Surat-surat Paulus

• Surat-surat Paulus
• Oleh
• Pdt. Dr. T. Pilemon, D.Th

• Nilai
• Absensi kehadiran
• Ujian tertulis pada akhir matakuliah
• Paper 25 halaman dg judul “kepemimpinan Paulus”. Penyerahan paling lambat 31 July 2009.
• Pendahuluan
• Siapakah Paulus ?
• Sumber Teologi ?
• Surat yang ditulis ?
• Jemaat di Roma
• Gereja Tuhan di Roma
– jemaat ini terbentuk dari kesaksian dan pekerjaan org Kristen warga Romawi.
- Jemaatnya terdiri dari bukan hanya Yahudi tapi juga dari dan latar belakang kafir (penyembah berhala) serta sampah masyarakat
- Jemaat yg didirikan dalam perjalanan misi Paulus yang kedua. Pada tahun 50 ia tiba di Korintus dan menetap 18 bulan (KPR 18:11,18).

• Jemaat di Roma
• Surat Roma
- didiktekan oleh Paulus kepada Tirtius (kawannya) pada tahun 57 di Korintus
• Tema-tema kunci
-1. Anugerah, Rom 1:7; 2:4; 3:24, 27; 4:16; 5:15, 17, 21; 6:1, 15; 11: 5-6.
-2. Iman , Rom 1:5 (lihat 15:18); 1:16-17; 3:22, 26-31; 4:1-25; 5:1; 10:8-11; 10:17.
-3. Pembenaran, Rom 1:17; 3:21-26; 4:1-25; 5:8-11, 15-21; 10:1-10.
-4. Kebersamaan, Rom 14:1-15:7
-5. Allah adalah Raja, Rom 9-10.

• Garis besar Surat Roma
[1] ’ MENGAPA SAYA MENULIS…’ Rom 1:1-7
Rom 1:1-17 Semua tentang Yesus Kristus
Rom 1:8-15 Saya mempunyai sesuatu untuk dibagikan
Rom 1:16-17 Berita secara ringkas
[2] ’ KITA SEMUA ADALAH ORANG BERDOSA’ Rom 1:18-3:20
Rom 1:18-32 Mereka yang tidak memiliki Alkitab
Rom 2:1-11 Menghakimi orang lain?
Rom 2:12-16 Allah akan menghakimi kita semua
Rom 2:17-3:20 Lebih baikkah orang Yahudi?
[3] ’ ALLAH MEMPUNYAI JALAN’ Rom 3:21-5:21
Rom 3:21-26 Apa yang dilakukan oleh salib
Rom 3:27-31 Siapa yang boleh bermegah?
Rom 4:1-25 Abraham percaya lebih dulu
Rom 5:1-5 Sukacita-walaupun dalam kesusahan
Rom 5:6-11 Ketika kita tidak berdaya
Rom 5:12-21 Kristus dan Adam
[4] ’ HIDUP BARU’ Rom 6:1-8:39
Rom 6:1-14 Dosa dapat dikalahkan
Rom 6:15-23 Pergantian pemilik
Rom 7:1-6 Pergantian pasangan
Rom 7:7-25 Peperangan dalam hati
Rom 8:1-11 Roh memberi hidup
Rom 8:12-17 Anak-anak Allah!
Rom 8:18-25 Dan banyak lagi yang lain
Rom 8:26-27 Doa
Rom 8:28-30 Tujuan
Rom 8:31-39 Apa lagi yang dapat saya katakan?
[5] ’ TETAPI BAGAIMANA HALNYA DENGAN ORANG YAHUDI?’ Rom 9:1-11:36
Rom 9:1-5 Hak-hak istimewa mereka
Rom 9:6-33 Maksud Allah
Rom 10:1-21 Iman menyelamatkan
Rom 11:1-36 Rencana yang aneh
[6] ’ HAYATILAH!’ Rom 12:1-15:13
Rom 12:1-2 Kehidupan yang dipersembahkan
Rom 12:3-21 Kehidupan di dalam satu tubuh
Rom 13:1-7 Hidup dalam masyarakat
Rom 13:8-10 Hidup dalam kasih
Rom 13:11-14 Bangun dan hiduplah!
Rom 14:1-15:13 Hidup bersama dengan sesama
[7] ’ RENCANA HARI DEPANKU’ Rom 15:14-33
Rom 15:14-21 Pelayanan saya
Rom 15:22-33 Ambisi saya
[8] ’ SANGAT BANYAK KAWAN DI ROMA’ Rom 16:1-27
Allah memberkati kalian semua
• Jemaat di Korintus
Surat kepada Gereja yg terpecah belah
• Gereja terpecah belah.
1. Mereka terpecah karena soal kepemimpinan (1:12).
2. Mereka terpecah karena standar moral (5:1-8).
3. Mereka terpecah karena kasus pendakwa dan terdakwa (6:1-8).
4. Mereka terpecah karena kasus orang Kristen yang lemah dan yang kuat (8:7-12).
5. Mereka terpecah antara yang kaya dan yang miskin (11:17-22).
6. Bahkan karunia Roh menjadikan mereka terpecah belah (12:12-26)
• Jemaat di Korintus
• Surat 1 Korintus
- surat ini ditulis oleh Paulus menjelang berakhirnya persinggahannya di Efesus pada musim dingin tahun 55 ( 1Kor.16:5-7).
- Sebagai jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang dibawa oleh Stefanus, Fornunatus dan Akhayaikus
• Jemaat di Korintus
Sejarah sedih tentang suatu pemberontakan singkat
• Surat 2 Korintus
- surat yg bernada keras karena adanya rasul-rasul palsu mengajarkan Injil Palsu, menentang wewenang Paulus, 1Kor.9:1; 2Kor.11:12-15;
- Timbullah kekacauan.
- Nasihat Paulus dalam I Korintus diabaikan kemudian Paulus mengadakan kunjungan yang mendukakan ke Korintus, 2Kor 2:1. Rupa-rupanya’ rasul-rasul yang tak ada taranya’ ini hanya menertawakan dia, 2Kor 10:10.
• Jemaat di Korintus
- Paulus meninggalkan Korintus dan kemudian mengirim Titus ke gereja itu dengan surat yang bernada keras isinya, 2Kor 7:5-13.
- Jemaat di Korintus bertobat. Titus membawa berita yang sangat menyenangkan ini kepada Paulus, 2Kor 7:6, 7. Surat ini merupakan penjelasan yang menyambung sejarah sedih dari pertikaian yang terjadi.
- Surat ini ditulis pada tahun 56 di Makedonia, 2 Kor 2:13
• Jemaat di Korintus
• Dua hal penting yang dibahas dalam 2 Korintus:
1. Hak istimewa dan penderitaan.
– Kepemimpinan Kristen seperti yang dilakukan Paulus akan selalu menimbulkan kesengsaraan, salah pengertian, penderitaan di samping semangat dan sukacita.
– Paulus memaparkan tentang penderitaan dalam tujuh pasal yang terpisah dalam surat ini:
a. Hampir putus asa ketika jemaat Korintus menolak dia. 2Ko 1:8-11
b. Penderitaan mental saat Paulus menantikan jawaban atas Suratnya.2Ko 2:12-17
• Jemaat di Korintus
c. Keletihan fisik yang disebabkan oleh konflik
batin, 2Ko 4:16-18
d. Kesengsaraan karena pertikaian yang tak habis-
habisnya dalam membela nama Yesus, 2Ko 6:3-10
e. ‘Pertengkaran dari luar dan ketakutan dari dalam’,
2Ko 7:5-8
f. Kepedihan karena tidak dimengerti dan dituduh
dengan tuduhan palsu,2Ko 1 1:1-10
g. Bermacam-macam penderitaan dari pengabar Injil,
2Ko 11:21-29
• Jemaat di Korintus
2. Kemuliaan (pasal 3-5)
- Paulus membuka topik ini dengan menunjuk kepada ‘surat pujian’ yang ditulis oleh gereja-gereja untuk memuji jemaat mereka terhadap gereja-gereja lain. Kemudian ia berbicara mengenai ‘surat’ Allah yang memberikan pujian bukan di atas sehelai kertas, melainkan dalam kehidupan (loh hati) pelayan-pelayan-Nya yang sejati.
- Cahaya Injil dalam kehidupan ini:
o Kristen bertemu dengan Allah setiap hari: oleh karena itu seharusnya cahaya itu tetap ada!

• Jemaat di Korintus
o Kehidupan tidak selalu penuh kemuliaan: ada penderitaan juga tetapi, jangan putus asa: sebab kematian pun hanya pintu gerbang menuju kemuliaan.
o Tubuh kita bagai sebuah kemah: kematian merupakan keruntuhan terakhir kemah itu. Tetapi, semua itu hanya berarti suatu perpindahan: perpindahan ke dalam sebuah rumah baru, bukan kemah, tetapi suatu rumah yang tetap.
o Untuk itulah Allah telah menyelamatkan kita.
• Jemaat di Galatia
Sepucuk surat tentang Injil yang sejati
• Surat kepada jemaat Galatia
- surat ditulis kira-kira tahun 54 di Korintus; selama perjalanan pelayanan misi kedua Paulus setelah melintasi Galatia dan tiba di Korintus, Kis 18:1, 11.
• Isi Surat
1. Hukum Taurat merupakan jalan buntu.
- Keprihatinan utama Paulus ialah untuk menunjukkan bahwa manusia tidak mungkin dibenarkan di hadapan Allah melalui perbuatan baik atau menaati hukum Taurat.
• Jemaat di Galatia
- Hukum Taurat:
o Tidak membenarkan manusia di hadapan Allah, Gal 2:16
o Bertentangan dengan cara Kristus, Gal 2:19; 5:4
o Tidak dapat memberikan Roh Kudus, Gal 3:2, 5; 5:18
o Hanya menghasilkan kutuk, Gal 3:10-14
o Merupakan interupsi sementara dalam rencana jangka panjang Allah,Gal 3:17
o Mempunyai suatu maksud, Gal 3:21-29
o Membebankan tuntutan kepada manusia, Gal 5:3
o Diringkas menjadi dua, Gal 5:14
• Jemaat di Galatia
• 2. Iman merupakan jalan satu-satunya kepada Allah.
Tujuan utama Kristus adalah untuk membuat supaya iman merupakan jalan satu-satunya kepada Allah.
o Iman membenarkan manusia di hadapan Allah, Gal 2:16; 3:11
o Kristen harus terus melatih iman, Gal 2:20; 3:3
o Roh Kudus datang melalui iman, Gal 3:2, 5,14
o Sejarah panjang dari iman,Gal 3:6-9
o Akibat kedatangan iman, Gal 3:22-26
o Cara iman memperlihatkan dirinya, Gal 5:6
o Kristen membentuk’kekeluargaan dalam iman’ Gal 6:10
• Jemaat di Galatia
• 3. Yesus berarti kemerdekaan.
0 Yesus membawa kemerdekaan dari penindasan hukum Taurat, Gal 3:1-4:7
o Tradisi besar kemerdekaan, Gal 4:21-31
o Kemerdekaan perlu dijaga, Gal 5:1
o Cara yang benar dan salah untuk menyatakan kemerdekaan,Gal 5:13-6:10
• Jemaat di Galatia
• Tema-tema Kunci
1. Daging.
Paulus menggunakan kata ini dalam beberapa cara yang berbeda. Gal 1:16; 2:20; 3:3; 4:23, 29; 5:13, 16, 17, 19, 24; 6:8, 12, 13.
2. Perhambaan.
Demikianlah Paulus menggambarkan keadaan manusia sebelum mereka menjadi Kristen.
Gal 4:8; 2:4.
• Jemaat di Galatia
3. Salib.
Untuk kebanyakan orang salib merupakan gangguan, Gal 5:11; 6:12) tetapi untuk Paulus salib merupakan alasan untuk bermegah, Gal 6:14.
4. Anak Allah.
Ini merupakan gambaran dari seorang Kristen yang paling disukainya. Panggilan itu merupakan kebalikan dari menjadi seorang hamba. Bagaimana Paulus menggambarkan hak-hak istimewa menjadi seorang anak Allah? Gal 3:7, 26; 4:5, 6, 22.
• Jemaat di Galatia
5. Roh Kudus
Galatia penuh dengan referensi Roh Kudus, seperti tema-tema : menerima Roh; menghasilkan buah Roh; berjalan dan hidup dalam Roh, Gal 3:2, 3, 5, 14; 4:6; 5:16, 17, 18, 22, 25; 6:1, 8, 18.

• Jemaat di Efesus
Sebuah surat edaran
• GEREJA DI EFESUS.
- Paulus tinggal di Efesus selama 3 tahun . Kis 19:8, 10; 20:31. Efesus merupakan suatu kota yang banyak menyediakan sarana untuk penyembahan berhala. Kuil Dewi Diana (Artemis) terletak di kota itu. Di sana banyak terdapat orang-orang yang mempraktekkan ilmu sihir.
• Jemaat di Efesus
• SURAT
- ditulis oleh Paulus pada tahun 64 di Roma, tempat ia dipenjarakan, Ef. 3:1; 4:1; 6:20; Kis.28:30
• PESAN.
- Surat ini tidak berhubungan dengan masalah-masalah yang khusus, tetapi tujuannya adalah untuk meninggikan nama Yesus Kristus dan untuk menunjukkan pentingnya gereja Kristen sebagai alat Allah di dunia ini.
• Jemaat di Efesus
- Iman Kristen dan kehidupan Kristen harus berjalan secara seimbang.
- Surat ini ditutup dengan peringatan bahwa Kristen selalu berada dalam konflik yang terus-menerus dengan setan dan kuasa kejahatan.
- Allah telah memberikan senjata yang diperlukan untuk memampukan orang Kristen mengatasi semua serangan musuh.
• Garis besar surat Efesus
Garis Besar
Salam Kristen (Ef 1:1-2)
I. Ajaran yang Penuh Kuasa—Penebusan Orang Percaya ( Ef 1:3-3:21)
A. Keutamaan Kristus dalam Penebusan ( Ef 1:3-14)
1. Keutamaan-Nya Dalam Rencana Bapa ( Ef 1:3-6)
2. Keutamaan-Nya Dalam Partisipasi Orang Percaya ( Ef 1:7-12)
3. Keutamaan-Nya Dalam Penerapan Roh Kudus ( Ef 1:13- 14)
– Doa: Agar Orang Percaya Memperoleh Penerangan Rohani ( 1:15-23)
B. Hasil-Hasil Penebusan Dalam Kristus ( Ef 2:1-3:21)
1. Membebaskan Kita dari Dosa dan Kematian menuju Hidup Baru di Dalam Kristus ( Ef 2:1-10)
2. Memperdamaikan Kita dengan Orang Lain yang Sedang Diselamatkan ( Ef 2:11-15)
3. Mempersatukan Kita Dalam Kristus di Dalam Satu Rumah Tangga ( Ef 2:16-22)
4. Menyatakan Hikmat Allah Melalui Gereja ( Ef 3:1-13)
- Doa: Agar Orang Percaya Memperoleh Kepuasan Rohani ( Ef 3:14-21)
• II. Pengarahan-Pengarahan Praktis—Kehidupan Orang Percaya (Ef 4:1-6:20)
• A. Hidup Baru Orang Percaya ( Ef 4:1-5:21)
1. Selaras dengan Maksud Allah bagi Gereja ( Ef 4:1- 16)
2. Hidup Baru yang Kudus ( Ef 4:17-5:7)
3. Hidup Sebagai Anak-Anak Terang ( Ef 5:8-14)
4. Hati-Hati dan Penuh dengan Roh ( Ef 5:15-21)
• B. Hubungan Rumah Tangga Orang Percaya ( Ef 5:22-6:9)
1. Suami dan Istri ( Ef 5:22-33)
2. Anak-Anak dan Orang-Tua ( Ef 6:1-4)
3. Hamba dan Tuan ( Ef 6:5-9)
C. Peperangan Rohani Orang Percaya ( Ef 6:10-20)
1. Sekutu Kita—Allah ( Ef 6:10-11a)
2. Musuh Kita—Iblis dan Pasukannya ( Ef 6:11-12)
3. Perlengkapan Kita—Senjata Allah ( Ef 6:13-20)
Penutup
( Ef 6:21-24)
• Jemaat di Efesus
• Tema-tema Kunci
1. Kasih karunia.
- Kata kunci dalam Alkitab, sebab hal itu memperlihatkan sifat Allah yang memungkinkan adanya keselamatan bagi kita. Oleh karena dosa manusia, jika tidak ada kasih karunia, tidak akan ada pengharapan.
- Kasih karunia berarti hadiah yang diberikan cuma-cuma. Respons manusia terhadap kasih karunia ialah iman, tetapi imanpun diberikan oleh Allah kepada kita. Efe 2:1-10.

• Jemaat di Efesus
- Kasih karunia selalu dipertentangkan dengan hukum Taurat Rom 6:14.
- Pembenaran dimungkinkan oleh dua alasan, yaitu kasih karunia Allah ( Rom 3:24 ) dan kematian Kristus (Rom 5:9).
• Jemaat di Efesus
2. Keesaan.
- Paulus telah menjelaskan bahwa umat Allah di bawah perjanjian baru mengikutsertakan baik orang Yahudi maupun bukan Yahudi, dan sekarang ia menekankan perlunya kita memelihara keesaan sejati ini.
- Sebagai Kristen kita tidak dapat menciptakan keesaan oleh karena hal ini adalah pekerjaan Roh Kudus, tetapi kita diminta untuk memeliharanya. Kesatuan yang kita punyai tidaklah sama dengan keseragaman. Ada keanekaragaman karunia di antara umat Allah, tetapi hanya ada satu dasar kesatuan.
• Jemaat di Efesus
3. Hubungan.
- Kita tidak hidup di dalam suatu ruangan hampa, tetapi di dalam serentetan hubungan-di dalam rumah, dalam pekerjaan, di dalam gereja dan di dalam masyarakat pada umumnya.
- Iman Kristen menyangkut hubungan-hubungan, kita sering menemukan bahwa pada suatu saat, standar kehidupan menurut ajaran Alkitab bertentangan dengan standar kehidupan yang sementara ini
- Juga perhatikan bagaimana dalam memilih pemimpin Kristen, masalah hubungan kekeluargaan sangat mendapat perhatian ( 1Tim 3:1-5; Tit 1:6-8).
• Jemaat di Efesus
4. Konflik.
- Paulus menyebut seorang Kristen sebagai prajurit (2 Tim. 2:3, 4). Baginya selalu berlangsung peperangan, dan Kristen benar-benar terlibat di dalamnya.
- Alkitab tidak pernah meragukan keberadaan setan. Setan begitu nyata dalam pengalaman Tuhan Yesus, dan nyata juga bagi para murid.Dalam Efesus Paulus mengingatkan kita tentang kecerdikan musuh itu.
- Kita tidak dapat menghadapinya tanpa senjata atau tanpa perlindungan. Matius 4:1-11; 12:24; 13:39; 25:41; Lukas 8:12; 10:18; Yoh. 8:44.
• Jemaat di Filipi
Sepucuk surat ucapan terima kasih
• KOTA FILIPI.
- Filipi adalah koloni Romawi yang sebagian besar penduduknya adalah pendatang dari Italia yang tetap setia kepada Roma. Filipi adalah sebuah kota besar, pusat kegiatan dagang yang ramai, tetapi tidak terkenal karena standar moral penduduknya.
• GEREJA DI FILIPI.
– Paulus dipakai Tuhan sebagai pendiri gereja di Filipi. Di sana ia bertemu dengan kelompok wanita yang sedang berbakti di tepi sebuah sungai dan salah satu dari mereka, bernama Lidia, menyambut Injil ( Kis 16:14).
• Jemaat di Filipi
• Tema-tema Kunci
1. Sukacita.
- Kata itu menjadi lebih berkesan ketika kita tahu bahwa orang yang mengatakan “bersukacita selalu”, menulisnya dari dalam penjara! Mudah untuk kelihatan bersukacita ketika keadaan di luar menggembirakan. ( Yoh 15:11).
• Jemaat di Filipi
2. Keserupaan dengan Kristus.
- Filipi 2:5-11 boleh jadi merupakan bagian dari lagu pujian dalam gereja mula-mula.
- Kita harus mempunyai sikap mental seperti Kristus, dengan kata lain, tahu mengorbankan diri. Paulus sering menulis tentang mencontoh Kristus dan bahkan mencotoh dia sendiri
• ( Efe 5:1; 1Kor 4:16; 11:1; Fil 3:17).
• Jemaat di Filipi
3. Nilai-nilai
- Pertobatan bagi Paulus berarti perubahan pandangan secara total ( hal-hal yang dahulunya sangat dihargai sekarang tidak berarti sama sekali).
- Bagi Paulus hal yang dibanggakannya ialah pendidikan agama yang diterimanya sejak kecil. Bagi orang lain kebanggaan itu bisa status sosial, latar belakang pendidikan dan keadaan keuangan mereka.
- Kristus mengarahkan pandangan kita kepada hal yang lebih tinggi dan mengingatkan kita akan kewargaan kita di surga.Pelajarilah ajaran Tuhan kita tentang harta duniawi (Luk 12:15; Mat 6:19-21, 33).
- Apakah ini yang menjadi penyebab mengapa orang kaya susah menjadi Kristen? ( Mar 10:23, 24).
• Jemaat di Filipi
4. Kepuasan.
- Paulus memberikan kesan bahwa ia telah belajar untuk mencukupkan diri dan mungkin hal itu bukan pelajaran yang mudah baginya. Ia pernah berkata,
“… ibadah disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar” ( 1Tim 6:6).
• Jemaat Kolose dan Filemon
Kedewasaan & perbudakan
• DUA PUCUK SURAT DAN EMPAT ORANG.
- Ketika Tikhikus dikirim oleh Paulus ke Kolose, ia membawa tiga surat bersamanya: surat untuk orang Kolose; Onesimus, seorang budak yang melarikan diri dari majikannya, Filemon yang tinggal di Kolose; dan sepucuk surat kepada Filemon dari Paulus.
• Jemaat Kolose dan Filemon
Kedewasaan & perbudakan
• GEREJA DI KOLOSE.
- Kota Kolose terletak di pedalaman kira-kira 100 mil dari pelabuhan Efesus.
- Gereja di Kolose mungkin dimulai sebagai akibat khotbah Paulus di Efesus. Lukas menuliskan bahwa pada masa itu ‘semua yang tinggal di propinsi Asia telah mendengar firman Tuhan’ ( Kis 19:10). Namun demikian, Paulus sendiri idak pernah pergi ke sana (Kol 2:1).
- Gereja itu di mulai karena Epafras ( Kol 1:7) yang rupanya datang dari Kolose (Kol 4:12). Epafras ada bersama dengan Paulus pada waktu Paulus menulis surat-surat ini, sehingga ia mendapat informasi tentang keadaan di gereja Kolose darinya.
• Jemaat Kolose dan Filemon
Kedewasaan & perbudakan
• WAKTU PENULISAN.
- Dua surat ini ditulis dari penjara ( Kol 4:10 dan (File 1), tetapi waktu penulisan tergantung pada tempat Paulus dipenjarakan yakni Efesus, Letak kota itu cukup dekat untuk dapat ditempuh oleh pelarian seperti Onesimus. Jika surat-surat ini ditulis di Efesus, maka tahun penulisan adalah 55-56 , pada waktu perjalanan penginjilan Paulus yang ketiga, Kis 19.
• Jemaat Kolose dan Filemon
Kedewasaan & perbudakan
MENGAPA SURAT-SURAT INI DITULIS?
- Kedua surat ini sebenarnya ditujukan kepada seluruh gereja ( Kol 1:2, File 1:2). Bahkan kita dapat menyebutnya ‘surat Kolose satu dan dua’!
1. Paulus menulis surat Kolose sebab ada ajaran sesat yang diajarkan dan harus diperbaikinya. Mereka mempunyai pendapat yang aneh tentang kedewasaan Kristen, mereka memikirkan adanya syarat-syarat berupa pantangan-pantangan makan, hari-hari suci dan bahkan penyembahan kepada para malaikat (Kol. 2:16-23).
• Jemaat Kolose dan Filemon
Kedewasaan & perbudakan
2. Onesimus, rupa-rupanya adalah seorang budak yang tidak berguna yang pada akhirnya melarikan diri (mungkin karena ia telah mencuri sesuatu, Fil 1:18). Ia bertemu Paulus di penjara. Ia menjadi seorang Kristen, mungkin Paulus yang membawanya kepada Kristus (Flm. 10). Saat itulah, untuk pertama kali dalam kehidupannya ia benar-benar hidup baru sesuai dengan arti namanya, “Onesimus’, ‘Berguna’!
• Jemaat Kolose dan Filemon
Kedewasaan & perbudakan
Tema-tema Kunci
1. Kata ‘semua’.
- Pemakaian kata ‘semua’ yang diulang berkali-kali oleh Paulus merupakan suatu peringatan tentang apa yang ditekankannya mengenai kedewasaan, Kristen yang
sepenuh hati.
- Kata Yunani tersebut diterjemahkan dalam beberapa istilah: selalu, semua orang kudus, seluruh dunia, berkenan kepada-Nya dalam segala hal, setiap perbuatan baik, segala sesuatu. Kata ini muncul sebanyak 38 kali.
• Jemaat Kolose dan Filemon
Kedewasaan & perbudakan
2. Peran kita dalam mencapai kedewasaan.
– Paulus memakai tiga kata ‘perintah yang sangat mendesak’ atau untuk menjelaskan apa yang harus kita lakukan untuk menjadi dewasa:
o ‘Matikanlah’ Kol 3:5
o ‘Buanglah’ Kol 3:8-9
o ‘Kenakanlah’ Kol 3:12
- Kata ‘buanglah’ dan ‘kenakanlah’ dipakai dalam bahasa Yunani yang berarti menanggalkan baju kotor pada malam hari dan mengenakan baju bersih pada pagi hari ( Kol 3:1-14) .
• Jemaat Kolose dan Filemon
Kedewasaan & perbudakan
3. Peran Kristus dalam keselamatan kita.
- Untuk memungkinkan kita melakukan peran kita menjadi dewasa, Kristus telah terlebih dahulu mengawali peranannya dalam menyelamatkan kita. Kol 2:13-15.
• Jemaat Kolose dan Filemon
Kedewasaan & perbudakan
4. Pohon oak yang besar dari bijinya yang kecil.
- Filemon merupakan surat pribadi yang sangat pendek, hanya 335 kata Yunani dalam naskah aslinya. Mengapa surat itu dimasukkan ke dalam Alkitab? Ya, oleh karena Tuhan menginginkannya dalam Alkitab! Tetapi, ada alasan manusiawi lainnya yang menarik. Ada kemungkinan Onesimus akan mengakhiri hidupnya bukan sebagai seorang budak, bahkan bukan pula hanya sebagai seorang bebas, tetapi sebagai seorang uskup di Efesus.
!
• Jemaat Kolose dan Filemon
Kedewasaan & perbudakan
- Pada permulaan abad kedua seorang Kristen yang terkenal bernama
Ignatius menulis surat kepada gereja di Efesus dan menyebut nama Uskup Onesimus, bahkan menuliskan juga arti namanya, ‘Berguna’!
• Jemaat di Tesalonika
Surat pertama
Sepucuk surat untuk orang-orang Kristen baru
GEREJA DAN SITUASINYA.
1. Tesalonika adalah ibu kota Makedonia.
- Kota itu makmur dan memiliki pelabuhan alam yang indah terletak di jalan raya Romawi ke arah timur.
- Kota yang multi-rasial dengan kebudayaan yang beraneka ragam dan terbuka untuk menerima segala macam kepercayaan agama.

• Jemaat di Tesalonika
Sepucuk surat untuk orang-orang Kristen baru
2. Pendirian gereja:
- Kisah 17:1-10 mengisahkan bahwa Paulus dan Silas mendirikan gereja di Tesalonika pada perjalanan penginjilan Paulus yang kedua. Kunjungan mereka ke Tesalonika hanya berlangsung kurang dari sebulan sebelum orang Yahudi membayar segerombolan penjahat yang menyebabkan Paulus dan Silas meninggalkan kota dengan terburu-buru.

• Jemaat di Tesalonika
Sepucuk surat untuk orang-orang Kristen baru
3. Gereja Tesalonika
- Anggotanya kebanyakan orang-orang bukan Yahudi yang bertobat dari kepercayaan kafir dan kini menghadapi lingkungan yang sangat kafir dan bermusuhan.
• Jemaat di Tesalonika
Sepucuk surat untuk orang-orang Kristen baru
WAKTU DAN ALASAN PENULISAN SURAT INI.
- Sejak Paulus meninggalkan Tesalonika ia sangat ingin tahu bagaimana perkembangan mereka. Timotius telah membawa kabar kepadanya ( 1Tes 3:6) dan ia ingin mengungkapkan kepuasannya dan menguatkan mereka agar tetap bertahan dalam iman.
- Ia menulis surat ini tak lama sesudah ia meninggalkan mereka, yaitu ketika ia berada di Korintus, sekitar tahun 50. Karena itu, surat ini bersama dengan surat ke Galatia termasuk surat-surat Paulus terawal.
• Jemaat di Tesalonika
Sepucuk surat untuk orang-orang Kristen baru
ALASAN-ALASAN LAIN PENULISAN SURAT INI.
- Di samping menulis surat yang isinya secara umum bersifat menguatkan, Paulus juga mempunyai tujuan-tujuan lain. Ia ingin:
1. Membela diri atas tuduhan palsu (1Tes 2:1-12)
2. Menekankan perlunya moral Kristen yang khas (1Tes 4:1-12),
3. Memperbaiki kesalahmengertian tentang kedatangan Kristus yang kedua kali (1Tes 4:13-18)
4. Mendisiplin ketidakdewasaan dikalangan jemaat muda tersebut (1Tes 5:12-22)
• Jemaat di Tesalonika
Sepucuk surat untuk orang-orang Kristen baru
Tema-tema Kunci
1. Injil.
- Kabar baik yang dikhotbahkan oleh Paulus tidak diuraikan dengan jelas dalam surat ini, tetapi Anda dapat menangkapnya dari apa yang Paulus katakan. 1Tes 1:5; 2:2, 4, 8, 9, dan 1Tes 3:2
• Jemaat di Tesalonika
Sepucuk surat untuk orang-orang Kristen baru
2. Pertobatan.
- 1Tes 1:9, 10 merupakan pernyataan yang luar biasa tentang bagaimana manusia seharusnya menanggapi Injil. Tiga aspek yang disebutkan dapat dikaitkan dengan ciri-ciri pertobatan berikut ini:
Berbalik; iman; masa lalu; melayani; kasih; masa kini menanti; pengharapan; masa depan
• Jemaat di Tesalonika
Sepucuk surat untuk orang-orang Kristen baru
3. Pelayanan Kristen.
- Paulus melukiskan beberapa gambaran mengenai hubungannya dengan jemaat di Tesalonika. Ia adalah:
o Seorang perawat yang lemah lembut 1Tes 2:7
o Seorang pekerja yang tekun. 1Tes 2:9
o Seorang ayah yang menguatkan hati. 1Tes 2:11
o Seorang pemenang yang berpengharapan.1Tes 2:19
• Jemaat di Tesalonika
Sepucuk surat untuk orang-orang Kristen baru
4. Firman Allah.
- Paulus menggunakan kata ini dalam beberapa kesempatan. 1Tes 1:6, 8; 2:13 dan 1Tes 4:15
5. Menyukakan hati Allah.
- Secara singkat, surat ini berisi tentang bagaimana menyukakan hati Allah. Jemaat di Tesalonika telah melakukannya, tetapi didorong untuk lebih lagi melakukannya.
• Jemaat di Tesalonika
Surat ke dua
Informasi mengenai akhir zaman
• Penulis
- Paulus; Silwanus dan Timotius, 2 Tes.1:1
• Tempat : Korintus pada tahun 54
• Jemaat di Tesalonika
Surat ke dua
Informasi mengenai akhir zaman
Tema-tema Kunci
1. Kedatangan Yesus.
- Fakta bahwa Yesus akan datang kembali muncul beberapa kali. Tidak ada keraguan tentang hal ini, walaupun Paulus sendiri tidak mengetahui waktunya yang tepat. 2Te 1:7, 9, 10, 12; 2:1-2, 8, 14.
- Kata-kata kunci adalah ‘dinyatakan’, yaitu menarik tirai dan menunjukkan kepada kita apa yang terjadi selama ini; ‘datang’ dipakai untuk menyatakan kunjungan resmi oleh seorang raja atau pembesar; ‘kemuliaan’ dalam Alkitab berarti kehadiran Allah sendiri. Pikirkanlah apa arti semua ini ketika Kristus datang kembali.
• Jemaat di Tesalonika
Surat ke dua
Informasi mengenai akhir zaman
2. Penghakiman.
- Oleh karena Allah itu adil dan melihat segalanya, pada suatu hari Ia akan mengadili segala yang diperbuat oleh manusia, laki-laki dan perempuan. 2Tes 1:5-10; 2:8, 11-12. Dalam arti tertentu penghakiman Allah sudah berlaku di dunia ini.
- Apa arti penghakiman Allah bagi orang percaya dan bagi mereka yang tidak percaya. Bagaimana kita harus siap untuk menghadapinya?
• Jemaat di Tesalonika
Surat ke dua
Informasi mengenai akhir zaman
3. Setan.
- Iblis nyata dalam surat ini, dan ia menggunakan manusia untuk mencapai maksudnya. 2Tes 2:3-12.
- Apakah kita dapat mengenali kegiatan Setan?
4. Bertahan.
- Menjadi Kristen berani meneruskan apa yang sudah dimulai. Ini dapat berarti bertahan terhadap penganiayaan, mengenal Allah melalui pengalaman-pengalaman baru atau semata-mata bekerja keras.
• Surat pertama Paulus kepada Timotius
pegangan para pemimpin Kristen
TIMOTIUS.
Ayah Timotius adalah seorang Yunani, tetapi ibunya seorang Yahudi. Ia bertobat pada usia kurang lebih lima belas tahun, ketika Rasul Paulus mengunjungi kota asalnya, Listra ( Kis 16:1-3; 1Tim 1:2). Tujuh tahun kemudian ia ikut dalam pelayanan penginjilan Paulus dan terjalinlah hubungan persahabatan yang sangat erat antara Paulus yang saat itu sudah berumur kira-kira tujuh puluh tahun dengan rekannya yang lebih muda.
Setelah pemenjaraan Paulus yang pertama, ia mengunjungi beberapa tempat antara lain Efesus, dan karena tidak dapat lama berada di sana ia meninggalkan Timotius untuk memikul pelayanan di sana. Ketika ditinggal sendirian Timotius mendapatkan ujian yang sangat berat, karena sebelumnya ia sangat bergantung kepada nasihat Paulus. Sifatnya agak pemalu dan peka. Paulus menulis surat kepadanya dari Korintus untuk mendorong dia dan memberikan beberapa nasihat.Ayat kunci kitab ini adalah 1Tim 3:15. Paulus sangat ingin melihat anak rohaninya
memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang pemimpin Kristen. Ia berkeinginan supaya dalam segala hal Timotius dapat memberi teladan kepada jemaat yang mengharapkan kepemimpinannya ( 1Tim 4:12).
• Surat pertama Paulus kepada Timotius
pegangan para pemimpin Kristen
Tema-tema Kunci
1. Ajaran sesat.
- Perjanjian Baru penuh dengan peringatan terhadap ajaran sesat. Dunia dewasa ini sedang ditantang oleh berbagai macam ‘isme’ dan ‘ideologi’. Dalam zaman yang mudah bertoleransi ini, peringatan para rasul perlu mendapatkan perhatian yang
serius. Ketulusan saja tidak cukup: kita harus ‘menguji roh-roh itu’ (1 Yoh. 4:1).
Perhatikan berbagai petunjuk dalam Perjanjian Baru tentang guru-guru palsu (Kis 20:28-30; Mat 24:4, 5, 23, 24; 2Yoh 1:7-11). Kegagalan untuk mengerti siapa dan apa yang dilakukan oleh Kristus merupakan akar dari hampir semua ajaran palsu-mengenai hal ini (1Timotius 3:16).
• Surat pertama Paulus kepada Timotius
pegangan para pemimpin Kristen
2. Doa.
Seringkali doa-doa kita hanya terbatas untuk lingkungan keluarga dekat saja, tetapi di sini kita didorong untuk berdoa jauh lebih luas lagi. Para penguasa harus mendapat tempat yang istimewa dalam doa-doa kita. Perlu juga diingat bahwa
penguasa pada masa itu adalah Kaisar Nero! Di dalam doa kita berhubungan langsung dengan Allah, tetapi jika doa-doa kita ingin berhasil maka doa-doa itu harus didukung dengan kehidupan yang 98 sepadan. Tangan yang kita angkat untuk
berdoa haruslah ‘tangan-tangan yang kudus’.

• Surat pertama Paulus kepada Timotius
pegangan para pemimpin Kristen
3. Kepemimpinan.
- Jika gereja ingin memuliakan Allah, maka gereja itu harus mempunyai pola kepemimpinan yang benar. Perhatikan persyaratan rohani dan moral yang ditekankan oleh Rasul Paulus. Perhatikan juga bahaya mengangkat petobat baru untuk menduduki posisi yang menuntut tanggung jawab ( 1Tim 3:6).
- Apakah kelemahan gereja yg merupakan sebagian pencerminan dari kepemimpinannya?
- Apakah kita cukup berhati-hati dalam memastikan bahwa para pemimpin itu memenuhi persyaratan yang dituntut dalam Perjanjian Baru? Apakah metode pengangkatan pemimpin gereja kita cukup mampu untuk menetapkan orang-orang yang tepat
• Surat Paulus kepada Timotius yang kedua
Pesan terakhir yang terkenal!
Paulus
- Ia seorang Diri.( 2Tim 4:10-12) dan sedang menantikan saat hukuman mati. Ia sudah pernah sekali menghadap Kaisar Nero, tetapi kasusnya ditunda (2Tim 4:16, 17). Ia berharap untuk menghadap kaisar lagi pada musim dingin, oleh karena itu ia menulis kepada Timotius dan mendesaknya untuk datang dan membawa Markus bersamanya, dan juga beberapa barangnya yang tertinggal. Surat ini merupakan surat Paulus yang terakhir dan sifatnya sangat pribadi, sekalipun menghadapi saat kematiannya, ia masih memikirkan kesejahteraan orang lain. Dalam surat ini terdapat 23 nama orang.
• Surat Paulus kepada Timotius yang kedua
Pesan terakhir yang terkenal!
Waktu Penulisan:
- Kira-kira 67 M, saat pemenjaraan Paulus yang kedua, menjelang matinya sebagai martir (2Ti 4:6).
Tempat Penulisan: Penjara Roma ( 2Ti 1:16-17).
• Surat Paulus kepada Timotius yang kedua
Pesan terakhir yang terkenal!
Tema-tema Kunci
1. Penderitaan (2Tim 1:8, 12; 2:9; 3:11).
- Pada saat surat ini ditulis, penulisnya sedang menderita karena imannya dalam sebuah penjara di Roma. Timotius, anak rohaninya, harus dipersiapkan bila perlu mengalami penderitaan yang sama ( 2Tim 1:8). Penderitaan itu tidak selalu bersifat fisik, tetapi mungkin dapat berupa kekecewaan dan kesepian. Teman-teman yang terdahulu seperti Figelus dan Hermogenes telah meninggalkan Paulus ( 2Tim 1:15). Demas adalah salah seorang teman lainnya yang kepergiannya membuat Rasul Paulus menderita ( 2Tim 4:10).
• Surat Paulus kepada Timotius yang kedua
Pesan terakhir yang terkenal!
2. Pelayanan (2Tim 2:2-6, 15, 20-21).
- Jelaslah bahwa empat kata yang menggambarkan pekerja-pekerja Kristen dalam pasal 2 memperlihatkan pekerjaan yang melibatkan kegiatan yang menguras tenaga. Lebih dari itu, dalam ilustrasi tentang bejana, tekanannya bukan pada kesediaan tetapi pada kegunaannya. Kristen sesungguhnya adalah orang yang ‘diselamatkan untuk melayani’.
- Apa yang dimaksud dengan ‘memusingkan diri dengan soal-soal penghidupannya’?
• Surat Paulus kepada Timotius yang kedua
Pesan terakhir yang terkenal!
3. Murtad.
- Jelas bahwa ciri-ciri yang disebutkan dalam 2Tim 3:1-9 menandai setiap generasi; kalau begitu bagaimana hal-hal ini merupakan ciri khusus ‘akhir zaman’? Kitab Suci terus menerus memperingatkan kita tentang keadaan-keadaan
yang akan kita hadapi sebelum ‘kedatangan Tuhan’ (Mat 24:1-51).
- Pelajari pesan dan cara-cara yang dipakai oleh guru-guru palsu dewasa ini jika dibandingkan dengan II Timotius 3:5-9.
• Surat Paulus kepada Timotius yang kedua
Pesan terakhir yang terkenal!
4. Kitab Suci.
- Timotius beruntung, karena mempunyai nenek moyang yang saleh ( 2Tim 1:5).
- Perhatikan peran Kitab Suci dalam kehidupan masa kecilnya ( 2Ti 3:14, 15). Perhatikan sifat istimewa Kitab Suci ‘diilhamkan oleh Allah’ dan kegunaannya yang luas ( 2Ti 3:16, 17).
- Pikirkan contoh-contoh dari pengalaman Anda sendiri, bagaimana Kitab Suci berguna untuk ‘mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik
• Surat Paulus kepada Titus
Panggilan untuk kehidupan Kristen yang praktis
SIAPAKAH TITUS?
- Surat ini ditulis pada pada tahun 65 di Nikopolis setelah pemenjaraan Paulus di Roma ( Tit.1:5; 3:12).
- Seperti Timotius, Titus adalah salah satu anak rohani Paulus ( Tit 1:4). Titus bertobat pada awal pelayanan Paulus. Ia diajak Paulus dan Barnabas ke Yerusalem, kota yang dikunjungi Paulus tujuh belas tahun setelah pertobatannya. (Gal 2:1). Paulus memberi Titus tugas yang sulit, yaitu mencoba menyelesaikan masalah yang timbul dalam gereja di Korintus, dan dalam suratnya yang kedua kepada gereja itu kita mengetahui bagaimana ia diterima dengan baik di sana (2Kor 7:6, 7).
• Surat Paulus kepada Titus
Panggilan untuk kehidupan Kristen yang praktis
Paulus menaruh kepercayaan penuh pada kemampuan Titus, ia memegang peranan penting dalam kepemimpinan gereja di Kreta (Tit 1:5). Orang-orang Kreta pada umumnya terkenal sebagai orang- orang yang suka bergolak dan sukar dikendalikan. Tidak seperti Timotius, Titus bukan orang Yahudi asli dan ia tidak disunat ( Gal 2:3). Ia digambarkan sebagai ‘tokoh yang sangat mengundang tanda tanya dalam sejarah kekristenan mula-mula’. Ia juga dijuluki sebagai ‘sepotong kain merah lusuh bagi orang-orang Yahudi, tetapi merupakan bendera kebebasan bagi orang bukan Yahudi’. Dalam istilah modern kita dapat menggambarkan Titus sebagai seorang pendobrak’ -orang yang mampu menghadapi keadaan yang rawan.
• Surat Paulus kepada Titus
Panggilan untuk kehidupan Kristen yang praktis
Tema-tema Kunci
1. Pentingnya kehidupan keluarga.
- Perlu diperhatikan bahwa dalam daftar syarat-syarat bagi para penatua terdapat kalimat-kalimat yang berhubungan dengan kehidupan keluarga.
- Seorang penatua haruslah ‘seorang suami dari satu istri’. Anak-anaknya harus memberikan dukungan
penuh pada jabatan gerejawinya. Ia harus seorang yang ‘senang memberi tumpangan’. Perhatikan syarat-syarat bagi istri-istri para penatua gereja (1 Tim. 3:11).
• Surat Paulus kepada Titus
Panggilan untuk kehidupan Kristen yang praktis
2. Tingkah laku yang sepadan.
- Fakta bahwa keyakinan dan sikap, pengakuan iman dan tingkah laku, tidak selalu berjalan selaras, adalah topik yang sering dimunculkan Alkitab. (lihat Mat. Tit 23:1- 39; Tit 2:14-26). Dalam suratnya, Paulus sering menunjukkan pendapat yang sama. Dalam Titus 1: 16, Paulus berkata tentang mereka ‘yang mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia’.
- Coba pelajari Matius 23, temukan beberapa kegagalan total orang Farisi.
• Surat Paulus kepada Titus
Panggilan untuk kehidupan Kristen yang praktis
3. Pentingnya doktrin yang benar.
- Dengan membaca Perjanjian Baru jelaslah bahwa dalam gereja mula-mula, mereka tahu apa yang dimaksud dengan ‘iman’. Paulus menjelaskannya dengan sangat baik dalam Titus, Tit 2:11-14.
- Iman Kristen kita bukan hanya bersangkutan dengan karya-karya Allah pada masa tertentu dalam sejarah, tetapi juga dengan yang sedang Ia lakukan dalam kehidupan umat-Nya dan yang akan Ia lakukan di masa yang akan datang.
- Maksud dari kasih karunia Allah di dalam Kristus ialah ‘untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik’ (Tit 2:14). Apa makna menjadi ‘umat kepunyaan Allah’ bagi kita? ( 1Pet 2:9; 1Kor 6:19).
• Kesimpulan
• Surat ditulis oleh Paulus lebih banyak dari balik penjara karena Injil.
• Isi surat bersifat teguran, nasehat dan peneguhan
• Fokus pada kasih karunia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s