendak Tuhan. Maka ia mengorganisir suatu pasukan salip,dengan berdasarkan Markus 8:34:” barang siapa yang hendak menurut aku , haruslah ia menyangkal dirinya serta mengangkat salibnya lalu mengikut aku”. Hal ini memupuk semangat agama dan rela berkorban. Pada saat itu yang tergeraktermasuk para bangsawan, wanita-wanita, rakyat jelata dan orang – orang penganggur, mereka mempunyai tekat yang teguh, hendak berjiarah ke makam suci agar memperoleh berkat pada hidup yang akan datang. Pada saat itu yang paling giat mempropagandakan hal ini ialah Peter the Hermit.

1. Perang salib I (1096-1099 A.D.)
Mereka berangkat pada musim semi 1096 A.D. diantaranya banyak petani Perancis dan sebagian terdiri dari tentara. Jumblahnya sekitar 300.000, mereka mengangkat Peter dan Walther serta Pastur Coletsalek sebagai pemimpin, tetapi tentara gabungan ini telah membunuh banyak orang Yahudi ketika mereka sedang ada di pesisir sungai Rhine, karena tidak terlatih dan disiplin, maka sepanjang perjalanan mereka merampok, maka ketika sampai di Honggaria dan sekitar Balkan telah terjadi perselisihan dan saling membunuh. Sedangkan pasukan yang di pimpin oleh Peter setelah sampai di Constantinopel dan maju ke Nicea telah dihancurkan oleh tentara Turki, untung Peter tidak di bunuh. Ketika tentara ini mengalahkan Yerusalem pada 15 Juli 1099 A.D. terdapat catatan yang demikian, kami orang-orang yang berjiarah mengejar orang Islam sampai kedepan Bait Solaiman, orang-orang Islam bersembunyi dalam Bait dan sepanjang hari melakukan pertarungan yang sengit sehingga darah mengalir di Bait Allah. Kemudian tentara salib menghancurkan kota, merampas harta, emas, perak, dan ternak; para tentara sangat girang dan datang ke hadapan kubur Yesus dan menggenapkan Nazar mereka terhadap tuhan.

II. Perang Salib II (1147-1149 A.D.)
Perang ini disebabkan pada 1144 A.D. orang Islam menyerang orang-orang Kristen yang ada di Edessa. Bernard mengusulkan penyerang yang kedua untuk menolong orang-orang Kristen yang dalam kesusahan , Paus Eugeus III memberi kuasa padanya dan mengatakan setiap orang yang ikut dalam perang ini mendapat hak pengampunan dosa yang istimewa, dan dibebaskan dari hutang. Hal ini termasuk jaminan Rohani dan Jasmani maka ada 140.000 orang yang ikut, juga Conrad III (Jerman) dan Louis VII (Perancis) serta perwira-perwira juga mendukung peperangan ini; mereka berangkat pada April 1147 A.D. dan mereka disambut baik oleh kerajaan Byzantin, juga dengan adanya dukungan dari Jerman maka dengan cepat menyerang sampai Turki dan Asia Kecil. Pada 1148 A.D. gabungan tentara Jerman dan Perancis telah menyerang sampai Damaskus dan mendirikan basisi di Yerusalem. Tetapi pada 1149 A.D. mereka pulang ke Eropa.

III. Perang Salib III (1189-1192 A.D.)
Pada Juli 1187 A.D. tentara Islam mengalahkan tentara Perancis di Hatin. Bait Allah dan tanah suci dikuasai oleh Sadin. Maka Paus Gregory VIII dengan kaisar Roma Frederick I dan Lion Heart dari Inggris dan Philip II dari Perancis menyerang ke Timur dan mengalahkan Acre, pada Juni 1191 A.D. dan raja Inggris berselisih dengan raja Perancis, maka mereka telah menarik kembali tentara mereka sebelum sampai ke Yerusalem, sehingga kota suci tetap di tangan orang-orang Islam.

IV. Perang Salib IV (1202-1024 A.D.)
Perang ini digerakkan oleh Innocent III yang ingin merebut kembali tanah suci. Sebagian besar dari tentara nya terdiri dari tentara perancis, tetapi mereka beranggapan untuk merebut tanah suci harus melalui Mesir. Maka mereka berunding dengan orang-orang Venice untuk mengirim tentara ke Mesir melalui jalan laut, tetapi karena biaya yang terlalu besar, maka mengadakan perjanjian dengan bangsa Venice, yaitu dalam peperangan akan merebut Zara dan memberikan daerah itu pada mereka sebagai biaya transport tentara. Selain terjadinya transaksi ini, juga mantan raja Angelus II, anak dari Issac II mengadakan perjanjian dengan tentara salib, bila mereka dapat menggeser Angelus III dan memulihkan kedudukannya, maka ia akan membayar uang yang cukup besar dan memberikan bantuan yang lain juga orang-orang Venice menganggap ini sebagai suatu transaksi yang menguntungkan, maka walaupun Innocent III tidak menyetujui, tentara salib telah berhasil menggeser Angelus III dan Angelus II berkuasa lagi, Angelus mengingingkari janjinya, maka pada tahun 1204 A.D. ketika tentara salib menduduki Contantinopel, mereka mengadakan perampokan secara besar-besaran dan membawa peninggalan orang-orang suci dan harta Gereja ke barat. Serta mengangkat seorang uskup agung dari latin di Contantine, sehingga gereja timur di bawah kuasa gereja barat. Penyerangan ini tidak berhasil menduduki Yerusalem tetapi mempunyai pengaruh yang besar bagi ekonomi dan politik serta memperdalam perselisihan gereja timur dan barat.

V. Perang Salib Kanak-kanak (1212 A.D.)
Di bawah pimpinan seorang anak pengembala dari perancis Stepen dan Nicholas dari Cloyes Jerman, mereka memimpin 30.000 anak-anak (ada yang mengatakan 20.000 ada yang mengatakan 7.000). mereka berangkat dari Italia dan dalam pengembaraan ini mereka ditipu oleh orang-orang jahat dan dijual ke Mesir. Mereka berangkat dari Marseile dengan menumpang 7 kapal pada Agustus 1212 A.D. tetapi sebagian besar tidak sampai ke tujuan. Sedangkan yang dari Jerman mereka melalui Alps sampai ke Genoa, tetapi banyak yang tidak sampai ke tempat tujuan sehingga mereka tidak mempengaruhi secara Eropa.

VI. Perang Salib V (1228-1229 A.D.)
Walaupun ada ahli sejarah yang berotoritas mengatakan bahwa peperangan ini di gerakkan oleh Andrew II dari Honggaria, tetapi sebagian besar orang-orang menganggap peperangan ini di gerakkan oleh Federick II dari Roma. Pada 1228 A.D. ia menduduki Yerusalem dan dilakukan penobatan ulang pada 1229 A.D. tetapi ia mengadakan Ceasefire dengan sultan Mesir selama 10 tahun, maka ia kembali ke Eropa.

VII. Perang Salib VI (1248-1254 A.D.)
Pada 1224 A.D. tentara Islam sekali lagi menduduki Yerusalem. Raja perancis Lois IX menggerakkan peperangan, tentaranya tiba di mesir pada Juni 1249 A.D. tetapi ia tertangkap oleh Damiettta dan pasukannya ditaklukhkan oleh tentara Mesir. Setelah ia di lepaskan Lois IX menantikan bala bantuan salama 4 tahun di Syria, tetapi bantuan itu tidak kunjung tiba, maka ia piulang ke Perancis.

VIII.Perang Salib VII (1270 A.D.)
Digeragkan oleh raja Inggris Edward I. Setelah ia mendapat kemenangan di Acre dan Haifa, ia mengadakan cease-fire selama 10 tahun dengan tentara Islam, sehingga berakhirlah perang Salib.

Akibat/pengaruh dari perang salib

1. berdirinya organisasi tentara biarawan
Sebenarnya biarawan mempunyai prinsip dasar menyelidiki Alkitab. Sedangkan para serdadu adalah dengan jabatan kaum awam, yang ingin berperang untuk membela kebebasan dan tanah suci, mereka bersumpah akan hidup sederhana dan suci, yang pertama didirikan ialah The Hospitallers. Karena pada abad ke-11 pedagang Italia telah mendirikan rumah St. John di Yerusalem untuk merawat orang-orang Latin yang berjiarah. Rumah sakit ini sangat berfungsi pada saat perangf salib I. Pada 1113 A.D. Paus sangat memperhatikan rumah sakit ini sehingga dibentuk pasukan perlindungan dari rumah sakit ini. Sedangkan pada 1119 A.D. telah didirikan The Templers, danmereka diberi tanah di sekitar Bait Allah oleh pemerintah Yerusalem. Pendiriannya disahkan oleh Paus pada 1128 A.D. di bawah pertolongan St. Brand mereka menentukan anggaran dasar. Mereka sama-sama tinggal di asrama, sedikit bergurau tidak berjudi, tidak berburu, tidak menuntut kemulliaan, tidak hidup dalam kemewahan, hanya taat di bawah panji salib. Pada kemudian hari mereka mempunyai harta yang cukup besar, memiliki benteng di Syria dan Eropa, memiliki tanah yang luas; mereka sering mengadakan latihan militer, maka sering melakukan pembunuhan yang kejam terhadap orangf-orang Islam.

2. Tersebarnya Liturgi Latin
Ketika tentara salib menyerang ke timur mereka juga membawa liturgi gereja latin ke gereja timur. Maka gereja timur memakai liturgi Yunani. Hal ini menganggap perselisihan timur dan barat.

3. Memperbesar Kekuasaan Paus
Perang salib yang pertama dimulai oleh Paus, bersama-sama menyerang tentara Islam yang menjadi agresesor. Hal ini menambah kekuasaan paus.

4. Beredarnya surat penghapus siksa / dosa
Gereja barat menetapkan hanya Paus yang berhak mengampuni dosa, dan hak penghukuman terhadap dosa terlepak dalam tangan gereja. Orang yang berdosa harus satu jangka waktu hanya makan roti dan air tawar, tidak diperkenankan mengikuti perjamuan suci. Pada abad ke-9 ada sebagian uskub yang berpendapat bahwa jasa orang-orang suci dapat menebus dosa, tetapi orang-orang yang bertobat itu harus melakukan kebajikan, membantu orang miskin berjiarah, membantu mendirikan gedung gereja, menghapal doa Bapa kami dan Mazmur. Maka mulai beredarlah surat penghapusan siksa. Pada tahun 1095 A.D. Urbanus II mengadakan pengampunan secara besar-besaran bagi pasukan salib. Ia mengatakan setiap orang yang giat bagi agama dan Yerusalem bukanlah dengan motif keuntungan pribadi ataupun kemuluaan pribadi maka mereka akan mendapat pengampunan dosa, maka setiap kali ada perang salib selalu diadakan pengampunan masal. Tetapi timbullah banyak keburukan, ada orang-orang yang sengaja berdosa, ada pula yang menjual belikan hak.

5. Perkembangan Perdagangan dan Kota-kota
Karena sekembalinya dari peperangan mereka membawa barang-barang dagangan dari timur dan dipindahkan ke dalam gereja , maka mulailah pembangunan gereja secara besar-besaran dengan ukiran-ukiran, gambar dinding, kaca berwarna, sehingga gereja yang didirikan pada abad 12, 13 makin megah. Juga orang-orang barat mulai mempelajari pikiran teologi Yunani, misalnya Grossetesse, uslup inggris menerjemahkan karangan Dionysius ”The A reopagite” menganggapnya sebagai karangan gereja yang penting.

6. Perubahan Situasi Politik
Perang salip telah mencegah perkembangan Islam di pesisir Laut Tengah, ahli sejarah mengatakan perang salip mengakibatkan pendudukan Byzantium oleh tentara Islam terhalang sekitar 200 tahun. Innocent ke III yang mengadakan perang salip IV dengan tujuan merebut kembali tanah suci, telah dibelokkan tujuannya oleh orang-orang Venice, sehingga tentara salip menduduki Contantinopel pada 1203 A.D. dan mereka sangat mengagumi bangunan bait Allah. Ketika terjadi perselisihan antara orang latin dan orang Yunani dalam kota pada 1204 A.D. orang-orang latin telah membakar gedung tersebut, sehingga banyak bangunan jika bukan dimakan api, maka peninggal;an kuno telah dibawa ke barat. Sehingga otoritas Constrantine telah hancur, bentrokan orang latin dan Yunani makin dalam, juga mendorong orang-orang Islam, sehingga Contantine di hancurkan pada 1453 A.D.

Catatan:
Gereja St. Peter adalah gereja yang terbesar di dunia, didirikan pada abad ke14, dibangun kembali pada tahun 1546 A.D. paus paul III mengundang Michelangelo untuk membuatkan sebuah lukisan dinding secara menyeluruh, gedung ini dapat menampung 100.000 orang, ruang tengahnya dapat menampung 20.000 orang.

PASAL II
GERAKAN PEMBAHARUAN AGAMA

Pada perang salip yang pertama (1096-1099 A.D.), gereja Eropa terpengaruh oleh ascese, mistikisme dan keluar dari dunia, mereka hidup sangat beribadat dan sangat ,menghargai sistem biara. Karena Simonism dan Nicholaisism yang sering diserang, oleh sebab itu mereka lebih sering hidup sebagai kaum awam, tetapi mereka sangat menghargai biarawan, menganggapnya sebagai agama yang benar. Pada saat itu ada seorang perancis yang mendirkan rumah biara Cistercians, yang mengunakan sistem Benedic. Mereka menguasasi tubuh hidup secara sederhana. Kepala rumah biara yang ke 3 Stiphenhartin (1109-1143 AD), lebi berdisiplin, hingga 1115 AD. Telah mendirikan tigabuah cabang dan pada 1130, telah mencapai jumlah 30. tahun 1168 AD mencapai 288 buah, th 1268 AD, mencapai 671. semua rumah biara ini dibawah pi,pinan pusat, setahun sekali mereka mengadakan sidang dan membicarakan hal-hal yang penting. Mereka mengutamakan bercocok tanam, dan hal pengajaran serta mengembalakan sebagai mata pencaharian yang ke 2, tetapi mereka masih tetap keluar dari dunia.

Kesuksesan dari rumah biara Cistercianas juga merupakan jasa dari Bernard of Clairvaux (1091-1153 AD) ia adalah seorang militer yang kemudian hari menjadi biarawan, kehidupannya yang sangat disiplin dihargai oleh banyak orang, ia adalah seorang ahli pidato, pandai bergaul, serta mendiskusikan persoalan gereja, maka makin banyak rumah biara yang mengundang dia untuk memberikan ceramah dan menyelesaikan persoalan gereja yang besar. Walaupun ia menolak kenikmatan dunia dan kuasa dunia, tetapi ia menyetujui sistem dan organisasi kekuasaan gereja. Pada abad 12, di Prancis ada biarawan yang sangat extrim, Peter the venerable, ia menolak babtisan anak-anak, semua bentuk perjamuan suci, upacara agama, pembangunan gedung gereja, bahkan ia menolak salib, karena salib dalai tempat kesengsaraan Yesus, yang patut dikutuki, dan oleh sebab itu, mengapa sebabnya harus dimuliakan? Ia juga menolak berdoa bagi orang mati. Pada sekitar ( 1120-1130) ia membakar salib, tetapi karena terlalu extrim, akhirnya ia mati dibakar. Selain tokoh-tokoh yang tersebut di atas, juga ada biarawan yang bangkit menentang kehidupan klerus yang penuh dosa, maka gereja pada masa itu mendapat kebangunan dalam hal rohani.

PASAL III
MONASTERI (RUMAH BIARA) DAN KEBUDAYAAN

Rumah biara menjadi pusat kebudayaan pada abad pertengahan, hal ini disebabkan karena adanya perpustakaan di masing-masing biara. Buku-buku yang dimiliki termasuk sejarah, filsafat, sastra klasik. Perpustakaan Montekasino, dari Bendiktinuspada abad 12, sdelain karangan tologi, juga terdapat kitab sejarah dari Yusuf dan sastra klasih yang terkenal. Dirumah biara Bec Prancis juga tersimpan kodeks salinan sebanyak 146 jilid. Pada 1146 AD, Uskup Bayeux memberi 113 jilid. Tokoh-tokoh teologi seperti st.Ansel. adalah orang0orang yang rtajin mempelajari ilmu. Pada kemudian hari banyak bangsawan-bangsawan yang menyumbangkan buku-bukunya, juga banyak turis yang ikut menyumbangkan buku-buku simpanannya. Pada biarawan juga rajin di lama menyalin, sehingga karangan-karangan kuno tersebut tidak hilang, ditambah dorongan dari kepala rumah biara agar biarawan rajin menyalinnya. Misalnya Peter The Venerable mengatakan pada biarawan, menyalin lebih berjasa dari pada bekerja. Biarawan kluni dapat mengganti membaca kitab dan menyalin dan juga menganggap setiap tulisan adalah persembahan yang dapat menghapus dosa. Biarawan Citeaux yang dapat menggantikan pekerjaan ladang dengan menyalin. Pada tahun 1162 AD, biarawan Laon memakai 6 bulan untuk menyalin sebuah Alkitab, dan memakai waktu 1 bulan untuk membuat mono gram, setelah selesai menyalin ia menulis dibawahnya, ”Puji syukur kepada Tuhan hingga telah selesai.” salionan tangan dari abad 12 masih ada hingga hari ini, semuanya dihiasi dengan monogram dan ditulis dengan sangat indah, buku-buku ini dipakai untyuk orang-orang yang berziarah. Para biarawan selain menyalin juga mengadakan diskusi ilmiah. Kepala rumah biara Citeaux, Ailred (1109-1167 AD) memimpin biarawan mangadakan diskusi semi Plato dan semi scholastik diantaranya banyak yang mempelajari peninggalan kuno misalnya, Augustine, Sisero juga menulis syair dan lagu. Buku-buku yang dimiliki rumah Biara pada abad 12 kira-kira sebagai berikut:
1. Alkitab dan tafsirannya. Karena tebalnya seluruh Alkitab, maka dibagi dalam beberapa jilid untuk dipakai dalam kebaktian.
2. teks doa dan anggaran rumah tangga biara.
3. Karangan Bapak gereja pada abad permulaan.
Mereka mengumpulkan karangan dari Ambrose, Yerome, Augustinus,
Gregori I dll, terutama mereka sangat gemar akan karangan Yerome yang bersifat Askese.
4. karangan abad pertengahan, misalnya Astronologi dari Bede, Comfort of Filoshopy, Logic, retorhic dll. Karangan Boothieus.
5. kitab-kitab hukum, misalnya perintah dari Paus, keputusan sidang-sidang gereja.
6. Sejarah, misalnya tentang kerajaan, Carlemagne, perang salib dll.
7. Sastra klasik.
Sastrawan Roma, Virgil (70-19 SM) mengatakan, ”Akan lahir seorang bayi mengakhiri saman besi, dengan satu cahaya keemasan menyinari dunia yang
luas”.

Biarawan menganggapnya sebagai nubuat tentang Yesus, maka sangat menghargai karangan-karangannya. Dante sangat menghargai dan menghormati Dia. Juga sastrawan Roma Ovid ( 43 SM-17AD) sangat dihargai, orang-orang pada jaman itu menganggap di dalam karangan terkandung hal-hal moral, maka mereka mencari didalam kitab-kitab itu, mencari kebenaran. Ofid adalah seorang sastrawan yang sangat berperasaan, tetapi biarawan abad pertengahan menambahkan ajaran moralnya dalam nyanyian percintaannya.

Mereka juga mencari ajaran moral dari syair sindiran karangan Horase, sastrawan Roma (65-8 SM) karangan laitin yang digemari pada abad ke 12 misalnya, rethoric dan perdebatan dari Sisero, juga filsafat, ilmu yang gaya bahasa, ceramah dan surat-suratnya sangat populer pada masa itu. Diperpustakaan Cluni terdapat karangannya yang lengkap. Pengarang yang bekebangsaan Roma Senesa, sebagai Filsuf Stoikis, karangan dan pepatahnya sangat digemari. (Stoik adalah aliran filsafat Yuni yang dirikan pada 308 AC oleh Zeno, mereka percaya segala yang terjadi di dalam kehendak Tuhan, maka harus menerimanya dengan senang hati dan membuang segala kesusahan, penderitaan dan kesukaan Passion, Grif, joy)

Akhir abad 12 penyelidikan ilmiah dari biara muilai mundur sedangkan sekolahj-sekolah bangkitlah terutama Di orleans dan Chotros, Prancis utara, merupakn pimpinan dalam sastra, teologi dan pendidikan. Orleans sangat mementingkan ilmu keindahan bahasa, mereka menyukai karangan Virgil dan Ovid. Sedangkan Chartres, mempunyai keseimbangan dalam teologi dan sastra, murid yang terkenal ialah John Of Salisbary yang sangat mahir dalam sejarah, sastra, filsafat dan politik serta Alkitab dan karangan-karangan Bapak gereja Latin. Ia menganggap membaca karangan klasik tidak saja merupakan syarat dari seorang siswa teologi juga dapat membantu pertumbuhan karakter. Sastra, surat dan politiknya masih digemari hingga hari ini. Universitas Paris yaitu Universitas gereja menjadi sekolah yang tertinggi di Eropa barat. Permulaan abad ke 12, murid-murid dan dosen-dosen tersebar dan berkeliling ke berbagai tempat, tetapi pada pertengahan abad ke 12 Paris menjadi tempat berkumpulnya para guru. Sejak itu para murid telah dapat menuntut ilmu yang tinggi di tempat tersebut.

PASAL IV
TIMBULNYA UNIVERSITAS

Sejak saman Carlemagne pada abad ke 7 sampai 12 perkembangan pendidikan di Eropa barat semuanya ada di dalam tangan gereja, pada masa kegelapan murid-murid yang kaya dapat ke biara dengan membawa 1 atau 2 pelayan untuk belajar, setelah selesai belajar dapat menjabat jabatan tinggi atau Uskup dalam Gereja. Banyak anak-anak bangawan yang disekolahkan di biara, rumah biara terbuka bagi mereka yang mempersembahkan diri, juga bagi kaum awam. Rumah biara mempunyai peraturan yang keras, mengusir murid-murid yang tidak dapat mentaati peraturan. Tetapi tidak demikian dengan sekolah-sekolah Kristen biasa.

Sejak abad ke 9 -12 selain Uskup yang memegang pimpinan sekolah, masih ada orang-orang yang terpelajar sebagai dosen dengan sebutan Chanselor. Mereka bertugas mengajar teologi dan 7 mata kuliah yang lain, yaitu tata bahasa sastra atau keindahan bahsa, perdebatan, logika, matematika, ilmu ukur musik dan ilmu falak. Kedudukan kepala sekolah sangat tinggi, juga mengatur semua persoalan sekolah, juga mempunyai hak menentukan apakah seorang guru boleh mengajar, setiap guru yang akan mengajar dan bila akan mendirikan sekolah harus meminta ijin terlebih dahulu. Pada jaman Yunani ada sekolah tinggi, tetapi tidak ada Universitas. Dan tidak pula memberi gelar. Universitas berarti kesatuan atau keseluruhan, kemudian berarti seluruh anggota suatu perkumpulan, seluruh penduduk suatu kota, seluruh Klerus gereja. Salermo adalah Universitas I yang didiriksn di Eropa Barat, yang bertempat di Italia barat dekat Naples, didirikan pada abad 10. terkenal dengan ilmu kedokterannya. Di satu pihak mereka mempelajari ilmu kedokteran Yunani Bizantium, di lain pihak mempelajari ilmu kedokteran dari Arabia. Buku-buku yang mereka pakai sebagian besar merupakan terjemahan dari oprang-orang Yunani, oleh sebab itu Universitas Salermo dapat mengumpulkan kebudayaan Yunani, Latin, Arabia, dan Ibrani. Berlainan dengan sekolah-sekilah Kristen, Universitas Italia menjunjung tinggi akan kebebasan, walaupun ada klerus sebagai dosen, tetapi sebagian besar terdiri dari kaum awam, sehingga mementingkan pelajaran hukum dan kedokteran. Fakultas hukum yang I terkenal di Eropa ialah Bologna yang didirikan pada
1200 AD. Memiliki senat mahasiswa, yang bertujuan menjaga agar murid-murit tidak dihina, murid-murid ini datang dari berbagai tempat di Eropa, dengan dosen-dosen orang Itali semuanya. Tahun 1219 AD, Paus Honarius III
Mengumumkan, hanya uskup dari Bolgna yang berhak memberi gelar. Tetapi ini hanya merupakan persoalan struktur, sedangkan gereja jarang mencampuri urusan maupun ujian Universitas.

Teolog pada abad 11, Ansel berkata, percaya kepada kebenaran adalah langkah pertama untuk masuk ke dalam pintu pengetahuan. Iapun berkata, aku percaya supaya aku mengerti. Ia berpendapat filsafat agama didirikan di atas pengalaman agama, yang harus mendapat ujian pengalaman. Tetapi Abelalardus dari Universitas of Paris yang mempelajari logika ( 1097 – 1142 AD) berkata : ” Lebih dahulu aku harus mengerti, baru aku percaya”.
Ia memegang rasionalisme dengan mekatakan kita tidak boleh membabi-buta denghan mengikuti sesuatu otoritas tanpa melalui peninjauan rasio, ia beranggapan mengeritik dan bertanya adalah jalan memperoleh kebenaran.
Hal ini sama dengan Socrates. Karangannya yang terkenal ialah ya atau tidak. Dalam buku ini diajukan 158 pertanyaan teologi dan dijawab dengan karanga-karangan Bapak-bapak gereja. Ia membandingkan pikiran-pikiran Bapak-bapak gereja dan memberikan komentar atas persamaan dan perbedaan meteka. Ia menyebutkan bahwa salam pikiran Bapak-bapak gereja terdapat berbagai kontradiksi, sehingga perlu diselidiki lebih lanjut, tidak dapat diterima semuanya sebagai kebenaran, hanya Alkitab adalah kebenaran yang mutlak.

Buku ini hanya ada kritik tanpa ada uraian dan saran yang membagun. Universitas of Paris sebagai pusat teologia dengan murid-murid dari tempat tersebut dan dosen-dosen dari luar daerah. Oleh sebab itu dosen yang baru harus diuji terlebih dahulu oleh persatuan dosen, dan baru boleh mengajar. Persatuan dosen juga menetapkan pelajaran dan kehidupan para murid. Sehingga perstuan dosen merupakan inti dari Universitas of Paris, tahun 1200 AD, raja Parncis Philip Augustus memberikan Carter kepada kepada ini, shingga berdirilah dengan resmi Universitas yang mempunyai 4 fakultas, teologia, hukum , kedokteran, dan sastra. Masing-masing fakultas mempunyai dekan, murid fakultas sastra yang paling berkuasa. Paus Inosen II mengakui Carter Universitas pada 1208 AD, pada tahun 1231 AD, Paus Gregori IX mengijinkan otonom dari Universitas . sehingga pada abad 13 kedudukan seorang rektor universitas Paris lebih tinggi dari Uskup atau Cardinal. Inosen IV mengatakan Universitas adalah sungai ilmiah yang mengalir dan mendirus tanah-tanah gereja. Alexander IV mengatakan universitas adalah lampu yang menyinari rumah Allah. Oxford telah terbentuk pada tahun 1170 AD
Pada tahun 1209 AD, sebagian dosen dan murid pindah ke England bagian Timur dan mendirikan Cambrige Universty. Tahun 1366 AD, didirikan Universitas Vina. Tahun 1386 AD berdirilah universitas Heidelberg. Pada abad ke 15 berdirilah Universitas –universitas di Eropa yang pada mulanya semua berhubungan dengan penyelidikan teologi.

PASAL V
SCHOLASTIK DAN PIKIRAN TEOLOGIANYA

Dengan ditemukannya seluruh karangan dari Aristides atau Aristotels, ditambah berdirinya Universitas dimana-mana serta para biarawan yang rajin mempelajari berbagai pengetahuan dan pikiran, maka terbentuklah sistem Scholastik, sehingga rasiolisme mencapai puncak kejayaannya. Tetapi pikiran yang demikian mendapat tentangan yang keras dan di sebut teologia modern oleh golongan yang menganut ajaran Augustin dan New Plato. Hanya berkat perjuangan dari para pertapa minta-minta, maka pikiran dari aliran Aristides atau Aristotels dapat bertahan

1. pada saat itu yang dengan sepenuhnya mempelajari pikiran teologia dari sudut aristotels ialah Alexandra of Hales ( 1175-1245 AD) ia adalah seorang Inggris yangmendapat pendidikan di Oxford. Kemudian ia menjadi Biarawan di Franciskem dan mengajar di Universitas of Paris ( 1220-1238)
ia berkata “ In Wordly things Cnowledge proceedes from rational Conuition, in Spiritual things faith proceedes ” (dalam perkara dunia, pengetahuan dihasilkan dari kepastian rasio, dalam hal rohani iman menghasilkan pengetahuan ). Ia berpendapat: dalam konsep umum manusia, “ sebelum adanya benda” ada di dalam pikiran Allah.
”di dalam benda ” ada p[ada berbagai benda itu.
” setelah benda” ada di dalam konsep manusioa.
(”Befoor the tings”) in god Creatif mind, “in the tings”. Created form
“After the tings” in the human mind.
Inilah filsafat realisme yang sangat terkenal pada saat itu. Pada kemudian hari Tomas aquinas memakai realisme yang ramah untuk mengemukakan pendapat.

2. Albertus Magnes (1200-1280 AD)
Ia adalah orang yang terpelajar dari Jerman, ia adalah seorang yang ahli kimia, filosof dan teolog, yang mengajar di Padua. Ia menjadi biarawan dari ordo Dominikan, ia mahir dalam filsafat Aristotel, serta mempunyai penyelidikan yang salsama tentang tafsiran, pengetahuannya sangat luas, walaupun ia tidak membuat teori baru dalam teologia, tetapi pikirannya telah sangat mempengaruhi muridnya, Tomas Aquinas. Setelah dijelaskan oleh Tomas Aquinas, maka pikirannya menjadi sangat cemerlang.

3. Tomas Aquinas. ( 1225-1274 AD)
Ia adalah seorang yang terpelajar dari roma Katolik, yangmendapat pendidikan di Montekasino, rumah biara aliran Benedic. Pada masa mudanya ia masuk universitas Naples dan kemudian ikut ordo Dominiken, hal ini ditentang oleh orang tuanya. Atas bantuan orang lain ia ke Kolegne dan belajar pada Albertus Magnes. Tidak lama kemudian ia ke Paris bersama dengan Albertus, setelah ia mendapat gelar doktor theologi, ia kembali ke Cologne damn membantu Albetus dalam mengajar. Tahun 1257 AD, ia mendapat kedudukan sebagai dosen resmi di universitas paris. Pada tahun 1261 AD, ia mengajar di Itali selama beberapa tahun dan kemudian kembali ke Unifersitas of Paris. Ia menetap di Naples sejak 1272 AD, dan wafat pada 1274 AD, dalam suatu sidang di Leno Jerman. Dalam mengajar ia mendiskusikan beberapa persoalan antara gereja dan negara, ia banyak mengarang buku-buku penting, diantaranya yang penting ialah ” Summa Theologia” (1265-1272 AD) tetapi karangan ini belum diselesaikannya. Karangannya merupakan kitab yang harus dipelajari oleh seorang siswa theologia Roma Katolik.

Pikiran Teologinya:

a. Tujuan dan cara penyelidikan Teologi
untuk mengetahui asal dan akhir dari manusia serta Allah, sumber dari pengetahuan berasal dari
1. Rasio, yaitu wakyu Allah, atau teologia ragu-ragu.
2. Wahyu supranatural yaitu teologia supranatural.
Karena rasio menusia terbatas, pengetahuan yang diperoleh tidak cukup, harus diperluas dengan wahyu yang supranatural, sumber dari wahyu yang tertinggi. Tetapi Alkitab harus dipahami dengan bantuan sidang gereja atau tafsiran dari bapak-bapak gereja. Yaitu tafsiran dari segi gereja. Wahyu yang supranatural tidak dapat diperoleh melalui rasio, tetapi tidak bertentangan dengan rasio. Maka ia berpendapat filsafat tidak berkontradiksi dengan teologi, karena baik rasio maupun wahyu keduanya berasal dari Tuhan.

b. Doktrin tentang Allah
Allah sebagai sebab yang pertama yang mutlak murni, yang paling riil, dan paling sempurna diantara ciptaan, substansi yang mutlak asal dan akhir dari segala sesuatu, karena mutlak bajik, maka yang ia perbuat pasti benar, pikiran ini merupakan gabungan dari pikiran Aristotel dan Augustin. Sedangkan tentang trinitas dan Kristologi, ia mendirikan teorinya di atas teori Augustin dan Sedosasedo.

c. Teori Penciptaan
Tuhan npuas terhadap diriNya. Ia tidak memerlukan apapun di luar diriNya. Sebab dari penciptaanNya menunjukan kasihNya dengan ciptaan sebagai obyek curahan kasih, maka ciptaan harus menerima penguasaaNya yang mutlak, dengan kuasa pengaturan yang mutlak ini ia menetapkan orang-oranmg yang memperoleh hidup kekal dan sebahagian yang dibuang ke dalam penghukuman yang kekal.

d. Tentang kebebasan manusia
Manusia mempunyai kebebaan, tetapi kebebasan manusia berfungsi dibawah pengaturan. Inilah teori kebebaan teokrasi. Allah mengijinkan adanya kejahatan dengan tujuan untuk memeimpin manusia mencapai tempat yang sempurna dan lebih tinggi. Tuhan tidak mengurangi kejahatan dosa adalah karena manusia setelah melawan dosa, manusia akan memperoleh karakter yang agung.

e. Teori Tentang Roh Jiwa
Ia menolak tentang teori Tricotomy, ia menganggap manusia hanya terdiri dari tubuh dan jiwa. Rasio dan kehendak berada dalam jiwa yang non materi, maka dapat melihat Allah. Juga ada di luar hakekat alami; yang menerima suatu kekuatan supra ketika dicipta sehingga dapat mencapai kebajikan yang tertinggi. Tetapi kemampuan ini hilang ketika Adam berdosa, bahkan juga mempengaruhi bakat biasa, sehingga bukan saja kehilangan kebenaran yang semula bahkan terus menerus merosot dan tidak berkenan di hati Tuhan, sifat dosa ini di turunkan oleh Adam kepada keturunannya. Walaupun manusia dapat waspada, berani, menguasai diri, tetapi semua itu hanya bersifat sementara.

f. Tentang Keselamatan
setelah seseorang jatuh, hanya berdasarkan anugerah tuhan baru ia dapat kembali ketempatnya yang semula. Hanya bersandar anugerah tuhan sifat manusia dapat di ubah , dosa diampuni, serta memperoleh kekuatan melakukan iman pengharapan dan kasih. Anugerah sama sekali tidak dapat diperoleh melalui perbuatan. Walaupun Allah berkuasa mengampuni dosa dan memberikan keselamatan tanpa penebusan melalui korban Kristus, tetapi Allah menganggap korban Kristus adalah cara yang tertinggi dan yang paling berkhasiat. Penebusan kristus dapat menebus dosa manusia serta membangkitkan cinta kasih antar manusia. Jasa penebusan kristus melebihi dosa-dosa manusia, sedangkan ia adalah Allah yang tidak memerlukan pahala, maka pahala itu dapat diberikan kepada orang-orang yang percaya padanya. Kristus sebagai manusia telah menggenapkan pekerjaan yang tidak dapat dilakukan oleh manusia itu sendiri. Pikiran penebusan ini merupakan penggabungan pikiran Anselm, dan Albertus.

g. Tentang Anugerah dan Jasa
Manusia diselamatkan berdasarkan anugerah Allah. Kebajikan yang dilakukan mendatangkan pahala, orang-orang yang di selamatkan tidak saja dapat tidak melakukan hal-hal yang tidak patut dilakukan, bahkan ia dapat melakukan hal-hal yang kewajibannya. Yaitu menunaikan kehidupan bertapa dengan tulus dan setia. Kebajikannya ini dapat disimpan dalam gudang jasa, jasa ini diperbuat berdasarkan anugerah Tuhan. Inilah dua pikiran, yang ada pada jaman abad pertengahan yaitu jasa dan anugerah.

h. Anugerah dan Sakramen
Pada saman dahulu, definisi tentang saktamen tidak jelas, dianggap setiap tindakan agama adalah sakramen. Kemudian dijadikan tujuh macam oleh Peter Lamba. Yiatu Permandian, Penguatan, Perjamuan suci, pengakuan dosa, perminyakan, imamat, imamat, (pentahbisan jabatan suci) dan perkawinan semua sakramen ini dianggap baik secara langsung atau pun tidak ditetapkan oleh Kristus atau para Rasul, melaluinya mendatangkan anugerah Kristus kepada jemaat dan gereja, Kristus adalah kepala gereja, gereja adalah tubuh mistik dari Kristus. Maka sakramen adalah cara agar benar-benar bersekutu dengan Kristus. Tiap sakramen terdiri dari dua unsur, yang kelihatan (materi) dan esesce. Orang yang melyani sakramen haruslah dengan sebulat-bulat hati dan harus dengan pemikiran yang sangat matang, maka haus juga diterima dengan hikmat, sakramen adalah alat; Allahlah yang memberikan anugerah serta mendatangkan berkat melalui kesengsaraan Yesus. Pada saat itu sering terjadi babtisan bayi, tetapi sering ada babtisan selam. Aquinaspun menyetujui babtisan selam. Tentang perjamuan suci Aquinas menerima teori Transsubtantion. Sejak abad ke 7, jemaat takut salah terhadap anggur perjamuan suci, mulai tidak berani menerima cawan, pada abad 12 hampir semua jemaat tidak menerima cawan, dan pada saat itu bayi-bayi yang menerima perjamuan suci sangat populer, karena mereka ingin mendapatkan berkat. Kebiasaan ini telah berhenti dari gereja barat sejak abad 13, tetapi di gereja Yunani, hal ini masih berlangsung – sampai pada hari ini. Mereka mementingkan pikiran ibadat dalam perjamuan, karena dianggap perjamuan sebagai pengulangan penyaliban Kristus dan merupakan sumber pemupukan kerohanian dan bukti dari persekutuan dengan Kristus. Korban kepda Allah yang dapat meminta Allah memberi anugerah kepada orang yang membutuhkan keselamatan baik berada dalam dunia ataupun dalam purgatori.
”pengakuan dosa” dosa-dosa seseorang sebelum ia dibabtiskan dapat dihapus melalui babtisan, tetapi dosa-dosa setelah dibabtiskan perlu pengakuan dosa yang dibagi dalam 4 langkah: Penyesalan, pengakuan, penebusan, dan pengampunan.
Penyesalan yaitu hati manusia berdosa terhadap Allah. Menyesal dan bertekat untuk tidak mengulang perbuatan tersebut. Dalam anugerah, perasaan takut terhadap hukuman dapat menjadi penyesalan. Pengakuan di gereja inggris telaah sejak dahulu mempunyai kebiasaan mengaku dosa kepada paspor. Tetapi Aherat dan Peter Lamba berpendapat walaupun seseorang tidak mengaku dosa pada paspor, tetapi jika ia mempunyai , hati yang benar-benar bertaubat , ia juga akan memperoleh pengampunan pada tahun 1215 AD. Dalam lateran. Cauncil menetapkan jemaat dewasa, sedikit-sedikitnya harus sekali dalam setahun mengaku dosa pada paspor, hal ini menjadi peraturan gereja di kemudian hari. Aquinas menganggap paspor sebagai dokt rohani, maka semua dosa harus di akui pada paspor. Penebusan, bagi orang yang benar-benar menyesali dosa-dosanya, maka tuhan akan menghapuskan hukuman kekal baginya, tetapi dalam hidup ini menanggung akibat dosa, oleh sebab itu harus di tebus dengan hukumam, hukuman tidak saja dapat menebus kekurangan dosa kepada Allah, akan tetapi juga dapat menghindari perbuatan dosa pada kemudian hari. Inilah buah pertobatan. Paspor berhak menambahkan hukuman pada seseorang agar dia bisa menebus segala dosanya, jika dalam dunia ini tidak di tebus, maka harus di tebus dalam purgatory.
Pengampunan, setelah seseorang menyesali perbuatannya, mengakui telah berbuat dosa dan hendak melakukan penebusan, maka paspor berdiri pada posisi Allah untuk menyatakan pengampunan. Inilah kuasa paspor menguasai jemaat. Bila seseorang tidak mendapat pengampunan dari paspor, walaupun ia di baptis, ia tetap tidak di selamatkan. Pada kemudian hari ada pengampunan besar akan memperoplaeh pengampunan besar Peter Damiani (1007-1009 A.D.), ia memberikan dan mempersembahhkan hartanya kepada gereja juga juga dapat pengampunan besar. Yang pertama menggunakan hak ini adalah paus Perancis, Urban II (1088-1099 A.D.), ia memberikan pengampunan ini kepada serdadu yang ikut perang salib. Kemudian hari bukan saja paus yang berhak tetapi uskup pun mempunyai hak ini. Hal ini telah disalah gunakan sehingga berbakti di hari raya, berbuat kebajikan, persembahan untuk pembangunan gereja, jembatan dan perbaikan jalan, semuanya dapat memperoleh pengampunan besar. Hal ini telah mendatangkan faedah ekonomis, tetapi timbullah praktek-praktek jahat mulai adanya penjualan karcis penebusan dosa. Gudang jasa , Aquinas menjelaskan bahwa jasa-jasa orang-orang Kristen dan orang-orang suci dikumpulkan dalam gudang jasa, Klerus gereja dapat mengambil jasa-jasa itu untuk diberikan kepada oranmg-orang yang berdosa yang memerlukan jasa untuk keselamatan. Bagi orang-orang yang benar-benar bertaubat, jasa ini juga dapat menghapuskan s4ebagian / seluruh hukuman. Purgatiry, Aquinas mengatakan sebagian besar jemaat tidak menggunakan alat karunia yang di berikan sebagaimana mestinya, maka harus di sucikan di dalam Purgatory. Karena mereka telah menghambur-hamburkan anugerah. Tetapi di dalam gereja bila ada seseorang yang menderita berarti seluruh anggota menderita. Tetapi jika seoramng melakukan kebajikan, maka jasanya dapat di bagi kepada seluruh jemaat. Maka Aquinas mempromosikan berdoa bagi orang-orang saleh. Paus adalah kepoala gereja yang kelihatan, sdetiap orang mau diselamatkan harus tunduk kepada paus, dan paus dapat menentukan batas-batas yang di percayakan, maka paus tidak melakukan salah. Karena Aquinas mempunyai teori – teori yang menguatkan kedudukan Roma katolik. Kesalahan- kesalahannya mendatangkan kegelapan gereja akan tetapi juga menyebabkan reformasi.

PASAL VI
ALIRAN MISTIK

Di dalam aliran filsafat Scholastik, banyak orang yang melakukan penyelidikan mistik, golongan inidi pimpin oleh Echart (1260-1327 A.D.) ia adalah orang dari aliran Dominican, ia belajar di paris dan pernah menjabat seoranag kepala rumah biara. Teorinya, dalam semua keberadaan hanya ke-illahian yang nyata / riil, roh jiwa manusia hanylah percikan api dari ke-illahian, dan percikan api ini barulah satu-satunya yang riil dalam manusia,segala kualitas kepribadian secara essence adalah negatif dan petut di buang. Manusia harus menuntut kelahiran Allah dalam hati. Inilah persekutuan dengan Allah, Allah yang menguasai hati manusia. Kristus adalah teladan dalam penuntutanagar Allah lahir dalam hati kita, karena sepanjang hidup kritus , maka ke-illahian telah memenuhi kemanusiaannya; jikalau Allah menguasai manusia ,manusia akan penuh dengan keadilan dan cinta kasih. Inilah pokok pikiran aliran mistik . iapun mengatakan apabila menaati peraturan gereja maka dapat mendatangkan faedah; kebajikan tidak membenarkan seseorang karena hanya hati yang benar baru dapat melakukan kebajikan. Buku ini di bagi dalam 4 bagian:
1. Tentang pemukukan kerohanian. Mengenai bagaimana meneladani kristus menyampahi dunia, tentang rendah hati , tentang kebenaran, tentang bagaimana menghindari hawa nafsu dan kesombongan serta emosi yang keterlaluan, tentang ketaatan (25 pasal)
2. tentang kehidupan hati sanubari, tentang hati yang suci dan tulus, mengasihi Tuhan melebihi segala sesuatu, pengucapan syukur, perjalanan salib dan lain-lain.
3. tentang penghiburan hati sanubari, belajar rendah hati dan sabar, menuntut penghiburan yang sejati, menahan penderitaan yang sementara, memperoleh kesentosaan dalam Tuhan (59 pasal).
4. tentang perjamuan suci,berbagai segi kebenaran perjamuan suci dan tentang berkat bagi yang menerimanya.
Buku ini mempunyai pengaruh yang sangat besar. Di lain pihak dengan sangat berkembanya misticism, timbullah ekstrim yang lain yaitu Panteism, mereka tidak saja meninggalkan gereja juga tidak menghiraukan ajaran moral.

PASAL VII
ALIRAN-ALIRAN ABAD PERTENGAHAN

1. Aliran Waldo
Pada saat itu di Lyion seorang pedagang kaya, Peter Waldo (…….-1217 A.D.)karena melihat kecongkakan dan kebejatan golongan klerus berketetapan melaksanakan perinntah kristus dengan menyedekahkan hartanya kepada orang-orang miskin. Ia berkhotbah di jalan-jalan dan di rumah-rumah. Ia berseru agar orang-orang bertaubat ; pengikutnya semua hidup dengan sederhana , maka di sebut”poor men of Lyon” mereka tidak saja hidup dengan sederhana, akan tetapi dengan berani menyerang kerusakan para Klerus. Pada 1184 A.D dalam sidang Verona, ia di tegur dan di usir dari gereja. Mereka menjadi sangat ekstrim. Mereka mengatakan bahwa kehidupan miskin adalah doktrin Kristen, menurut Alkitab dan merupakan otoritas tertinggi. Kaum awam dan wanita sama- sama dapat berkhotbah, berdoa di ladang maupun di gereja sama-sama di dengar oleh Allah. Berdoa dan melakukan misa bagi orang-orang mati adalah hal yang sia-sia, purgatory tidak dapat di percaya, pajak gereja adalah hal yang salah. Sudah barang tentu ajaran-ajaran inin di tentang oleh keuskupan. Tetapi penganut aliran Waldo sangat tahan derita, mereka menyebarkan ajarannya samapai ke spanyol utara, Belanda, Australia, Jerman. Aliran ini merupakan pionir dari reformasi.

2. Aliran Cathari
Aliran ini di mulai pada abad ke 11, setelah perang salib dan merupakan perluasan Manichaeism ke Balkan, Panisula, italia, perancis dan jerman. Chatari berarti bersih, mereka percaya peperangan yang tidak baik dan jahat dalam dunia yang berlangsung terus, dan materi jahat, dunia ini penuh dengan penderitaan dan sakit penyakitserta hawa nafsu yang jahat. Kristus tidak di lahirkan oleh perempuan. Ia adalah roh Illahi yang tidak mengandung unsur manusia. Ia menganggap klerus sebagai hamba iblis karena mereka sealiran dengan dunia. Dalam aliran ini mereka membagi jemaat biasa. Jemaat penuh harus berpuasa, tahan nafsu, tidak berdusta, tidak bersumpah, tidak akan melepasakan kepercayaannya walaupun harus mati. Pada akhir abad ke 12 mereka mempunyai kekuatan yang sangat besar di selatan perancis. Inncent III berkali-kali membujuk aliran Cathari ini, tetapi selalau gagal. Pada tahun 1209 A.D. Innocent III melancarkan perang salib serta menumpas bidat yang ada di perancis selatan. Aliran ini baru lenyap pada abad pertengahan.

3. Badan Penghakiman Bidat
Pada mulanya persoalan bidat di selesaikan oleh uskup setempat, tetapi sejak 1229 A.D. Paus mengutus utusan ke daerah untuk memeriksa dan menjalankan hukuman, tahun 1233 A.D. Paus Gregory IX dengan resmi mendirikan badan penghakiman bidat, setiap utusan pergi ke suatu daerah dan mengumpulkan penduduk serta mulai berbicara dan mendorong orang-orang menyatakan ajaran-ajarannya yang sesat, serta di beri waktu untuk bertaubat, bila dalam satu bulan mau bertaubat maka akan mendapatkan pengampunan, bila tidak maka akan di adili dan tidak boleh mengundang pembela. Tertuduh tidak mengetahui siapa yang menuduh maka tidak dapat melakukan pembelaan. Sejak 1252 A.D. Utusan dapat memakai siksan untuk memaksa tertuduh untuk mengaku, sehingga terjadi di luar keadilan. Bahkan ada yang di cambuk di hadapan umum, bagi yang tetap bertaubat , harta miliknya di sita, di penjara seumur hidupnya atau di bakar. Badan ini bekerja dengan sangat keras di perancis dan spanyol, mereka sebagian besar dari golongan Fransican dan Dominican. Kekejaman yang ada pada mereka mengakibatkan kekerasan undang-undang negara perancis pada kemudian hari.

PASAL VIII
GERAKAN ORDO MINTA-MINTA
(GERAKAN PERTAPA PERJALANAN)

Pada abad pertengahan jemaat – jemaat yang inggin kembali kepada gereja semula, dengan berani menyaksikan perubahan yang di lakukan Allah atas diri mereka dan di antaranya ada tindakan yang salah dari aliran Waldo yang di anggap sebagai bidat oleh gereja. Tetapi St. Francis yang dapat di pakai oleh Innocent III

1. St. Francis (1181-1226 A.D.)
Ia dilahirkan di sebuah keluarga pedagang kain yang kaya di Italia Tengah. Pada masa mudanya ia menikmati dengan penuh hal-hal dunia, sehingga menderita suatu penyakit dan berbulan-bulan baru sembuh. Di dalam masa sakitnya, ia menyadari kesia-siaan hidup manusia, maka ia bertekad menuntutr kebenaran Kristus, sambil berdoa ia membantu orang-orang miskin, orang-orang yang menderita sakit kusta, memperbaiki gedung gereja dan lain-lain.

Pada 24 Februari 1206 A.Dia ke gereja dan mendengar paspor membacakan Mat. 10:7-19, maka hatinya yang gelap seolah-olah disinari. Setelah kebaktian ia berseru, inilah jalan kebenaran yang setiap hari aku mencari. Setelah kebaktian ia berseru, inilah jalan kebenaran yang setiap hari aku mencari. Ia melepaskan kasutnya, membuang tongkatnya dan melepaskan ikat pinggangnya serta menggantinya dengan yang kasar, sebagai tanda mulai hidup dengan sederhana. Pada abad pertengahhan banyak Trebadours yang berkeliling baik di desa maupun di kota, sambil berjalan mereka menyanyikan lagu- lagu percintaan ataupun pujian terhadap pahlawan. Setelah Francis bertaubat, ia meniru mereka. Tetapi isi nyanyiannya mengenai kasih Kristus, iman kepercayaannya danb pengharapan akan hal-hal yang kekal. Pada saat manusia di penuhi perasaan takut mati dan benci dunia ini, tetapi Francis menggembirakan mereka, ia menganggap tubuh sebagai tubuh Allah. Karena pengikutnya mulai bertambah sehingga ia merasa perlu mendirikan organisasi. Pada tahun 1209 A.D. ia bersama 11 rekannya pergi ke Roma untuk meminta Innocent III mengijinkan kehidupannya yang sederhana ini. Hal ini telah di kabulkan oleh Innocent III.

Tahun 1212 A.D. St. Clare yang sangat beribadat telah ikut menjadi murid perempuannya dan mendirikan biara wanita. Aliran Franciscan tidak memiliki harta pribadi dan juga tidak memiliki harta perkumpulan, mereka tidak mempunyai pakaian seragam atau perabot. Mereka selalu menganggap dirinya sebagai musafir dan menganggap orang-orang miskin yang meminta-minta itu baru benar-benar memiliki cinta kasih, dan jika ada orang yang lebih miskin dari mereka, maka itu hal yang sangat memalukan mereka. Ia sangat memperhatikan orang-orang miskin, setiap bertemu dengan mereka selalu berusaha menolongf, jika tidak mempunyai uang ia memberikan pakaiannya sendiri, ia beranggapan bahwa kasih tidak ada ragu-ragu. Kasih francis termasuk pengampunan, merawat orang-orang sakit, memberi sedekah, bahkan terhadap segala makhluk hidup harus berbuat demikian, karena semuanya adalah ciptaan Allah. Semua adalah saudaranya. Ia menyenagi permukaan danauyang membiaskan pegunungan pada musim kemarau. Hal mana membayangkan ketenangan jiwanya. Ia suka mencari tempat-tempat yang tenang untuk bersekutu dengan tuhan. Tahun 1224 A.D. ia pergi ke La Verna dan bertapa dalam jangka waktu yang lama. Tetapi ia tetap mengingat masih beribu-ribu orang yang menantikan pertolongannya. Pada tahun 1224 A.D. ia telah buta, tetapi ia telah menciptakan syair yang ternama ”saudara suria” yang diantaranya berbunyi sebagai berikut:
” Pujian akan Tuhanku, akan segala ciptaanya, terutama saudara kita sang suria. Yang memberikan terang fajar dan menyinari bumi, ia adalah lambang tuhan kita. Pujilah akan tuhanku, akan saudara kita sang rembulan akan bintang-bintang yang bergemerlapan yang menghiasi ruang angkasa”.

3 Oktober 1226 A.D. orang-orang yang ia percayai berkumpul di sisi pembaringannya, pada saat itu imenderita sakit, ia meminta mereka membacakan Yohanes 13, setelah itu ia meninggal. Saat itu ia baru berusia 45 tahun . setelah ia meninggal, ordo ini berkembang dengan sangat pesat. Gregory IX menganggap ordo ini merupakan alat kebangunan gereja. Ordo ini mulai memperhatikan tentang organisasi dan tata tertip, walaupun ini bukan maksud Francis. Penggantinya telah melupakan pikiran Francis dengan memakai tata tertip untuk menggantikan kebebasan, tetapi masih banyak orang yang setia pada cita-cita Francis yang semula dan mengabarkan Injil ke pelbagai tempat.

2. John of Monte Corvine (1247-1328 AD)
Ia adalah murid Francis. Tahun 1291 AD. Ia ketempat jauh untuk mengabarkan Injil yaitu ke Asia. 13 bualn kemudian ia tiba di India dan tiba di Hok Kian, dan tiba di Tiongkok pada tahun 1293 AD. Tiba di Peking pada 1294 AD. Ia tidak bertemu dengan Kublai Khan, karena Kublai Khan telah meninggal dunia pada Pebruari 1294 AD. Tahun 1297 AD. Ia membangun sebuah gedung gereja dan menara lonceng, sebanyak 6000 orang di Babtis pada saat itu, dan ia memelihara 40 anak yang berumur 7-11 tahun, dibabtis dan diajarkannya bahasa Latin dan diajarkannya pula upacara-upacara sakramen dan puji-pujian. Tahun 1305 AD. Ia membangun gereja di depan istana, serta membagi anak-anak itu dalam dua kelompok, yang satu di gereja lama, yang lain di gereja baru, elain misa mereka telah dapat memimpin puji-pujian, gereja dapat memuat 200 orang, di atasnya terdapat salib merah yang tinggi dan terdapat cerita-cerita PL dan PB di dinding, sebagai bahan untuk mengajar pula. Ia mengatakan ketika, kami memuji Tuhan, rajapun mendengar dari istananya,ini berarti injil tersebar ke tangan orang kafir.ia menerjemahkan P.B. dan mazmur kedalam bahasa Mongol. Tahun 1305 A.D. ia menulis surat kepada paus agar mangirim orang-orang menggantikan pekerjaannya.tahun 1307 A.D. paus menyadari kepentingan penyebaran injil di Timur jauh., maka mengangkat ia sebagai uskup besar dan mengutus 7orang membantu dia, tetapi yang sampai dan tiba hanya 3 orang. Tahun 1313 A.D. ia meninggal, pada saat itu telah ada jemaat sebanyak 30.000 orang tetapi tidak ada orang yang meneruskan pekerjaannya, sehingga dengan jatuhnya kerajaan Mongol, mak berhenti pula pekerjaan P.I.

3. St. Dominika ( 1170-1221 A.D.)
Ia adalah orang Spanyol, dan bersama rekannya mendirikan suatu misi yang pergi ke Perancis Selatan. Tahun 1215 A.D. ia mengajukan permohonannya pada paus dan dikabulkannya pada tahun 1216 A.D. maka ia mengutus saudara-saudara dari berbagai tempat, terutama ke paris yang menjadi pusat pengetahuan. Mereka sambil bertapa, sanbil pula menyelidiki ilmu. Pada mulanya mereka mementingkan hidup sederhana, tetapi kemudian hari, tidak saja misi mereka mencari harta, bahkan mereka secara pribadipun mempunyai harta. Tetapi mereka tetap masuk kalanggan rakyat jelata dan mengabarkan injil. Katika Dominika meninggal pada tahun 1221 A.D. maka telah terdapat 60 cabang dan mereka giat menyerang bidat dan mementingkan pekerjaan terhadap kota-kota Universitas. Maka di antara dosen-dosen universitas juga banyak biarawan dominic, di antaranya Thomas Aquinas.

4. Penyelidikan ilmiah dari pertapa berjalan
Pada abd ke 13 dan 14 pengetahuan Eropa di kuasai oleh pertapa. Dominican terkenal karena pengetahuannya yang besar. Mereka menyelidiki teologi , sastra, filsafat, dan science. Mereka membangun rumah biara dalam kampus sambil melakukan penyelidikan dan ber P.I. tahun 1224 A.D. Fransiscan samapai ke Inggris. Pada mulanya hanya mementingkan P.I. dan tidak mementingkan ilmiah. Tetapi kemudian rektor Oxford Robert Grosseteste merasa untuk meningkatkan pengetahuan rohani. Ketika biarawan Dominican samapai di Oxford, ia menganggap mereka merupakan kekuatan untuk meningkatkan kerohanian. Tahun 1229 A.D. Fransisican juga mendirikan sebuah rumah biara di Oxford untuk penyelidikan ilmiah. Tokoh yang terkenal pada saat itu Duns Scotus 1265-1308 A.D. John Pecham, mereka adalah biarawan dari Fransisican, mereka mendirikan sekolah dimana-mana dan PI bahkan mereka mengutus seseoranmg masuk ke universitas yang ada di eropa, tetapi kemudian hari karena mereka hidup terlampau mewah, maka mulai gagal.

Pada saat itu rumah biara beranggapan, selain mempelajari teologi, juga dapat mempelajari sastra, maka banyak yang tidak perlu atau belum mengambil gelar sastra dapat mengambil gelar teologia. hal ini di tentang pihak universitas. Tahun 1225 A.D. Alexander IV menetapkan selain teologia, rumah biara dapat memberi kuliah sasatra dan para biarawan dapat mengajar di universits. Ordo Dominic mementingkan penyelidikan , mereka telah menerbitkan encyclopedi dan juga menetipkan Alkitab dalam bahasa latin yang telah di dasari dengan bahasa Ibrani dan bahasa Yunani. Mereka pun menertibkan Alkitab bahasa latin yang berindeks. Robert Grosseteste yang mengajare di Oxford dan Roger Becon sangat mementinglkan phisolophy of critic. Mereka menyelidiki bahasa, ilmu alam, ilmu jiwadan lain-lain. Cara filsafat saat itu ialah eksperiment dan induksi.

PASAL IX
PERKEMBANGAN DAN LENYAPNYA
KEKUASAAN PAUS

Ketka Alexander III sebagai paus (1159-1181 A.D. ).raja Jerman Frederick sangat terancam, maka uskup-uskup yang mendukung raja mengangkat Victor IV sebagai saingan paus. Tetapi tahun 1176 A.D. Frederick dikalahkan oleh sekutu dari italia, maka mengakui Alexander III sebagai paus. Tetapi tetap mempertahankan raja sebagai penguasa keuskupan Jerman. Pada tahun 1186 A.D. putra Frederick, Henry menikah dengan tuan tanah di italia selatan . hal ini menambah kekuatan raja. Di Inggris, Alexander III telah mengendalikan Henry II (1154-1189 A.D.) demi menguasai gereja, maka Henry II telah mengangkat Thomas Baxter sebagai uskup besar di Canterbury. Ia inggin memakai hal ini untuk mendapatkan kekuasaan gereja tetapi Tomas Baxer selalu setia pada Roma, dan raja berhak mengatur urusan gereja. Hal-hal pemecatan dan pengangkatan uskup harus melalui raja. Hal ini di tantang oleh Thomas Baxter. Maka pada tahun 1170 A.D. ia telah di bunuh oleh raja. Frederick yang meninggal pada saat perang salib ke- 3 (1190A.D.) digantikan oleh anaknya Henry VI (1190-1197 A.D.), isterinya dalah pewaris dari tanah cicili dari italia selatan. Tanah-tanah ini menjadi milik Henry VI pada tahun 1194 A.D. hal ini telah mengancam kedudukan paus. Tetapi Innocent III yang menjadi paus pada 1198-1216 A.D. adalah seorang yang sangat hebat, sehingga kekuasaan paus dapat di pulihkan.

Innocent III mempunyai ambisi yang sangat besar, kekuasaannya melampaui p[aus yang lain. ia menggunakan perpecahan dalam negeri Jerman dan mengadakan perjanjian dengan raja otto dari Brunswick. Ia tidak akan mencampuri urusan gereja dalam negeri jerman, tetapi Otto harus menjadi paus dalam meluasakan wilayah. Tahun 1209 A.D. raja Otto di nobatkan menjadi paus, tetapi tidak lama kemudian raja Otto telah mengingkari janjinya, Innocent III sangat marah, ia mengangkat anak bungsu dari Henry VI, Frederick II sebagai raja (1212-1250 AD.). tahun 1214 A.D. Frederick mengalahkan Otto. Ia telah menyatukan Jerman dan berkuasa mengangkat dan memecat raja, Innocent III juga menyatakan kuasanya terhadap raja Inggris, John (1199-1216 AD.). ia adalah seorang raja yang lalim. Ketika timbul perselisihan dalam mengangkat uskup besar Canterbury, ia mengangkat teman pribadi sebagai uskup agung, sedangakan Innocent III juga mengangkat temannya Stephen Longdue sebagai uskup. John menolak, tetapi diancam oleh Paus. John mengusir uskup-uskup yang menentang dia. Sedangkan Innocent III menyatakan John di pecat dari keanggotaan gereja dan dipecat dari kedudukannya sebagai raja. Tahun 1213 AD. John menyerah pada Innocent dan setiap tahunnya memberi upeti sebesar 1000 mark. Innocent memakai sistem sentralisasi dalam mengurus persoalan gereja. Paus berhak dalam pengangkatan uskup. Dalam sidang Laterland (1215 AD.). telah mengesahlkan teori Transubstiation, setiap jemaat haruys mengaku dosa sedikitnya 1 kali dalam setahun. Hal ini merupakan suatu kekuasaan paus paling besar dari paus. Kekuasaan paus mencapai puncakanya pada masa Innocent III, walaupun paus-paus yang lain juga dapat mengadakan usaha yang serupa, tetapi kekuasaan paus semakin merosot. Pada akhir abad 13 inggris bersekutu dengan perancis, demi kepentingan bersama menghadapi serangan dari luar, juga untuk menghadapi paus, golongan menengah dari mesyarakat mulai mengembangkan pengaruh mereka, dalam intelek, ekonomi dan politik. Mereka sebagian besar adalah ahli-ahli hukum dalam yang membantu raja dalam meluasakan kekuasaanya. Mereka telah menggantikan kedudukan pimpinan agama. Mereka meremehkan para pimpinan gereja yang tidak lagi bertindak manurut kebenaran.

Kekuasaan raja p0erancis makin besar. Philips IV adalah seworang raja yang sangat berambisi (1285-1314 AD.). sedangkan paus Boniface VIII juga seorang yang sanagt berambisi. Ketika inggris berperang melawan Scotlandia, karena keperluan biaya perang, maka raja melarang gereja memberi sumbangan kepada paus, tetapi Boniface VIII mengeluarkan perintah yang melarang raja menarik pajak terhadap gereja dan harta raja, dengan ancaman akan dipecat dari keanggotaan gereja, di lain pihak Philip IV melarang pengeluaran uang ke luar negeri, maka penghasilan paus makin merosot, sehingga kekuasaan paus berkurang dan kekuasaan raja bertambah. Tahun 1302 AD. Philips IV mengadakan sidang yang diikuti oleh pekerja gereja, bangsawan dan jemaat biasa. Dalam sidang itu ditetapkan menentang paus. Tetapi paus mengatakan, kekuasaan dunia harus di bawah kekuasaan rohani, sedangakan gereja telah memperoleh kekuasaan itu. Ia mengutip perkataan Aquinas yang mengatakan bahawa taat pada paus adalah syarat dari keselamatan. Tetapi Philips IV mengadakan sidang lagi dan mengemukakan kesalahan paus, termasuk penyalah tafsiran dan kerusakan moralnya. Philips IV menyerukan gereja untuk menghakimi paus. Ia mengatakan bahwa ini bukan ancaman, tetapi suatu yang pasti akan dilakukan. Untuk wakil P.M. William untuk mengurus hal itu. Ia adalah ahli hukum, dengan kekerasan Boniface VIII ditangkap, walaupun ia ingin melawan, tetapi satu bulan setelah ia dilepaskan ia meninggal dunia (1303 AD.).

Philip IV memakai kekuatan masa untuk melawan Paus, walaupun Paus mempunyai senjata rohani, tetapi tidak bermanfaat dalam hal ini. Maka gagallah impian paus yang inggin menguasai kerajaan politik. Tahun 1305 AD. Komisi kardinal telah memilih seorang perancis sebagai paus dengan gelar Clement V ( 1305-1314 AD.). ia seorang yang dikontrol oleh Philip IV. Ia ikut menyalahkan Boniface dan menghapus perintah yang dikeluarkan Boniface dan menghapus perintah yang dikeluarkan Boniface. Pada tahun 1309 AD. Ia memindahkan kepausan dari Roma ke Avignon, pada saat itu gereja dalam kuasa raja. Selama 60 tahun (1309-1377 AD.) kepausan ada Avigin. Dalam sejarah gereja masa ini di sebut masa pembuangan babel. Selama jabatan Clement V telah melakukan suatu hal yang besar, yaitu ia menyusun suatu kisah undang-undang gereja, yang memuat keputusan sidang gereja semasa itu dan perintah-perintah yang dikeluarkan oleh paus. Kitab ini merupakan kumpulan otoritas gereja yang harus diterbitkan pada masa paus John XXII (1316-1334 ad.). hingga abad ke 20 gereja tidak mengeluarkan undang-undang yanmg baru. Pada tahun 1904 AD. Paus X (1903-1914 AD.). membentuk suatu badan yang bertugas menyusun Alkitab undang-undang gereja yang baru.

PASAL X
PAUS DI AVIGNON

Pada masa paus ada di Avigon, paus adalah seorang perancis, sistem kepausan mengahadapi kesukaran, karena di inggris, perancis, jerman sering pula terjadi perang dan perebutan kekuasaan antara agama dengan politik. Pada masa itu banyak politikus yang mengarang dan mennyindir keadaan ini. Di antaranya seorang penyihir italia yaitu Dante Alegrie (1265-1321 AD.). yang telah mengarang sebuah karangan tentang kuasa raja di dalam bahasa italia (ditulis tahun 1311-1318 AD.). ia berpendapat kesejahteraan yang terbesar bagi manusiaadalah perdamaian. Raja adalah penegak perdamaiian. Raja memimpin rakyat dalam endapatkan kebahagiaan dunia, sedangakan paus memimpin untuk mendapatkan kebahagiaan yang kekal. Kedua kekuasaan ini harus dipisahkan. Ia sangat menentang adanya campur tangan paus dalam hal politik. John of paris, biarawan Dominican telah menulis sebuah karangan yang mengatrakan bahwa kuasa raja dan paus harus disaadari dengan kesejahteraan rakyat. Keduanya harus dipisahkan. Marcelus dan john yang lain mengarang sebuah Alkitab. Defensor paris, yang berisi pokok – pokok sebagai berikut: kekuasaan harus berasal dari rakyat, bagi negara kekuasaan dari seluruh penduduk, pejabat pemerintahan harus dipilih oleh rakyat.

P.B. sebagai otoritas yang tertinggi di dalam gereja. Tidak di benarkan adanya kekerasan di dalam gereja untuyk menaati P.B. tugas gembala ialah mengajar, menasehati dan menegur. Menurut kebenaran P.B. u7skup sederajat dengan paspor. Tetapi tidak dibenarkan bila demi organisasi memilih beberapqa orang sebagai pengawas. Tetapi tidak menimbulkan perbedaan tingkat. Kedudukan petrus tidak melebihi kedudukan rasul yang lain. dalam P.B. tidak di jumpai bahwa petrus pernah pergi ke Roma. Paus dan uskup tidak mempunyai hak tanah, juga tidak berhak menetapkan dalam sidang umum. Sidang umum ini merup[akan otoritas tertinggi dfalam gereja, dalam negara kristen raja dapat mewakili seluruh jemaat untuk mengadakan sidang, mengangkat uskup dan mengurus harta gereja. Pikiran ini di pengaruhi oleh pikiran Aristotle; pada tahun 1327 AD. Mereka di pecat dari keanggotaan gereja oleh John XXII, pada tahun 1343 AD. Clement mengatakann ia belum pernah membaca buku yang sedemikian buruk, tetapi buku ini berpengaruh pula dalam reformasi abad ke 16.

Tahun 1322 AD. Biarawan italia, Augustine Telliamf (1243-1328 AD.) menulis “Summa De Potestate Ecclesiastica” ( klerus yang tertinggi), dengan isi pokok sebagai berikut: Raja harus mengatur negara sesuai dengan prinsip paus, paus dapat mengangkat dan memecat raja, paus tidak dap[at diadili oleh siapapun, karena ketetapan tuhan. Manusia tidak dapat menuntut paus di depan tuhan bila paus tersesat dalam bidat, maka kedudukan nya tidak lagi berarti. Teori yang mendukung paus ini tidak di dukung oleh inggris dan jerman. Mereka menganggap bahwa paus di perancis hanya sebagai boneka negara perancis. Pada tahun 1351 AD. Senat inggris menetapkan paus tidak berhak mencampuri urusan pengangkatan uskup dan tidak berhak mengurus persoalan gereja inggris. Tahun 1353 AD. Mengeluarkan undang-undang yang melaramng orang inggris mengajukan tuntutan di luar wilayah inggris. Tahun 1366 AD. Senat membatalkan keputusan John (1213 AD.)yang memasukkan gereja inggris di bawah paus.

Tindakan yang paling di serang pada masa Avigon ialah penarikan pajak; sejak beberapa perang salip, terjadilah perkembangan dalam pardagangan yang memakai moneter untuk menggantikan sistem barter. Gereja pun memakai cara ini dan akibatnya ialah pengahasilan paus dan tetap di butuhkan pengeluaran yang besar. Maka paus terpakasa menarik pajak, bahkan memungut pajak dari pejabat yang baru di tahbiskan sebesar honor satu tahun. Pejabat-pejabat ini diangkat oleh paus, bila makin banyak yang diangkat maka bertarti makin banyak penghasilan paus. Bahkan surat-surat resmi dari paus juga harus membayar pajak. Maka pejabat menarik pajak pula dari para jemaat, bila pembayarannya di tanghguhkan maka ia akan di ancam dan akan di pecat. Dari keanggotaan gereja. Hal ini mengakibatkan antipati terhadap paus ketika Gregory XI meninggal pada 1378 AD. Para kardinal ada di Roma. Mereka adalah oranng perancis yang inggin kepausan ada di Avignon, tetapim hal ini di tentang oleh orang Roma, maka mereka mengangkat urban VI (1378-1389 AD. ) sebagai paus, tetapi morang ini tidak tidak berdaya dan inggin menentang perancis, maka mereka mengangkat seorang jenewa, ClementXII (1378-1394 AD.) sebagai paus dan ia mengembalikan kepausan di Avignon, maka adalah 2 orang paus yang iggin menyingkirkan, masing-masing menyalahginakan kekuasaan, pengeluaran makin besar sehingga pajak makin banyak. Keadaan di Eropa makin buruk, perpecahan gereja makin besar, gereja kehilangan wibawa, masing-masing negara mendudkung seorang paus sesuai dengan kepentingannya, Italia Utara dan tengah, jerman, eropa utara dan inggris mengakuyi paus yang aada di Roma, sedangakn yang mengakui paus di Avignon ialah negara Perancis, Spanyol, Naples, Scotlandia, Cicilia dan sebagian dari Jerman.

PASAL XI
WYCLIFF DAN HUSS

John Wycliff di sebut sebagai Morning star of Reformation (1320-1384 AD.), ia lahir di inggris yaitu di Yorkshire di desa Hipswell, berstudi di Balliod College, Oxford dalam suatu jangka yang singkat ia menjabat sebagai rektor. Ketika ia berada di Oxford ia sangat terkenal karena pengetahuannya yang sangat banyak, sehingga orang banyak mendengarkan kuliahnya. Ia menganut Realitisme yang berlawanan dengan Nominalism. Ia sanmgat di pengaruhi oleh karangan Augustine dan ia bercorak Plato. Tahun 1374 AD. Ia diangkat oleh raja inggris sewbagai Rector of Lutterworth. Tahun 1372 AD. Ia mendapat gelar Doctor Teologia. Raja inggris memakai Wycliff karena perantara dari anak raja Edward III, raja inggin memakainya untuk melaksanakan rencana raja terhadap kekayaan gereja, maka paus tidak mempercayainya. Tahun 1376 AD. Wycliff mengemukakan teori yang menentang gereja, maka pada tahun itu juga ia mengemukakan karangan yang membicarakan hak rakyat di Oxford. Ia mengatakan tuhan dalai raja yang terbesar, semua kuasa dunia dan rohaniu di beri olehnya. Maka harus tunduk dibawah tuhannya dan setia padanya. Terhadap benda, manusia hanya mempunyai hak pakai, tidak mempunyai hak milik. Seoramng kristus yang telah melalaikan jabatannya, hartanya menjadi milik gereja, karena tuhan mengangkat pemerintah untuk mengurus persoalan dunia, dan gereja mengurus soal-soal rohani.

Teori ini di sambut dengan baik oleh bangsawan-bangsawan yang mengingginkan harta gereja, bahkan rakyat yang membenci kebrobrokan gereja pun sangat gembira, biarawan-biarawan pun mendukung teori ini. Tetapi teori ini di tentang oleh paus dan golongan gereja. Tahun 1337 AD. Ia dipanggil menghadap uskup london dan diadili, tetapi tidak berhasil. Pada tahun yang sama Gregory XI memanggil dia untuk diadili, tetapi karena dukungan raja dan masa, maka segala rencana untuk mengadilinya tidak berhasil. Ia telah menulis karangan-karangan yang bersifat reformasi dalam bahasa latin dan inggris. Ia berpendapat hanya Alkitab sebagai hukum gereja, konsep bahwa paus dan uskup adalah pusat gereja. Kristus sebagai kepala gereja. Paus dipilih oleh manusia yang mempunyai tugas yang sama dengan petrus, yaituy untuk melayani jemaat. Jikalau paus berlaku diktaktor dan menginginkan harta, maka ia sama dengan anti kristus. Ia juga menentang pertapa-pertapa yang minta-minta dan menganggap nya tidak sesuai dengan Alkitab. Dengan singkatia menentang hal-hal yang tidak benar dalam gereja pada masa itu. Ia juga memberi saran-saran yang konstruktif bagi kebaikan gereja, dengan maksud agar jemaat dapat membaca Alkitab. Ia menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa sehari-hari. Pada tahun 1382-1384 AD. Alkitab Volgate diterjemahkan lagi P.L. diterjemahkan oleh Nicholas, sedangakn P.B. diterjemahkan oleh Wycliff. Bahasa terjemahan ini sangat lancar dan baik, dan memberikan sumbangan yang besar bagi sastra inggris. Terjemahan ini diperbaharui lagi pada tahun 1388 AD. Di bawah larangan yang keras, Alkitab ini tersebar dengan pesat dan hingga hari ini masih terdapat kira-kira 150 salinan.

Wycliff menganggap setiap jemaat adalah imam, dan hal ini yang salah bila uskup yang menguasai hak rohani, ia menentang Transsubtiation, karena pendapat ini menyebabkan sebagian pendukungnya meninggalkan dia. Pada tahun 1348-1350 A.D. timbil penyakit menular antara pekerja rendah di inggris, banyak hal memuncak pada 1380 AD. , sehingga terjadi pemberontakn petani; uskup Canterbury yang bersidang di London pada tahun 1382 AD. , menetapkan 24 teori Wycliff sebagai bidat dan melarang ia memberi kuliah di Oxford. Pengikutnya Wicliff banyak yang ditangkap sedangakan ia sendiri mendapat dukungan dari rakyat dan bangsawan maka dapat terlepas dari hukuman. Ia meninggal pada akhir tahun 1384 AD. Dan berusia 64 tahun.setelah wycilf meninggal,seola-holah tidak ada yang meneruskan
Pekerjaannya. pada masa charles III ( 1377-1399 A.D) timbulah gerakan Lollald. Tetapi pada masa Henry IV ( 1399-1413 A.D.) ia mengeluarkan undang- undang yang menentang bidat ”De Haeretico Comburen do ” dan membunuh orang-orang Lollard, tetapi golonan ini masih ada hingga masa revormasi. Pengaruh Wycliff yang terbesar adalah terhadap Bohemia, orang-orang Bohemia empunyai kemajuan yang pesat dalam bidang pengetahuan dan politik pada saat itu harta gereja yang terbanyak dan paling sekuler adalah Bohemia. Maka pada masa charles VI bangkitlah revormator – revormator yang menentang sekularisasi gereja, diantaranya Kerait Milicz, Matthias, Thomas ( 1331-1401) mereka memakai alkitab sebagai standar kehidupan dan menganjurkan banyak perjamuan. Milicz dan matias anti kristus telah datang ditengah klerus, para revormator Bohemia ini sangat mempengaruhi semangat Hus dalam revormasi.

Jonh Huss (1369-1415 A.D.)
Ia lahir di Husnetz, Bohemia. Orang tuanya adalah petani. Ia belajar di universitas Prague. Tahun 1394 A.D. ia mendapat gelar B.D. tahun 1396 A.D. mendapat gelar M.A. Tahun 1401 A.D. diangkat sebagai paspor dan mengajar di Prague. Ia mempelajari realis dari Wycliff dan teori-teori nya yang lain, maka secara pikiran ia adalah murid Wycliff, tetapi ia agak hati-hati, ia sama sekali menolak Transubtation. Ia menyetujui kristus sebagai kepala gereja dan bukanya paus. P.B. ialah yang menjadi dasar gereja dan bukannya paus. P.B. lah yang menjadi dasar gereja bukannya peraturan sidang. Gereja seharusnya sederhana sebagaimana kristus. Bukan saja dalam pikiran bahkan dalam kalimatpun ia mirip dengan Wycliff. Tahun 1402 A.D. ia menjadi pengkhotbah di Prague Bethelem, ia fasih dalam berkhotbah dalam bahasa Bohemia. Teorinya terutama menyerang gereja sangat ditentang oleh orang-orang dari Prague dari Universitas. Diantara 2 paus yang ada pada saat itu, raja mengambil jalan politik jalan tengah. Hal ini didukung oleh Huss dan sebagian orang universitas Prague, tetapi uskup agung, para klerus da orang-orang jerman yang meninggalkan Prague mendirikan universitas Leipzig, dan Huss menjabat sebagai rektor, pikirannya tersebar di seluruh Bohemia.

Uskup Bohemia, Spinnak yang mendukung Paus Alexander V, memberikan laporan tentang penyebaran tentang teori Huss kepada Paus. Maka pada tahun 1410 A.D. Paus menyatakan Huss dipecat dari keanggotaan gereja dan teorinya harus dihapus dari seluruh negeri. Akan tetapi dengan adanya hal ini maka nama Huss menjadi semakin tenar dan ia dianggapsebagai pahlawan bangsa. Tahun 1402 A.D. John XXIII menjadi Paus (1410-1415 A.D.), ia mengatakan setiap orang yang ikut dalam penyerangan terhadap raja Naples dapat memperoleh pengampunan dosa. Hal ini ditentang oleh Huss, ia mengatakan Paus tidak berhak mengampuni dosa, hanya Allah yang berhak. Teorinya membakar rakyat, sehingga mereka membakar pengimanan Paus, sekali lagi Paus d pecat dari keanggotaan gereja. Raja menasehati ia agar meninggalkan Prague. Dalam pelariaannya ia telah mengarang karangan yang terkenal tentang gereja,”De Ecclesia”, ”On the Church”. Tahun 1413 A.D. daloam suatu sidang di Roma, dengan resmi ditetapkan teori Huss sebagai bidat. Tahun 1415 A.D. diadakan sidang di Constantine dan mengundang dia untuk diadili, ia mengetahui waktunya telah sampai, tetapi demi kebenaran ia menghadiri sidang tersebut. Begitu tiba ia langsung ditangkap. Dalam sidang ia dijatuhi hukuman dan pengikut-pengikutnya yang telah mati pun mayatnya dibakar. Ketika ia disuruh menyangkal mteorinya ia mengatakan bahwa tuduhan terhadapnya adalah palsu belaka, maka ia dijatuhi hukuman bakar, tetapi ketika ia menjalani hukumannnya ia sangat berani dan sedikitpun ia tak menyesal. Ketika Huss meninggal Prague telah menjalankan teorinya yaitu jemaat dapat mendapatkan roti dan cawan. Tetapi pada tahun 1416 A.D. murid Huss, Yerome telah dijatuhi hukuman mati oleh gereja. Maka terjadilah revolusi di Prague. Dan pada saat itu timbullah dua golongan:
1. Golongan bangsawan yang menyetujui menerima roti dan cawan bersama-sama. Mereka menentang yang tidak terdapat dalam Alkitab. Mereka manuntut kebebasan P.I. dan kesederhanaan hidup.
2. Golongan Demokrat yang menentang hal-hal yang tidak terdapat dibuktikan dalam Alkitab. Mareka sehati menentang serangan dari luar.
Dalam gerakan Huss juga terdapat beberapa aliran, misalnya Tabor Waldo, Unitas Fatrum (betren of unitete) yang pada abda ke 18 berkembang menjadi Moravis Bretheren. Wycliff dan Huss disebut sebagai frontir reformasi, karena mereka menentang kebrobrokan gereja dan meninggikan Alkitab. Hal-hal ini memberikan dorongan bagi revormasi.

PASAL XII
SIDANG REFORMASI

Sejak timbulnya perselisihan antara kekuasaan gereja dan kekuasaan politik, maka banyak orang yang berpendapat harus diadakan pembaharu-an / perombakan. Perombakan ini di mulai dari paus hingga para pekerja gereja, jadi dalam soal moral dan organisasi, bukan dalam soal doktrin. Walaupun Wycliff pernah mengajukan hal yang sama, tetapi teorinya dianggap sebagai bidat, tetapi pada umumnya dosen-dosen di universitas menganggap perlu perombakan moral dan organisasi. Marsilius dari parsi university dalam :” Defensor Pacis” menganjurkan sidang gereja sebagai keputusan tertinggi. Dokter hukum , Kenlat (1320-1390 A.D. ), telah dua kali meminta raja mengadakan sidang adalah untuk menyelesaikan persoalan bukan saja didukung oleh kampus, tetapi para Kardinal pun mendukung teori ini. Diantaranya ada dosen dari paris University, Nicholas (1397-1405 A.D. ia menjabat sebagai penulis dari Paus, ia menganggap bahwa meremehkan Alkitab adalah sumberdosa dari gereja.

Pada tahun 1408 A.D. dua orang kardinal menganggap perlu mengadakan sidang. Dari Reigehong mereka mengeluarkan undangan rapat atas nama mereka, dan menentukan akan sidang di Beza, mulai 25 Maret 1409 A.D. orang-orang yang menghadiri rapat ini termasuk Kardinal, uskup, kepala rumah biara, ahli teologia dan ahli hukum gereja serta wakil dari raja-raja berbagai negara. Tetapi sidang ini tidak diakui oleh paus baik yang ada di Roma maupun yang ada di Perancis. Dalam bidang ini telah memecat kedua Paus tersebut, yang mernyatakan bahwa sidang lebih tinggi dari pada Paus. Mereka mengangkat uskup dari Millan sebagai paus, dengan gelar Alexander ke V (1409-1410 A.D.). sidang ini berhenti setelah memilih Paus yang baru. Setelah sidang ini keadaan gereja makin kacau. Roma, Naples dan sebagian dari jerman mengakui Gregory XII sebagai Paus. Spanyol, Scotlandia mengakui Benedict XIII sebagai Paus, sedangkan Ingris, Perancis,dan Jerman mengakui Alexander V sebagai Paus. Maka timbullah 3 Paus dalam masa yang sama. Hasil yang diperoleh sidang Beza ialah menyatakan bahwa perpecahan gereja dapat di selesaikan dengan sidang, dan sidang ini bukan diadakan oleh Paus maupun Raja tetapi oleh para uskup. Kaisar Romawi,,Sigismund(1410-1437 A.D. ) merasakan perlunya mengadakan sidang, maka timbillah perselisihan dengan raja Naples, Sigismund bersama John XXIII (1410-1415A.D.), yang menggantikan Alexander V, mengadakan sidang diConstantine pada 1 November 1415 A.D. yang menghadiri sidang ini termasuk para kardinal,uskup,ahli teologia, wakil raja, juga jemaat biasa.John XXIII seorang Paus yang paling kecil wibawanya diantara ke3 Paus, mengharapkan melalui sidang ini dapat mengakui ia sebagai Paus yang sah, maka ia membawa uskup-uskup italia untuk menghadiri sidang tersebut. Tetapi dalam sidang tersebut menetapkan hak suara diambil dengan satu negara, para kardinal hanya satu suara. Malihat keadaan ini yng demikian tidak bisa mencapai maksudnya, maka John XXIII telah melarikan diri dari tengah sidang. Sidang dilanjutkan di bawah pimpinan Kersen, dari bulan maret 1415 A.D. hingga pada 6 april 1415 A.D. dan telah dapat mengambil keputusan sebagai berikut:
Sidang kali ini mewakili gereja Am yang dalam dunia peperangan. Sidang ini langsung memperoleh kuasa dari Kristus. Segala keputusan baik mengenai doktrin, perpecahan gereja dan pembaharuan, harus diterima baik Paus maupun jemaat biasa. Pada 29 mei sidang memecat John XXIII.

Pada 4 juli Gregory XII mengundurkan diri dari jabatannya. Sidang ini membuktikan kekuasaan sidang melebihi gereja, hasil yang lain dari sidang ini ialah mengadakan perombakan dalam hal moral dan organisasi. Tetapi para peserta sidang masing-masing mementingkan keuntungan pribadi, maka hanya menetapkan prinsip. Satu-satunya hasil ialah menghilangkan perpecahan gereja.

November 1417 A.D. wakil dari berbagai negara dan para kardinal mengangkat uskup Roma, Otto sebagai Paus dengan gelar Martin V (1417-1431 A.D.). dengan demikian agama kristen bersatu kembali. Sidang ini selesai pada April 1418 A.D. dengan hasil merubahsistem Paus yang menguasai hak tertinggi, menjadi sidang yang berhak paling tinggi, serta menetapkan sidang – sidang yang akan dilangsungkan setiap kali dalam sekian tahun. Martin V inggin mengadakan sidang pada tahun 1423 A.D. tetapi terjadi wabah dan pertikaian dengan Huss, maka sidang baru berlangsung pada Januari tahun 1431 A.D. di Basel. Sidang dipimpin oleh kardinal Chaliano yang mewakili Paus, tetapi sebelum sidang dimulai Martin V meninggal dunia dan di ganti oleh oleh Eugene IV (1431-1447 A.D.) sehingga sidang baru dimulaitahun 1431 A.D. tetapi pada desember 1431 A.D. tetapi perintah ini ditolak oleh sidang bahkan mereka membicarakan berbagai persoalan dengan cara berkelompok. Maka sidang di Basel ini mempunyai hasil yang baik. Keputusan sidang ringkasnya adalah sebagai berikut:
Setiap wilayah mengadakan sidang dalam setahun sekali, wilayah yang lebih besar setiap dua tahun sekali, sedangkan setiap 10 tahun sekali mengadakan sidanng seluruh dunia. Tentang jabatan-jabatan gereja yang dipilih oleh gereja dan di sahkan oleh Paus. Segala persoalan di selesaikan oleh gereja setempat dahulu. Kemudian baru diserahkan pada Paus. Jumblah kardinal ditetapkan sebanyak 24 orang, wakil dari satu negara tidak melebihi 1/3 dari jumblah seluruhnya. Segala pajak di hapuskan, sehingga pemasukan Paus juga berkurang. Satu-satunya kardinal yang memimpin sidang di Basel ialah Louis Aleman (1380-1450 A.D.) telah mengangkat seorang jemaat awam sebagai Paus dengan gelar Felix V (1439-1449 A.D. ), dan memecat Eugene IV. Tetapi kuasa golongan lemah, maka setelah Eugene IV meninggal, Nicholas V menjadi Paus di Roma(1447-1455 A.D.) tahun 1449 A.D. Felix V tidak berdaya, maka i8a mengundurkan diri. Karena kesalahan di dalam penyelesaian, maka sidang di Basel tidak berhasil menggantikan kedudukan gereja dan kuasa Paus. Tetapi sidang ini memberi faedah yang besar bagi Perancis. Mereka segala sesuatu di lakukan demi keuntungan negara dan rakyat dengan harapan hal-hal yang tidak dapat di selesaikan oleh sidang dapat di selesaikan oleh negara. Hal ini mendatangkanpengaruh yang besar bagi reformasi.

Tinggalkan komentar

Filed under 1, Sejarah Gereja

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s